SCS – Star Struck!

Title                 : Star struck!

Author             : qL^^

Main Casts      : Kim Sooyan, Yesung Super Junior

Support Casts  : All Member Super Junior and their girls, Park Hyeki, Lee Seung Gi

Genre              : Romance – Comedy (Romcom)

Rating              : General

Lenght             : Oneshot (bonus ficlet)

Summary         : Your bias is more handsome  than your crush, so keep that in your mind and you’ll never know what heartbreak is — Hyeki (20 y.o, dentist-soon-to-be, single)

Recommended Backsong : Sexy Free and Single – Super Junior

—————————————————————————————————————-

Star struck!

August, 24th 2013, Sooyan’s Apartment, Gangnam-gu

“Sudah aku bilang aku meletakkan lilinnya di atas meja,” suara melengking Hyeki terdengar dari ruang tengah apartemen Sooyan, di antara hiruk pikuk persiapan pesta kejutan. Tangan Hyeki berada di pinggang, wajahnya memerah karena kesal Kyuhyun menuduhnya menghilangkan lilin kue ulang tahun. Kyuhyun memeletkan lidahnya mengejek Hyeki yang semakin marah.

“Coba cari lagi,” Sungmin berbaik hati menengahi dua orang yang berada dalam level kebocahan yang sama.

Sooyan menghela nafas dan meminta Ryeowook meneruskan masakannya. “Biar aku saja yang cari,” katanya. Gadis itu beranjak menuju kamarnya dimana seingatnya dia menyimpan lilin kecil cadangan sisa perayaan apartemennya.

Sooyan sedang memindahkan sekotak barang-barang lamanya ketika akhirnya dia menemukan lilin-lilin itu.

“Ketemu!” serunya bersorak girang, namun langkahnya tertahan ketika melihat foto yang berada di bawah lilin itu.

Foto yang mengingatkannya pada peristiwa beberapa tahun yang lalu.

August, 24th 2010, Taxi in Seoul

Sooyan menatap jalanan dengan merana. Bagaimana tidak merana kalau sekarang sedang musim panas yang harusnya dihabiskan dengan gembira namun dirinya malah merasa sangat sedih? Sooyan mengomel pada dirinya sendiri.

Jadi begini rasanya patah hati? Hatimu nyeri tapi kau tidak bisa berbuat apa-apa. Harusnya dia tidak memergoki Seung Gi mencium Minna di kampus kemarin siang. Lagipula apa otak Seung Gi sudah korslet? Bagaimana mungkin sahabatnya itu berciuman di kampus yang merupakan tempat menimba ilmu? Pemuda itu bisa mencemari pikiran-pikiran suci anak-anak terpelajar. Huh? Sooyan menggelengkan kepalanya pelan, berusaha menjernihkan pikirannya. Kenapa dia jadi berpikir aneh seperti Hyeki?

Ngomong-ngomong soal Hyeki, anak ber- IQ 130 itu benar-benar seperti cenayang. Tepat di saat Sooyan sedang patah hati seperti sekarang ini, si bocah itu tiba-tiba menelpon dan mengabari kepulangannya yang mendadak ke Seoul. Setelah menghabiskan 15 menit pertama dengan pidato Sooyan mengenai kenapa-kau-pulang-tidak-bilang-bilang dan semacamnya, mereka mengobrol singkat dan Hyeki berhasil menghasut (kalau tidak mau dibilang memaksa) Sooyan untuk datang ke Great Genie Cafe siang ini. Katanya sih merayakan kepulangan Hyeki. Yah, hitung-hitung memperbaiki moodnya yang buruk.

“Kita sudah sampai agasshi,” seru si supir taksi menghentikan kendaraannya.

Sooyan mengutuk pelan. Pikirannya terlalu melantur sampai dia tidak sadar kalau dia sudah sampai di tujuan. Setelah membayar taksi, gadis itu baru benar-benar bisa memperhatikan eksterior cafe itu. Cafe itu berciri khas vintage eropa, kontras dengan gedung di kanan kirinya yang bernuansa modern minimalis. Sebuah papan besar bertuliskan Great Genie Cafe terletak tepat di atas pintu masuk.

