Time for Us : Time 9

Time 9 Tricky

“Kyuhyun?” pekik Nara pelan saat Kyuhyun muncul di apartemennya.

Kyuhyun hanya nyengir lebar seperti biasa dan langsung masuk tanpa dipersilahkan. Dia berjalan menuju sofa dan berbaring di sana, sementara Nara menutup pintu dan mengikuti langkahnya.

“Apa yang kaulakukan tengah malam begini di apartemen orang lain, Cho Kyuhyun?” tanya Nara ketus.

Kyuhyun nyengir tak berdosa. “Wae? Lagipula ini kan apartemen tunanganku,” jawabnya acuh.

Nara memukul kepala Kyuhyun dengan bantal. “Aish, appo, Kwan Nara,” ringis Kyuhyun, mengelus kepalanya.

“Dasar! Ini tengah malam Cho Kyuhyun, apa yang akan dipikirkan orang lain kalau melihat pria yang belum menikah menginap di apartemen seorang wanita?” keluh Nara penuh emosi. Dirapatkannya cardigan yang dipakai menutupi piyamanya.

“Tidak apa-apa kan? Kau ini berlebihan sekali, lagipula kita kan tidak melakukan apa-apa,” bantah Kyuhyun yang dihadiahi death-glare oleh Nara.

“Cish, kau harus tahu diri Tuan Cho. Kemampuan menyetirmu di malam hari kan parah, kau mau menyia-nyiakan hidupmu hanya untuk datang ke apartemenku?” tanya Nara sarkartis.

Ekspresi wajah Kyuhyun berubah serius. “Aku tidak bisa tidur. Ada yang harus kutanyakan padamu.”

Nara hanya menatap dengan ekspresi bingung.

“Apa ayahmu pernah berhubungan dengan mafia?” tanya Kyuhyun pelan.

Mwo?” Nara kaget, lalu kemudian terkekeh. “Kau bicara apa sih, Tuan Cho.”

Ya! Aku serius Kwan Nara,” teriak Kyuhyun kesal, karena Nara menganggapnya bercanda.

Nara berhenti tertawa. “Aku tidak mengerti maksud pembicaraanmu,” jawab Nara pelan.

“Aku mencuri dengar pembicaraan Minho dan Hyemi di kantor siang tadi,” ucap Kyuhyun memulai penjelasannya. “Nomer polisi mobil yang menyerang Hyeki diduga milik mafia besar. Kupikir Park Corp mungkin bekerjasama dengan mafia, lalu ada kesalahpahaman yang membuat mafia itu terpaksa harus membunuh Hyeki untuk menghancurkan Jungsoo ahjusshi. Lagipula Hyeki adalah satu-satunya kandidat pewaris Park Corp. Karena itu aku bertanya padamu mengenai mafia. Ayahmu kan juga pemilik perusahaan besar,” imbuh Kyuhyun.

Nara diam, mencerna ucapan Kyuhyun dengan lambat. “Aniya, aboeji tidak pernah membicarakan mengenai hal itu padaku. Aku kan tidak menyukai bisnis, tidak seperti Hyeki.”

“Itu sebabnya Minho menyelidiki Hyeki sampai ke kampus,” bisik Kyuhyun. Otaknya mulai merangkai satu persatu permasalahan ini.

“Entahlah, Kyu. Mungkin besok kita bisa menelpon aboeji untuk menanyakan itu,” saran Nara.

Kyuhyun mengangguk dan keduanya larut dalam pemikiran masing-masing.

“Aku pikir ini hanya masalah persaingan bisnis yang melibatkan Hyeki sebagai pewaris Park Corp. Tapi kalau mafia ikut campur tangan, artinya ada hal lain yang lebih rumit,” ujar Kyuhyun dengan nada menerawang.

“Kalau benar ini semua ada hubungannya dengan mafia,” kalimat Nara menggantung, gadis itu menoleh pada Kyuhyun, mencengkram lengannya erat, “berarti Hyeki dalam bahaya.”

