Autumn Rain

Title : Autumn Rain
Author : qL^^
Main Casts : Kim Sooyan, Yesung Super Junior
Support Casts : Leeteuk, Park Hyeki, Super Junior
Genre : Romance, Hurt/comfort
Rating : General
Lenght : Oneshot
Summary : Let’s go public! Go! Go! Go! (Yesung – Lead Vocal Super Junior)
Recommended Backsong : This is Love – Super Junior

—-

Perviously on SCS : In His Touch

SYC

Autumn Rain

“Aku sudah di kantor.”

Sooyan memberitahu Hyeki lewat sambungan telepon mereka.

Terdengar dengung halus dan bunyi-bunyian aneh dari Hyeki. Sinyal rumah sakit pasti terganggu lagi. Sooyan sudah terbiasa dengan hal itu setiap kali Hyeki menelepon dari rumah sakit. Berbagai macam peralatan medis sering kali mengharuskan sinyal satelit terpotong sehingga sinyal telepon di rumah sakit terkadang buruk.

“Sudah kubilang kau tidak perlu ke kantor di hari Sabtu. Sendiri pula,” akhirnya Sooyan bisa mendengar suara Hyeki yang mengomel.

Gadis itu tertawa, mengabaikan omelan sahabatnya. Saat ini memang Sooyan sudah tiba di kantor kepala yayasan di sekolah taman kanak-kanak yang didirikannya bersama Hyeki. Seharusnya memang Sooyan tak perlu ke kantor di hari Sabtu, tapi dia sudah terlalu lama tidak melakukan inspeksi ke sekolah karena sibuk dengan proyek merger yang baru saja selesai.

Hyeki seharusnya menemani Sooyan sebagai wakil kepala yayasan, namun dia tidak bisa lantaran masih ada jadwal operasi yang harus dilakukannya. Tapi apa boleh buat. Inspeksi itu tidak boleh ditunda lagi. Jadi, Sooyan terpaksa sendiri.

“Sudahlah, Hyeki-ya. Para staff bekerja dengan baik kok meski tanpa inspeksi kita,” kata Sooyan tenang sambil membaca laporan perkembangan sekolah dan para siswa.

Helaan nafas Hyeki terdengar. “Maafkan aku,” kata Hyeki.

Ini dia kebiasaan Hyeki yang paling dibenci Sooyan. Minta maaf pada hal-hal yang tak perlu dimaafkan. Sooyan tahu Hyeki merasa tak enak hati karena membiarkannya sendiri, tapi meski begitu itu bukan sesuatu hal yang perlu dimintai maaf.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Sana persiapkan operasimu,” kata Sooyan.

Hyeki menjawab mengiyakan dan sambungan telepon dimatikan.

Tanpa buang waktu, Sooyan melanjutkan kegiatannya membaca laporan sembari menuliskan catatan untuk saran kepada kepala sekolah dan staff. Dia menghabiskan waktu dua jam menyelesaikan seluruh laporan dan catatan, lalu menyalakan komputer untuk mengirimkan email pada Hyeki berisi catatannya.

Halaman depan email terbuka, tanpa sengaja menampilkan berbagai berita yang sedang menjadi hot topik. Sooyan sudah bersiap akan berpindah menuju halaman masuk email ketika dia menangkap berita yang membuatnya tercengang.

Super Junior’s Lee Sungmin akan menikah dengan Kim Sa Eun awal Desember Tahun Ini.’

Tampilan halaman berganti menampilkan berita yang masih tergolong rumor itu. Belum ada konfirmasi apa pun dari SM. Sooyan cepat mengarahkan kursor pada kolom komentar. Dia meringis melihat komentar para haters. Tidak sedikit fans yang menunjukkan dukungan dan rasa bahagia mereka, namun yang berkomentar buruk dan menghujat juga tak kalah banyak.

Ah, Sooyan sendiri jelas memberi dukungan dan ikut bahagia, tapi…..

Suara tawa anak-anak yang terdengar dari ruang kelas seberang kantor mengalihkan perhatian Sooyan sejenak dari dunia maya. Tawa polos yang menyenangkan. Anak-anak itu masih bisa tertawa meski kelas alam mereka terpaksa dibatalkan lantaran mendadak turun hujan.

Hujan pertama sejak musim gugur tiba.

“Kim Sooyan-ssi,” panggil Lee Ahyeong, salah satu staff TK dari balik pintu ruang kantor. Sooyan mendongak ke arah pintu. “Ada tamu untukmu.”