Sooyan berjalan mendekat dan mengamati kafe yang terlihat sepi itu. Ada beberapa mobil mewah yang terparkir di luar (itu wajah sih mengingat lokasi kafe ini di Cheongdamdong) dan tulisan ‘reserved’ yang tertempel di pintu di bawah tulisan ‘open’.

Kening Sooyan berkerut. Hyeki tidak mendadak kaya kan dengan memesan seluruh kafe hanya untuk merayakan kepulangannya? Lagipula Hyeki kan tipe-tipe aktivis yang teguh dengan prinsip berbagi-untuk-sesama-sehingga-kau-akan-bahagia-nya. Mana mungkin gadis itu menghambur-hamburkan uang untuk hal seperti ini? Apakah jangan-jangan gadis itu berubah menjadi hedon sejak dia kuliah di New York?

Lagi-lagi Sooyan menggelengkan kepalanya pelan. Berusaha mengusir imajinasi aneh mengenai sahabatnya itu, gadis itu nekat melangkah masuk kafe. Toh dia sudah sampai di sini. Kalaupun ternyata kafe itu dibooking oleh orang lain, Sooyan bisa permisi keluar dengan sopan.

Pintu kafe terbuka dengan bunyi lonceng kecil yang bergemerincing. Sebelum Sooyan sempat berkedip, seorang pria sudah siaga berdiri di depan pintu menghadang jalannya.

“Siapa Anda?” tanya pria itu.

Eh? Sooyan tergagap. Kafe macam yang menyuruh pelayannya menyambut pelanggan dengan menanyakan siapa anda. Bisa-bisa seluruh pelanggan kafe kabur ketakutan.

“A-aku Kim Sooyan,” jawab Sooyan ragu.

Mendadak ekspresi wajah pria itu berubah menjadi sangat ramah. Pria itu segera mempersilahkan Sooyan masuk sambil berteriak, “Hyung! Teman Hyeki sudah datang.”

Huh? Sooyan merasa pernah mendengar suara dan melihat wajah itu di suatu tempat. Beberapa detik kemudian dia baru sadar siapa pria yang menyambutnya di depan pintu tadi setelah melihat sesosok pria berlesung pipi yang tersenyum ramah. Pria berlesung pipi itu tentu saja kakak laki-lakinya Hyeki, Park Jungsoo atau Leeteuk dan si pria pintu-depan itu adalah biang usil Cho Kyuhyun.

“Hai Sooyan-ah,” sapa Leeteuk ramah dan memeluknya layaknya adik sendiri. Biasanya sih Sooyan balas memeluk saja, tapi kali ini dia canggung karena banyak orang yang tidak dikenalnya di kafe ini.

“Halo oppa!” balas Sooyan. “Kupikir tadinya Hyeki mendadak hedon karena menyewa seluruh kafe untuk merayakan kepulangannya, tapi melihat kehadiranmu dan member Super Junior lain, kurasa itu suatu kebutuhan.”

Anehnya, sebelah alis Leeteuk justru terangkat saat mendengar ucapan Sooyan, tapi Sooyan mengabaikannya.

“Mari kuperkenalkan dengan yang lainnya,” ajak Leeteuk dan membawa Sooyan pada serombongan orang yang mengelilingi meja persegi panjang besar. “Hyeki masih di perjalanan.”

“Kenapa acaranya ramai sekali?” tanya Sooyan bingung dan Leeteuk tidak menjawab.

“Perkenalkan ini Kim Sooyan, teman adikku,” ujar Leeteuk pada manusia-manusia yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Beberapa kepala menoleh dan tersenyum pada Sooyan serta balas menggumamkan kata halo. Termasuk orang itu. Dia yang Sooyan harap bisa dia lihat sejak Sooyan sadar bahwa isi kafe ini dipenuhi oleh member Super Junior dan beberapa orang wanita yang tidak dikenalnya. Dia yang sebenarnya berusaha Sooyan temukan dengan sudut matanya. Dan Dia yang sekarang tersenyum ramah dan melambai pada Sooyan. Biasnya.

