Kitchen’s Disaster

Title : Kitchen’s Disaster

Casts : Park Hyeki (covered by Juniel), Kim Sooyan (covered by Park Seyoung), Yesung, Kyuhyun, Leeteuk, Sungmin

Support casts : Others SuJu’s member

Genre : Friendship, a little bit comedy

Rated : G

Chapter : One shot (kayaknya -___-)

Summary : Hyeki and cooking are never meant to be …

Recommended Backsong : Cooking! Cooking – Super Junior H

Credits and disclaimer : absurd story line  and plot copyright of qL^^. Gorgeous fancy poster credit to Sifixo@IndoffArt

* * *

kitchen_s-disaster

Kitchen’s Disaster

“Belajar masak? Shireo!” jerit Hyeki kencang, membuat Sooyan terpaksa menjitak kepala gadis itu agar berhenti berteriak.

Mereka sedang di dorm lantai bawah suju, mampir sebentar karena ingin bertemu Yesung sebelum Yesung dan memberdeul Suju terbang ke Bangkok. Dorm suju sedang sepi, kebanyakan karena para member sedang di lantai atas, pacaran dengan pasangannya masing-masing atau sekedar tidur siang. Di lantai bawah hanya ada Yesung, Kyuhyun, Sungmin dan Eunhyuk. Tapi sekarang keempatnya sedang di lantai atas, meninggalkan dua yeoja itu di lantai bawah.

Hyeki sudah pasti dilarang oppa-nya tersayang untuk ke lantai atas. Selain karena member yang tinggal di lantai atas lebih berbahaya, juga karena tidak ingin Hyeki terlalu tahu masalah privasi Super Junior. Hyeki tidak pernah ambil pusing mengenai hal itu, toh niat oppa-nya kan baik. Dia datang ke dorm hanya untuk menemani Sooyan.

Hari ini Sooyan membuatkan beberapa makanan untuk Yesung dan memberdeul Suju lainnya. Namun begitu makanan itu terhidang di atas meja, Hyeki mulai mencomot satu. Yah, berhubung Sooyan menculiknya dengan tiba-tiba membuat Hyeki akhirnya menunda makan siang. Karena melihat selera makan Hyeki yang rakus, Sooyan tiba-tiba berpikir untuk mengajari Hyeki masak. Daripada dia sangat boros dengan selalu membeli makanan di luar. Namun sayangnya, niat baik Sooyan disambut teriakan Hyeki dan berujung jitakan di kepala Hyeki.

“Kenapa teriak-teriak?” tanya Leeteuk heran. Karena dia melarang Hyeki ke lantai atas, maka Leeteuk harus berkorban dengan datang ke dorm lantai bawah.

Aniyo. Tidak ada apa-apa, oppa,” jawab Sooyan cepat sambil melempar death glare pada Hyeki yang acuh.

Leeteuk mengangkat bahu tidak peduli. Dia ikut duduk di meja makan bersama Hyeki dan mulai menyendok nasi. Leeteuk terdiam sesaat ketika melihat lauk pauk yang Sooyan buat.

“Kau masak ini semua?” tanya Leeteuk. Sooyan hanya mengangguk.

Jinja daebaak!” puji Leeteuk membuat pipi Sooyan bersemu.

Ya! Hyung, jangan sembarang menggoda yeojachingu orang lain,” tegur Yesung yang tiba-tiba muncul. Hyeki meledak tertawa mendengar omelan Yesung.

Sosok Kyuhyun dan Sungmin ikut muncul di belakang Yesung. Kyuhyun tersenyum girang, apalagi kalau bukan karena menemukan dongsaeng tersayang yang bisa dipaksanya untuk menemaninya main game seharian. Sedangkan Sungmin hanya tersenyum ramah seperti biasa. Mereka semua lalu makan siang bersama dan sejenak melupakan niat Sooyan untuk mengajari Hyeki memasak.