Dengan berat, Kyuhyun mengangguk lagi, membenarkan pendapat Nara. Kyuhyun meremas tangan Nara yang mencengkram lengannya lembut, “kita akan membantunya.”

* * *

Yesung membuka pintu kamarnya perlahan, khawatir akan membangunkan Sooyan, namun ternyata anae-nya itu tidak tidur. Sooyan menoleh ketika melihat Yesung masuk.

Neo gwenchana?” tanya Yesung khawatir.

Sooyan mengangguk. Yesung mendekatinya, menangkup wajah Sooyan dengan telapak tangannya, memastikan yeoja itu baik-baik saja.

“Tidurlah,” kata Yesung lagi, melepaskan tangannya dari wajah Sooyan, kemudian duduk di tempat tidur juga. “Semuanya sudah terkendali sekarang.”

“Aku sudah mencoba untuk tidur, tapi tidak bisa,” keluh Sooyan. “Apa yang sebenarnya terjadi?”

Yesung menghela nafas lelah. “Alarm itu berbunyi karena ada yang merusaknya, menandakan kalau ada penyusup di dalam rumah. Lampu akan mati secara otomatis bila ada penyusup, karena kemungkinan penyusup tidak akan tahu bentuk ruangan di rumah ini dan itu akan menyulitkan pergerakannya. Tapi aku sudah mencari dan memeriksa CCTV dan tidak ada apa-apa. Jinki sangat frustasi karena itu,” jelas Yesung.

Sooyan hanya mengangguk paham, “Hyeki ahgasshi kelihatannya sangat ketakutan.”

“Benar,” ujar Yesung setuju. “Ngomong-ngomong, dua minggu yang lalu, Hyeki ahgasshi menanyakan soal Jinki padaku.”

Jinja? Apa yang dia tanyakan?” tanya Sooyan tertarik.

“Dia ingin tahu kenapa dia tidak mengingat Jinki,” jawab Yesung pelan.

Sooyan sedikit terkejut mendengar jawaban Yesung. “Apa kita harus menceritakannya?” tanya Sooyan lagi dengan nada hati-hati.

Mollaseoyo. Aku harap Leeteuk sajangnim saja yang menceritakannya,” ujar Yesung.

Sooyan terdiam, lalu tiba-tiba bertanya lagi. “Aku penasaran sejak tadi. Alarm bagian mana rumah yang dirusak?” tanya Sooyan lagi.

Yesung awalnya hanya diam, terlihat seperti menimbang-nimbang apakah harus menjawab atau tidak, namun akhirnya Yesung menjawab. “Alarm di balkon di kamar Hyeki ahgasshi.”

Dan Sooyan membekap mulutnya kaget.

* * *

Piano di ruang tengah menghasilkan melodi indah. Sebuah lullaby. Jemari Hyeki menari cekatan di atas tuts piano grand putih itu. Hari ini Hyeki izin tidak masuk kuliah. Kejadian semalam terlalu menggemparkan, membuat Hyeki sedikit banyak trauma. Maka itu sepanjang pagi setelah sarapan –yang dilaluinya dengan malas– Hyeki memainkan piano itu.

Jinki hanya berdiri memandanginya sambil bersandar pada tangga. Tidak ingin mengusik Hyeki. Sama seperti Hyeki, Jinki pun hari ini tidak masuk kerja. Dibiarkannya bawahannya mengurus klien, sementara dirinya menghabiskan waktu dengan menatap Hyeki cemas. Jinki tahu betul Hyeki tidak konsentrasi, nada-nada itu meninggi dengan tidak wajar di beberapa tempat dan temponya selalu tak beraturan.

Hyeki menyerah, memainkan piano itu. Ternyata piano itu tidak cukup kuat untuk membantu menenangkan pikirannya. Dia bangkit dari bangku piano dan kaget saat melihat Jinki berdiri kaku sambil menatapnya.

Waeyo?” tanya Hyeki galak. “Apa ada sesuatu di wajahku?”