Mendadak Sooyan merasa berdebar dan pipinya bersemu merah. Dia merasa kesulitan bernafas dan ingin pingsan saat melihat wajahnya menatap Sooyan penasaran. Eh, tunggu dulu, tidak sepatutnya Sooyan merasa seperti ini. Dia kan sedang dalam masa berkabung karena patah hati dengan Seung Gi.

Senyum pria itu semakin lebar. Ah, masa bodohlah dengan Seung Gi.

Hei, apakah Sooyan boleh pingsan sekarang?

0000ooooo0000oooo0000

Yesung sudah mengerling gadis itu sejak Kyuhyun berteriak dari pintu kafe dan mengumumkan kehadiran teman Hyeki. Pria itu belum pernah melihat gadis itu di acara kumpul-kumpul mana pun yang dilakukan oleh Super Junior. Biasanya gadis-gadis yang sering ikut berkumpul bersama mereka adalah noona, dongsaeng atau pacar para member. Jadi pastilah gadis itu anggota baru dan merasa sangat canggung berkumpul seperti ini.

Ya, seperti saat ini. Manusia-manusia Super Junior yang ajaib itu bahkan sibuk dengan kegiatan masing-masing hingga tidak menoleh untuk membalas sapaan gadis itu. Apa-apaan si Donghae, katanya menghormati wanita, cih sekarang dia bahkan tidak menoleh, terlalu sibuk mengobrol dengan gadisnya yang Yesung lupa namanya.

Maka Yesung, Ryeowook, Sungmin, Siwon, Eunhyuk, Shindong dan Nari menjadi pahlawan sebagai kepala-yang-menoleh-untuk-membalas-sapaan-gadis itu. Kalau Ryeowook, Sungmin dan Siwon sih sudah dipastikan motifnya adalah sopan santun dan kehidupan yang beradab. Yang paling bahaya ya si Eunhyuk yang sudah cengar-cengir melihat ada cewek baru di lingkungan stres ini.

Yesung masih tersenyum ramah pada gadis itu yang sekarang mukanya memerah dan tersipu hingga gadis itu duduk tidak terlalu jauh darinya. Namanya Kim Sooyan, marga yang sama dengan marganya. Yesung mengalihkan padangan dari gadis itu dan sibuk melihat-lihat jenis akuarium di smartphonenya yang rencananya akan dibelikannya untuk ddangkoma.

Beberapa saat kemudian, Eunhyuk si cassanova kembali ke kursinya di sebelah Yesung sambil berdesis tidak terima, “Kim Sooyan ternyata clouds.”

Telinga Yesung langsung waspada saat mendengar ucapan Eunhyuk. “Apa katamu?”

Eunhyuk mendelik menatap Yesung. “Ya, cewek itu─Kim Sooyan ternyata fansmu Yesung hyung,” sungutnya. “Aku baru tahu saat mengajaknya berkenalan.”

Entah mengapa sebuah senyum terkembang di wajah Yesung mendengar pengakuan Eunhyuk. Pria itu menepuk pundak adiknya bersimpati. Beberapa anggota Super Junior memang tidak terlalu beruntung dalam urusan percintaan. Lihat saja si paling tua Leeteuk atau si berkepribadian narsistik Heechul yang masih single. Beberapa memang sudah punya pacar seperti Donghae, Siwon, Kangin dan Shindong. Eunhyuk termasuk yang sedang tidak beruntung karena baru saja putus dan lebih tidak beruntung lagi karena gadis yang diajaknya berkenalan justru bukan fansnya.

Yesung menatap Sooyan yang sekarang sedang membantu Nari mengatur makanan di atas meja persegi panjang. Gadis itu tertawa kecil dan kelihatan sangat ahli dalam urusan perempuan seperti itu membuat Yesung kagum. Dia masih bisa melihat ketidaknyamanan Sooyan saat gadis itu ditinggal Nari untuk mengobrol bersama Shindong.

Leeteuk tiba-tiba menghampiri Yesung. “Bisakah kau mengobrol dengan Sooyan sebentar?” tanya pria itu pelan. “Dia tidak terlalu nyaman dengan orang asing.”

Yesung mendengus mendengar ucapan hyungnya. “Aku bahkan baru berkenalan dengannya tadi, hyung. Masa aku juga tidak termasuk ‘orang asing’?” tanyanya sinis.

