About Half [1]

AH

About Half

By qL^^

Disclaimer : This is work of fiction. The Mortal Instruments are Cassandra Clare’s and all mentioned artists belonged to themselves. Footnote credits to shadowhunter.wikia.com

No profit is intended.

Being Thomas Parabatai was like a glass with half-filled water

Is it half-full? Or half-empty?

Alicia Carter berjalan di atas palang yang saling melintang di ketinggian sepuluh meter, jarak yang bisa membuat kakimu gemetar jika tidak terbiasa. Gerakannya cepat, namun hati-hati dan cekatan. Ia bepindah dari satu palang ke palang lainnya dalam lompatan anggun, menuju target yang tergantung di antara palang terakhir dan tembok. Masalahnya jarak lompatan dari palang terakhir menuju target cukup jauh. Ia bisa saja melompat dan mendapatkan si target, namun risikonya menabrak tembok cukup besar.

Di palang sejauh satu meter di bawah palang yang dipijak Alicia, Thomas Brodie-Sangster berdiri di sana. Posisinya tidak menguntungkan untuk memanjat naik dan menggapai target. Pisau seraphnya tidak akan mencapai tali walaupun Thomas bisa melompat tinggi. Alicia meliriknya dan melihat Thomas mengangguk tak kentara. Ia menarik nafas dalam-dalam, mengabaikan pekik tertahan Marcus, Nicholas dan beberapa anak-anak pemburu bayangan yang lebih muda di bawah sana, kemudian melompat.

Lompatan Alicia melengkung, seperti salto di udara, memotong tali yang mengantung si target dengan pisau seraph, lalu menggunakan dorongan kakinya yang sengaja bertumpu di tembok untuk melompat ke arah sebaliknya menjauhi tembok. Ia bergantung ringan di salah satu palang sebelum mendarat di palang lain. Thomas melompat, berputar di udara dan menangkap target yang terlepas dari talinya, kemudian mendarat di palang lain. Lalu mereka berdua bersama-sama terjun dari palang mereka dan mendarat anggun di lantai.

Alicia dan Thomas tidak bisa menahan diri untuk bertukar senyum pamer saat mereka saling bertatapan dan si kembar Marcus, Nicholas dan anak-anak pemburu bayangan yang tadi menonton berlari ke arah mereka sambil bertepuk tangan dan bersorak-sorak atas keberhasilan mereka. Di belakang anak-anak, Mr Edward Penhallow, ketua Institut Edinburgh ikut bertepuk tangan dan tersenyum bangga pada Alicia dan Thomas.

Mereka membiarkan diri mereka dikelilingi si kembar dan anak-anak yang mengagumi target yang berhasil diambil. Anak-anak itu tak berhenti ber-aah dan ooh mendengar penjelasan mereka, jelas sekali sangat bersemangat untuk memulai latihan mereka di Institut.

“Baiklah, kalian semua,” Mr Edward bertepuk tangan sekali untuk mengembalikan perhatian anak-anak kepadanya. “Kalian sudah melihat bagaimana parabatai* bekerja sama. Itulah keuntungan bertarung atau menyelesaikan misi bersama parabatai. Misi tadi tidak akan selesai hanya dengan kemampuan Alicia atau Thomas saja. Mereka harus bekerja sama untuk mencapai target tadi,” jelas Mr. Edward disambut anggukan paham anak-anak.

Mr. Edward tersenyum puas. “Demonstrasi untuk hari ini sudah selesai. Kalian bisa ke ruang makan sekarang,” katanya lagi sebelum menepuk pundak Alicia dan Thomas, lalu berlalu dari sana.

Kerumunan anak-anak itu bubar, bergerak menuju pintu keluar ruang latihan sambil mengucapkan selamat tinggal pada Alicia dan Thomas sementara mereka berdua melambai. Mereka akan menyusul setelah anak-anak itu selesai makan siang.

“Kuharap mereka akan tetap bersemangat seperti itu setelah latihan pertama,” kata Alicia penuh harap, mengingat wajah-wajah penuh semangat yang mengerumuninya tadi.

Ada tujuh anak yang tadi menonton. Semuanya berusia di bawah sepuluh tahun dan akan segera memulai latihan resmi mereka sebagai pemburu bayangan serta menerima rune pertama. Kebanyakan dari mereka sudah pernah berlatih dengan mentor baik itu melempar pisau atau latihan pertahanan diri sederhana lainnya, namun melihat aksi Thomas dan Alicia yang memanjat palang tadi sepertinya membangkitkan semangat prajurit dalam diri mereka.

