[Special] Movie Review: So, I Married An Anti-Fans

PROFIL FILM

  • Judul: So I Married an Anti-fan (also known as:No One’s Life Is Easy)
  • Mandarin: Suǒyǐ, wǒ hé hēi fěn jiéhūnle
  • Simplified:  所以 , 我和黑粉结婚了
  • Sutradara: Kim Jae-young
  • Penulis skenario: Kim Jae-young, cerita oleh Kim Eun-jeong (webcomic), berdasarkan So I Married An Anti-fan oleh Jiwan
  • Produser : The Comedians Pictures, Bona Film Group, Beijing Jiecheng Shidai Media, Beijing Huanle Pictures
  • Distribusi: Polybona Films
  • Tanggal Rilis: 30 Juni 2016
  • Durasi: 120 min.
  • Genre: Romantic-comedy
  • Bahasa: Mandarin
  • Asal Negara: China

Profil film disadur dari wikipedia

SINOPSIS

Jurnalis wanita Miao Miao Fang (Yuan Shan Shan) tanpa sengaja mengambil foto bintang Korea terkenal Hou Zhun (Park Chanyeol) di kamar kecil sebuah klub dan mengetahui rahasia kehidupan gelapnya. Zhun berusaha menyelamatkan citranya dan memaksa majalah di mana Miao Miao bekerja untuk memecat jurnalis itu. Kini, meskipun kehilangan pekerjaan dan apartemennya, wanita muda itu telah memilih misi baru dalam hidup: menghancurkan Zhun dengan segala cara.

Sinopsis film diterjemahkan dari mydramalist.

KOMENTAR

Peringatan: berisi kritik keras dan spoiler.

So I Married An Anti-Fans is my least favorite movie among other EXO’s movies. 

Serius deh, aku sudah menonton hampir semua film yang ada anggota EXO, mulai dari Cart, Pure Love, Glory Day, Seondal: The Man who Sells River, The Witness, Oh My Baby!Salut D’Amour, Somewhere Only We Know dan Never Gone. Aku bahkan kebingungan mau mulai membahas film ini darimana karena terlalu banyak aspek yang membuat aku kecewa. Aku tidak baca novelnya jadi aku tidak tahu seberapa mirip plot film ini dengan plot novel. Sekali lagi diingatkan bahwa review ini akan detil dan banyak spoiler.

So I Married An Anti-Fans adalah materi cerita yang menurutku lebih pas kalau dijadikan drama, bukan film. Durasi film yang terbatas memaksa plot berkembang terlalu cepat sehingga aku merasa banyak kehilangan, terutama momen bonding antara Miao Miao dan Huo Zhun. Dari orang asing ke anti-fan lalu terlibat produksi yang sama semua berlangsung sekejap. Pertengahan film, aku tiba-tiba berpikir: lah, tiba-tiba kenapa Huo Zhun jadi sentimental dan baik begitu sama Miao Miao.

Akibatnya, perkembangan karakternya sedikit. Tokoh-tokoh pembantu kurang terasa keberadaannya. Peran Ai Lin/Irene (Seo Ju-hyun) dan Gao Xiang (Jiang Chao) terkesan dipaksa cuma ada untuk menggerakkan plot. Padahal latar belakang gelap mereka bisa dieksplor lebih baik, jadi konfliknya lebih greget. Aku bahkan lupa ada karakter mereka sampai tiba-tiba mereka bertemu lagi di suatu pesta, hahaha. Peran favoritku? Tentu saja, manajer Chanyeol yang lucu dan pengertian kayak Teddy Bear.

Plothole ada dimana-mana. Pertama, Miao Miao bisa menyusup ke rumah pribadi Huo Zhun dengan mudah. Seharusnya rumah selebritis, ‘kan, dijaga ketat dan minimal pintunya ber-password. Kedua, Huo Zhun dan Ai Lin sudah menyelesaikan masalah mereka berdua di Seoul, tapi Ai Lin muncul lagi dan bersikap cemburu. Padahal di awal yang aku tangkap Huo Zhun yang mengejar Ailin, bukan sebaliknya. Ketiga, laptop Miao Miao diambil oleh Gao Xiang. Sebagai jurnalis harusnya dia tidak sembarang meninggalkan laptop—heck, for writers, it’s most important thing—apalagi laptopnya tidak di-password. Masa nggak takut naskahnya dicolong?

