Sweet Like a Cake

Title : Sweet like a cake

Cast : Kim Kibum, Kim Sooyan and Others

Genre : Romance, Friendship, School life

Rating : G

Type : Ficlet

* * *

Sweet Like a Cake

Ting! Bunyi microwave pertanda kue matang membuat Sooyan terlonjak girang. Sooyan menggunakan sarung tangan anti panas dengan hati-hati mengangkat loyang kue itu. Dia tersenyum puas bersama teman-teman sekelompoknya karena mereka berhasil memanggang kue dengan matang sempurna. Kue itu lalu dipotong. Masing-masing anak harus menghias kue sesuai selera mereka.

Sooyan melapisi kue itu dengan selai blueberry, lalu menambahkan cream putih di atas menjadikan kue itu tart mini. Dengan hati-hati Sooyan meletakkan daun mint dan beberapa potongan cokelat di sana.

“Hei, tahu tidak,” Hyorin si ratu gosip membuka pembicaraan, “anak-anak kelas A yang sudah selesai praktik memasak membawakan potongan kue ini untuk anak laki-laki yang mereka sukai,” serunya disambut gumamam oooh panjang dari anak-anak perempuan yang mendengar.

Segera saja mereka berbisik-bisik akan membawakan kue untuk siapa.

Hyorin mendekati Sooyan. “Kau tidak mau membawa kue untuk Kibum?” tanya Hyorin menggodanya.

Sooyan mendengus. “Dia hanya akan mencemooh kueku. Kibum jauh lebih pintar memasak,” jawabnya ketus.

Hyorin tertawa. “Mungkin saja Kibum sesekali ingin mencoba masakanmu,” jawab Hyorin, lalu gadis itu pergi menjauh.

Kelas memasak bubar. Anak-anak perempuan tersenyum riang sambil membawa cake di tangan mereka. Kebetulan sekali jam istirahat maka kantin dipenuhi oleh pasangan-pasangan yang sedang asyik memakan cake.

Sooyan menghela nafas berat, urung melangkah masuk kantin. Cakenya sendiri tersimpang rapi di dalam loker, mungkin Sooyan akan memberikannya untuk oppa-nya saja. Sooyan berbalik hendak meninggalkan kantin dan tersentak kaget ketika Kibum tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangnya. Tangan Kibum terulur seolah meminta sesuatu dari Sooyan.

“Mwo?” tanya Sooyan bingung.

“My cake,” jawab Kibum dengan aksen amerikanya.

Sooyan mendengus. “Kenapa minta padaku?” tanyanya sewot.

Sooyan melangkah begitu saja meninggalkan Kibum yang masih berdiri mematung di depan pintu kantin. Kibum tersadar dan berlari mengejar Sooyan. Dia berjalan sambil menyamakan langkah dengan Sooyan.

“Tentu saja, memangnya aku harus minta cake ke siapa lagi?” Kibum balik bertanya dengan nada tak berdosa.

Sooyan menghentikan langkahnya dan berdiri berhadapan dengan Kibum. Tangannya berkacak pinggang.

“Ya Tuhan, minta saja pada penggemarmu,” tukasnya galak.

Kibum mengerjap, bingung dengan reaksi Sooyan yang marah padanya.

“Hei, hei. Kenapa kau jadi marah padaku?” tanya Kibum balas bicara dengan nada galak. “Asal kau tahu ya Kim Sooyan, tidak ada anak perempuan yang memberiku cake karena mereka pikir aku pasti mendapatkan cake darimu,” tukas Kibum. “Sekali lagi aku ulangi, PASTI – PASTI mendapatkan cake darimu,” ulang Kibum sambil memberikan penekanan.

Sooyan membuang nafas. Mengalah. Dia sedang tidak ingin berdebat dengan Almighty Kibum karena itu berarti dia akan menghabiskan banyak energi percuma. Sooyan melangkah menuju lokernya dan mengeluarkan cake itu dari sana. Lalu dia menyeret Kibum mengikutinya dan akhirnya mereka duduk di taman sekolah.

Sooyan menyerahkan cakenya yang langsung diambil Kibum. Kibum menyendok cake dan mencicipinya.

“Bagaimana?” tanya Sooyan. “Enak?”

“Bukannya kau tidak suka blueberry? Kenapa kau memasukkan blue berry ke dalam cakemu?” Kibum malah balik bertanya, bukannya menjawab pertanyan Sooyan.

Sooyan tergagap dan membuang muka.

“Bukan begitu, itu bahan yang disediakan oleh saem tadi,” jawab Sooyan.

Kibum hanya tertawa, melanjutkan makan cakenya. Suasana hening tercipta di antara mereka.

“Kau masih marah padaku, hm? Karena aku mengomelimu karena pulang larut?” Kibum tiba-tiba bertanya.

Sooyan menggeleng.

“Kalau begitu, karena aku pergi bersama penggemarku dan membatalkan janji denganmu?” tanya Kibum lagi.

Sooyan terbatuk. “Aku tidak mau menjawab untuk pertanyaan yang itu,” ujarnya.

Kibum tersenyum tipis. “Bukannya aku tidak mau pergi denganmu, aku hanya takut kalau penggemarku malah akan membullymu bila aku memilih denganmu,” jawab Kibum tenang.

“Mwo?” Sooyan tidak menyangka jawaban yang diberikan Kibum.

“Kim Sooyan, neomu joh-a,” ujar Kibum lagi sambil membentuk hati dengan kedua tangannya.

“Ya!” seru Sooyan sambil tertawa kecil.

“Hei, hei, aku serius,” ujar Kibum cemberut.

Sooyan mencubit pipi Kibum, tertawa lebar karena sifat kekanak-kanakannya. “Aku tidak perlu menjawabnya kan?” tanya Sooyan.

Mata Kibum menyipit. “Hei, jangan curang!”

Sooyan tertawa lagi. “Arraseo. Akan kujawab setelah aku yakin kau tidak bercanda,” ujar Sooyan.

“Hei, hei!” protes Kibum.

Sooyan hanya tertawa. Pernyataan suka Kibum terdengar sangat manis baginya dan dia tidak bisa menemukan jawaban yang pantas untuk menandingi jawaban Kibum. Jadi dia hanya tertawa dan membiarkan cake blueberry itu yang memberitahukan isinya hatinya pada Kibum

*END*

Just consider it as ficlet , I dont have any idea and for the first time. I don’t slip Hyeki there. This world is only for you two. Leave comment J

Xoxo,

qL^^

Advertisements

2 thoughts on “Sweet Like a Cake

  1. pendek pendek pendek -____-”
    kyaaaaaaaaa!!!!!

    panjangin dong panjangin #puppy eyes
    biar lebih terlihat gitu sweet-nya nih couple, wkwkwk~ #evil laugh
    ppalli, get the feeling back for this FF, haha..
    fighting 😀

    Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s