Sooyan mengernyit. Tamu di hari Sabtu. Sungguh aneh.

“Persilahkan masuk,” sahut Sooyan.

Pintu menggeser terbuka dan Sooyan berdiri untuk menyambut tamu yang datang.

Oh!

“Kangen padaku tidak?” Yesung menyapa riang dengan senyum lebar.

Astaga! Jantung Sooyan nyaris copot. Dengan tergesa-gesa, dia menggeser pintu hingga menutup dan menguncinya, lalu menyeret Yesung menjauhi pintu. Untung saja Lee Ahyeong langsung pergi begitu Yesung masuk ke dalam ruangan Sooyan.

Oppa!! Ya Tuhan!!” Sooyan sampai tak tahu harus berkata apa.

Yesung hanya nyengir lebar.

“Sedang apa di sini?” tanya Sooyan panik. “Bagaimana kalau ketahuan?”

“Ckckck,” decak Yesung prihatin. “Aku datang karen aku ingin melihat-lihat TK. Tadi Hyeki menelepon dan mengatakan kalau kau di sini, jadi aku kemari,” jelas Yesung. Dia menatap Sooyan dan terkekeh geli melihat ekspresi cemas Sooyan yang belum hilang dari wajahnya. “Tenang saja, staff-mu tidak mengenaliku kok. Lagipula aku kan sudah pakai alat penyamaran,” katanya lagi sambil menunjuk dirinya sendir dan memang benar. Yesung sudah memakai topi, kacamata hitam dan syal untuk menyamarkan diri yang membuatnya justru terlihat mencurigakan ketika berada di lingkungan TK begini.

Sooyan menarik nafas dalam, menenangkan diri. Ugh, dia memang sedikit berlebihan soal menjaga rahasia hubungannya dan Yesung. “Maafkan aku oppa, aku hanya sedikit panik. Silahkan duduk,” ujar Sooyan akhirnya mengesturkan Yesung pada kursi di hadapan meja kerja Sooyan.

Yesung duduk dengan santai sambil melihat komputer, sedangkan Sooyan mengambilkan minuman dari lemari pendingin di sudut ruangan. Ketika Sooyan mendekat, dia melihat Yesung sedang membaca berita online yang sama yang dibacanya sebelum Yesung datang. Tentang rumor pernikahan Sungmin.

“Wuoah, netizen cepat juga,” komentar Yesung saat Sooyan meletakkan sekaleng jus di hadapannya.

Tersentak, Sooyan menatap Yesung bingung. “Maksud oppa?”

“Yah, yang tahu mengenai berita ini hanya lingkungan dalam SM dan Super Junior. Menurutmu berita ini bocor dari mana?” Yesung malah balik bertanya.

UH OH! Astaga! Astaga!

“Jadi berita ini benar?” Sooyan bertanya dengan susah payah, menunjuk layar komputer.

Anggukan kepala Yesung menjadi jawabannya.

Sooyan terduduk lemas di kursinya.

Musim gugur baru saja tiba dan rumor pernikahan ada di mana-mana. Oh, sweet autumn.

“Sooyan-ah, yang menikah itu Sungmin. Kenapa kau lemas begitu?” tanya Yesung heran.

Sooyan menggeleng pelan. Dia hanya kaget, itu saja. Selebihnya dia merasa sangat senang dengan kebenaran berita itu.

“Apa yang dikatakan para member mengenai pernikahan Sungmin oppa?” tanya Sooyan penasaran.

Yesung mengangkat bahu. “Kurasa kami sudah berada dalam tahap dewasa. Menikah dan tetap berada dalam satu grup tidaklah masalah,” jawab Yesung.

Oh! Sooyan membayangkan Yesung menikah dan bernyanyi di pernikahannya sendiri. Membayangkan Yesung akan menyebut nama istrinya setiap kali menang penghargaan. Betapa senangnya ia kalau nama itu adalah namanya. Eh, kenapa Sooyan tiba-tiba jadi memikirkan pernikahan?

“Apa kita harus mulai go public juga, Sooyan-ah?”

Pertanyaan Yesung menghempaskan bayangan pernikahan Sooyan kembali ke bumi.

“Apa?!”

