Salah Paham

c016040ec76fa92022e41cad70813f65

When he meets his ex-….

“Chanyeol, Sooji arah jam lima.”

Suara Kak Suho dengan nada menggoda yang kentara terdengar dari saluran handie-talkie atau yang biasa disebut HT panitia inti. Aku memandang ke arah jam lima dan sesuai dengan ucapan Kak Suho, aku bisa melihat Kak Sooji baru memasuki venue acara dengan menggandeng salah satu senior kece kampus, Kak Jackson. Tidak ada respon apa pun dari Kak Chanyeol melalui HT. Yang ada malah para panitia inti yang lain yang heboh dengan informasi tersebut. Aku merasa penasaran dimana Kak Chanyeol sekarang. Mataku mencari-cari dan menemukannya ada di sudut kiri hall.

“Kak Chanyeol, sedang apa di sini?” tanyaku setelah menghampirinya.

Dia terlihat terkejut mendapatiku yang muncul tiba-tiba di sebelahnya, tapi kemudian mengangkat bahu. “Mengawasi anak logistik bekerja. Kamu juga sedang apa di sini, Ra?”

“Capek,” jawabku seadanya. Berdiri di sudut kiri hall memang tempat yang tepat karena aku bisa meregangkan otot sambil tetap mengawasi jalannya acara dan memang itulah yang kulakukan di samping Kak Chanyeol.

“Kalau capek, ya duduk! Kalau koor acara pingsan kan bisa repot,” omelnya sambil memperhatikanku merentangkan tangan dan melemaskan kaki yang pegal. Ia dengan baik hati telah memegangi papan jalanku yang berisi lembaran juklak acara. “Mau Kakak minta ambilkan kursi pada Jongin?” tawarnya.

Aku menggeleng cepat. “Tidak perlu, Kak.”

Kemudian kami sama-sama terdiam sambil mengawasi acara. Aku melirik dari sudut mata dan memperhatikan tatapan Kak Chanyeol mengarah pada posisi Kak Sooji berada. Dia beberapa kali menghela nafas dengan wajah pura-pura ditegarkan.

“Memikirkan Kak Sooji ya?” tembakku langsung.

Kak Chanyeol melotot menatapku, lalu menggeleng. “Bicara apa sih kamu, Ra?”

Aku terkikik geli, kemudian mengedikkan kepala ke arah Kak Sooji. “Itu pacar barunya ya, Kak?” tanyaku lagi.

Kali ini Kak Chanyeol hanya menghela nafas dan menggeleng. “Entahlah, bisa jadi itu pacar barunya. Kami kan sudah putus sejak lama, Rania. Kakak tidak pernah mencari tahu kabar tentangnya sejak saat itu,” sahutnya.

Oh, aku tahu nada itu. Nada yang sering kudengar setiap kali Kak Baekhyun curhat tentang gebetannya yang kandas di tengah jalan.

“Hayo, Kak Chanyeol belum bisa move on ya,” ledekku iseng sambil terkikik lagi.

Kalau yang berada di posisi seperti ini bukan Kak Chanyeol, aku tidak akan berani meledek seorang senior seperti itu. Tapi ini kan Kak Chanyeol. Senior yang sudah kukenal sejak pertama kali bergabung di organisasi mahasiswa kampus. Kakak yang sering mendengarkan keluh kesahku ketika homesick. Mentor aneh yang ketika ulang tahun bahkan menagih kado dariku. Jadi, aku sama sekali tidak merasa tidak enak atau tidak sopan saat meledeknya seperti itu.

“Heh, kamu jangan bicara aneh-aneh ya Ra,” kata Kak Chanyeol pura-pura marah. Tangannya yang panjang itu terjulur menuju pipiku, mencubitnya seperti setiap kali dia merasa gemas karena tingkahku yang padahal tidak berbuat apa-apa. Aku susah payah berkelit dari cubitannya karena tanganku masih memegang papan jalan.

“Eeh, ampun Kak! Ampun!”

“Apa? Coba bilang lagi, Ra!”

“Iya, iya, ampun Kak!”

“Ehm!”