“Biar begitu dia itu fansmu kan? Dia pasti akan lebih nyaman bersamamu,” sahut Leeteuk sambil mengangkat bahu. “Oh! Hyeki menelpon, dia pasti sudah hampir tiba,” dan Leader Super Junior itu segera menyingkir untuk mengangkat telpon dari adiknya.

Yesung menghela nafas. Baiklah, Yesung! Buatlah fansmu bahagia siang ini, bisiknya dalam hati. Jarang-jarang juga dia bisa menemui Clouds dalam situasi seprivat ini.

Yesung bangkit dari kursinya dan memutuskan duduk tepat di sebelah Sooyan.

“Halo, aku Yesung,” sapa Yesung ramah dan seperti reaksi yang sudah diduga Yesung sebelumnya, pipi Sooyan langsung memerah.

“Ah, annyeong, Yesung….” Sooyan kelihatan bingung memutuskan nama panggilan Yesung.

Yesung tersenyum lagi. “Oppa saja. Yesung oppa, Hyeki juga biasa memanggilku begitu,” katanya ramah.

Sooyan nyengir gugup, Yesung nyengir salah tingkah.

Kenapa Yesung harus salah tingkah?

“Eunhyuk bilang kau fansku,” ujar Yesung frontal. Yah tidak apa-apa lah sesekali bersikap terbuka seperti ini. Ada hal yang membuat Yesung merasa nyaman dengan gadis itu.

Sooyan mengangguk pelan. “Dan aku merasa bersalah sudah membuat Eunhyuk oppa kesal,” sahutnya.

“Dia tidak kesal,” timpal Yesung. “Hanya semacam merasa dikalahkan olehku,” tambahnya sambil nyengir mengingat ekspresi menggerutu Eunhyuk beberapa menit yang lalu.

Sooyan tertawa kecil menanggapi lelucon Yesung.

“Kau teman Hyeki?” tanya Yesung .

“Ya, kami berteman sejak masuk SMP,” sahut Sooyan.

“Awalnya kupikir kau salah satu pacar baru para member,” kata Yesung pelan sambil menatap teman-temannya yang asyik sendiri.

“Ini pertama kalinya aku bergabung bersama Super Junior,” aku Sooyan pelan.

Yesung menatap gadis itu lagi. Menyadari rambut Sooyan yang dipotong pendek memberi kesan tegas dan dewasa pada gadis itu. Menyadari cara berpakaiannya yang casual namun memberi kesan feminin. Cantik, gumam Yesung.

Tidak ada salahnya kan kalau menyukai fans sendiri?

0000ooooo0000oooo0000

Hyeki harus segera datang dan menyelamatkanku! Hyeki harus segera datang dan menyelamatkanku! Hyeki harus segera datang dan menyelamatkanku!

Sooyan terus mengulang-ulang kalimat itu bagai mantera. Jantungnya hampir copot saat menyadari Yesung tiba-tiba duduk di dekatnya setelah Nari meninggalkannya tadi. Padahal Sooyan sudah merasa nyaman dengan Nari dan sekarang mendadak adrenalinnya berpacu cepat sekali sehingga Sooyan bertanya-tanya apakah Yesung bisa mendengar detak jantungnya yang begitu keras saat ini.

Dan Yesung mengajaknya bicara.

Ya Ampun! Kim Sooyan sedang bicara santai dengan biasnya, Yesung Super Junior!

Rasanya dia bisa saja melonjak-lonjak girang kalau saja dia tidak harus menjaga martabatnya sebagai Kim Sooyan, teman Hyeki, dan Clouds. Dia tidak ingin disangka Clouds yang fanatik dan membuat Yesung takut walaupun padahal sebenarnya saat ini dia benar-benar sedang star struck!

“Maaf, oppa bilang apa?” Sooyan bertanya pada Yesung yang kedengarannya sedang memberitahu Sooyan sesuatu hal untuk kedua kalinya, namun terlewat karena gadis itu sibuk menangani sindrom star strucknya.

“Aku bilang aku minta maaf kalau para member mengacuhkanmu. Mereka butuh quality time masing-masing,” ujar Yesung.

