Best Luck [2]

poster-best-luck

Poster oleh Pinkash Design.

You are my luck, I can’t avoid it (EXO’s Chen – Best Luck).

Sebelumnya di: [1]. Keberuntungan Joonmyeon.


[2]. Nanny untuk Leo

Hari Senin tiba begitu saja. Bomi bilang calon pengasuh Leo akan datang untuk wawancara pada pukul sepuluh pagi. Semua anggota keluarga kebetulan sedang ada di rumah hari itu. Leo sudah mandi, berpakaian dan sarapan dengan dibantu oleh Bomi yang senang-senang saja melakukannya karena ia memang sedang tidak memiliki pekerjaan sampai ia masuk kerja bulan depan. Chanyeol sedang libur setelah konser yang sukses besar Sabtu lalu juga ada di ruang keluarga, mengajarkan Leo bermain piano. Joonmyeon sendiri sedang tidak ada jadwal mengajar sehingga ia tidak bisa mangkir dalam acara wawancara itu. Ia sudah meremehkan kemampuan Bomi dalam mengatur situasi.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Joonmyeon melakukan wawancara kerja untuk memilih seseorang yang bekerja dekat dengan keluarganya. Pengurus Han, Supir Yook, Asisten Oh dan lain-lain dipekerjakan oleh Joonmyeon setelah melalui tahap wawancara. Ia sulit mempercayai orang lain sehingga ia detil melakukan hal-hal itu. Akan tetapi, ini pertama kali Joonmyeon harus memilih pengasuh.

“Pengasuh itu apa?” Samar-samar ia mendengar Leo bertanya pada Chanyeol.

Chanyeol terdiam sejenak sebelum menjawab. “Pengasuh itu orang yang akan mengurus dan menjaga Leo selain Appa, Bibi Bomi, Paman Chanyeol, dan Nenek Han.”

“Memangnya kenapa harus ada pengasuh?” Leo masih bertanya lagi.

Kali ini Chanyeol menelan ludah, bingung menjawab apa dan melirik Bomi minta bantuan.

“Karena Bibi Bomi tidak bisa menjaga Leo seperti biasanya. Lihat, Bibi Bomi akan mulai bekerja di rumah sakit untuk menolong orang,” Bomi menjawab dengan lembut.

Leo menirukan ekspresi Chanyeol ketika berpikir tadi, namun ia tidak bertanya lagi.

Diam-diam Joonmyeon sependapat dengan Leo, memangnya mereka benar-benar butuh pengasuh? Ia bisa saja bergantian meminta tolong pada Chanyeol atau Asisten Oh untuk menjaga Leo kalau ia dan Bomi benar-benar sedang tidak bisa menjaga Leo. Lagipula jadwal mengajarnya bisa disiasati.

“Bomi, Oppa rasa kita memang tidak perlu pengasuh…” katanya pelan.

Ekspresi di wajah Bomi seolah mengatakan ‘jangan mulai lagi perdebatan yang tidak penting.’ Tapi sebelum kuliah panjang Bomi tentang mengapa pengasuh dibutuhkan dimulai, bel pintu terdengar. Semua orang yang berada di ruang keluarga terlonjak kaget, termasuk Leo dan Chanyeol yang kompak salah menekan tuts menghasilkan nada sumbang.

Pengurus Han terburu-buru membukakan pintu, disusul oleh Bomi yang mempersilahkan si calon pengasuh masuk. Sedangkan Joonmyeon hanya duduk diam di tempatnya sampai Bomi kembali lagi ke ruang keluarga dengan seorang wanita berjalan di belakangnya.

Saat Bomi mengatakan pada Joonmyeon bahwa ia sudah menemukan calon pengasuh untuk Leo, ia berasumsi bahwa calon pengasuh yang dimaksud Bomi adalah wanita paruh baya yang telah berpengalaman menjadi ibu dengan sedikit permasalahan berat badan. Ia sama sekali tidak menduga bahwa calon pengasuh yang ditemukan Bomi adalah wanita pertengahan dua puluhan yang jauh dari bayangannya.

Lebih tidak menduga lagi, bahwa si calon pengasuh adalah seseorang yang dikenalnya.

“Lee Yoori ….” Nama itu keluar begitu saja dari mulut Joonmyeon bahkan sebelum Bomi memperkenalkan wanita itu pada mereka semua.

Langkah Yoori terhenti dan ia tertegun ketika melihat Joonmyeon.

Sunbae ….” bisiknya.

Joonmyeon tidak bisa menahan senyumnya ketika satu kesimpulan itu terbentuk. Yoori masih mengingatnya terlepas bagaimana pun kenangan tentang mereka. Sudah berapa lama mereka tidak bertemu? Tujuh atau delapan tahun? Atau lebih daripada itu?

