About Half [6]

AH

About Half

By qL^^

Disclaimer : This is work of fiction. The Mortal Instruments are Cassandra Clare’s and all mentioned artists belonged to themselves. Footnote credits to shadowhunter.wikia.com

No profit is intended.

Being Thomas Parabatai was like a glass with half-filled water

Is it half-full? Or half-empty?

Chapter VI

Sinar matahari dalam gradasi kuning jingga menembus tirai putih yang berkibar ditiup angin. Alicia membuka mata perlahan, mengedipkannya beberapa kali, membiasakan diri dengan pencahayaan sore, kemudian menatap langit-langit ruangan yang dilukis dengan rune penyembuh. Ia tahu ia dimana sekarang.

Ruang rawat Institut.

Itu artinya pertempuran sudah selesai dan mereka selamat.

Bersyukurlah kau masih selamat setelah hampir kehilangan seluruh energimu.

Suara dalam kepala Alicia membuatnya menoleh dan menemukan Saudara Enoch berdiri di ujung ranjangnya. Keadaannya atau mungkin keadaan Thomas atau pemburu bayangan lain pasti cukup parah sehingga memaksa Institut memanggil Sang Saudara Hening*.

Ah, Thomas!

“Dimana Thomas?” tanya Alicia, suaranya terdengar parau bahkan oleh telinganya sendiri. Ia berusaha duduk, namun seluruh tubuhnya terasa kaku dan nyeri. Seperti pertama kali yang ia rasakan setelah bangun tidur dari latihan pertama sebagai pemburu bayangan. Meskipun akhirnya Alicia berhasil duduk dengan bersandarkan kepala ranjang.

Thomas Brodie-Sangster baik-baik saja. Ia akan segera datang. Aku sudah memberitahunya bahwa kau sudah sadar. Saudara Enoch menjawab.

“Terima kasih,” kata Alicia, tersenyum tipis.

Saudara Enoch diam sejenak, lalu Alicia mendengar suara sang Saudara dalam kepalanya. Yang kaulakukan sangat berisiko, Alicia Carter. Iratze biasa tidak dapat menyembuhkan luka yang disebabkan racun iblis tapi dengan menggunakan energi hal itu bisa saja terjadi. Tapi itu tindakan berisiko. Berisiko meskipun sangat loyal. Memindahkan energi dari pemburu bayangan satu ke yang lain adalah tindakan berisiko yang bisa membuatmu terbunuh. Meskipun harus kuakui, itu tindakan paling loyal yang bisa dilakukan sesama parabatai.

Alicia tertegun. Ia tidak memperhitungkan bahwa memberikan energi dalam rune bisa membunuhnya. Yang ia tahu ia harus melakukan itu demi Thomas. Kalau saja Saudara Enoch tahu bahwa yang dilakukan Alicia lebih daripada sekedar tindakan loyalitas sebagai parabatai.

Seperti dikomando, pintu ruang rawat terbuka segera setelah Saudara Enoch mengakhiri ucapannya. Thomas muncul di balik pintu. Ekspresinya campuran antara lega dan khawatir. Ia berjalan tergesa-gesa menghampiri ranjang Alicia. Saudara Enoch tidak berkata apa-apa lagi, melainkan mengangguk singkat dan keluar dari ruang rawat, meninggalkan parabatai itu bersama.

Tangan Thomas menggenggam tangan Alicia erat yang balas digenggam dengan sama erat. Pemuda itu tersenyum sedih. “Kau pingsan selama hampir seharian penuh. Bagaimana keadaanmu?” tanyanya.

“Lebih baik daripada yang kurasakan setelah latihan pertama,” jawab Alicia bercanda, membuat Thomas terkekeh geli. “Bagaimana denganmu?” Alicia balik bertanya.

Thomas menurunkan bagian kaus yang menutupi bahu untuk menunjukkannya pada Alicia. Tepat hanya beberapa milimeter dari rune parabatai mereka, ada segaris tipis bekas luka di sana.

“Sembuh sempurna berkat Iratze darimu,” kata Thomas tersenyum tipis, lalu dia menatap Alicia galak. “Never try to save my life like that again.  You could be dead,” dia memperingatkan gadis itu. Aksen Inggrisnya terdengar kentara saat dia mengucapkan kalimat itu dengan penuh penekanan.

