Breath

bfs

Disclaimer : Inspired by Breath – Jonghyun feat Taeyon SM The Ballad

Sebelumnya di Love Actually

We promised to let each other go


Hiruk pikuk rumah Rania begitu terasa meskipun saat ini ia sedang berada di kamarnya sendirian dengan pintu tertutup. Ia belum boleh keluar atau begitulah yang dikatakan oleh Mama, jadi yang bisa dilakukannya hanya menunggu dan mendengarkan sayup-sayup suara orang-orang di balik pintu. Bayangan cermin memantulkan wajahnya yang sudah dipoles make-up, rambut disanggul anggun dengan kebaya rapi melekat di tubuhnya. Rania tahu ia gugup dan untuk mengalihkan perhatian, ia sejak tadi sengaja mengutak-atik ponsel pintarnya.

Tanpa disangka-sangka, sebuah panggilan masuk.

Kening Rania mengernyit. Ia tidak mengenali nomor telepon itu. Nomor yang berasal dari Indonesia, dilihat dari angka awalnya, namun tidak tersimpan dalam kontak ponsel Rania. Biasanya ia ragu mengangkat telepon dari nomor yang tak dikenal tapi entah mengapa ia memutuskan menyentuh tombol hijau layar ponselnya. Mungkin ia benar-benar butuh pengalih perhatian sekecil dan seabsurd apa pun bentuknya.

“Halo?”

Rania hanya mendengar suara napas di seberang, lalu…

Naya, cham oraenmaniya.*”

Suara itu!

“Chanyeol?”

Hanya menyebutkan namanya sudah menyebabkan air mata tergenang di pelupuk matanya. Rania menunggu konfirmasi tebakannya. Chanyeol tidak menjawab. Tidak membenarkan apa pun, meskipun Rania sebenarnya tidak membutuhkannya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia tahu ia tidak mungkin salah mengenali suara khas itu.

Ada banyak hal yang ingin ditanyakan Rania pada Chanyeol. Apa kabar? Apakah semua ini terasa berat bagimu? Dimana kamu sekarang? Tapi Rania tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia tidak bisa mempercayai dirinya sendiri untuk bicara, khawatir kalau gerbang emosi yang sudah dikunci rapat-rapat terbuka kembali. Dan itu bukan hal yang bagus. Tidak dalam kondisinya seperti saat ini. Jadi yang mereka lakukan hanya diam. Saling mendengarkan irama napas masing-masing lewat sambungan telepon. Pertanda kalau keduanya masih hidup dan menjalani hidup mereka.

Setiap kali Rania memikirkan Chanyeol, ia hanya akan merasa sedih karena yang ia ingat adalah kenangan-kenangan menyenangkan mereka, sikap Chanyeol yang membuat Rania menyukainya dan betapa menyesalnya ia tidak bisa membalasnya dengan sikap yang sama. Tapi semua sudah terjadi. Mereka sepakat tanpa bersepakat untuk saling melepaskan.

Pintu kamar diketuk, kemudian dibuka. Kak Sarah, kakak sulung Rania berdiri di ambang pintu dengan senyum simpatinya, salah mengartikan ekspresi di wajah Rania yang nyaris menangis dengan ponsel pintar yang tergenggam erat di tangannya.

“Yuk, sudah waktunya.”

Rania mengangguk, meletakkan ponselnya begitu saja di atas kasur tanpa mematikan telepon karena ia tahu Chanyeol masih bisa mendengarnya. Kemudian ia mengikuti Kak Sarah keluar kamar.

Sesaat lagi Rania akan menjadi lakon utama acara yang menyebabkan hiruk pikuk di rumahnya. Pertunangan yang dihasilkan dari bertahun-tahun bujukan, argumentasi dan permohonan Mama yang akhirnya meluluhkan hati Rania.

-selesai-

© 2016 qL^^


*Ini aku. Lama tak berkabar.

 

 

 

an. kepingin ngalay wkwkwkwk. review yaaa?

Advertisements

3 thoughts on “Breath

  1. terus? Yaaaah..? itu, si chanyeol nya terus gimana? diem aja gitu sampai pulsanya abis? ._.
    Aaaaaaaaa, lanjutin lanjutiiiin.. ceritanya si chanyeolnya mengagalkan pernikahan gitu (sinetron amat yak? wkwkwk) over all ceritanya singkat, padat, dan kece~!!!! >.<

    Like

    1. hmm… sejujurnyaaa aku gak tau hahaha
      nanti kalau aku kepingin ngalay aku lanjutin lagi ya kisah kasih Chanyeol-Rania yg ini hehe. makasih udah baca ayin 🙂

      Like

      1. aku suka tulisan km.. >.< selalu jd inspirasiku untuk menulis fiksi ^^ you're the best.. dan tentu saja aku pasti akan sering mampir kalau sedang ada wktu senggang (resiko jd staff kantoran T^T)

        Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s