About Half [4]

AH

About Half

By qL^^

This is work of fiction. The Mortal Instruments are Cassandra Clare’s and all mentioned artists belonged to themselves. Footnote credits to shadowhunter.wikia.com

No profit is intended.

Being Thomas Parabatai was like a glass with half-filled water

Is it half-full? Or half-empty?

Chapter IV

“Tommy! Duduklah!”

Alicia tidak tahan lagi melihat Thomas terus menerus mondar mandir di dalam kantor Institut sejak mereka pulang patroli dan melaporkan apa yang mereka temukan di Hotel Gibroni. Para pemburu bayangan dewasa yang ada di Institut memutuskan untuk memeriksa langsung, sedangkan Thomas dan Alicia diperintahkan untuk menunggu di Institut.

“Tommy! Duduklah!” ulang Alicia lagi. Kali ini lebih lembut, sekaligus lebih memaksa. Mencekal lengan Thomas dan menyeret sahabat baiknya untuk duduk di kursi sebelahnya. “Jangan bersikap seperti ini, Tommy, kumohon. Aku juga bisa merasakan kegelisahanmu. Kita parabatai, ingat?”

Thomas tidak memberontak, menghempaskan tubuhnya di kursi dan membuang nafas keras-keras. “Aku sudah cukup umur,” desahnya tak terima. “Harusnya aku dibiarkan ikut ke sana.”

“Dan meninggalkan parabataimu sendirian di Institut?” tanya Alicia retoris. “Kau sendiri yang pernah bilang padaku bahwa kita ini satu. Kita ini selamanya. Tidak berpisah. Dan sekarang kau ingin meninggalkan aku sendiri di Institut sementara kau ikut bersama orang dewasa? Kalau sekarang memang benar-benar sedang ada aktivitas iblis, kita harus di sini, Tommy. Melindungi pemburu bayangan yang lebih muda di Institut,” cecar Alicia tak habis pikir.

Thomas menyerah. Ia hanya menunduk menatap telapak tangannya yang saling bertaut dengan erat sehingga buku jarinya memutih. Meskipun Thomas tidak mengatakannya, Alicia tahu ada yang lebih dikhawatirkannya selain mereka tidak membiarkannya ikut.

“Ada banyak nama Lucy di Edinburgh, Tommy,” Alicia mencoba menghibur.

Tanpa bicara, Thomas meletakkan kepalanya bersandar di bahu Alicia. Matanya terpejam sejenak dan gelombang kegelisahan itu kembali dirasakan Alicia. “Entahlah, Ally. Fakta bahwa aku tidak bisa menghubungi Lucy sejak melihat namanya di hotel itu sama sekali tidak membantu. Aku khawatir padanya,” sahut Thomas.

Ada sesuatu dalam suara Thomas yang membuat Alicia ikut terenyuh.

Ketakutan akan kehilangan seseorang yang paling berharga.

Perasaan yang membuat Alicia mendadak menangkup wajah Thomas dengan dua telapak tangannya. “Tommy, berjanjilah sesuatu padaku,” desaknya cemas.

Thomas menatapnya kebingungan. “Janji apa?”

Rasanya tenggorokan Alicia seperti tercekat saat dia berusaha bicara. “Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan mengatakan apa pun mengenai Lucy pada orang dewasa,” bisiknya lirih.

Ekspresi Thomas terkejut, sama sekali tidak menyangka Alicia akan mengatakan itu padanya. “Tapi, Lucy dan aku….”

“Mereka tidak boleh tahu, Tommy,” ulang Alicia lagi, suaranya serak dan matanya mulai berkaca-kaca.

Thomas tidak sempat mengatakan apa pun. Pintu kantor telah menjeblak terbuka dan Magnus Bane masuk mengenakan jubah biru muda dengan motif bintang-bintang kecil hitam yang membuatnya terlihat seperti pesulap Disney. Di belakangnya, Mr Edward, ayah-ibu Alicia : Lucas dan Rosie Carter, serta ayah-ibu Thomas : George dan Diana Brodie-Sangster, serta beberapa pemburu bayangan dewasa lain menyusul masuk. Thomas dan Alicia cepat-cepat berdiri tak sabar mendengar berita dari mereka.