Aniyo. Oppa hanya mengkhawatirkanmu,” jawab Jinki jujur. Hyeki bisa melihat raut kecemasan ketika Jinki menatapnya dan itu membuatnya jengah.

Kekakuan antara Jinki dan Hyeki berakhir ketika Jungsoo melangkah masuk.

“Hyeki-ya,” panggil Jungsoo lemah.

Hyeki menoleh, namun tidak bergeming. Dia hanya menatap Jungsoo yang balas menatap khawatir. Mulutnya tertutup rapat, bahkan tidak ada binar senang saat melihat Jungsoo di sana.

Nan gwenchanayo,” kalimat itu keluar bahkan sebelum Jungsoo bertanya.

Jungsoo memandang wajah Hyeki bingung, mempelajari ekspresinya dan dalam sekejap paham. Hyeki marah padanya.

“Maafkan appa, appa pulang secepat yang appa bisa,” ujar Jungsoo.

“Tapi tetap saja terlambat,” jawab Hyeki dengan sedikit nada sinis.

“Kalau begitu, biarkan appa mendengarkan semua kemarahanmu,” ucap Jungsoo lagi. Dia membuka lengannya, mengisyaratkan Hyeki untuk memeluknya. Dan benar saja, dalam waktu beberapa menit Hyeki sudah menghambur ke pelukan appa-nya. Semarah apa pun Hyeki, Jungsoo adalah satu-satunya keluarganya. Orang yang paling Hyeki andalkan.

Sementara Jinki hanya tersenyum tipis melihat hubungan ayah dan anak yang sangat dekat itu. Jungsoo meninggalkan segala kewibawaannya saat bersama Hyeki. Suatu sikap yang patut ditiru. Jinki membiarkan saja dua orang itu memiliki waktu bersama, karena Jinki juga punya hal lain yang harus dikerjakannya.

* * *

Appa mencemaskanmu,” itu kalimat pertama yang keluar dari mulut Jungsoo. Saat ini mereka di ruang kerja Jungsoo di rumah keluarga Park. Hyeki duduk di sofa besar, kedua kakinya dilipat di atas sofa dan dia juga melipat tangannya di depan dada.

“Tapi appa tidak langsung pulang begitu terjadi masalah di rumah,” bantah Hyeki.

Appa sedang di Busan, Hyeki-ya. Appa segera menerbangkan jet pribadi setelah urusan appa di Busan selesai,” jelas Jungsoo.

“Busan? Urusan bisnis lagi? Appa tidak benar-benar sayang padaku,” keluh Hyeki.

“Kau merajuk?” goda Jungsoo, tapi Hyeki tidak menanggapi leluconnya. “Baiklah, appa minta maaf. Kau senang?” tanyanya.

“Tidak!” jawab Hyeki ketus. “Appa harus tahu bagaimana aku ketakutan setengah mati semalam,” sungutnya kesal.

Jungsoo diam saja, menunggu Hyeki mengeluarkan semua unek-uneknya. Namun alih-alih marah, ekspresi Hyeki melunak dan matanya berkaca-kaca.

“Aku memikirkan banyak hal semalam, mengenai appa, Jinki oppa, eomma, dan kehidupanku. Aku ingin tahu kenapa aku bisa melupakan Jinki oppa, tidak ingat wajah eomma sama sekali. Aku ingin tahu seberapa banyak aku tidak mengetahui diriku sendiri. Apa appa akan memberitahuku?” tanyanya panjang, penuh harap.

Jungsoo menatap Hyeki. Tahu persis bahwa kejadian belakangan ini terlalu mengguncang Hyeki, membuatnya kehilangan arah dan Jungsoo sudah tahu suatu saat Hyeki akan bertanya. Tapi permasalahannya sekarang bukan waktu yang tepat untuk menjawab. Jungsoo merengkuh putrinya yang nyaris menangis dalam pelukan hangat seorang ayah.

