Broken Tooth

a ficlet of Chanyeol and his facts

presented by qL^^

BT

Broken Tooth

Klinik itu harusnya sudah tutup, lantaran jam sudah menunjukkan malam yang semakin larut. Namun selalu ada satu pengecualian bagi satu hal tertentu di dunia ini seperti dalam kasus jam tutup klinik malam ini. Apalagi jika itu berkaitan dengan orang penting atau orang terkenal, yang dalam kasus ini termasuk dalam katagori terakhir.

Park Chanyeol, si orang terkenal telah duduk manis di dental chair. Kepala Chanyeol sesekali melirik ke kiri dan ke kanan dengan gelisah, tetapi juga penasaran dan ingin tahu. Kaki jenjangnya menjuntai, melebih kapasitas yang bisa disediakan si kursi gigi membuatnya terlihat seperti bayi besar dalam kereta bayi yang kekecilan. Choi Bomi diam-diam menahan tawa saat melirik Chanyeol dari cermin wastafel dimana ia mencuci tangan.

“Choi Bomi,” panggil Chanyeol dengan nada menggerutu. “Cepatlah! Kau ini cuci tangan saja lamanya sampai aku jamuran menunggu.”

Bomi memutar bola matanya jengah mendengar kalimat berlebihan Chanyeol. Dia mengeringkan tangan di autodry, lalu melangkah mendekati dental chair.

“Selamat malam Tuan Park Chanyeol. Maaf telah membuat Anda menunggu,” kata Bomi, meninggalkan segala familiaritas di antara mereka dan menciptakan kondisi profesional dokter-pasien. Sebenarnya dia sengaja benar bermaksud mengerjai Chanyeol dan dia tahu bahwa dia berhasil begitu melihat respon pria itu.

Chanyeol menelan ludah, kentara tak nyaman dan tak biasa melihat Bomi si dokter. “Bomi, tidak perlu seformal itu,” lirih Chanyeol.

Bomi tidak bisa menahan kegelian di hatinya lagi, jadi dia terkikik kecil sembari menyiapkan peralatan di meja kerja. Chanyeol si orang terkenal yang butuh privasi telah membuatnya praktik lebih lama dari jam biasa dan perawat gigi di klinik Bomi juga terpaksa harus pulang larut. Perawat yang dibicarakan sekarang berdiri kaku di pojok ruangan, enggan mendekat.

Kaca mulut, sonde, ekskavator, pinset dan berbagai alat lain. Bomi mengabsen satu persatu alat yang akan digunakannya. Lagi-lagi Chanyeol menatapnya dengan gelisah, menelan ludah cemas.

“Jadi apa yang membuatmu datang ke klinik, Yeol?” tanya Bomi, akhirnya memutuskan berhenti bicara formal dan mengerjai Chanyeol lebih jauh lagi. Bomi tahu Chanyeol enggan ke dokter gigi, karena itu dengan memaksa Bomi saja yang memeriksa giginya. Chanyeol terlihat …takut.

“Gigiku…..” ringis Chanyeol.

Bomi menghela nafas. “Iya, aku tahu,” jawabnya mencoba sabar. “Ada masalah apa dengan gigimu?”

“Gigiku patah, Bomi,” rengek Chanyeol lagi. “Gara-gara ayam goreng sialan yang dibeli Kai.”

Duh, Bomi sungguh tidak bisa menahan tawa, namun dia harus melakukannya mengingat di ruang praktiknya bukan hanya ada Chanyeol si sahabat konyol kesayangannya tapi juga Chanyeol si orang terkenal yang harus menjaga wibawa. Ditambah lagi perawat paruh baya yang senang bergosip sedang mengawasi mereka dari sudut ruangan.

Jadi, Bomi memakai masker dan sarung tangannya, mengatur posisi kursi agar sesuai dan nyaman untuk memeriksa Chanyeol.

“Buka mulutmu,” kata Bomi sambil mengarahkan cahaya lampu dental unit ke arah mulut Chanyeol yang kini membuka dengan takut-takut.