Thomas tertawa melihat raut khawatir di wajah Alicia. “Mereka akan baik-baik saja,” sahut Thomas yakin sambil mencubit pipi Alicia gemas. “Wajahmu lucu sekali bila sedang khawatir,” kekehnya.

Alicia menyingkirkan tangan Thomas dari wajahnya sambil menggerutu, tapi Thomas malah merangkulnya sembari berjalan keluar dari ruang latihan. “Lagipula Ally, mereka pasti menganggap berjalan di palang itu keren,” tambah Thomas.

Ucapannya membuat Alicia mencibir dan menyikut perut Thomas untuk menunjukkan bahwa ia tidak menganggap lelucon Thomas itu lucu. Thomas mengaduh pelan, meski Alicia tahu ia hanya berpura-pura kesakitan.

Lorong Institut sepi sekali karena semua orang sedang berkumpul untuk makan siang. Thomas masih merangkul bahu Alicia saat bersama-sama menuju kamar mereka yang letaknya berseberangan di lorong yang sama.

“Aku mau mandi dan berganti seragam tempur. Kita punya jadwal patroli sore ini, ingat?” Alicia bertanya sebelum menutup pintu kamarnya.

Aye, aye, Ms. Perfect Ally,” gurau Thomas memberi hormat militer untuk Alicia. Itu panggilan yang paling sering digunakan Thomas untuk meledeknya. Alicia dan Thomas punya nama kecil untuk masing-masing : Ally dan Tommy, nama yang kini keduanya sering merasa malu sendiri bila dipakai di hadapan publik.

Alicia masih sempat melihat senyum miring penuh skandal Thomas sebelum ia menutup pintu kamarnya. Dia tahu benar apa yang direncanakan Thomas setelah berpatroli. Kesempatan yang tidak akan pernah disia-siakan pemuda itu.

Yang membuat Alicia merutuk dalam hati.

—-

*Parabatai  adalah sepasang prajurit Nephilim yang bertarung bersama sebagai partner seumur hidup yang terikat pada sumpah, tanpa dipengaruhi oleh gender. Ikatan antar parabatai tidak hanya direfleksikan dari kedekatan mereka dan kesediaan untuk mengorbankan hidup mereka demi parabatainya, namun juga dalam sumpah yang diucapkan di hadapan Dewan

a/n will continue this mini series in euphoria after finishing the mortal instruments 🙂

mind to review?

qL^^

Advertisements

5 thoughts on “About Half [1]

  1. i really can picture Thomas in my mind perfectly aaaaaa xD aku bisa nangkep beberapa sifat dia yg emang playful sama sedikit jail huhu aku suka sekaliiii. terus aku suka sama namanya. Alicia. bisa dipanggil Ally pula (atau Al haha! sedikit maskulin tapi kalo Al, soalnya aku inget Albus Severus wkwkwk). ini sampe bingung mau komen apalagi, aku suka bangetngetnget.
    EH ITU THOMAS MAU NGAPAIN ABIS MEREKA PATROLI xD eaeaeaaaa haha. maafkan aku yg random. aku lanjut baca yaaa :))

    Like

    1. Tadinya aku mau pakai nama Lily lagi as usual for my OC, tapi ga jadi, soalnya Alicia bunyinya lebih enak. Lucu kan Tommy and Ally hahaha
      iyaa, silahkan lanjutt

      Like

  2. Aaah, saya excited banget! Duh ya, meski saya nggak terlalu tahu soal Shadow Hunter (saya bahkan tahunya cuma sekilas), saya tetap bisa menikmati. Ini nggak terlalu kompleks ke aslinya (kayanya), jadi nggak membingungkan untuk orang awam seperti saya yang notabene nggak tahu apa-apa soal Shadow Hunter.

    Yaaw, Thomas lucu banget! Biasanya kalau baca, Thomas tipe cowok ngegombal tapi nggak ngegoda kaya gini X’D Thomas sama Alicia juga seru. Saya nangkap mereka sama-sama agak keras kepala 😀

    Oke oke, semangat nulisnya, Kak! Saya juga lanjut baca ya :)))

    Like

    1. halo tazkia, selamat datang dan salam kenal dengan dunia shadow hunter. saya pengennya memang menekankan soal parabatai yang OC ini jadi ga terlalu banyak cerita asli yang dimasukin. dan di setiap akhir cerita akan selalu ada footnote untuk istilah tertentu.

      terima kasih sudah baca yaa,
      silahkan lanjut 🙂

      Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s