Love Disease

Title                          : Love Disease

Author                      : qL^^

Casts                        : SungYan Couple (Yesung-Sooyan)

Others                      : Super Junior, Park Hyeki

Genre                       : Hurt/Comfort

Rating                      : PG-15

Lenght                      : Ficlet

Backsong                 : Super Junior – Love Disease  , Jung Joonyoung – The Sense of Ending

Summary                  : He has disease and it’s not cured yet.

—-

Love Disease

There’s no medicine could heal the love disease

“Jadi, kita kembali lagi menjadi orang asing?” suara Sooyan terdengar serak.

Yesung tidak menjawab. “We’re through,” katanya singkat.

Sooyan tercekat. Seakan ada pisau tak kasatmata yang sedang berusaha mencabik-cabik hatinya. Setelah segala hal yang mereka lalui. Pertemuan tak terduga.  Salju pertama.  Cincin kuil Shan dan sekarang Yesung dengan mudahnya berkata semuanya sudah usai.

Sia-sia. Semua hal yang mereka lalui sia-sia. Seolah-olah semuanya habis terbakar oleh api, menyisakan abu yang tidak berarti apa-apa.

Sooyan menghela nafas dalam-dalam, berusaha menahan air mata yang mulai terkumpul di kelopak matanya. Matanya berusaha membaca ekspresi Yesung. Tidak ada senyum penuh cinta. Perasaan Yesung padanya sudah berakhir, diracuni oleh keinginannya untuk berpisah dengan Sooyan.

“Baiklah, terserah oppa,” Sooyan akhirnya berkata. Menyerah. Dia masih punya harga diri yang membuatnya tidak akan pernah memohon.

Yesung menatap Sooyan dengan kaget, mungkin bingung karena Sooyan melepaskannya dengan mudah. Pria itu menatap Sooyan penuh rasa bersalah, lalu perlahan mengenggam jemari Sooyan di atas meja.

Please, be happy,” kata Yesung getir.

Sooyan tersenyum pahit. Yesung memintanya untuk berbahagia. Tak tahukah pria itu kalau dia sudah merampas seluruh kebahagiaan Sooyan?

“Temukan orang lain yang bisa membahagiakanmu lebih dari aku. Yang akan memelukmu di saat kau merasa sedih,” tambah Yesung, lalu dengan kalimat itu dia menarik tangannya kembali dan bangkit.

Sebelum meninggalkan Sooyan, Yesung menatap terakhir kali. “Sampai jumpa, Sooyan-ah.”

Punggungnya menghilang di balik pintu kafe.

Ya, ini seperti penyakit dimana perasaan Yesung mati pelan-pelan. Saat memori bahagia mulai terhapuskan. Sangat menyakitkan. Sooyan tahu dia harus menemukan obatnya.

00000ooooo00000

Hyeki menatap Sooyan putus asa. Gadis itu meletakkan stetoskopnya di atas meja kerjanya. Dia khawatir, tentu saja, tapi Sooyan terlihat biasa saja.

“Tidak ada obat untuk itu Sooyan-ah,” kata Hyeki pelan.

Sooyan mencibir. “Tentu saja ada, kau seorang dokter,” katanya singkat.

Hyeki menggelengkan kepalanya pelan. “Mungkin kau harus menemui psikiater, bukan dokter,” saran Hyeki.

Sooyan menatap Hyeki dengan pandangan mencela. “Aku tidak gila,” sahutnya.

“Aku tidak bilang kau gila hingga kau harus ke psikiater,” bantah Hyeki. “Kau butuh bercerita dengan seseorang yang memahamimu dan psikiater akan membantu.”

Sooyan diam saja.

“Itu nasihat seorang dokter dan teman,” lanjut Hyeki lagi menunggu reaksi Sooyan.

“Tidak, aku hanya butuh obat untuk Yesung, itu saja,” kata Sooyan seolah-olah ucapan Hyeki hanya angin lalu.

Hyeki mengangkat bahu. “Dia meninggalkanmu, kenapa kau harus peduli?” tukasnya tajam.

Tatapan Sooyan seolah menyayat hati Hyeki. Matanya mulai berair. “Tentu saja aku peduli, karena dia Yesung,” ujar Sooyan penuh emosi dan berlari meninggalkan ruang praktik Hyeki.

