*JinHye Series* You’re The Music in Me

a stand alone series fan fiction about Hyeki and Jinki
about temporary farewell

JHS

You’re The Music in Me

When I hear my favorite song, I know we belong………. (High School Musical – You’re The Music in Me)

“Sudah dapat tiketnya?” Onew bertanya pada Hyeki yang baru saja masuk ke dalam ruangan.

Hyeki mengangguk pada Onew yang duduk di bangku piano. “Incheon, jam 11 siang, sabtu besok,” katanya.

Wajah Onew berubah muram mendengar kabar itu.

“Coba kulihat, Sabtu itu masih tiga hari lagi, jadi berhentilah bersikap seolah aku pergi saat ini juga,” ujar Hyeki berusaha memperbaiki suasana hati Onew.

Onew tidak menjawab, tapi Hyeki bisa mendengar gumam tak jelas seperti tiga hari itu sebentar dan NYC itu terlalu jauh.

Jemari Onew menyentuh tuts piano perlahan, memainkan nada-nada asing yang belum pernah didengar Hyeki. Nada itu terdengar riang dan bertempo cepat, seperti lagu anak-anak.

Hyeki mendengar Onew mendesah kecewa. “Aku tidak berbakat menciptakan lagu romantis seperti Jonghyun,” katanya.

Kalimat itu membuat Hyeki tergelak. “Jadi tadi itu sebenarnya lagu romantis?” tanya Hyeki tak percaya.

Onew mengangguk salah tingkah akhirnya malah menekan-nekan sembarang tuts tanpa aturan untuk menyembunyikan rasa malunya.

Sinar matahari sore yang redup di bulan Januari menembus jendela kaca di sebelah kanan piano. Cahaya membiaskan udara memperlihatkan butir-butir debu halus yang berterbangan. Hyeki teringat senyum Onew di sore yang menyenangkan di pantai.

“Hei, Onew O, coba nyanyikan lagu yang itu,” pinta Hyeki membuat Onew menatapnya.

“Lagu yang itu?”

Hyeki mengangguk bersemangat. “Bread song.”

Onew merengut. “Eiiy, lagu lain saja,” tolaknya. “Kau tidak tahu usahaku untuk mengajakmu kencan sudah sangat besar, Hyeki-ya. Aku akan dengan senang hati menyanyikanmu lagu romantis,” tambahnya.

Hyeki tertawa. Selain karena alasan Onew, juga karena ini pertama kali Onew menyebut acara pergi bersama mereka dengan kencan.

“Tapi kencan seperti itu tidak cocok untuk kita,” bantah Hyeki masih tertawa. “Ayolah, oppa,” bujuknya.

Onew menggerutu pelan, namun tetap mulai meletakkan jarinya di atas tuts dan bernyanyi. Bread Song itu membuat Hyeki senang. Mengingatkannya akan masa kecil polos tanpa beban. Mungkin Onew bisa merasakan kebahagiaan Hyeki sehingga dia memutuskan bernyanyi dua kali.

Hyeki bertepuk tangan,  kagum pada kemampuan bermusik Onew dan berkata Onew selalu tahu cara menghibur dirinya.

Lalu mereka mulai memainkan nada-nada random dan tertawa sendiri dengan hasilnya. Onew berusaha menciptakan lagu-lagu romantis baru yang berakhir dengan suara tawa Hyeki yang pecah di ruangan itu.

Hyeki menatap ruangan itu berkeliling. Ini ruang kursus vokal milik sahabat Onew. Dindingnya dihiasi lukisan mural khas anak-anak dengan warna-warna pastel. Rak-rak berjajar rapi di dinding. Ada kalender yang ditandai dengan coretan tanggal resital, audisi atau pertunjukkan. Pendeknya ruang itu menyenangkan. Hyeki harus mengakui Onew melakukan hal besar dengan meminjam ruang itu untuk kencan mereka hari ini.