Sebenarnya Sooyan mendengarkan dengan jelas pertanyaan Yesung, hanya saja Sooyan tidak bisa membayangkan kalau dia dan Yesung akan mengakui hubungan mereka di hadapan publik. Bahkan sebelum ini, dulu sekali pernah ada rumor mengenai mereka (baca : Love Disease) dan Sooyan harus mendapatkan teror setiap hari. Kalau mereka sungguh-sungguh mengaku pada publik, apakah fans akan menerima Sooyan?

Kim Sa Eun saja dicerca habis-habisan, apalagi Kim Sooyan yang biasa-biasa saja.

“Sooyan-ah, kau dengar aku?” Yesung melambaikan tangan di hadapan wajah Sooyan.

Sooyan menelan ludah, berusaha fokus.

“Entahlah, oppa.”

Dia hanya bisa menatap hujan yang menguyur dari jendela kantor.

-S-C-S-

Angin musim gugur menerbangkan daun-daun menguning lepas dari dahan pohon. Hujan baru saja berhenti ketika mobil yang dikendarai Yesung memasuki wilayah Gangnam, kawasan residensi mewah domisili Super Junior. Libur wamil yang hanya sehari kali ini dimanfaatkan Yesung untuk mampir di dorm Super Junior. Dia rindu pada para member tapi alasan utamanya adalah untuk bertemu Leeteuk hyung, leader tersayang yang mungkin bisa memberinya solusi.

Hyung!!” sapa Yesung riang.

Leeteuk balas menyapa Yesung dan merangkul pria itu. “Kupikir kau bersama Sooyan.”

“Aku baru saja bertemu Sooyan,” kata Yesung. Dia memandang berkeliling, menangkap suasana sepi yang sebenarnya jarang sekali terjadi di dorm mereka. “Mana member yang lain?” tanya Yesung.

“Kau datang di saat jam makan siang, para member sedang keluar,” sahut Leeteuk, lalu mengarahkan Yesung ke ruang makan mereka.

“Dan kau ditinggal sendiri?”

Leeteuk hanya tertawa sebagai jawaban. Pria itu mengeluarkan dua cangkir, lalu mengisinya dengan cokleat hangat dari termos. Sambil menunggu Leeteuk selesai, Yesung menimbang-nimbang kapan saat yang tepat untuk mengatakan sesuatu.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu, hyung.”

Kalimat Yesung terucap bersamaan dengan bunyi cangkir yang diletakkan Leeteuk di atas meja.

Alis Leeteuk terangkat, menatap Yesung bertanya. Mereka memutuskan tetap duduk di ruang makan. “Ada apa?” tanya Leeteuk khawatir.

“Tidak ada masalah, hyung. Aku hanya ingin bertanya soal aku dan Sooyan,” sahut Yesung pelan, meminum cokleatnya gugup.

Tak ada respon dari Leeteuk, mungkin pria itu menunggu Yesung melanjutkan.

Jadi Yesung menarik nafas dalam sebelum bertanya, “Apakah aku bisa mengakui hubungan kami pada publik?” tanya Yesung tanpa berbasa basi.

Diam. Leader Super Junior terdiam mendengar pertanyaan Yesung dan pelan-pelan mulai menghela nafas. Terlihat berpikir. “Lakukanlah,” katanya.

Hyung…”

“Ya, kau bisa melakukannya,” kata Leeteuk lagi seolah kalimat sebelumnya kurang jelas.

Yesung tercengang. Semudah itu?

Dia sudah menyiapkan argumentasi untuk berhadapan dengan Leeteuk, tapi respon pria itu hanya…. begitu?

“Hubungan kalian sudah lama kan?” tanya Leeteuk.

“Hampir empat tahun,” jawab Yesung cepat tanpa perlu berhitung. Dia hafal.

“Nah, kalau begitu kurasa tidak masalah, kau bisa melakukannya, Yesung-ah,” ujar Leeteuk.

“Tapi, hyung, aku sangat mengerti kalau—“

“Hei, Yesung-ah,” potong Leeteuk. “Aku sudah terlalu tua untuk ikut campur urusan kalian. Lagipula aku tahu kau lelah harus sembunyi-sembunyi dengan Sooyan, tak bisa kemana-mana karena paranoid dengan sasaeng, dan hujatan haters,” katanya lagi.

Kali ini Yesung menatap leader Super Junior yang kini jarang ditemuinya. Ah, Leeteuk memang tidak banyak berubah. Namun, pemikiran Leeteuk semakin terlihat dewasa meski kadar leluconnya tetap dalam level yang sama.