Bomi memeriksa gigi Chanyeol. Kening Bomi berkerut sebentar, mengetuk gigi itu (Chanyeol hanya menggeleng), memastikan dengan sonde lalu berdecak. Park Chanyeol sungguh berlebihan. Bomi meneruskan memeriksa bagian mulut lainnya sebelum mematikan lampu dan melepas sarung tangannya.

“Gigimu hanya perlu ditambal, Yeol,” kata Bomi memberitahu Chanyeol. “Gigimu tidak patah, hanya saja sebagian mahkota gigi lepas karena tekanan berlebihan saat makan.” Dia menunggu Chanyeol memberikan respon, namun pria itu hanya mengerjap, jadi Bomi melanjutkan. “Apa kau ingin aku menambalnya sekarang?”

Chanyeol mengerjap lagi. “Sungguh?” tanyanya tak percaya. “Gigiku tidak benar-benar patah?”

Bomi hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.

“Hore!!!” sorak Chanyeol girang, tersenyum lebar memamerkan gigi depannya yang besar-besar.

“Jadi, Yeol, apa kau ingin aku menambalnya sekarang?” Bomi bertanya lagi, namun Chanyeol sudah kepalang girang sehingga Chanyeol baru menjawab pertanyaan Bomi setelah pertanyaan itu diulang lagi.

“Ya, ya, ya, tentu saja,” katanya dan setelah itu, Bomi baru bisa menginstruksikan perawat untuk menyiapkan alat dan bahan tambalan.

Sementara mereka menunggu, Bomi mendadak merasa sangat ingin tahu apa yang membuat Chanyeol rela memeriksakan diri ke dokter gigi meskipun dia tkut dan sangat senang ketika tahu giginya tak patah.

“Apa mereka akan menerima model CF pasta gigi atau gum medicine yang giginya patah?” Chanyeol balik bertanya.

Bomi melongo, tak percaya dengan ucapan Chanyeol. Rasanya dia ingin sekali menepuk jidatnya sendiri kalau saja dia sedang tidak pakai sarung tangan. Astaga!

“Eh, Bomi, kau masih bekerja di T&M kan? Apa kau bisa mendapatkan tender CF agar aku bisa jadi modelnya?”

Pertanyaan Chanyeol membuat Bomi terpaksa benar-benar meninggalkan profesionalitas sebagai dokter dan kembali menjadi sahabat si super konyol Chanyeol.

“Diam saja dan buka mulut Park Chanyeol! Gigimu harus ditambal dulu!”

The facts are : 

Chanyeol is afraid of dentist

Chanyeol once broke his tooth eating chicken

Chanyeol really hopes to film a CF for toothpaste or gum medicine.

-Fin-

A.N : Kalau aku punya pasien seperti Chanyeol, aku akan : 1) Puas mandangin wajahnya setiap kali dia kunjungan, 2) Keki nanggepin kelebayannya, 3) serius mempertimbangkan dia sebagi brand ambassador klinik wehehehe *kidding

Ahahaha, hiii!! qL^^ is here with another medical FF

Mind to review?

XOXO, qL^^

JANGAN JADI SIDER! JANGAN PLAGIAT!

Advertisements

4 thoughts on “Broken Tooth

  1. Sebenernya aq udh lama tau ff ini wktu ngescroll mouse di berandamu. Tp baru skrg bs baca. Hahay, mumpung toko sepi, suntuk, aq bingung mau buka apa di browserku. Akhirnya aq main kesini Qi.

    Arww,gemes bgt sm chanyeol dsni. Pnya temen cowok lebay macam yeol emg bikin gregetan sndri (dng melupakan fakta kalo aq sndri jg lebay, hoho).
    Aq awal’a mikir ini smcam side storynya HSH, tp akhir’a bs nemu feel mrk di luar HSH. Dan ky’a couple ChanBomi tetep jd fave’q di spanjang per-ff-anmu dsni, baik itu jd sahabat atw pacar

    Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s