Best Luck [1]

Poster oleh Pinkash Design.

You are my luck, I can’t avoid it (EXO’s Chen – Best Luck).


[1]. Keberuntungan Joonmyeon.

“Leo! Jangan lari-lari begitu nanti jatuh!”

Kim Joonmyeon bisa mendengar suara lengking Choi Bomi dan derap kaki yang berlarian di lorong rumah tepat di luar ruang kerjanya. Ia hanya bisa menggelengkan kepala, sudah kepalang terbiasa dengan keramaian pertengkaran mulut Bomi dan Leo serta aksi kejar mengejar antara mereka. Joonmyeon bersumpah dia pernah menyaksikan Bomi dan Leo saling mengejar selama setengah hari penuh, membuat Pengurus Rumah Tangga Han pusing karenanya. Rasanya seperti ada dua bocah lima tahun di dalam rumah, bukan hanya satu.

Leo memilih saat itu untuk mengintip ke dalam ruang kerja Joonmyeon.

Appa!” panggilnya, lalu berlari masuk dan mendekati Joonmyeon.

“Hai, Jagoan!” balas Joonmyeon, menggendong Leo ke dalam pangkuannya, tapi anak laki-laki itu menggeliat melepaskan diri.

Appa harus menyembunyikanku! Jangan bilang aku ada di sini. Bibi Bomi memaksaku memakai dasi kupu-kupu. Ich!” gerutu Leo menunjukkan rasa tidak suka untuk memakai baju formal.

Tapi, terlambat. Bomi sudah muncul di pintu ruang kerja Joonmyeon dengan berkacak pinggang dan melambai-lambaikan dasi kupu-kupu yang berjuang dipakaikannya sejak tadi pada Leo. Menyadari ia sudah akan tertangkap, Leo bergerak untuk lari tapi Bomi lebih dulu memegangi dan menggendong anak itu agar tidak kabur.

“Aduh Leo, jangan lari lagi, dong! Bibi, ‘kan, capek,” Bomi memohon pada Leo yang bergerak-gerak terus dalam gendongannya, membuat Joonmyeon menahan tawa. Cuma Bomi orang dewasa yang akan memohon pada anak kecil agar didengarkan.

“Leo nggak mau pakai dasi kupu-kupu!” protes Leo keras, tapi sudah berhenti bergerak-gerak dalam gendongan Bomi.

Bomi membawa Leo ke sofa di sudut ruang kerja Joonmyeon. Ia menunjukkan dasi kupu-kupu yang sebenarnya sangat lucu bila dipakai Leo, tapi anak itu membuang muka. Keras kepala, persis sifat yang diturunkan Joonmyeon. Bomi menghela napas, mulai membujuk Leo yang duduk di pangkuannya.

“Katanya Leo mau lihat pertunjukkan Paman Chanyeol, ‘kan?” ia bertanya.

Leo mengangguk, tapi wajahnya masih cemberut.

“Kata Paman Chanyeol, Leo cuma boleh datang kalau sudah berpakaian rapi,” bujuk Bomi lagi.

“Leo, ‘kan, sudah pakai ini,” anak itu membantah, menunjuk jas yang sebelumnya juga susah payah dibujuk Bomi untuk dipakai.

Bomi tertawa kecil. “Iya, tapi tetap harus pakai dasi kupu-kupu biar lebih rapi. Dulu Appa juga pakai dasi kupu-kupu saat seumuran Leo. Iya, ‘kan, Appa?” tanyanya melirik ke arah Joonmyeon dengan ekspresi memohon ‘tolong iya-kansaja.’

“Benarkah?” Leo menatap ke arah Joonmyeon.

Joonmyeon tak tega membiarkan Bomi terus menerus membujuk Leo akhirnya mengangguk. Ia ikut duduk di sebelah Bomi, memindahkan Leo ke pangkuannya dan mengambil dasi kupu-kupu dari tangan Bomi.

“Ayo, jadi jagoan yang baik dan jangan menyulitkan Bibi Bomi,” bujuknya.

Leo tidak menjawab, hanya cemberut. Jadi Joonmyeon berbisik di telinga Leo dengan nada bercanda dan suara rendah, “Leo, ‘kan, tahu kalau Bibi Bomi marah, dia terlihat seram.”

Mendengar hal itu, Leo terkikik geli, menyetujui ucapan Joonmyeon. Bomi yang sebenarnya mendengar ucapan Joonmyeon tidak sampai hati untuk marah melihat wajah Leo yang sekarang lebih ceria.

Kali ini Leo menurut. Ia memang jarang membantah ayahnya dan itu membuat Bomi mendesah lega. Leo tidak protes sama sekali hingga Joonmyeon selesai memakaikan dasi kupu-kupu pada anak laki-laki itu. Leo melompat turun dari pangkuan Joonmyeon, lalu berkata ia akan mengambil mainannya ke kamar sebelum mereka berangkat sementara Bomi dan Joonmyeon hanya mengangguk dan membiarkan anak itu pergi.

Sepeninggal Leo, Bomi menghadap Joonmyeon, menatap kakak laki-lakinya dengan tak sabar. Joonmyeon menghindari tatapan Bomi, bepura-pura sibuk membereskan dokumen di atas meja kerjanya.

Oppa tidak bisa begini terus,” keluh Bomi.