Sooyan mengangguk mengerti. “Aku hanya penasaran sedikit tentang oppa,” ujar Sooyan tiba-tiba. Dia tidak tahu keberanian darimana yang datang padanya sehingga berani bicara begitu pada Yesung.

“Apa?” Yesung balas bertanya.

“Tidak, aku hanya, umm, kagum dengan oppa,” akhirnya Sooyan mengeluarkan kalimat itu.

Yesung tertawa geli. “Ya tentu saja kau kagum denganku, kau kan seorang clouds,” jawabnya santai.

Sebenarnya bukan itu. Bukan hanya itu yang membuat Kim Sooyan menjadi Clouds. Bukan hanya suara merdu milik Yesung. Atau wajah tampannya. Tapi hatinya. Hati yang hanya Sooyan ketahui dari berita-berita dan gosip selebritis yang dibacanya. Dia ingin mengkonfirmasi sendiri.

Yesung sepertinya tidak ambil pusing dengan diamnya Sooyan. Dia kini malah menarik ponsel Sooyan dan menyalakan kamera depannya.

“Sini! Kuajarkan kau cara berselca yang bagus,” ujarnya bersemangat.

Sooyan tertegun. Selca? Bersama Yesung?

Tuhan, jangan buat Kim Sooyan ingin pingsan lagi dong.

“Yesung hyung paling ahli kalau melakukan selca,” sahut Ryeowook yang sejak kapan mendengar percakapan mereka.

“Dan dia single,” Leeteuk ikut menimpali tak nyambu, membuat beberapa member yang ternyata mendengar tertawa mengejek. Mengejek Yesung single lebih tepatnya.

Yesung berdecak, membuat ekspresi aneh di wajahnya. “Ya! Lihat siapa yang bilang single untuk siapa,” omelnya gemas.

Yang lain tertawa semakin keras.

Akhirnya Yesung menarik Sooyan agar duduk lebih dekat dan memberitahunya cara mengambil selca yang bagus dengan bentuk wajahnya. Sooyan mendengar dengan seksama suara riang Yesung, wangi parfumnya saat mereka berdekatan dan rangkulan ringannya di bahu Sooyan.

Detak jantung itu tidak mau berkompromi.

For Yesung and Clouds,” teriak Yesung gembira. “Hana! Dul! Set! Cheese!” dan tombol kamera itu ditekan dan menghasilkan selca pertama Yesung dan Sooyan.

Sooyan belum sempat memperhatikan hasil selca itu saat pintu bergemerincing terbuka dan akhirnya si cenayang datang juga.

Annyeong!!” Hyeki berteriak riang, melambai.

Leeteuk paling depan menyambutnya, disusul kembarannya dalam level kebocahan, Cho Kyuhyun. Sooyan sendiri menunggu Hyeki sudah berada di dekatnya baru kemudian memeluknya dan mengucapkan selamat datang.

Bogoshipo,” Hyeki berseru riang.

Nado,” sahut Sooyan pelan.

Sebelah alis Hyeki terangkat dan gadis itu menatapnya dengan cara yang sama persis seperti yang dilakukan Leeteuk dan lagi-lagi Sooyan mengabaikannya.

“Semuanya sudah lengkap! Kalau begitu pestanya bisa dimulai!” seru Heechul, Master of Party.

Nari lalu muncul di dekat Yesung sambil membawa cake yang cukup besar untuk dihabiskan oleh seluruh hadirin pesta. Yesung tersenyum lebar dan Sooyan bagai disambar petir.

Hari ini Yesung ulang tahun! Ya Tuhan, bagaimana dia bisa lupa?

Ooh! Gara-gara memikirkan Seung Gi, Sooyan benar-benar lupa tanggal berapa hari ini. Pantas saja dia merasa aneh. Sejak kapan kepulangan Hyeki harus dirayakan bersama member Super Junior secara lengkap?

Dalam sekejap, lagu selamat ulang tahun dinyanyikan secara acapella oleh bermacam warna suara. Kemudian Yesung dipersilahkan membuat permohonan dan meniup lilin.

Wish? Apa yang harus diminta Yesung tahun ini? Pria itu mengerling Sooyan sebelum mengucapkan permohonannya dan meniup lilin.