“Baiklah, jadi aku bisa mengabarkan hal ini pada Sooyan,” kata Yesung puas.

“Dia pasti akan senang mendengarnya,” kata Leeteuk tersenyum tulus dan Yesung tahu dia sangat mendukung dirinya dan Sooyan.

Bunyi pintu depan yang terbuka disertai suara-suara ramai dan berisik khas Super Junior menyudahi topik go public Yesung hari itu.

-S-C-S-

Hujan turun lagi.

Ah, mungkin karena musim gugur akan segera berakhir digantikan oleh musim dingin yang mengigit.

Kondisi saat ini mungkin akan sangat sesuai dengan drama-drama yang sering ditonton Sooyan. Bunyi hujan menampar jendela menjadi musik latar belakang di saat dirinya dan Yesung sedang bertengkar hebat. Well, Sooyan melebihkan sedikit. Mereka tidak bertengkar hebat, hanya adu argumen yang cukup keras.

Masalahnya apa?

Masalah dimulai ketika Sooyan hampir terkena serangan jantung saat Yesung tiba di apartemennya dan dengan riang berkata, “Let’s go public!”

“Apa!?” pekik Sooyan.

Dia lelah setelah seharian ini berdebat dengan Direktur Im soal proyek merger dan sekarang dia harus melanjutkan dengan sesi perdebatan dengan Yesung. Duh, Sooyan yakin besok suaranya akan hilang.

“Aku sudah dapat izin dari Leeteuk hyung dan manajer. SM akan mengatur konferensi pers jadi semua sudah siap. Ayo, go public!” kata Yesung.

Cara Yesung mengucapkannya seolah mengajak Sooyan makan di apartemen. Ringan tanpa beban. Bukannya Sooyan bermaksud melebih-lebihkan tapi urusan mengakui hubungan pada publik bukanlah hal mudah. Apalagi sekarang Yesung sedang wajib militer dan rumor pernikahan Sungmin sedang memanas di kalangan netizen. Kalau mereka mengakui hubungan mereka sekarang bukankah itu sama saja menambah minyak dalam api?

“Kenapa oppa memutuskannya sepihak?” tanya Sooyan, masih mencoba tidak berteriak kesal pada Yesung. “Kenapa oppa tidak tanya padaku dulu?”

Yesung menatap Sooyan tak mengerti. Jelas di antara semua respon yang dibayangkannya akan terjadi saat dia memberitahu Sooyan mengenai keputusan go public ini, respon semacam kemarahan seperti ini tak pernah muncul dalam bayangan Yesung.

“Sooyan-ah, apakah aku salah?” Yesung balik bertanya.

“Tentu saja!” sahut Sooyan kesal. Matanya mulai berkaca-kaca, air mata mengumpul di pelupuk mata. Hujan di musim gugur telah menambah sifat emosionalnya menjadi berkali-kali lipat.

“Tapi… tapi…” Yesung sampai kehabisan kata-kata untuk berargumen. “Kupikir ini… berita bahagia, Sooyan-ah.”

Sooyan mendengus, menghapus air mata yang terkumpul di sudut mata dengan tak sabar. “Oppa, coba pikirkan kembali,” kata Sooyan. “Menurutmu apakah semua orang akan berpikir kalau ini berita bahagia? Bagaimana dengan para member? Bagaimana dengan para fans?”

“Aku sudah bilang kan kalau aku sudah dapat izin,” jawab Yesung. Pria itu menatap Sooyan lekat-lekat dan Sooyan tahu Yesung bisa melihat ekspresi keberatan di wajah gadis itu. “Jangan bilang…. kau tidak ingin go public,” tambah Yesung. Nada bicaranya campuran rasa sedih dan kecewa.

“Bukan begitu,” bantah Sooyan cepat. Gadis itu melangkah menuju jendela, menatap bulir-bulir air hujan yang tampias pada permukaan kaca. Menetes, mengalir lembut di atas permukaan transparan. Seperti air mata yang kini mendesak untuk jatuh di pipi Sooyan. “Lebih daripada siapa pun, akulah orang yang paling ingin hubungan kita diakui publik, oppa.”

Yesung mendekati Sooyan, berdiri di hadapan jendela yang sama. “Lalu apa masalahnya?”

Sooyan menghela nafas. “Banyak, sampai aku terlalu takut untuk memikirkannya satu persatu,” kata Sooyan frustasi.