Suara dehaman menghentikan aksi cubit dan berkelit yang sedang terjadi di antara aku dan Kak Chanyeol. Kami berdua sama-sama berhenti bergerak layaknya patung dengan posisi tangan Kak Chanyeol di pipiku dan tanganku memegang tangannya berusaha menepis. Kak Chanyeol dan aku benar-benar tidak sadar bahwa Kak Sooji telah menghampiri tempat kami berdiri. Buru-buru Kak Chanyeol melepaskan tangannya dan aku bergeser sedikit menjauh. Ini benar-benar situasi yang canggung.

“Halo, Chanyeol. Rania,” sapa Kak Sooji ramah.

“Halo, Sooji,” balas Kak Chanyeol kaku.

Aku tersenyum bodoh. “Halo, Kak Sooji,” balasku kemudian segera mengambil kuda-kuda untuk kabur, namun Kak Chanyeol sudah lebih dulu memegang ujung lengan blazerku membuatku tak bisa pergi kemana-mana.

“Maaf ya, aku cuma mau menyapa saja kok. Kita sudah lama tidak bicara sejak kita putus beberapa bulan yang lalu,” Kak Sooji memulai pembicaraan sementara aku berharap bumi menelanku saat ini juga. Ugh, berada di antara dua orang yang putus cinta, sial sekali kamu, Ra! Mana Kak Chanyeol masih memegangi ujung blazerku. “Aku senang kamu sudah kembali seperti biasa, Yeol. Semoga kali ini kamu langgeng ya,” Kak Sooji melirikku. “Selamat,” ia menambahkan dan kemudian berlalu tanpa menunggu responku atau Kak Chanyeol.

Sepeninggal Kak Sooji, Kak Chanyeol dan aku saling bertatapan dengan bingung.

“Itu tadi…. apa?”

“Dia pikir kita pacaran?”

Kami bertatapan lagi. Astaga! Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Kemudian tanpa bisa menahan diri, baik aku maupun Kak Chanyeol tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.

Tawa yang membuat panitia inti lain yang mendengarkan dari saluran HT bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi di sudut kiri hall.

.

-Selesai-

© 2016 qL^^

an : lagi-lagi terinspirasi dari @lokal_pcy

11/5/16 -Edisi revisi, kulupa yang biasa dipakai di kepanitiaan itu HT hehe

Advertisements

6 thoughts on “Salah Paham

  1. omg aku udah berapa lama nggak baca fanficnya chanyeol, dan bener-bener klop banget deh chanyeol kalo dikasih jalan cerita romance-comedy gini hehe. aku sukaaaaa ki, aku bayanginnya mereka berdua tuh lagi pake blazer organisasi, masing-masing mukanya kucel gara-gara ngurusin acara hahaha (pernah merasakan juga akunya soale). lucu banget chanyeol-nya, rania-nya jugaa ehe. kukira si rania tuh bakal yang broken-heart gitu, kukira chanyeol nih love interestnya rania eh ternyataaaa xD fav scene yang pas ketawa bareng pas akhir-akhir hahahaha xD terus yang pada dengerin walkie-talkie tuh: ini anak berdua ngapa sih ucetdah. sukaaa ih ki, keep writing yaaah hihi 😀

    Like

    1. psst sejujurnya aku juga senyum senyum sendiri pas nulis fanfic ini hehe. kebayang aja gtu tingkah sok cool chanyeol yang belum bisa move on. Aaaah fikaaa, aku juga samaa, kangen banget kepanitiaan jaman-jaman kuliah (sering kebagian jadi anak acara juga :p), belakangan ini kalau nulis chanyeol pasti settingnya lagi kepanitian gtu hahaha. makasiih udah baca yaa fik :* ❤

      Like

  2. aku bisa bayangin tuh ekspresi ‘satu detik, dua detik, tiga detik’ mereka kayak apa. demi apa kukira ini mereka lagi pramuka lho pake maggilnya Kak segala.
    Kangen sama si Yoda satu ini deh,,

    Like

    1. Ahaha aku lagi coba coba bikin Chanyeol rasa Indonesia pake Kak gimna hoho, ternyata ga terlalu aneh meskipun ga terbiasa aja
      Iya kangeeen juga sama PCY. Makasih yaa kak fafa udah baca 🙂

      Liked by 1 person

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s