Scandalous Gesture

73be798c95aa8c7d0d774ec0bdac49544c6353f8_hq

Cause he never know such a cam exists.

“Goooool! Yeay, gol!”

Aku berteriak nyaring tidak bisa menahan diri melihat bola bergulir dengan mulus masuk ke gawang lawan. Menonton futsal memang bukan kegiatan wajibku tapi ceritanya akan berbeda kalau tim jagoanku yang sedang bertanding. Aku menepuk-nepukkan balon dengan penuh semangat sambil meneriakkan nama pemain futsal favoritku bersama-sama para supporter lain.

“Aaargh, itu pelanggaran!” tunjukku tak terima dan berdiri saking kesalnya sampai-sampai topiku miring ke kiri dan rambut panjangku berantakan.

Mendadak pergelangan tanganku ditarik membuatku terduduk.

“Sudah, duduk saja. Tidak usah sampai berdiri begitu, kenapa, sih? ‘Kan sudah ada wasit,” Min Yoongi protes.

“Dasar tidak mengerti indahnya passion seorang supporter,” cibirku meliriknya, tapi Yoongi hanya memasang tampang poker face yang membuatku semakin sebal.

Sebenarnya kalau aku mau jujur, ditemani Yoongi menonton futsal bisa dimasukkan ke dalam salah satu keajaiban dunia. Aku tidak tahu apa yang merasukinya sampai ia bersedia menemaniku ketika Park Jimin—sepupuku yang pemberi harapan palsu—mendadak membatalkan janji. Min Yoongi membenci tempat ramai dan itu jelas terlihat dari ekspresi memberengut yang muncul di wajahnya ketika teriakan heboh para supporter terdengar. Tapi sekali pun ia tidak menyuarakan ketidaksukaanya itu—yah, kecuali barusan saat menyuruhku duduk.

Pertandingan dihentikan sesaat untuk jeda. Lalu layar besar yang dipakai untuk menayangkan skor dan highlight pertandingan kini berganti dengan sorotan kamera. Kiss and hug cam, aku menyebutnya seperti itu, karena ketika kamera menyoroti para pasangan mereka diminta berpelukan atau berciuman. Aku suka memperhatikan tingkah para pasangan yang lucu, mulai dari malu-malu sampai ‘ditembak’ di stadion saat itu juga.

Pasangan pertama berciuman begitu saja seolah sudah bisa melakukannya di tempat umum membuatku geli sendiri karena merasa itu cheesy sekali. Lalu kamera berpindah dan jantungku rasanya mau copot ketika melihat Yoongi dan aku disorot.

Refleks, aku merunduk sambil menarik lengan Yoongi agar dia ikut merunduk. Biasanya merunduk menjadi cara ampuh untuk menghindari sorotan kamera. Topiku sampai lepas dan jatuh ke lantai karena aku merunduk dalam-dalam menyembunyikan wajah dengan rambut demi menghindari kamera. Anehnya, Yoongi tidak ikut merunduk. Ia malah menarikku duduk tegak, lalu memungut topiku yang jatuh. Aku melirik ke arah layar dan kamera masih menyoroti kami sama sekali tidak membuatku nyaman. Dan Yoongi memilih saat itu untuk melakukan hal gila.

Tiba-tiba Yoongi mendekatkan wajahnya padaku dan aku bereaksi dengan refleks menutup mata.

Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

Tidak ada yang terjadi meskipun aku mendengar orang-orang bersorak.

Aku mengigit bibir kalut dan membuka sebelah mata dengan ragu. Yoongi menatapku tajam dan ia menyeringai menyebalkan. Wajahnya dekat sekali sampai aku bisa merasakan hembusan napasnya. Ia berbau mint seperti rambutnya. Tunggu dulu! Kalau ia tidak menciumku, kenapa orang-orang berteriak heboh?

Oh! Karena si cocky bastard Min Yoongi menggunakan topiku untuk menutupi wajah kami seolah berciuman.

Entah mengapa hal itu membuatku sedikit kecewa. Tanganku bersiap mendorongnya menjauh, namun tangan Yoongi yang bebas menahan tanganku.

Just for your information, I can just kiss you here in the name of stupid kiss cam, but,” bisik Yoongi pelan, masih dengan seringai, “I rather have our first kiss in private.” Lalu mengedipkan sebelah mata yang berefek buruk pada kinerja jantung dan otakku.

Aku masih memproses ucapannya ketika ia menjauhkan wajahnya dariku dan menurunkan topi, kemudian kamera berpindah menyorot pasangan lain. Di saat jantungku berdebar keras dan otakku memunculkan spekulasi-spekulasi tak sehat, Yoongi justru terlihat kalem seolah tidak terjadi apa-apa. Aku meliriknya, namun cepat-cepat membuang muka dan pura-pura fokus pada pertandingan yang sudah dimulai lagi. Meskipun aku masih sempat menangkap gumaman rendah Yoongi.

“I won’t let her watching futsal with Jimin ever again.”

Oh my, Yoongi!

-fin.-

©2016 qL^^

an suga lagi! #LOL

Kaku banget ga ini fiksinya? Karena aku (masih)WB dan ngerasa cara nulisku lagi ngebosenin banget. Anw, jangan lupa review!

Oh, iya, aku ga lupa kok sama LOTB 9 dan El Dorado 5.  Jadi sabar menanti yaa 🙂 

Advertisements

3 thoughts on “Scandalous Gesture

  1. The hell, Qi, cara nulis kamu ngebosenin? You are a great writer! Aku aja sampe malu dan bingung kenapa kamu baca tulisanku yang hancur-hancuran nggak jelas itu. Maybe, maaaaybe kamu kurang banyak nulis yang genre-nya begini jadi kerasa kaku #jedugh
    Meskipun, I am not a big fan of Min Yoongi and I can’t stop myself when Myungsoo’s face appears in my head tapi aku tetep cengar-cengir baca ini hee XD Imut deh mereka aihh XD
    Banyak-banyak nulis yaa!! #eh XD

    Like

    1. Iyaa kan kaku kan. Apa ya kurang nendang aja gtu kalau genre begini. Mohon saran2nya kira2 yg perlu diperbaiki apa ren?

      Lain kali kubuat Suga bunuh2an aja lah biar mantap hohoho.

      Laaah dia malah bayangin L ckckck. But yes, those two people give similar vibe. Ganteng-ganteng muka jutek gtu hahaha

      Like

      1. di akunya, nggak ngerasa kaku gimana sih Ki, aku juga ga nemu apa yang harus dikomenin hehe. Cuma banyak-banyak aja bikin beginian, nanti juga berasa mesem-mesem sendiri tiap bikin fict yang genrenya macem gini hahaha (kayak gue percis dah kalo bikin yang genrenya macem unyu-unyu mesum gitu#bugh)
        Banyak-banyak nulis yaaa XD #digebuk

        Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s