* * *

“Kau mau mengajari Hyeki memasak?” tanya Sungmin mengulang ucapan Sooyan. Matanya melebar tak percaya saat melihat Sooyan mengangguk-angguk bersemangat. Sementara Yesung yang duduk di sebelah Sooyan dengan sebelah tangan merangkul yeoja itu hanya menghela nafas. Tahu benar dia tidak bisa menghentikan Sooyan.

“Ayolaah, bantu aku oppa,” mohon Sooyan. “Ne, ne?”

Sungmin menatap Sooyan dengan ragu. Bingung harus menjawab apa, matanya malah menatap Hyeki dan Kyuhyun yang sedang perang game. Satu dengan PSP milik Kyuhyun dan satu lagi PSP pinjaman Donghae, berhubung PSP Hyeki sedang disita InYoung. Keduanya saling sikut dan berteriak-teriak heboh tidak terkontrol, membuat Sungmin menghela nafas panjang. Sungmin kembali menatap Sooyan yang masih memiliki binar semangat di matanya.

“Baiklah, aku ikut membantu, walaupun tidak yakin ini akan berhasil,” jawab Sungmin akhirnya. Sooyan tersenyum senang sedangkan Yesung hanya mengelengkan kepalanya prihatin.

“Bagaimana kalau kau ajak Ryeowook juga?” tawar Yesung, yakin bahwa Sungmin dan Sooyan saja tidak akan cukup untuk mengajari gadis itu memasak.

“Jangan!” tolak Sooyan. “Kita berdua saja cukup, kan Yesung oppa, Leeteuk oppa, juga Kyuhyun oppa bisa membantu.”

Naega?” tunjuk Yesung pada dirinya sendiri.

Ne!” Sooyan menggangguk mantap sementara Sungmin terkekeh. Yesung ikut terjerat dalam percobaan mengajari Hyeki memasak.

* * *

Hyeki tercengang saat membaca selembar kertas yang baru saja diserahkan Sooyan padanya. Gadis itu menatap Sooyan seolah-olah temannya itu sudah gila. Bagaimana tidak? Kertas yang baru saja diserahkan Sooyan itu berisi jadwal pelajaran memasak untuk Hyeki dalam beberapa kali pertemuan.

Ya! Ige mwoya?” protes Hyeki.

“Aku kan sudah bilang akan mengajarkanmu memasak,” jawab Sooyan kalem.

“Tapi tidak perlu ada jadwalnya segala,” protes Hyeki lagi. “Lagipula aku juga tidak bilang setuju kan?”

“Cish, ini supaya semuanya teratur dan aku bisa mengevaluasimu dengan mudah,” ujar Sooyan ringan.

“Tidak mau, aku sibuk,” tolak Hyeki, menghempaskan kertas itu di atas meja.

“Astaga, tutor memasakmu bahkan jauh lebih sibuk, nona Park. Mereka harus Sushow tapi masih bersedia membantu ketidaktahuanmu soal memasak,” omel Sooyan.

Hyeki mengernyit bingung. Tutornya sushow? Mwo? Jangan bilang …..

Hyeki buru-buru menyambar kertas yang tadi dihempaskan begitu saja di atas meja dan benar saja. Nama Sungmin, Leeteuk, Yesung, dan Kyuhyun ada di kertas itu sebagai tutor. APA? KYUHYUN?! Kalau Sungmin, Leeteuk, dan Yesung sih Hyeki masih paham, tapi Kyuhyun?

“Kenapa Kyuhun juga jadi tutor? Dia kan juga tidak bisa memasak?” tanya Hyeki sengit.

“Setidaknya aku bisa masak ramen dengan baik, Park Hyeki,” suara Kyuhyun menjawab pertanyaan Hyeki, membuat gadis itu terlonjak kaget. Kyuhyun tiba-tiba saja muncul di belakangnya sambil mengalungkan lengannya ke leher Hyeki dari belakang seolah ingin mencekiknya, “Dan satu lagi, aku lebih tua daripadamu, tahu,” omelnya sambil menjitak kepala Hyeki dengan tangannya yang bebas.