“Kau akan mendapatkan jawabannya di waktu yang tepat,” ujar Jungsoo pelan.

* * *

Jinki berjalan menuju kamar Hyeki. Sesaat sebelum meraih handle pintu, dia ragu-ragu. Jinki merasa bersalah harus masuk ke kamar Hyeki tanpa izin, tapi dia juga tidak punya pilihan lain. Kunci peristiwa semalam ada di kamar Hyeki.

Jinki masuk dan mulai mencari ke seluruh sudut ruangan. Semalam, saat alarm itu rusak, Jinki ikut mengecek CCTV dan menyusuri setiap inci rumah besar itu untuk menangkap pelakunya bersama Yesung. Tapi tidak ada hasil apa pun. Tidak ada tanda-tanda penyusup dari luar. Maka kemungkinan ada yang menyeludupkan suatu cara untuk merusak alarm itu. Dia sudah memeriksa seluruh tempat, kecuali kamar Hyeki. Jinki mengecualikannya semalam karena di sanalah lokasi rusaknya alarm. Namun, kali ini dia yakin dia akan mendapatkan jawabannya di sini.

Lemari pakaian, lemari buku dan tempat tidur sudah dicek. Beberapa nakas dan lemari hiasan lain juga sudah dicek.  Mata Jinki menangkap ransel Hyeki yang tergeletak di atas sofa. Jinki mengeluarkan seluruh isi ransel dan menelitinya satu persatu. Tidak ada yang aneh, sampai ketika dia menemukan sesuatu terselip di novel favorit Hyeki. Pembatas buku yang cukup tebal. Jinki meraba permukaannya, merasakan tekstur sebuah papan chip di dalamnya. Dirobeknya bungkus pembatas itu dengan hati-hati dan dikeluarkan papan chip itu.

Jinki menganga. Ada timer dan beberapa kabel halus di papan chip itu. Dia pernah melihat ini di pameran teknologi beberapa tahun lalu. Tidak salah lagi, program ini merusak sistem alarm di rumah. Ketika program ini mencoba memblokir alarm di dekatnya dalam radius 10 meter, maka alarm terdekat (balkon kamar Hyeki) akan bereaksi dan berbunyi. Program ini akan mati secara otomatis ketika timernya habis.

Jinki menggeram. Bagaimana benda ini bisa ada di tangan Hyeki? Siapa yang melakukannya?

* * *

Hyemi bergerak-gerak gelisah, memutar-mutar pena di tangannya dan berkali-kali mencuri pandang ke arah Minho yang sedang mendiskusikan kasus bersama Kyuhyun. Dia harus membicarakan sesuatu dengan Minho. Semalam, Hyemi sudah berpikir berulang kali dan sudah memantapkan diri untuk mengatakannya pada Minho.

Dilihatnya Kyuhyun berdiri dan keluar ruangan setelah pamit dengan Kim Heena. Beberapa menit kemudian, Minho juga bangkit berdiri.

“Minho-ya,” panggil Hyemi tepat sebelum Minho mencapai pintu. Hyemi tahu Kim Heena pasti mendengar dengan jelas dan akan menggodanya setelah ini, tapi Hyemi tidak peduli. Dia sudah mengabaikan perasaan malunya.

Minho menoleh. “Waeyo?” tanyanya heran.

Hyemi mendekati Minho. “Ada yang perlu kubicarakan,” ucap Hyemi sepelan mungkin agar tidak terdengar Kim Heena.

“Nanti saja ya, Hyemi-ya. Aku dan Kyuhyun hyung harus sudah selesai memeriksa TKP sebelum makan siang,” tolak Minho halus dan berlalu dari hadapan Hyemi tanpa menunggu jawabannya.

Hyemi terdiam. Dia tidak bisa menahan Minho dan hanya berdiri terpaku sambil menatap punggung Minho yang menjauh.