Make her mine.

Sooyan ikut bertepuk tangan bersama yang lain dan saatnya potong kue. Yesung memotong potongan pertamanya yang diberikan pada manajer Super Junior yang tampan itu. Lalu potongan kedua untuk Leeteuk dan potongan ketiga untuk para member yang bersungut-sungut karena potongan kecil itu harus dibagi-bagi dengan 11 orang. Dan mendadak kafe itu sudah berubah menjadi ruang karaoke akbar.

Heechul sudah menunjukkan kebolehannya berduel melawan Kangin untuk bernyanyi dan menari lagu-lagu girlband lain, membuat para penonton tertawa cekikikan. Mereka makan siang sambil menikmati ajang karaoke gratis dari member Super Junior. Donghae bahkan sudah mengajak pacarnya berdansa dengan lagu patah hati absurd yang sedang dinyanyikan Eunhyuk. Mengingatkan Sooyan pada patah hatinya dan Seung Gi.

Sooyan tidak bisa menemukan kesempatan mengobrol dengan Hyeki karena gadis itu selalu bersama Leeteuk atau Kyuhyun dan membuatnya duduk sendiri sambil menonton ajang karaoke.

“Untukmu,” piring berisi sepotong kue terjulur di hadapan Sooyan dan Yesung tersenyum manis. “Agar kau selalu menjadi Clouds yang setia.”

Sooyan mengambil piring itu ragu. “Terima kasih,” ujarnya pada Yesung yang kini sudah kembali duduk di sampingnya.

“Maaf oppa, aku tidak punya kado,” tambahnya buru-buru. “Sungguh, aku tidak tahu ini pesta perayaan ulang tahun oppa. Kupikir ini acara penyambutan kepulangan Hyeki.”

Yesung tertawa. “Kupikir Hyeki seorang presiden sampai pulang saja butuh disambut,” sahutnya bergurau. “Tidak apa-apa. Aku hanya terus berharap kau menjadi seorang Clouds yang setia. Kau tahu sendiri kan? Fandom kita tidak sebanyak Elfishy, Siwonest, dan lain-lain. Fans yang setia sangat penting buatku. Kekuatanku.”

Yesung terdiam setelah mengatakan itu. Sebenarnya buat apa dia mengatakannya?

Sooyan untuk pertama kalinya berusaha menatap Yesung langsung. Menatap wajah tampan yang terpilih sebagai biasnya. Kali ini dia bisa melihatnya. Dia bisa melihat hati Yesung yang hanya diketahuinya dari berita-berita dan gosip selebritis saja.

Mendadak, Sooyan merogoh kantung tasnya berharap benda itu masih di sana. Sebuah cincin hitam sederhana. Sooyan mengulurkan cincin itu.

“Biksu di kuil Shan bilang padaku bahwa cincin ini memberikan enerji positif bagi pemakainya. Aku membelinya bahkan tanpa tahu akan kuberikan pada siapa dan sekarang aku memutuskan memberikannya pada Yesung oppa,” ujarnya. “Sangiel cukha hamnida.”

“Terima kasih, Sooyan-ah,” ujar Yesung dan memasang cincin itu ke jari telunjuknya sebelum akhirnya dia pergi bergabung untuk berkaraoke bersama member yang lain.

Sooyan tersenyum lebar. Yesung menyebut namanya.

Ya Tuhan! Sooyan sangat ingin pingsan lagi.

Hyeki sekarang menduduki kursi yang tadinya diduduki Yesung. Gadis itu hanya tersenyum miring menatap Sooyan.

“Kupikir tadinya aku akan melihat ekspresi putus asa padamu, Sooyan-ah, tapi ternyata star struck lebih jelas telihat,” gurau Hyeki.

Sooyan terkikik. “Aku masih patah hati, tapi sekarang rasanya sudah terobati,” sahutnya riang.

Hyeki menepukkan tangannya bersemangat. “Nah, apa kubilang waktu malam itu menelponmu, ‘your bias is more handsome than your crush, so keep that in your mind and you’ll never know what heartbreak is’” katanya riang.