“Hei, hei, bercandamu tidak lucu, Kyuhyun ah,” omel Sungmin, menarik Kyuhyun menjauhi Hyeki dan membuat Hyeki terlepas dari cekikan Kyuhyun.

“Cish, masak ramen saja dibanggakan,” ejek Hyeki setelah bisa bernafas. Kyuhyun memandanginya dengan aura pembunuh yang langsung dipadamkan Sungmin dengan jitakan.

“Mana Yesung oppa dan Leeteuk oppa?” tanya Sooyan mengalihkan perhatian. “Hari ini kita akan mulai pre-course,” ucapnya bangga.

Hyeki mendengus, diam-diam berpikir apa sebaiknya dia menyarakan Sooyan agar mendirikan sekolah koki saja. Dia kelihatannya sangat bersemangat soal masak memasak.

“Leeteuk hyung dan Yesung hyung tidak bisa datang, mereka berdua titip salam,” jawab Sungmin.

Sooyan mengangguk-angguk. Rupa-rupanya ketidakhadiran Yesung tidak terlalu menyurutkan semangatnya. Sementara Hyeki hanya menatap Sungmin dan Kyuhyun dengan ngeri. Dunia yang mengerikan akan segera dimulai.

* * *

“Sebelum mulai pelajaran pertama, kita akan melakukan pretest dulu,” ucap Sooyan. Nada bicaranya bak guru-guru di sekolah biasa, namun di telinga Hyeki terdengar seperti titah baginda Raja.

Hyeki duduk di depan pantry dapur yang sekarang dipenuhi alat-alat untuk memasak serta beberapa bumbu masak yang diatur dengan acak oleh Sooyan. Sungmin, Kyuhyun dan Yesung juga ada di sana, menyaksikan pelajaran memasak pertama Hyeki dengan wajah prihatin. Tentu saja kecuali Kyuhyun. Wajah si maknae evil itu hanya menyeringai cukup untuk membuat Hyeki kesal.

“Yuk, kita mulai. Aku akan menunjuk alatnya dan kau sebutkan nama dan fungsinya, arraseo?” tanya Sooyan.

“Ne,” Hyeki mengangguk pasrah.

Sooyan mulai menunjuk satu per satu alat itu.

“Itu telenan.” Sooyan mengangguk membenarkan.

“Itu wajan.” Sooyan mengangguk lagi.

“Itu … emm, alat kukus?” Sooyan mengangguk dengan wajah kecut.

“Itu spatula, eh iya benar, spatula.” Sungmin menghela nafas.

“Itu lada, eh bukan, itu… emmm…  AAARRRGH, NAN MOLLA,” teriak Hyeki gusar. Kebingungan membedakan antara bumbu-bumbu masak itu. Kalau alat masak sih itu masih mudah baginya, tapi kalau bumbu… Hyeki pasti angkat tangan.

Sooyan, Sungmin dan Yesung sama-sama membuang nafas berat. Pengetahuan Hyeki tentang dapur memang nol besar. Bagaimana mungkin anak perempuan tidak suka di dapur?

Hanya Kyuhyun saja yang melangkah tenang dan berdiri tepat di hadapan Hyeki. Jarinya menyentil jidat Hyeki pelan, membuat gadis itu mengaduh.

“Dasar bodoh!” ejek Kyuhyuh, “masa hal seperti ini aja kau tidak tahu,” cibirnya lagi.

Hyeki baru saja akan membalas ejekan Kyuhyun saat Kyuhyun tiba-tiba menyebutkan dengan lancar satu per satu nama-nama alat dan bumbu masak yang ada di atas pantry. Hyeki hanya menganga dan menatap takjub. Seorang Cho Kyuhyun bisa menghafal soal dapur? Ini bisa dicatat sebagai salah satu keajaiban dunia tahun ini.