Yoori tidak berubah banyak dalam pengamatan Joonmyeon. Ia masih terlihat seperti saat mereka masih kuliah dulu. Hanya saja pembawaannya lebih dewasa daripada yang diingat Joonmyeon. Ia terlihat lebih…

Dehaman Bomi menghentikan observasi dalam pikiran Joonmyeon.

“Kurasa wawancara tidak diperlukan lagi,” Bomi menyimpulkan sambil menatap Joonmyeon dan Yoori bergantian.

“Tidak perlu,” Joonmyeon memutuskan tanpa berpikir dua kali.

Bomi mendengus samar, berusaha menutupi rasa sebalnya karena perubahan pikiran Joonmyeon yang sangat mendadak. Joonmyeon bisa melihat dari tatapan Bomi bahwa adiknya punya banyak pertanyaan yang ia tidak yakin bisa menjawabnya. Sebagai gantinya, ia mengulurkan tangan pada Yoori.

“Selamat bekerja di keluarga Kim,” Joonmyeon menyambut ramah.

Yoori tersenyum, balas menjabat tangan Joonmyeon dengan sikap profesional. “Terima kasih sudah mempercayai saya.”

Ah, formal sekali sehingga terasa aneh baginya.

“Aku tidak menduga kau memilih pengasuh sebagai pilihan karirmu,” komentar Joonmyeon.

“Agen Pengasuh ini usaha milik keluargaku, Professor Kim. Untuk bisa menjalankannya dengan baik, aku harus mengerti dasarnya. Karena itu aku belajar dari awal dengan merasakan menjadi pengasuh,” Yoori menjelaskan.

Joonmyeon mengangguk paham. “Itu sebabnya riwayat hidupmu terlihat over-qualified untuk seorang pengasuh.”

Tidak ada yang dikatakan Yoori, ia hanya mengangguk membenarkan kalimat Joonmyeon.

Kini sudah saatnya Joonmyeon memperkenalkan Leo. Ia melambai pada Leo yang masih duduk di bangku piano bersama Chanyeol, memanggil putranya untuk mendekat.

“Apa ia yang akan jadi pengasuh Leo?” anak itu bertanya dengan sikap berbisik pada Chanyeol yang menggendongnya mendekati Joonmyeon, meskipun volume suaranya sama sekali tidak bisa disebut berbisik.

“Tidak sopan menyebut orang yang lebih tua sepert itu, Leo,” tegur Joonmyeon halus, memindahkan Leo ke dalam pelukannya. “Beri salam pada Nona Lee. Ia akan jadi pengasuhmu mulai hari ini,” tambahnya.

Leo, begitu penurut di hadapan ayahnya, melakukan dengan baik perintah Joonmyeon. Ia membungkuk sebisanya dalam pelukan Joonmyeon dan melambai.

“Halo, namaku Kim Leo,” sapanya malu-malu.

“Halo,” Yoori balas menyapa dan tersenyum. Ia menatap Leo lekat-lekat. Joonmyeon tahu ia sedang menakar kadar kemiripan antara Leo dan Joonmyeon, mengira-ngira sisa ciri fisik lain berasal dari mana atau lebih tepatnya dari siapa. “Leo mau memanggilku apa? Kurasa Nona Lee bukan panggilan yang asyik,” ia bertanya dengan ramah.

Bingung bagaimana menjawab pertanyaan Yoori, Leo menghadap ayahnya, meminta bantuan.

“Bibi Yoori terdengar akrab,” Bomi memberi masukan.

“Yeah, itu panggilan yang bagus,” Chanyeol menimpali sekedarnya.

Sekali lagi Leo menatap Joonmyeon yang mengangguk.

“Okay, Bibi Yoori,” kata Leo mantap.

Semantap yang ia bisa dengan keterbatasannya mengucapkan huruf R dengan fasih.

Dan begitulah awal pertemuan Leo dengan pengasuh pertamanya dan bagaimana ia menentukan panggilan pertamanya untuk Yoori. Biar bagaimana pun, Joonmyeon tahu lagi-lagi ia beruntung. Bukan hanya karena mendapatkan seorang pengasuh yang dikenalnya, namun ia tahu ia bisa mempercayakan Leo pada Yoori.

-to be continued-

©2017 qL^^

an. if it is hard for you to imagine Suho as father, you guys should watch The Star of Universes. Di sana Suho married dan jadi papah, huhuhu~~

Btw, visual Choi Bomi itu IU, sedangkan Lee Yoori itu Kim Jiwon.

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s