Alicia tahu Thomas serius, namun dia tidak bisa berjanji bahwa ia tidak akan melakukan hal yang sama jika situasi seperti itu kembali terjadi. Jadi ia hanya menjawab sambil bercanda, “I’m a good shadowhunter. I just follow the oath.

Tatapan galak Thomas melembut saat mendengar jawaban keras kepala gadis itu. Ia hanya bisa menggerutu kesal, mengacak rambut Alicia gemas. Ia tahu janji seperti itu sulit sekali ditepati karena mereka tidak akan pernah ragu-ragu berkorban bila salah satu dari mereka sedang dalam bahaya.

“Bagaimana Lucy?” tanya Alicia. Sejujurnya ia tidak peduli dan tidak ingin bertanya, namun gadis itu tetaplah misi mereka semalam meski sebesar apa pun rasa tak suka Alicia padanya.

Satu pertanyaan tentang Lucy dan Alicia bersumpah wajah Thomas menjadi berkali-kali lipat lebih bahagia. “Dia baik-baik saja. Dia sedang tidur di salah satu kamar kosong Institut,” jawab Thomas.

Alicia tidak suka membayangkan Lucy ada di Institut. Lebih tepatnya, ia tidak bisa membayangkan Lucy ada di dalam gedung ini, bersama Thomas. Tidak pernah ada kaum Fana yang menginap di Institut Edinburgh, kecuali….

Ia tersentak.

“Lucy…. dia di sini?”

Thomas mengangguk ragu.

Pemahaman itu menghantam Alicia dengan kejam. Ia nyaris tergagap saat menlanjutkan. “Lu-Lucy… dan kau… kalian….”

Senyum miris di wajah Thomas sudah cukup menjelaskan segalanya.

Alicia menyentakkan tangannya terlepas dari genggaman Thomas, lalu beringsut menjauh dari parabatainya. Ia menggelengkan kepala tak percaya, masih menolak memproses segala informasi yang berlebihan ini.

“Kau sudah berjanji….” katanya kecewa.

“Ally, dengarkan dulu—” Thomas bergerak, mengulurkan tangan untuk meraih Alicia mendekat, namun gagal.

“KAU SUDAH BERJANJI!!!” teriak Alicia.

“Ally, aku harus memberitahu mereka. Lucy sekarat, ia bisa saja mati kalau Saudara Hening dan Institut tidak mau menolongnya. Ia sangat berarti bagiku, kau tahu kan? Karena itu aku harus memberitahu mereka,” jelas Thomas putus asa. “Apa lagi yang bisa kulakukan?!”

Alicia menatap Thomas tak percaya dan terluka. Ia tidak menyangka Thomas benar-benar memberitahu Institut tentang hubungannya dengan Lucy. Konsekuensi memiliki hubungan dengan seorang Fana bukanlah main-main. Mereka tahu itu dan Alicia tidak bisa menahan kekecewaannya karena Thomas tetap melakukannya meski ia tahu.

“Kau sudah berjanji…” ulang Alicia, mengigit bibir untuk menahan air mata yang mulai mengumpul.

“Ally, maafkan aku…” bisik Thomas menyesal.

Tangisnya pecah sudah. Alicia sudah lupa kapan terakhir kali ia menangis karena Thomas. “Kau lebih memilihnya, Tommy, daripada sumpah parabatai kita,” isak Alicia.

“Aku mencintainya, Ally,” jawab Thomas penuh rasa bersalah. “Kau tidak tahu kekuatan dan keberanian seperti apa yang bisa disebabkan oleh perasaan itu.”

Alicia mendengus, mengusap matanya yang basah dengan telapak tangan. Kalau saja Thomas tahu bahwa ia mengerti lebih dari siapa pun bagaimana cinta bisa mendorongnya melakukan hal-hal yang berisiko.

“Keluarlah,” kata Alicia tegas, membalik badannya agar tak perlu melihat Thomas. “Aku masih ingin tidur.”

Thomas mendesah kecewa, namun tidak mengatakan apa-apa. Ia meletakkan sesuatu di atas nakas samping tempat tidur Alicia kemudian beranjak keluar. Alica berpura-pura menutup mata, tak mau berbalik meskipun ia tahu bisa jadi ini kesempatan terakhirnya untuk melihat Thomas. Pintu ruang rawat tertutup dan akhirnya Alicia membuka mata untuk mencari tahu apa yang ditinggalkan Thomas untuknya.