Tangan Yesung meraih kedua telapak tangan Sooyan, menangkupnya dalam genggaman hangat. Mata Yesung menatap Sooyan dalam, berusaha menyalurkan ketenangan yang sama yang dimilikinya.

“Ada aku di sini, Sooyan-ah,” ucap Yesung. “Kita bisa menghadapinya berdua.”

Sooyan menggeleng. “Oppa akan dilindungi agensi, sedangkan aku tidak. Bila sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, apa yang harus kulakukan?” tanya Sooyan miris.

Dalam berbagai kasus hubungan selebriti, pada akhirnya pihak yang bukan selebritis akan selalu menjadi kambing hitam. Sooyan tahu Yesung akan melindunginya, tapi prospek berhadapan dengan fans yang mengerikan benar-benar membuat Sooyan kalut.

“Dulu itu aku salah. Pergi darimu, berharap dengan menjauh para sasaeng fans itu akan berhenti. Tapi aku tidak akan melakukannya lagi,” kata Yesung, masih menggenggam tangan Sooyan dengan lembut. “Apa pun yang terjadi, seberat apa pun yang akan kita hadapi, aku akan selalu ada bersamamu, Sooyan-ah,” janji Yesung tulus.

Sooyan bisa melihatnya. Kesungguhan Yesung yang tercermin dalam mata pria itu.

“Aku tidak akan pernah bisa tidak percaya padamu, Yesung oppa,” jawab Sooyan, lalu membiarkan dirinya ditarik dalam satu pelukan nyaman yang diberikan Yesung.

Selalu rasa yang sama. Aman dan nyaman, tempatnya kembali.

Hujan masih membasahi bumi, namun Sooyan merasa hujan tak sedingin sebelumnya. Hujan kini terasa menenangkan pikirannya.

-S-C-S-

Musim gugur ini mungkin musim gugur paling aneh yang pernah dialami Sooyan. Frekuensi turunnya hujan melebihi yang biasa terjadi, namun Sooyan tidak pernah protes. Dia punya ikatan tersendiri mengenai hujan. Hari ini juga turun hujan, meskipun hanya gerimis samar yang terlihat dari jendela ruangan.

Ruangan tempatnya bersiap-siap dipenuhi berbagai staff SM, mulai dari coordinator yang tadi memilihkan pakaiannya, make up artist yang kini masih sibuk mendandani dirinya dan bahkan manajer Super Junior yang sedari tadi sibuk memberikan petuah pada Yesung yang dijawab dengan anggukan, gelengan atau kata ‘ne’ ‘ne’ membuat sang manajer sebal.

“Apa menurutmu make up nya terlalu tebal, Sooyan-ssi?” tanya Oh Sangmi, sang make up artist.

Sooyan baru mengenal wanita itu beberapa jam yang lalu, namun dia begitu ramah dan baik pada Sooyan sehingga Sooyan langsung menyukainya.

“Kurasa sudah cukup, eonni,” jawab Sooyan ramah. “Terima kasih.”

Sangmi tertawa kecil. “Tak perlu berterima kasih. Aku sangat senang bisa membantumu dan Yesung,” jawab Sangmi sembari mengedipkan sebelah matanya. Wanita itu bergegas membereskan peralatan make up nya lalu berlalu pergi.

Sooyan masih terpaku di tempatnya, menatap cermin yang kini memantulkan bayangan wajahnya. Oh, dia terlihat sedikit berbeda dengan make up tapi dia masih Sooyan yang sama. Sooyan menelan ludah.

“Gugup, Kim Sooyan-ssi?” tanya Yesung berbisik tepat di telinga Sooyan.

Sooyan menelan ludah lagi. “Sangat,” jawabnya pelan. Dia berbalik untuk menatap Yesung yang sama rapinya dengan dirinya. “Apakah kita tidak bisa menunda ini?” tanyanya pada Yesung dengan penuh harap.

Yesung menggeleng tegas. “Tidak! Kau akan berubah pikirian kalau aku menundanya,” kata Yesung. Dia mengulurkan tangan pada Sooyan. “Ayo.”

Awalnya Sooyan ragu menyambut tangan Yesung, namun Yesung telah lebih dulu menarik tangannya, menggenggam dalam satu genggaman mantap dan menenangkan.

“Semuanya akan baik-baik saja,” bisik Yesung dan Sooyan mengangguk.

