Wings [7]

poster-wings

Poster oleh Pinkash Design.

Telah diterbitkan di Wattpad.

Inspired by BTS’ newest album ‘Wings’.

Sebelumnya di [6]. First Love.


[7]. Reflection

“Aku baru tahu ternyata ada orang yang memiliki luka sepertiku,” Seol berkata saat Sekretaris Kim menyisir rambutnya.

Sekretaris Kim hanya tersenyum. Ia memperhatikan gerakan wanita paruh baya itu melalui cermin. Ia sudah mengenal Sekretaris Kim sejak ia masih kanak-kanak. Wanita itu tidak menikah dan membaktikan diri untuk mendirik serta mengurus Seol. Ia satu-satunya orang yang bisa dipercayai Seol saat ini.

“Menurumu, orang-orang melihatku seperti apa, Sekretaris Kim?”

“Gadis muda yang kuat,” jawab Sekretaris Kim pelan. Jarinya bergerak mengepang rambut panjang Seol dengan lembut. Hampir keibuan. “Anda kehilangan orang tua dan tunangan, namun masih bertahan memimpin perusahaan.”

Seol menelan ludah. “Aku takut salah.”

“Anda harus menampilkan keberanian, maka otomatis Anda akan berani, Nona,” jawabnya lagi.

“Seperti cermin?”

Sekretaris Kim mengangguk.

“Kurasa aku menyukai seseorang, Sekretaris Kim,” ia mengaku pelan yang disambut senyum dan kerlingan dari wanita itu.

“Apakah ia akan ada di pesta?”

Seol mengangkat bahu, meskipun ia yakin Min Yoongi pasti ada di sana.

Dua puluh menit kemudian, ia dan Sekretaris Kim sudah siap berangkat menuju pesta kampanye kandidat politik kolega LC. Dua mobil pengawal mengiring di depan dan belakang. Si Nyonya Besar sudah berangkat lebih dulu. Ia memang tak pernah menunggu Seol. Pesta sudah dimulai ketika ia tiba. Seol tidak melihat Nyonya Besar di mana pun. Ia justru melihat Yoongi sedang mengobrol bersama Jimin, tapi ia tidak berniat mendekati lelaki itu.

Tiba-tiba saja kekacauan terjadi.

Dimulai dari tembakan di pintu depan yang samar terdengar, kemudian disusul beberapa penjahat bertopeng hitam yang menyerbu masuk ke aula sambil menodongkan pistol. Baretta. Seol kenal betul jenis senjata itu. Para tamu menjerit dan berlari panik menyelamatkan diri sedangkan ia membeku.

“Nona!” Sekretaris Kim menyentaknya.

Ia diam saja saat ditarik oleh Sekretaris Kim menuju tempat aman, namun salah satu penjahat bertopeng menghadang jalan mereka. Sekretaris Kim merentangkan tangan menjadi tameng antara Seol dan penjahat.

“Lari, Nona,” bisiknya. “Selamatkan diri!”

Ia masih diam saat Sekretaris Kim bergulat dengan penjahat itu untuk memberinya kesempatan lolos. Tiba-tiba Yoongi menariknya menjauh untuk berlindung. Mata Seol masih tak lepas dari Sekretaris Kim. Perasaannya tak enak. Lalu Baretta itu meletus.

Seakan lepas dari beku, Seol menjerit.

-to be continued-

©2017 qL^^

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s