“Mereka membuat altar untuk persembahan kepada Iblis Kuat. Seorang perawan untuk pengantin Pangeran Kegelapan,” Magnus menjelaskan.

“Lucy….” bisik Thomas lirih.

Alicia meremas tangan Thomas dalam genggamannya, memberi parabatainya dukungan.

“Itu ritual kuno. Kurasa ada komunitas sekte sesat yang baru beroperasi di sini,” tambah Magnus.

“Ada laporan bahwa Mansion di utara kota dicurigai terdapat aktivitas iblis,” kata Brian Rosales, tangan kanan Mr Edward.

Mr Edward mengangguk. “Kirim berita pada Kunci. Prioritas kita adalah menghentikan aktivitas iblis dan menyelamatkan gadis Fana itu kalau dia masih bisa diselamatkan,” kalimat Mr Edward membuat genggaman Thomas di tangan Alicia semakin kencang. “Kita akan ke sana dengan menggunakan portal malam ini juga,” putusnya.

“Aku ikut!” potong Thomas cepat, membuat semua kepala menoleh ke arahnya.

“Kau tidak bisa ikut, Thomas. Kami membutuhkanmu untuk menjaga Institut bersama Alicia,” Diana Sangster berusaha memberitahu putranya.

Thomas menggeleng. “Aku sudah 18 tahun dan aku berpengalaman! Aku berhak ikut!”

Semua orang yang berada di kantor Institut mungkin mengira Thomas hanyalah pemuda yang terlalu bersemangat untuk membuktikan kemampuannya sebagai pemburu bayangan. Tapi Alicia dan Magnus lebih tahu dari siapa pun bahwa Thomas tak lebih dari pemuda yang putus asa dan berusaha dengan segala cara untuk menyelamatkan kekasihnya. Alicia menahan nafas, berdoa dalam hati agar tidak ada yang menyadari kondisi Thomas yang sebenarnya. Mereka berkontak mata dan Alicia menggeleng pelan, mencegah Thomas bicara lebih banyak dan mengatakan sesuatu yang fatal.

“Aku tidak mau ikut campur soal pemburu bayangan, tapi kurasa tambahan dua personil tidak akan melukai siapa pun, bukan?” Magnus berkata sambil mengangkat bahu.

“Dua?” Rosie Carter terkejut.

Brian mengangguk kaku. “Alicia harus ikut. Mereka parabatai,” katanya.

“Tidak apa-apa, Ma,” kata Alicia pada ibunya sebelum ibunya mulai protes. “Aku bisa menjaga diri.”

Rosie terlihat ingin membantah putrinya, namun dia teringat pada Kodeks Pemburu Bayangan* dan hukum Kunci maka dia hanya bisa menghela nafas dan mengangguk.

All set then?” Magnus memastikan. “Kalau begitu, aku akan menyiapkan portal.”

Mr Edward mengangguk. “Jam 9 malam ini, kantor Institut.”

Semua orang membubarkan diri untuk bersiap dan mengambil senjata, termasuk Alicia dan Thomas. Mereka sudah tidak saling berpegangan tangan, namun terus berjalan bersisian. Sama-sama merasa tegang. Pertempuran ini tidak akan seperti pertempuran sebelumnya. Ada satu nyawa yang harus diselamatkan. Prioritas Thomas untuk malam ini dan Alicia akan membantunya. Dia tersenyum memberi semangat sebelum menorehkan rune Keberanian dan Kekuatan pada lengan Thomas dan melihat efek rune itu bekerja. Ya, Alicia harus membantunya.

Karena mereka parabatai.

*Kodeks Pemburu Bayangan adalah sejenis buku teks bagi Pemburu Bayangan baru yang berisi kisah mengenai sejarah Nephilim : sejarah Jonathan Shadowhunter dan bagaimana terciptanya ras tersebut, penciptaan Saudara Hening, penemuan parabatai dan lain-lain. Kodeks juga mengandung informasi pengenal tentang Penghuni Dunia Bawah, iblis, daerah dan teritori Pemburu Bayangan seperti Idris dan Alicante.

.

.

.

©2015 qL^^

All rights reserved.

Advertisements

2 thoughts on “About Half [4]

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s