Sooyan, Sungmin dan Yesung hanya mengulum senyum saat melihat keterpanaan Hyeki pada Kyuhyun yang lancar menyebutkan satu per satu nama-nama alat dan bumbu masak yang bahkan jarang disentuh namja itu. Tentu saja ada alasan di balik pengetahuan Kyuhyun, yaitu briefing yang diberikan sebelum mengajar Hyeki hari ini. Tuan Cho yang hobi main game itu dipaksa untuk menghafalkan semuanya, alasan Sooyan karena seorang tutor harus lebih pintar dari muridnya dan Kyuhyun yang tidak mau kalah dari Hyeki akhirnya bersedia menghafalkan semuanya.

* * *

“Pelajaran kedua adalah memasak sop,” kata Sooyan gembira. Hyeki mendengus lagi. Di pelajaran pertama kemarin Hyeki akhirnya lulus dengan nilai standar – menurut Kim Sooyan- dan akhirnya bisa lanjut ke pelajaran kedua.

“Ayo, coba kupas bawangnya,” ujar Sungmin, menyerahkan pisau pada Hyeki yang memakai apron biru, sementaranya dirinya memakai apron pink yang sama dengan Sooyan.

Hyeki mengambil pisau dan bawang merah. Menatap kedua benda itu dengan ragu-ragu.

“Kau yakin bisa?” tanya Yesung khawatir.

Hyeki terkekeh. “Tenang saja, aku pasti bisa,” jawab Hyeki semangat, lalu mulai mengupas bawang.

Sooyan dan Yesung lalu larut mengobrol sambil mempersiapkan bumbu yang lain. Sementara Sungmin dan Kyuhyun yang memotong wortel diam-diam memperhatikan Hyeki yang bersusah payah mengupas bawang merah.

“Ouch,” pekik Hyeki pelan. Matanya mulai merah dan berarir, yaah efek tidak terbiasa mengupas bawang merah. Sungmin segera menyuruh Hyeki menghentikan kegiatan mengupas bawangnya. Saat itu juga Sungmin hanya bisa menggelengkan kepala melihat lecet akibat pisau di jari tangan Hyeki.

Sooyan hanya bisa pasrah. Memang diperlukan kesabaran ekstra untuk mengajari Hyeki soal memasak. IQ Hyeki sepertinya tidak dalam kapasitas yang cukup bila berhadapan dengan kegiatan itu. Pelajaran memasak sop hari itu diakhiri dengan akhirnya Sooyan dan Sungmin lah yang akhirnya memasak.

* * *

Dua bulan berlalu sejak Hyeki mulai belajar memasak. Jangan ditanya berapa banyak lecet di jari tangan dan keluhan-keluhan panjang pendek yang keluar dari mulut Hyeki selama pelajaran berlangsung. Belum lagi ditambah keributan yang ditimbulkan Kyuhyun setiap kali Hyeki salah mencampur bumbu atau sayuran. Kesabaran Sooyan benar-benar diuji. Sungmin dan Yesung bahkan sudah angkat tangan, hanya mengamati dan sesekali memberi saran.

Hari ini Hyeki sendirian di rumah dan bangun kesiangan. Perutnya kelaparan minta diisi. Hyeki turun ke dapur, memeriksa apakah InYoung menyisakan makanan untuk sarapan. Tapi nihil. Bahkan roti pun tidak ada. Hyeki mendengus. Dia bisa mati kelaparan kalau begini, pikirnya lebai. Gadis itu sigap meraih pesawat telepon sambil memandangi daftar menu dari berbagai restoran yang ditempel di lemari es. Delivery order adalah keahlian Hyeki berhubung rasa malasnya yang kian besar dalam urusan masak memasak.

Hyeki memutar-mutar pesawat telepon dengan bimbang. Entah apa yang merasukinya, gadis itu malah memutuskan untuk memasak.