Sooyan mengangguk-angguk. Kali ini dia setuju dengan anak IQ 130 itu.

August, 24th 2013, Sooyan’s Apartment, Gangnam-gu

“Sudah ketemu belum lilinnya?” Hyeki mendadak muncul di balik bahu Sooyan. “Ya! Kenapa senyam senyum begitu?” tanyanya bingung.

Sooyan tersenyum semakin lebar dan mengacungkan selembar foto. “Tada! Selca pertamaku dengan Yesung oppa, bagus bukan?” serunya. “Aku bahkan sudah lupa dimana menyimpan foto ini sebelum hp-ku itu rusak.”

Hyeki mendengus. “Ooh, kau pasti senyam senyum karena mengingat kejadian empat tahun yang lalu saat pertama kali bertemu Yesung oppa?” tebak Hyeki.

Sooyan mengangguk. Pertemuan itu berprogress cepat. Malam setelah pertemuan itu Yesung menghubunginya dan mereka bertemu secara teratur sejak saat itu. Enam bulan setelahnya, tepatnya 2 Februari, mereka akhirnya meresmikan hubungan sebagai sepasang kekasih, membuat Hyeki mogok bicara selama seminggu penuh. Alasannya? Mantranya yang your bias is more handsome than your crush bla bla bla itu tidak berpengaruh lagi pada Sooyan.

“Sooyan-ah! Hyeki-ya!” suara Sungmin memanggil mereka. “Cepat keluar! Sebentar lagi Yesung hyung tiba!”

Hyeki segera berjalan menuju pintu kamar. “Ayo cepat!” ajaknya.

Sooyan mengangguk dan mengikuti Hyeki keluar setelah meletakkan foto itu di meja riasnya. Dulu Sooyan bahkan tidak membawa kado apa pun ke ulang tahun Yesung dan sekarang dia adalah Master of Party for Yesung Birthday.

Pintu kamar Sooyan tertutup dan beberapa saatnya setelah lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan dengan berbagai warna suara terdengar dari ruang tengah.

-THE END-

Note : star·struck or star-struck  (stärstrk) adj. Means : Fascinated by or exhibiting a fascination with fame or famous people: “The star-struck tone of the text suggests that the author is giving us an exclusive peek into the secret lives of the justices” (Richard A. Epstein). – From The Free Dictionary Website.

A. N Sebelum bonus :

Halohaa. Sangiel Cukhae bang Yesung!! Ini FF bikinnya keidean saat mau solat ashar dan plotnya dibikin di dalam otak dulu baru dituangkan di kertas.

Ini kayanya agak out of character sih Sungyan couplenya, tapi yaudalah yaaa, saya maunya rom-com yang happy-happy aja. Semoga yang request suka deh versi yang ini. Ini ceritanya awal pertemuan mereka. Kalau jamannya SCS dulu kan Yesung ceritanya sebaya, nah yang ini versi beneran umurnya hehe.

Aniweei, Yesung milik Sooyan sekarang dan seluruh member Suju lain milik qL^^ (becandaa, jangan lempar selop!!)

Comments and likes are always loved.

Ficlet :

Hyeki bukan Cenayang, tapi…..?!?!

Park Hyeki sedang malas bergerak. Hanya duduk di depan TV dan mengunyah setoples cookies yang dicolongnya dari Inyoung. Ujian semester baru saja selesai dan musim panas yang cerah di Seoul sudah menanti. Kemalasan Hyeki bergerak ini dapat dibuktikan dengan pengabaiannya terhadap si ponsel pintar yang tiada hentinya menyanyikan Why so Serious dari SHINee sejak 30 menit yang lalu.

Akhirnya Hyeki menyerah dan mengangkat telepon dari si penganggu.

Yobyeso?” sapanya.

“Hyeki-ya!” suara di seberang tidak akan bisa lebih girang lagi saat mendengar suara Hyeki. Hyeki mengernyit menyadari siapa yang menelpon.

Wae?” tanya Hyeki ketus.

Jangan salahkan Hyeki bersikap ketus pada Seung Gi. Sahabat cowoknya itu adalah tipe cowok pelit yang tidak mau menghubungi Hyeki lewat telpon dengan dalih PPN telpon yang mahal ke New York. Nah, kalau dia menghubungi Hyeki sekarang berarti ada yang darurat.