Bicara soal casting, Yuan Shan Shan benar-benar menunjukkan kalau dia memang veteran. She’s carrying whole film with emotions., terutama di adegan melankolis dengan sahabatnya. Sedangkan Chanyeol, hmm … sebenarnya aku menyesal kenapa proyek film pertama Chanyeol sebagai pemeran utama harus film China. Well, yang pertama, Chanyeol tidak bisa bahasa China. Meskipun dubbing di dunia film dan drama China itu biasa, gerakan bibir Chanyeol dan suaranya yang tidak sinkron menganggu. Sorry, Yeol …. Serius, deh, aku membandingkan adegan Chanyeol-Seohyun yang pakai bahasa Korea dan terlihat lebih natural. Bahkan aku akui, Chanyeol di Salut D’Amour lebih natural.

Meskipun demikian, aku acungi jempol buat Yuan Shan Shan dan Chanyeol yang masih bisa saling akting tanpa dialog yang benar, meskipun tetap ada bagian yang awkward. Lalu, akting Seohyun juga kurang halus dibandingkan yang pernah aku lihat di musikal. Entah karena kendala bahasa atau karakter bitchy begitu tidak cocok buat Seohyun. Rasanya aku tidak menangkap emosi yang ditampilkan Seohyun. Harusnya karakter Ai Lin terkesan bitchy tapi ekspresi wajahnya selalu kayak orang mau nangis.

Aku belum pernah, sih, menemukan film yang mengharuskan aku untuk mengkritik wardrobe pemeran. Gaya Chanyeol mendukung banget karakternya sebagai selebritis, tapi ada satu jaket jins yang dipakai terus sepanjang film sampai aku menyadari. Pemakaiannya diakali, sih, kadang dilapis blazer, kadang jaket kulit, tapi tetap saja aku yakin itu jaket yang sama.

[SPOILER ENDING – STOP HERE IF YOU DON’T WANT TO BE SPOILED]

Aku kecewa dengan akhir film ini. Sama seperti plot yang terburu-buru, bagian akhir juga terkesan buru-buru. Setelah berpisah karena Miao Miao merasa mereka beda kasta, mereka bertemu lagi di kabin kelas satu yang sudah diatur Huo Zhun. Perbincangan mereka cuma begitu doang, padahal aku mengharapkan Miao Miao lebih keukeh berargumen dengan Huo Zhun. Eh tahunya, belum apa-apa sudah ada cincin di sana. Intinya bagian akhir kurang bisa meyakinkanku bahwa mereka saling cinta. Rasa suka sudah pasti, tapi cinta seperti Pure Love tidak terasa chemistry-nya.

And, oh, that kiss scene.

Well, you broke my heart, Yeol. T.T

Kalau kamu membutuhkan tontonan ringan dan tidak perlu banyak berfikir atau kalau kamu memang penggemar berat Chanyeol, siapkan hatimu dan silakan menonton So I Married An Anti-Fans. Jangan sampai berubah jadi anti-fans, ya?

.

.

.

Gambar diambil dari Google.

Advertisements

One thought on “[Special] Movie Review: So, I Married An Anti-Fans

  1. Well , karna aku baca novelnya, dari awal pemelihan cast nya itu Chanyeol pun udh g’ pas, I mean character Hyun Jeong di Novel aka Artis yg jdi pemeran utama di So I Married anti fan itu character nya Cool,songong,tengil, belagu, jahil, kekanakan gitu, sekali liat udh bisa nilai ni cwok brengsek tpi muka nya kece jdi bisa buat hati cwek lumerr kek ice cream kena matahari,
    Dan gue g’ nemu character itu di muka Chanyeol, mukanya terlalu cute u/ jdi cwok sedingin Alaska, lebih masuk akal kalo yg jdi pemeran Hyun Jeong sang artist itu Sehun kalo emang mau pakek member EXO , character Sehun jauh lebih dpt dibanding Chanyeol, ya tapi memang akan lebih baek lagi kalo dri kalangan actor yg meranin nya, kek Sung Jon misalnya, aku sma sekali g’ ngerti sama sutradara nya kenapa sampe mrk nge casting Chanyeol, kalo cuma pakek alasan dia ganteng doang mah kek nya itu bkn alasan, dan karena udh kecewa di awal dri pemilihan casting, sampe sekarang aku jdi gak mao nonton filmya 😦 karena pasti akan bnr” tambah kecewa lagi, dri spoiler yg aku baca inipun udh bsa langsung aku tangkep garis besarnya
    Karena aku terlalu mendalami Novelnya & ketika pertama baca novel So I married antifan ,komenan pertama aku adlh novel ini khas kek cerita drama Korea banget, mangkanya aku excited pas tau mrk bakal angkat ke layar lebar eh taunya dri pemilihan Cast aj udah bikin ilang ekspetasi

    Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s