Simfoni – Prolog

Simfoni

Simfoni

Intro – Prelude

They said music represent what you think or what you feel…..

“Apa itu?”

Sooyan bertanya pada Hyeki yang membawa setumpuk amplop dari kotak surat apartemen mereka. Yang ditanya belum menjawab sibuk mengamati amplop-amplop yang ada di tangannya.

“Hmmm, dari teman-teman penaku dan.. Oh! ada satu untukmu,” kata Hyeki menyerahkan amplop cokelat besar pada Sooyan.

Sooyan meraih amplop itu dan tercengang saat melihat logo yang tertempel di sana. Locket Enterprises. Dengan cekatan, Sooyan membuka amplop itu dan membaca isinya. Sebuah surat penerimaan.

“Aku diterima!!!” seru Sooyan girang sambil melompat memeluk Hyeki yang duduk di sebelahnya.

Sooyan dan Hyeki saling berpelukan, kemudian berputar-putar di ruang tengah apartemen mereka. Terlalu gembira. Lalu setelah lelah berteriak-teriak girang, keduanya terbaring di karpet  lantai.

“Ngomong-ngomong, kau ditempatkan dimana?” tanya Hyeki.

“Sekretaris CEO,” sahut Sooyan.

“Wow,” komentar Hyeki. “Kau pasti berhasil melalui wawancara kerja dengan gilang gemilang kalau mereka langsung menempatkanmu di posisi itu,” pujinya.

Sooyan hanya bisa tersenyum kecil.

“Ah. Kau tahu siapa CEO Lockets?” Hyeki kembali bertanya.

“Nama Kim Kibum, hanya itu yang aku tahu,” jawab Sooyan. Hanya sedikit sekali berita yang membahas mengenai kehidupan pribadi Kibum, meskipun prestasi gilang gemilang CEO cabang SHINee Group itu dalam dunia bisnis telah diketahui semua orang.

Hyeki mengangkat bahu. “Dia terdengar misterius.”

Kalimat Hyeki menyudahi topik perbincangan mengenai Kim Kibum.

“Kamis ini aku tidak ada di rumah sakit,” Kibum mendengar suara Jonghyun memberitahunya.

Helaan nafas Kibum terdengar. “Lalu apakah aku tetap bisa menjenguk Jihyun?” tanyanya.

“Tentu saja bisa,” sahut Jonghyun. “Asistenku, Hyeki akan membantu menjelaskan padamu mengenai perkembangan Jihyun.”

Kibum mengangguk, meski dia tahu Jonghyun tidak bisa melihat anggukannya karena mereka berkomunikasi melalui sambungan telepon.

“Ibumu bertanya padaku mengenai kunjunganmu,” kata Jonghyun.

Kibum berdecak. Paling tidak suka jika topik pembicaraan Jihyun menyeret ibunya juga. Dia benci harus melakukan hal itu.

“Jangan katakan apa pun padanya,” ujar Kibum dingin.

Tidak ada tanggapan dari Jonghyun dan sambungan telepon itu diakhiri oleh salam perpisahan dari Jonghyun. Kibum menatap agendanya yang sealu terisi penuh di hari kamis. Dia mendekati piano di sudut ruang kerjanya, menekan tutsnya perlahan.

Musik klasik gubahan Mozart memenuhi ruangan, lalu kemudian berubah menjadi aransemen aneh yang belum pernah terdengar.

Musiknya untuk Jihyun.

-to be continued-

A.N : Halohaaa~ Aku batal hiatus yaa 🙂 sepertinya aku stress berat belakangan ini jadi benar-benar butuh nulis untuk menghilangkan beban. huft.

simfoni ini ff lama yang aku tulis dan muncul lagi karena Dian minta ff ini aku lanjutin. banyak bagian yang diubah dan ditambah. FF ini akan sedikit dark dan angst tapi belum tentu sad ending. Seperti FF lain, Simfoni akan publish setiap hari sabtu pagi.

Siapa Jihyun? Gimana Kibum dan Sooyan? Jinki, Taemin, Minho akan jadi apa? semuanya akan terjawab di part selanjutnya.

Daaan Part 1 FF ini akan di protect oleh password. So, kalau ga mau ga nyambung karena ga baca part 1, tinggalkan komentar dan alamat email kalian maka aku akan kasih password nya.

JANGAN JADI SIDER! JANGAN PLAGIAT!

Please, kindly leave comments

Salam, qL^^

Advertisements

2 thoughts on “Simfoni – Prolog

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s