“Jangan begitu Hyeki-ya,” rajuk Seung Gi. “Ini darurat!” pekiknya lagi.

Nah, tuh kan.

Masalahnya yang dimaksud darurat bagi Seung Gi hanya dua : 1) Seung Gi jatuh cinta lagi tapi tidak bisa putus dengan pacarnya, 2) Seung Gi membuat Sooyan marah besar karena sikapnya. Hyeki lebih condong pada tebakan yang kedua.

“Cewek atau Sooyan?” tanya Hyeki, masih dengan nada ketus yang sama.

“Kim Sooyan juga cewek, bodoh!” jawab Seung Gi sewot. Masa dia menelpon mahal-mahal ke New York hanya untuk mengalami dampratan dari si cewek sinis ini.

“Kalau begitu jawabannya Sooyan,” sahut Hyeki dengan nada menang.

Seung Gi mengomel sendiri walaupun tebakan Hyeki benar.

“Ada apa lagi?” tanya Hyeki.

Lagi? Memang, dua sahabatnya itu menjalani hubungan paling aneh sedunia menurut Hyeki. Baiklah akan dijelaskan letak keanehannya. Mereka bertiga bersahabat sejak SMA. Setelah petualangan panjang selama masa SMA (Hyeki masuk aksel, jadi otomatis Sooyan lebih sering bersama Seung Gi), sesaat sebelum kelulusan Sooyan dan Seung Gi menyadari sesuatu. Sooyan menyukai Seung Gi dan Seung Gi juga menyukai Sooyan. Keduanya sudah saling mengakui perasaan masing-masing, namun memutuskan belum bisa menjadi kekasih. Entah apa alasannya, Hyeki tidak tahu. Jadi sekarang, setiap Seung Gi dekat dengan cewek mana pun, Sooyan akan ngambek dan begitu juga sebaliknya.

“Aku….” Seung Gi terdiam cukup lama, ragu.

Hyeki menyimpulkan yang ini pasti dosanya berat untuk dimaafkan Sooyan.

“Aku mencium Minna di kampus barusan,” aku Seung Gi sambil membuang nafas berat.

Gila! Dasar Seung Gi bodoh! Umpat Hyeki dalam hati. Sudah bisa dipastikan Sooyan patah hati.

“Dia menangis tidak?” tanya Hyeki lagi sambil mengertakkan giginya geram.

“Sepertinya begitu. Dan dia menghapus semua kontaknya denganku,” lapor Seung Gi. “Aku harus bagaimana?” tanyanya panik.

Hyeki mendengus. Dia sangat ingin marah-marah sebenarnya, tapi alih-alih marah Hyeki memutuskan untuk berkepala dingin.

“Sudah saatnya berhenti main-main, bodoh! cari satu cewek lalu setia apa susahnya sih? (Seung Gi mendengus mendengar kalimat ini.) Aku akan mencari cara supaya kebodohanmu tidak mengorbankan persahabatan kita,” jawab Hyeki.

“Baiklah, kuserahkan padamu!” ujar Seung Gi riang dan menutup telepon.

Tipikal Seung Gi. Tidak merasa bersalah sama sekali.

Hyeki menghela nafas. Sepertinya dia harus mengeluarkan mantra ampuhnya untuk Sooyan. Your bias is more handsome  than your crush, so keep that in your mind and you’ll never know what heartbreak is.

Jadi Hyeki mengatur rencana untuk menyertakan Sooyan dalam acara ulang tahun Yesung, bias Sooyan. Untuk menyadarkan Sooyan, bahwa Yesung lebih tampan dari Seung Gi dan dia tidak perlu patah hati.

Little did Hyeki know, Sooyan akhirnya justru berpasangan sungguhan dengan biasanya.

Sekarang kita tahu Hyeki bukan cenayang seperti yang dijelaskan Sooyan, tapi…..

Entahlah, mungkin bocah sinis yang menjadi perantara Tuhan untuk menyembuhkan patah hati Sooyan.

-NOW, IT IS REALLY THE END-

Tetap

Comments and likes are loved 😉 

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s