* * *

Jinki kembali melakukan hal yang sama yang dilakukannya tadi pagi, tetapi kali ini berdiri bersandar di salah satu rak buku perpustakaan mewah keluarga Park. Dia menatap Hyeki yang sedang membaca, menimbang-nimbang apakah sekarang waktu yang tepat untuk bertanya mengenai pembatas buku itu.

Hyeki mengatupkan bukunya dengan keras dan menoleh pada  Jinki dengan sebal. Merasa terganggu dengan pandangan yang sama yang diberikan Jinki sejak pagi. Gelisah bercampur …. entahlah mungkin, khawatir? Hyeki tidak pintar membaca ekspresi Jinki.

“Ada apa, oppa? Kau sangat mengganggu tahu,” omelnya kesal.

Jinki diam dan menarik nafas. Mungkin ini saatnya. “Dari mana kau mendapatkan ini?” tanya Jinki pelan sambil mengacungkan pembatas buku di tangannya. Pandangan matanya berubah menyelidik.

Hyeki balas menatap Jinki bingung. “Kau bicara apa, oppa? Aku tidak punya pembatas buku seperti itu.”

Kotjimal. Oppa menemukannya terselip di antara halaman novel favoritmu, A+,” ujar Jinki sambil berdiri di hadapan Hyeki. Kali ini dia menggunakan tatapan mengintimidasinya.

Mwo?” Hyeki balas menatap tidak suka. “Novel itu selalu kubawa kemana-mana dan novel itu ada dalam tasku. Bagaimana oppa bisa…” kalimat Hyeki terputus begitu menyadari sesuatu.

Wajah Jinki dipenuhi ekspresi bersalah saat dia sadar Hyeki menyadari apa yang dilakukannya.

Oppa, neo..” Hyeki mencari kata-kata yang tepat. “Oppa memeriksa barang-barangku?” tanyanya tak percaya.  “Waeyo?”

Oppa melakukannya untuk melindungimu, Hyeki-ya,” ujar Jinki membela diri. “Sekarang, jawablah. Kemana saja kau bawa buku itu? Apa kau membawa buku itu saat bertemu orang asing?”

Hyeki menatap Jinki nanar. Tenggorakannya serasa tercekat dan suaranya bergetar ketika berbicara. “Aku bilang aku tidak tahu. Dan apa pun alasannya, aku tidak bisa menerima tindakan oppa ini. Oppa bukan pengawalku lagi, jadi oppa tidak berhak melakukan apapun dengan alasan melindungiku,” Hyeki nyaris menangis, karena marah, kecewa dan tak percaya yang bercampur.

“Hyeki-ya..” panggil Jinki pelan. Hyeki bisa menangkap ekspresi bersalah di wajah Jinki, tapi Hyeki tidak peduli dan sudah meninggalkan Jinki di perpustakaan. Jinki sudah akan mengejar Hyeki, namun seseorang menahannya. Jungsoo.

“Biarkan saja,” ucap Jungsoo sambil menepuk pundak Jinki.

* * *

Kyuhyun dan Minho memutuskan makan siang bersama setelah selesai mengecek TKP. Walaupun mereka dekat satu sama lain, tapi ini pertama kalinya keduanya makan bersama hanya berdua. Kyuhyun tahu ini kesempatannya memperoleh banyak informasi dari Minho.

“Kau sepertinya dekat sekali dengan Hyemi,” pancing Kyuhyun.

“Kau sudah menanyakan itu berulang kali, Hyung. Aku dan Hyemi kan memang dekat sejak kuliah,” jawab Minho sedikit terkekeh.

“Kalau aku bertanya kau menyukainya, itu belum pernah kan?” goda Kyuhyun. Minho hanya tersenyum tipis dan menggeleng.

“Aku menyukai orang lain,” jawab Minho pelan. Ingatannya terbang pada Hyeki kecil dan Hyeki yang tidak ditemuinya di SNU sejak seminggu yang lalu.

Nuguya?” tanya Kyuhyun lagi. Dan Minho meledak tertawa.

