Wings [8]

poster-wings

Poster oleh Pinkash Design.

Telah diterbitkan di Wattpad.

Inspired by BTS’ newest album ‘Wings’.

Sebelumnya di [7]. Reflection.


[8]. MAMA

Prospek berperang sendiri membuat Seol bergidik ketakutan. Ini ketiga kalinya ia memakai hanbok hitam dengan pita putih kecil di rambutnya yang masih terkepang—hasil sentuhan terakhir Sekretaris Kim. Ia tidak menangis seperti dua pemakaman sebelumnya. Nyonya Besar ada di sana untuk menyaksikan kejatuhannya. Ia harus kuat seperti kata Sekretaris Kim.

Oh, tidak! Tapi Nyonya Besar sudah melihat kejatuhannya.

Ia ingat ketika ia menjerit keras sekali di pesta yang kacau. Kemudian ia menangis sama kerasnya ketika Barreta itu meletus. Ia meronta dalam pelukan Yoongi dan memanggil-manggil nama Sekretaris Kim dengan putus asa. Polisi dan paramedis tiba terlambat setelah Sekretaris Kim dan para korban lain tidak dapat diselamatkan. Ia samar-samar mendengar para polisi memberitahunya tentang para penjahat yang ingin mengacaukan kampanye. Ia tidak peduli. Ia seakan terpisah dari dunia.

Yang ia tahu ia jatuh lagi.

Belum apa-apa, ia sudah merindukan Sekretaris Kim. Sikap keibuannya. Suara tegurannya. Sosok ibu terakhir yang ada dalam hidup Seol lenyap sudah.

“I’ll drive you home.”

Ia menoleh dan mendapati Namjoon bersama teman-temannya masih di rumah duka. Lihatlah, mereka cuma sekedar ‘teman bisnis’ tapi menunggunya di sana saat orang-orang sudah lama pergi. Jungkook bahkan sedari tadi menepuk pundak Seol.

“Biar aku saja,” sela Yoongi. “Kalian pulanglah.”

Tidak ada yang membantah. Mereka berpamitan, lalu meninggalkan Seol berdua saja dengan Yoongi. Ia baru pertama kali menumpang mobil Yoongi: SUV putih mewah. Bahkan saat makan malam pun, mereka tidak berangkat bersama. Yoongi tidak pernah menawarkan mengantar atau menjemputnya.

Dalam perjalanan pulang, Yoongi menyetir dalam diam sedangkan Seol terus menerus melihat pergelangan tangannya.

“Jangan,” kata Yoongi pelan. “Ia pasti tidak ingin kamu melukai diri sendiri.”

“Tidak ada yang tahu keinginan orang yang sudah mati,” tukas Seol.

“Kita jauh lebih mirip daripada yang kamu pikirkan, Seol,” ujar Yoongi. Ini pertama kali ia mengucapkan namanya dan Seol menyukai cara Yoongi mengucapkannya. “Orphaned. Scars. Lost fiancee….

“Bagaimana—“

“Aku presiden perusahan telekomunikasi,” sahutnya seolah-olah itu menjelaskan segalanya.

But, still—“

“Aku bisa menolongmu kalau kamu mau,” tawar Yoongi.

Seol menatap lelaki itu sedih, lalu tiba-tiba ia memutuskan untuk mengaku, “I like you, you know?” Ia berusaha menahan rasa malu dan semburat merah yang sudah menjalar di pipinya. “I really like you,” ulangnya lagi.

“I know,” Yoongi berkata tenang membuat Seol mendengus.

“Bagaimana? Jangan bilang perusahaan telekomunikasi lagi,” cibirnya.

Yoongi terkekeh kecil. “Jungkook.”

Dasar bocah ember! umpat Seol dalam hati. “Jadi?”

“Kita pacaran dan aku akan menolongmu,” jawabnya enteng. “Deal?”

Deal.”

-to be continued-

©2017 qL^^

an. JK is my fav character here 😛

Advertisements

One thought on “Wings [8]

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s