“Mm, masak apa ya yang mudah?” tanyanya pada diri sendiri. Memutar otak memikirkan resep-resep yang diajarkan Sooyan. “Aaah, bubur saja.”

Maka Hyeki mengeluarkan panci dan mulai memilah-milah bumbu. Dia mulai mencapur air dan beras untuk mendapatkan bubur. Lalu menyiapkan bumbu untuk buburnya. Bosan menunggu, Hyeki melangkah ke ruang tengah untuk menyalakan televisi. Mencari-cari plihan yang menarik dan akhirnya jatuh pada Spongebob Squarepants. Si kotak kuning itu membuat Hyeki terpingkal-pingkal tertawa.

Hyeki baru ingat kalau dia memasak bubur setelah kira-kira lima belas menit kemudian. Terburu-buru berlari ke dapur dan melihat dapur dipenuhi asap hitam. Masakannya hangus. Dan yang lebih parah, alat pemadam mulai mengucurkan air ke dapur, membuat jelaga hitam menempel di mana-mana. Hyeki panik dan nyaris menangis melihat dapurnya kacau balau. Dia bingung harus melakukan apa, jadi hanya berdiri di dekat pintu dapur dengan tubuh bau asap dan basah kuyup.

“Omo!” pekik Sooyan yang entah bagaimana caranya bisa masuk ke dalam rumah. Jelas kaget melihat Hyeki dan dapurnya.

“Hyeki-ya!” panggil Jungsoo panik, bergegas mendekatinya adiknya yang lusuh bagai anak hilang.

Hyeki memeluk Jungsoo erat karena ketakutan, membuat baju Jungsoo kebasahan. “Oppaaaaa!!”  teriaknya panik. “InYoung eonni akan membunuhku karena mengacaukan dapurnya,” adu Hyeki cemas.

Jungsoo tertawa.

Kyuhyun, Sungmin dan Yesung yang sudah ikut masuk yang bengong melihat keadaan Hyeki dan dapurnya.

“Apa sih yang kaulakukan, Park Hyeki?” tanya Kyuhyun bingung, melihat kekacauan di dapur.

Hyeki terdiam, ragu-ragu menjawab. Semua mata memandang Hyeki sekarang.

“Aku… memasak,” jawab Hyeki dengan volume suara yang kecil.

Mwo?” pekik semua orang serempak.

“Kau benar-benar memasak?” tanya Sooyan tak percaya. Hyeki mengangguk pelan.

Jinjayo?” tanya Yesung lagi. Hyeki kembali mengangguk pelan.

Semua orang kembali tertawa keras. Jungsoo kemudian menyuruh Hyeki mandi dan berganti pakaian, sedangkan yang lain membereskan kekacauan di dapur yang disebabkan oleh Hyeki. Untunglah tidak ada kerusakan berarti, hanya ada jelaga hitam saja yang menempel di mana-mana.

Hyeki ikut bergabung membersihkan sisa-sisa bencana yang diakibatkan olehnya.

“Bagaimana bisa jadi seperti ini sih? Bukannya kau sudah ahli menggunakan kompor sekarang?” tanya Sooyan tak mengerti.

Hyeki yang sedang mengelap lemari es hanya nyegir lebar. “Aku lupa kalau sedang memasak karena menonton Spongebob,” jawabnya tanpa dosa.

Dan jitakan Kyuhyun adalah balasan atas jawab Hyeki yang tidak jelas itu.

*THE END*

AN : Gaje? Memang., hehe :p Leave comments.

AN2 : FF ini sengaja aku publish ulang berhubung poster baru hasil request di IndoFFArt baru jadi yuhuuu~~ Thanks berat yaa untuk sifixo 🙂 aku suka banget posternya. Rekomen deh buat yang mau request poster hehe

NO Silent Readers. NO PLAGIARIST.

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s