Drabble : Long Way

* * *

Jalan itu masih sama. Sama saat terakhir kali aku menginjakkan kaki di sana. Lima tahun yang lalu. Toko-toko berderet di sepanjangnya. Ada beberapa toko baru yang belum pernah kulihat. Ah, aku ingat lampu itu. Lampu jalan di depan toko kue tempat kita berpisah lima tahun yang lalu.

Nan joh-ahaeyo,” ucapmu dengan suara lirih.

Aku bergeming. Menatap matamu yang memandangku sungguh-sungguh. Lalu beberapa menit kemudian menggeleng. “Bukan aku yang menunggu kata itu keluar dari mulut oppa, tapi dia.”

Lalu aku pergi. Pergi tanpa menoleh sedikit pun. Tahu karena dengan hanya melihat rupa sedihmu, aku akan goyah.

Kau tahu, oppa? Lima tahun sudah berlalu. Aku sudah melalui jalan panjang, tapi kenangan itu melekat kuat dalam diriku, tidak bisa dienyahkan. Menyakitkan. Mungkin ini karma karena aku menyakitimu begitu saja. Tapi aku juga tidak bisa menyakiti sahabatku.

Sekarang aku kembali. Aku kembali ke jalan ini. Tempat pertama kali kita bertemu saat kau tersenyum padaku yang lewat di jalan itu. Bahkan saat itu aku naik mobil, tapi kau masih bisa mengenaliku.  Sangat terlambat saat menyadari aku justru menyakiti diriku sendiri. Naega baboya, jinja. Aku tahu kau tidak akan muncul lagi.

“Semoga kau bahagia oppa,” bisikku, lalu berlalu dari jalan itu.

Mungkin aku akan mengunjungi jalan itu lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

*END*

AN : Abstrak 😦 Not hoping comments, syukur kalau ada yg komen, hiks

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s