Hyung, jangan mengorek-ngorek kehidupan pribadiku dong. Lebih baik ceritakan tentang Nara noona,” balas Minho di sela-sela tawanya.

Kyuhyun ikut tertawa dan mulai menceritakan tentang Nara. Sedikit banyak berusaha menyinggung Hyeki yang membantunya dan Nara. Kyuhyun bisa melihat dengan jelas ekspresi penasaran dan tertarik di wajah Minho setiap kali dia menyebutkan nama Hyeki.

“Park Hyeki? Putri Park Jungsoo?” tanya Minho memastikan. Dia memang pernah mendengar dari Hyemi mengenai kedekatan Nara dan Hyeki.

Kyuhyun mengangguk, tahu pancingannya mengenai sasaran. “Kau mengenalnya?” tanya Kyuhyun. Pertanyaan itu tentu saja menjebak, namun dengan ekspresi biasa-biasa saja dan sekarang mereka di luar kantor, pertanyaan itu menjadi tidak terlihat penting.

Minho hampir secara otomatis mengangguk, namun tiba-tiba tersadar. “Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali,” koreksi Minho.

“Oh ya? Di mana?” tanya Kyuhun lagi.

“Di pemakaman ayah Hyemi dan SNU,” jawab Minho singkat.

“Ah, aku turut sedih mengenai kematian ayah Hyemi. Pelakunya belum ditangkap sampai sekarang,” ujar Kyuhyun mengalihkan topik pembicaraan. Cara Minho menjawab pertanyaannya yang terakhir terkesan tidak ingin membicarakan Hyeki.

“Itu benar, Hyung. Aku merasa kasihan pada eomma Hyemi,” komentar Minho.

“Kau mau mencari tahu?” pancing Kyuhyun dan di saat itu aja, ada kepanikan terpancar dari bola mata hitam Minho. Tapi Minho buru-buru mengendalikan ekspresinya.

“Tidak, hyung. Biar kepolisian saja yang menanganinya,” jawab Minho. Kyuhyun tidak berkomentar lagi dan mengajak Minho kembali ke kantor. Harusnya Kyuhyun tahu, biarpun Minho masih muda, dia tidak akan semudah itu membocorkan penyelidikannya dengan Hyemi.

*TBC*

Preview next part :

“Lalu dimana teman masa kecilmu sekarang?”

“Dia hilang dan aku berusaha menemukannya.”

* * *

“Saranghae?”

“Mwo?”

“Saranghae.”

* * *

“Kau kelihatan kalut sekali, Nak. Apakah terjadi hal buruk?”

“Aku baik-baik saja.”

Lagi, lagi part ini telat posting. Maaf karena flight di hari sabtu dan minggu, jd gak bs di post. baru sempat edit kmrn dan post hari ini. Masih nunggu kan? semoga memuaskan, tinggal 2 part lagi terus tamat, hehe. Siwon is missing di sini, lagi nyiapin amunisi buat ending, keke~. as usual, comment and likes are loved :* : *

NO PLAGIATORS. NO SILENT READERS.

Advertisements

11 thoughts on “Time for Us : Time 9

  1. Aiyaaa eonnieee~ Maaf baru sempet komen sekarang, sibuk ngurus UN sama SNMPTN huhuhu TT.TT
    Part terakhirnya belum ketauan kayak gimana loh. Sumpah masih buram bayangan ending ff ini kayak apa XD
    Yah, pokoknya aku tunggu terus ff-nya ya, eonn 🙂