Jemari Hyeki diletakkan di atas tuts piano, memainkan beberapa not yang membuat Onew menatapnya dengan alis terangkat.

One year later?” Onew bertanya heran.

Hyeki mengangguk. “Aku suka sekali lagu ini setelah tahu kau berduet dengan Jessica eonni. Suara kalian bagus,” kata Hyeki sambil terus memainkan not not di lagu itu. Faktanya, Hyeki menyukai lagu apa pun yang dinyanyikan Onew.

“Kau berlatih memainkan lagu ini dengan piano?” tanya Onew tak percaya.

“Yep,” sahut Hyeki masih sambil bermain piano. “Aku tidak bisa bermain bagus tapi itu lumayan.”

Setelah semua hal yang dilakukan Onew untuknya, Hyeki ingin sesekali memberi sesuatu untuk Onew. Meski permainan pianonya payah dan lagu yang sangat sederhana.

Hanchameul ijeun chae saratji. Handongan gwaenchanheun deut haesseo(1)….

Hyeki menatap Onew kaget. Onew bernyanyi?

Dan Onew benar-benar menyelesaikan seluruh lagu, termasuk bagian Jessica ditemani permainan piano Hyeki.

“Oneul gateun mamman, dasin eopge (2)…”

Tepuk tangan Hyeki mengakhiri pertunjukkan mereka yang tidak ditonton oleh siapa-siapa. Anehnya, Onew sama sekali tidak bereaksi. Pemuda itu tidak terlihat senang, namun juga tidak berkata apa-apa.

“Onew O…”

“Lagu tadi…. apa itu salam perpisahan?”

Hyeki melongo, sebelum kemudian sadar maksud pertanyaan Onew. Hyeki tergelak di sebelah Onew, sedangkan Onew menatapnya heran.

Oppa, itu bukan lagu perpisahan. Karena aku akan ke NYC, bukan berarti kita akan berpisah setahun penuh seperti lagu itu katakan,” sahut Hyeki.

“Jadi…”

It is simply a gift,” potong Hyeki sebelum Onew semakin berspekulasi dengan imajinasinya yang kelewat bebas.

Onew menghela nafas lega. “Syukurlah, kupikir kau mau kita berpisah selama setahun. Membayangkannya saja aku sudah ngeri,” komentar Onew sembari merangkul Hyeki.

Hyeki membiarkan saja dirinya dirangkul Onew, merasa nyaman dengan kedekatan pria itu. Meskipun dia berusaha tidak menunjukkannya pada Onew, Hyeki sama kecewanya dengan pria itu karena waktu mereka bersama hanya tinggal tiga hari lagi.

“Permainan pianomu bagus,” puji Onew.

“Terima kasih,” kata Hyeki tersenyum bangga.

“Akhirnya aku menyanyikan lagu romantis juga untukmu,” kata Onew puas.

Hyeki tertawa. “Memangnya tadi itu lagu romantis? Bukan lagu patah hati?”

Dengusan Onew terdengar. “Baiklah, ayo mainkan satu lagi. Aku nanyikan The Name I Loved, bagaimana? Eh eh tidak, aku tidak tahu not nya. Aah, ayo cari di Naver saja…”

Hyeki memperhatikan Onew yang sibuk membuka smartphone-nya dan berselancar di Naver mencari not piano lagunya. Sebuah senyum terkembang di wajah Hyeki. Meski mereka akan berpisah untuk sementara, Hyeki akan selalu bisa bersama Onew.

Karena tiap dia mendengar lagu favoritnya, dia akan mendengar suara Onew. That’s how they belong.

-Fin-

A.N : I miss this couple so much. I miss Onew even if I hear his song in my playlist.

Comments and liked are loved,

XOXO – qL^^

Footnote :

Lirik One Year Later:

1. For a long time I’ve been living, having forgotten of you. For a while, I thought I was doing fine

2. I hope we won’t meet like today again

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s