“Apa maksudmu?” Joonmyeon balik bertanya, kalem.

Bomi mengerang frustasi. “Oppa harus segera mencarikan Leo pengasuh. Bulan depan, aku akan mulai bekerja di rumah sakit dan jarang di rumah. Siapa yang akan menjaga Leo? Oppa tahu Pengurus Han terlalu tua untuk kejar-kejaran dengan Leo seperti tadi hanya untuk membujuknya berpakaian,” katanya.

Tanpa diberitahu pun, Joonmyeon sudah menyadari hal itu. Bomi berjasa banyak dalam mengurus dan menjaga putra semata wayangnya itu. Sejak Leo lahir, Bomi-lah satu-satunya wanita yang hadir dalam kehidupan Leo, tentu saja selain Pengurus Han. Kalau saja Bomi tidak memutuskan berkarir sebagai dokter, tentu ia akan tetap berada di sisi Leo seperti biasanya. Mengantar jemput Leo, membujuknya makan, berpakaian dan belajar, bermain sampai lelah dan bahkan mengurusi urusan kesehatan Leo.

Joonmyeon tahu selama ini ia telah egois, menahan Bomi selalu berada bersama Leo. Tapi, sekarang Bomi sudah bertunangan, akan bekerja dan sebentar lagi juga akan menikah. Ia tahu ia tidak bisa selamanya mengandalkan Bomi untuk menjaga Leo.

Oppa akan mencari pengasuh secepatnya,” jawab Joonmyeon.

Bomi mencibir tak percaya. “Oppa sudah mengatakan itu sejak aku melamar pekerjaan di rumah sakit,” tukasnya.

Ah, lagi-lagi Bomi benar. Ia memang sudah menunda-nunda mencari pengasuh untuk Leo sejak lama. Tapi, kelihatannya kali ini ia tidak bisa mengelak lagi.

“Lalu?”

“Aku sudah menemukan calon pengasuh untuk Leo,” Bomi memberitahu Joonmyeon dengan bangga. Ia kelihatannya sama sekali tak ambil pusing sudah memutuskan mengenai pengasuh Leo tanpa berkonsultasi dulu dengan Joonmyeon yang notabene-nya adalah ayah kandung Leo. “Kualifikasinya bagus sekali. Ia akan datang untuk wawancara Senin depan.”

Hari ini hari Sabtu, berarti Senin hanya dua hari lagi.

“Secepat itu?” tanya Joonmyeon terkejut.

Bomi mengangkat bahu. “Aku harus memastikan Leo memiliki pengasuh yang baik. Kalau tidak, aku tidak akan bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya.

Kali ini Joonmyeon menghela napas lagi. Tidak ada gunanya berdebat dengan Bomi bila ia sudah memutuskan demikian. Lagipula, pengasuh itu boleh saja datang untuk wawancara. Toh, belum tentu Joonmyeon akan menerimanya bekerja.

Appa! Bibi! Ayo cepat! Nanti kita terlambat!” teriakan Leo dari lantai satu menjadi pertanda pembahasan mengenai pengasuh Leo harus diakhiri sementara.

Bomi dan Joonmyeon menyusul Leo yang sudah siap di pintu depan.

“Tidak perlu terburu-buru, Leo,” Bomi menasehati sambil merapikan dasi kupu-kupu Leo.

“Leo ingin cepat-cepat melihat Paman Chanyeol,” jawabnya penuh semangat.

Dan Leo sudah melesat masuk ke dalam mobil begitu Supir Yook membukakan pintu. Bomi dan Joonmyeon yang menyaksikan itu hanya geleng-geleng kepala, tidak mampu memahami seberapa besar rasa antusias Leo hanya untuk menonton pertunjukan musik Chanyeol yang bahkan belum dimengerti anak seusianya.

“Kalau begini terus,” bisik Bomi pada Joonmyeon, “lama-lama aku akan mengadopsi Leo sebagai anakku dan Chanyeol.”

Joonmyeon melirik tak terima. “Hei!”

Bomi hanya tertawa menanggapi respon Joonmyeon.

Biar bagaimana pun Joonmyeon sadar ia beruntung memiliki adik seperti Bomi yang mau berkorban untuk Leo.

-to be continued-

©2017 qL^^

an papih suho duda keren beranak satu wkwkwk. maafkan aku yang iseng nulis begini >.<“

Advertisements

3 thoughts on “Best Luck [1]

  1. Halo kak Kiki!

    DEMI APA kak, aku ngakak bayangin papi suho jadi duda beranak satu wkwk. Mau dong jadi anaknya, secara papanya holang kaya 😆
    Omong-omong si Leo kayak cerminan diri, soalnya aku waktu kecil suka kejar-kejaran sama kakakku ((ngga penting))

    Maafin komen nggak berfaedahku kak. Keep making something awesome ya kak! 😀

    Like

    1. TASYA KAMU UDAH NONTON THE STAR OF UNIVERSE BELOOM? SUHO BENERAN JADI PAPI ATUHLAH HUHUHU
      lari-lari gitu kayaknya emang hobi bocah sih, udah jatoh pun masih aja habis nangis mau lari lagi wkwkwk
      warisan si papi mantaplah ya kalau jadi anaknya hahaha

      makasih udah mampir Tas 🙂 ❤

      Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s