    Syemangat! Salam buat Onew! *pletak

    Like

    1. haha, myaa~ aku juga nungguin lanjutannya YOU lhoo.
      kmrn aku liat FF baru kamu di miracle perfection. kamu ngepost FF baru? *siap-siap cabut ke sana

      gpa2 myaa. semnagat yaa UN-nyaa.
      aku juga semi-hiatus nih berhubung kmrn baru aja ujian blok sama lagi ngurus seminar, makanya TFUnya terbengkalai, hehe
      gomawoo myaa :*hug

      hahaa, onew-kuuu *pake nada ayamkuu

      Like

    1. astaga~~~ aku deg”an bca.y
      penasaran tingkat maksimum gmna kelanjut.y
      aku bru bca ff ini ni hri,,,smpe part ini, dan sumpah~~~~ aku sangat sangat sangat sangaaaaaaaaat menyukai alur critanya. crita.y gak ngebosenin, justru bkin aku tertarik buat terus bca……
      aku penasaran gmna crita Hyeki – Jinki – Minho – Hyemi??? apa KyuNara akan nikah ato mlah tertunda?? apa ayah.y Nara ada hubungan.y sma kematian Seunghyun??? apa sbnar.y motif Choi Siwon??? gmn dgn JungSoo?? ahh~~ molla..molla -_- aku penasaran thor~~~~~ #maksa heheh 😀
      next part.next part ^^
      btw,,, bangapseumnida author 😀 ^^ Nara 17y.o

      Like

  2. omaigod~~~ daebakkk!!!!! aku sukaaa crita.y alur.y dan seeeeemua.y~~~ ini kerennnn…. bkin deg”an penasaran dan excited bgt bca.y 😀
    banyak bnget yg bkin aku pnasaran tingkat dewa *?* tungguin gmn ending.y nih ff
    pertama, gmna klnjutan hubungan Jinki-Hyeki-Minho-Hyemi????
    gmn nasib Jungsoo??? Jinki???? dan apa sbnar.y yg diincar si abang kuda????
    kedua, KyuNara jdi nikahkan??? trus, apa ayah.y Nara ada hubungannya jga sma mafia?? sma Siwon?? duhhh~~ penasaran sumpah~~~~~~~
    next part.next part thor…. gk sbar gmna slanjut.y~ #maksa heheh 😀
    btw, Nara 17y.o… bangapseumnida ^^

    Like

    1. aah, annyeong nara-ya. *panggil pake banmal aja yaa, aku 18 yo going on 19th
      kamsahamnida sudah main kemari, hehe. namamu sama ya dengan nama yg kupake di cast. biasnya kyuhyun jugakah? *sok tau

      hmm, banyak cast, banyak cerita and everything is in twist, jd so complicated. haha. well, sperti yg aku bilang ke mya, aku lg semi-haitus ini, berhubung baru selesai ujian blok dan masih harus mengurus tetek bengek seminar.
      semoga kamu menunggu dengan setia yaaa. time 10 on progress kok 😀

      silahkan baca2 FF yg lain dulu sembari menunggu.
      salam kenal *hug

      Like

      1. okd eonn~~ #gak msalahkan klo pke banmal *?* heheh 😀 ini jga lgi ngubek” *?* blog eonni, kkeke ^^
        hehehe,, semangat ujian.y eonn~~ smoga cpet selese spya cpet publish yg time 10 gk sbar soal.y ~~~~ eonni fighting ~!!! 😀

        Like

  3. Kemarin? Aku blm ngepost lagi semenjak ngepublish sherlock, eonn 🙂 Mungkin pny Chelsea yg NamSoo couple?

    YOU part dua aku rencanain publish minggu dpn, pas aku rada senggang ehehe mian mian m(.__.)m

    Tapi aku lg buat ff lain loh eonn, castnya campuran SHINee EXO SJ SNSD f(x) B2ST TVXQ gitu *promosi*
    Kalau minat baca, main aja ke wp pribadi aku, tp baru ada teaser sama cast listnya aja ahahaha *peace*

    Waaah, semangat jg buat kuliahnya ya eonn. Fighting!!

    Like

    1. wuaah, kamu kmrn UN yaa myaaa?
      miaan yaa, aku gak smpat ucapin semangat T.T
      smg nilaimu bagus deh, fighting buat SMNPTNnyaaa 🙂
      mau masuk mana?

      okee. aku akn main ke wp mu mnggu depan, hihi
      skrg caw ke sana dlu buat baca teaser, keke

      Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s