Hyeki hanya bisa menatap pintu yang terbuka itu dengan pasrah. Apa pun yang dikatakannya tidak akan memberikan efek apa pun pada Sooyan. Penyakit ini mungkin penyakit imajiner paling berbahaya yang tidak ada obatnya, batinnya.

00000ooooo00000

‘Ini hanya sementara,’ Yesung berulang kali mengingatkan dirinya.

Demi Sooyan dan keamanannya.

Siwon melirik Yesung yang masih sibuk dengan pikirannya. Dia berjengit melihat berpuluh-puluh kotak berisi surat kaleng bertebaran di dorm mereka. Mereka masih melacak pelakunya yang tidak segan-segan menorehkan tinta merah di foto-foto Yesung-Sooyan. Bagaimana fans itu tahu hubungan rahasia Yesung-Sooyan adalah misteri. Fans yang mengerikan, pikir Siwon.

Walaupun Yesung tidak mengatakan apa-apa, Siwon dan seisi dorm tahu bahwa dia bersikap layaknya martyr klasik untuk memastikan keamanan Sooyan. Mereka putus untuk melindungi Sooyan dari serangan fans Super Junior yang tidak terima itu. That’s noble, pikir Siwon, ‘but also noble idiot.’

“Dia tidak terlihat baik,” Siwon berkomentar singkat saat melihat foto Sooyan di SNS.

Yesung hanya bergumam.

Siwon mengangkat bahu, memutuskan membaca koran pagi itu daripada mengurusi Yesung yang pikirannya melayang kemana-mana. Seperti orang sakit yang pikirannya tidak bisa fokus. Hyung-nya itu sekarang sudah mendekati stalker dengan mengecek SNS mantannya setiap 1 menit sekali.

Seruan-seruan heboh dari pintu depan membuat Siwon dan Yesung menoleh. Kyuhyun terlihat begitu sumringah dan Leeteuk hanya tersenyum tenang.

“Kabar baik, hyung,” kata Kyuhyun, kentara sekali sudah tidak tahan untuk membeberkan kabar baik itu. Matanya berkilat penuh kebahagiaan.

“Apa?” pancing Siwon. Alisnya terangkat. Ekspresi yang sama juga ditunjukkan oleh Yesung.

“Pelakunya sudah ditemukan,” Leeteuk-lah yang menjawab.

Kening Yesung berkerut. “Pelaku?”

Leeteuk dan Kyuhyun mengangguk berbarengan.

“Surat kaleng dan ancaman itu tidak akan datang lagi,” tambah Leeteuk.

Yesung melompat dari tempat duduknya dan bergegas menyambar kunci mobil, menuju satu-satunya tempat yang bisa dipikirkannya saat ini. Apartemen Sooyan.

“Jangan lupa alat penyamaranmu, hyung,” pesan Siwon. Dia berharap semoga Yesung mendengar ucapannya sehingga kejadian ini tidak terulang lagi.

00000ooooo00000

Sooyan tahu Hyeki salah. Penyakit ini ada obatnya. Love disease indeed has a cure.

Sebagian akal sehat Sooyan ingin mengabaikan harga dirinya dan segera memeluk Yesung. Tapi sebagian lagi menahan diri untuk memastikan Yesung tidak datang untuk melukainya.

“Aku datang untuk memintamu kembali,” kata Yesung tanpa tedeng aling-aling.

“Apa?” Sooyan merasa dia salah dengar. Bukankah Yesung yang waktu itu meninggalkannya begitu saja?

Yesung menatap Sooyan dengan pandangan memohon. “Fans itu mengancam akan menyakitimu kalau aku tidak meninggalkanmu, tapi sekarang semuanya sudah terkontrol. Aku minta maaf Sooyan-ah,” jelas Yesung.

Mulut Sooyan terbuka, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.

“Maafkan aku,” kata Yesung.

Dan perasaan Sooyan mengambil alih. Yesungnya sudah sembuh. Perasaan itu sudah kembali. Sooyan memeluk Yesung erat-erat yang balas memeluknya. Merasakan kembali apa yang hilang dari mereka.

Saatnya beristirahat dan menyembuhkan perasaan mereka.

*THE END*

A.N : Sorry for typos! Comments please 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Love Disease

  1. aw aw aw. pertama kali baca langsung di blog kak Qiqi. Bacaan pembuka … yah cukup mengharukan. aku bacanya sambil nyetel love disease lho kak. pas adegan sama siwon di dorm langsung ngena banget. susah ya jadi pacarnya idol. haha. keren kak :’)

    Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s