Mereka berdua keluar gedung dan berjalan dengan santai di bawah payung untuk menghindari gerimis. Jalanan Apgujeong cukup ramai meski sedang hujan. Sooyan mempererat genggaman tangannya pada Yesung saat dia merasa orang-orang mulai menoleh, mengenali salah satu member Super Junior yang berjalan bersama seorang gadis di bawah hujan.

“Kya~ itu Yesung!!!”

Entah siapa yang mulai berteriak seperti itu, namun semakin banyak orang yang menoleh. Beberapa malah mulai mengeluarkan ponselnya untuk memotret Yesung. Para pengawal SM masih bersiaga di sekitar mereka, membatasi massa agar tak terlalu mendekat, namun Sooyan masih merasa cemas.

Yesung melambaikan tangan, menyatakan bahwa ya, itu benar. Yesung Super Junior sedang berjalan-jalan di Apgujeong.

“Siapa itu?!”

“Siapa itu?!”

“Siapa itu?!”

Orang-orang mulai bertanya.

“Pacarmu kah, oppa?!”

“Apakah itu pacar Yesung?!”

Deg! Jantung Sooyan berdegup kencang sekali saat telinganya menangkap pertanyaan itu.

Dan Sooyan nyaris pingsan saat Yesung berkata, “Ne, nan yeojachingu iseoyo. (Ya, ini pacarku).”

Kerumunan massa mulai berteriak heboh dan memotret tanpa henti. Sooyan tanpa sadar menaikkan tangan untuk menutupi wajahnya, tapi Yesung menahannya.

“Kau cantik, Sooyan-ah,” kata Yesung. “Biarkan mereka memotret kita berdua.”

Oppa, tapi…”

Yesung tidak mendengarkan protes Sooyan melainkan malah melambai ke arah kerumunan, lalu tersenyum lebar. “Pacarku cantik bukan?” tanyanya kepada mereka.

Ne…” koor massa kerumunan menjawab.

Yesung menatap Sooyan sambil tersenyum penuh kemenangan, merangkul gadisnya lebih dekat.

“Tolong dukung kami ya,” kata Yesung lagi.

Ne…” lagi-lagi massa menjawab serempak.

Cukhae oppa, eonni.”

Cukhae oppa, eonni.”

Cukhae oppa, eonni.”

Telinga Sooyan menangkap kalimat-kalimat bernada mendukung dari massa yang menonton, membuatnya terkejut dan sama sekali tak menyangka.

“Terima kasih. Tolong dukung kami ya,” akhirnya Sooyan berani mengatakan sesuatu.

Mendengar suara Sooyan, para fans mulai berteriak-teriak lagi.

“Kya!!! Eonni neomu yeppo.”

Para massa mulai kembali membuat kehebohan dan memotret. Yesung merangkul Sooyan sambil sesekali melambai, menggiring gadis itu memasuki restoran yang sudah disewa sekaligus sebagai tempat konferensi pers oleh SM.

“Tidak buruk kan?” tanya Yesung ketika mereka sudah duduk di dalam restoran.

Sooyan mengangguk. “Ya, kurasa itu cukup baik,” jawabnya.

“Cukup baik? Itu sangaaat baik, Sooyan-ah,” kata Yesung tak terima.

Sooyan tertawa kecil. Yah, memang semuanya berjalan lancar di luar ekspektasi Sooyan. Mendengar kalimat dukungan dan pujian. Berjalan di tengah keramaian dengan dirangkul Yesung. Semuanya harga yang sebanding dengan risiko go public.

“Sudah siap untuk tahap selanjutnya?” Manajer Super Junior bertanya.

Yesung dan Sooyan mengangguk, saling menggengam tangan dan menatap ke arah kamera yang siap merekam mereka.

“3! 2! 1! Ready! Take!”

Setelah ini, kabar hubungan mereka akan tersebar tak hanya di Apgujeong saja.

-Fin-

AN : Hi bertemu lagi di SCS terbaru. FF ini dipersembahkan untuk Sooyan yang ulang tahun tanggal 15 Desember kemarin wihiiii~~ Jadi setelah ini, Sung-Yan Couple officially go public yaa /tebar-confetti/

AN 2 : Gone – File 3 dan Simfoni : Nada ke-empat harus ditunda dulu ya. Akhir desember aku harus ujian, jadi ga bisa prioritasin blog. Yang masih baca FFku jangan lupa ngevote yaa 🙂  Cuma sampai tanggal 31 loooh.

XOXO,

qL^^

NO SILENT READERS! NO PLAGIARISTS!

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s