Sebuah Stela.

Dan itu bukan sembarang Stela. Itu dulunya milik Simon Lewis, parabatai Clarissa Fairchild. Thomas dan Alicia pernah bertemu Simon dalam satu satu rapat konsul. Simon mengagumi hubungan parabatai Thomas dan Alicia yang sudah dimulai sejak mereka kanak-kanak. Simon bilang itu mengingatkannya pada persahabatan dan ikatan parabatainya dengan Clary. Ia memberikan Stelanya untuk Thomas sebagai hadiah perkenalan. Thomas tak pernah mau meminjamkan Stela itu pada Alicia. Alat itu terlalu berharga baginya, tapi kini ia meninggalkan Stela itu di sini. Alicia tahu artinya hanya satu.

Thomas sudah menyerah pada ikatan parabatai mereka.

*Saudara Hening adalah kelompok Pemburu Bayangan laki-laki yang berfungsi sebagai arsiparis dan tenaga medis bagi Nephilim. Untuk menguatkan pikiran, mereka mengaplikasian Rune paling kuat yang pernah diketahui Pemburu Bayangan. Umumnya, mereka ditakuti dan dihormati di antara Nephilim karena wajah dimutilasi mereka. Mereka tinggal di Kota Hening, jauh dari peradaban Pemburu Bayangan.

The next chapter will be password protected.

I won’t give it via email or twitter. The answer of this question will be the password.

One of the mortal instruments that could be used in Ascend ritual by drinking from it.

What is it called?

Hint : two words in English without space

-to be continued-

©2015 qL^^

Advertisements

3 thoughts on “About Half [6]

    1. hai Qi!! omg aku apa banget ninggal-ninggal spot terus baliknya baru sekarang huhu maafkeun, kemarenan menjalani tugas negara di rumah terus baru sekarang bisa online sama bacain fic kamu dan blog-walking maafkaaaan. dan aku tadi baca ulang part 5-nya dong hahaha biar ngga lost ini ceritanya sampai di mana x)) oke oke mari beralih ke cerita.

      omg i smell some jealousy hereee dundundundundun!!! tapi emang kalo ada di posisi Thomas sulitnya kayak apa yha. mau tetep bohong tapi ntar Lucy ga selamat, mau bohong tapi ntar ada kemungkinan Thomas-nya diadili (duh bahasa eike hahaha). tapi aku suka, sukaaaaaa banget suasana antara Thomas sama Alicia. suka sekali. manis, tapi nggak over. terus terus pas nyeritain bagian kalo Thomas udah reveal tentang hubungannya sama Lucy juga nggak lebay di deskripsi Alicia-nya. yha namanya cewek lah ya, nangis mah jelas. dan human sekali. terus sama bagian: kalo kita udah suka sama orang yang senekat apa pun bakal dilakukan. omg Thomas nyadar kek, Alicia-nya bahkan udah ngelakuin demikian ke ente grrrrr.

      ih suka sekali ah sama chapter ini. daaaaan sepertinya aku udah tau jawabannya hohoho x)) keep writing yaaah Qi, semangats buat chapter selanjutnya. maafkeun aku telat gini bacanya :((

      Like

      1. antara part 5 dan 6 jeda terbitnya terlalu jauh ya? hahaha, mengantisipasi hal itu [spoiler] chapter 7 akan terbit di hari tahun baru yuhuuuu

        she is jealous since the very first part of this series. having your-near-soulmate-parabatai-brother-bestfriend being stolen by someone will trigger that feeling. itu juga kenapa aku milih reaksi Ally pas tahu Tommy ingkar janji adalah nangis dan ngamuk. They were so close, so used to be each other priority, then he choose somebody else. Wew, aku juga sebel dulu pas tahu sepupu cowokku yang deket banget udah punya cewek hahaha. kayaknya aku gagal ya mengimplisitkan kedekatan mereka hiks

        aaah terima kasih satu2nya pembaca dan pe-review (?) series ini. aku emang lagi coba sistem password baru, instead of replying email and dm, lebih gampang dikasih clue gtu. aku ga repot, pembacanya usaha sendiri cari tahu passwordnya haha

        sekali lagi, terima kasih udah baca 🙂

        Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s