.:SCS:. Memories

Memories

Recommended MV :

TRAX- Blind

IU – Only I didn’t know

Yoon Jong Shin ft Cho Kyuhyun – Late Autumn

* * *


In early december 2011

Sooyan menyentuh pigura foto yang menampilkan dua orang yeoja dikeliling lima orang namja yang saling berangkulan dan tersenyum pada kamera. Diangkatnya pigura itu dari atas  bufet dan ditelusurinya dengan jari telunjuknya. Dia merasa ada yang kurang, walaupun dia tidak tahu apa itu.

“Sooyan-ah,” panggil Hyeki.

Sooyan menoleh dan tersenyum, meletakkan pigura itu kembali ke tempatnya dan mendekati Hyeki. Di belakang Hyeki, Kyuhyun berdiri sambil memasukkan tangannya di dalam saku.

“Kami akan keluar sebentar. Kau tidak apa-apa ditinggal? Atau perlu kutelepon Ryeowook oppa agar menemanimu?” tanya Hyeki pada Sooyan.

Ani, gwenchana. Pergilah, aku akan tetap di sini,” tolak Sooyan lembut. Hyeki memandang Kyuhyun meminta pendapatnya, sementara Kyuhyun hanya mengangguk. Maka Hyeki tersenyum dan berbalik pergi bersama Kyuhyun.

Sooyan menatap pintu apartemen yang menutup dan merebahkan dirinya di sofa. Sudah sebulan ini Hyeki memaksa Sooyan menemaninya tinggal di apartemennya. Entah karena alasan apa. Lagi-lagi Sooyan terpaku pada foto yang ada di atas bufet. Foto itu familiar sekaligus terasa asing baginya. Entah kenapa.

* * *

Dec 5th 2011

Sooyan terbangun pagi ini dan melihat Hyeki sudah menyiapkan sarapan pagi. Sandwich dan susu, sesuai standar kemampuan masak gadis itu. Sooyan menahan tawanya melihat tampang Hyeki.

Ya! Nona Kim, jangan tertawa, ini yang terbaik yang bisa kuhasilkan,” gerutu Hyeki.

Sooyan membuat gerakan mengunci mulut dan duduk di meja makan. “Terburu-buru sekali?” tanya Sooyan.

Ne~ Kyuhyun akan menjemput sebentar lagi, kami harus mengurus sesuatu dulu. Tidak apa kan kalau kutinggal lagi?” tanya Hyeki cemas.

“Tenanglah, aku baik-baik saja,” jawab Sooyan sambil meneguk susunya. “Tapi mungkin aku ingin keluar apartemen sebentar.”

O, apa perlu kuhubungi salah satu oppadeul untuk menemanimu?” tanya Hyeki lagi.

“Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri,” jawab Sooyan sambil mengantar Hyeki ke pintu depan.

Hyeki memakai sepatunya, lalu menatap Sooyan. “Pakai mantelmu, mulai hari ini cuacanya akan dingin,” pesan Hyeki.

Arraseo. Kau juga jangan pulang terlalu malam, hm?” ujar Sooyan. Hyeki melambai dan menutup pintu apartemen. Sooyan menyelesaikan sarapan paginya dan menyambar mantelnya. Dia berjalan tanpa tujuan, ingin mengingat tempat-tempat yang dulu sering dikunjunginya. Yep! Sooyan baru saja mengalami kecelakaan, dia tahu itu. Ada beberapa memorinya yang menghilang namun tidak permanen dan karena itu dia berusaha mengingat kembali.

Tanpa disadari, kakinya membawanya menuju taman kota. Udara dingin awal bulan desember yang sedikit menusuk tulang membuatnya memasukkan tangannya ke dalam sau mantelnya. Eh? Sooyan mengernyit. Sekelebat memori melintas di otaknya, saat ada yang mengenggam tangannya dan memasukkannya bersama tangan orang itu ke saku mantel.

Sooyan menggelengkan kepalanya berusaha mengingat dengan jernih. Dia duduk di bangku taman dan menghirup nafas dalam-dalam. Sebuah memori kembali menghantamnya. Bagasi mobil yang dipenuhi balon-balon berwarna-warni. Sooyan menggeleng lagi. Dia memutuskan kembali berjalan.

Sejak beberapa hari ini dia merasa aneh, seakan ada satu orang yang hilang dari memorinya. Mungkinkah dia orang yang sama yang menghantamnya dengan memori-memori itu?

* * *

O, kau sudah pulang?” tanya Sooyan kaget saat melihat Hyeki di ruang tengah sedang duduk berhadapan dengan Kyuhyun.

O, kau darimana saja?” Hyeki balik bertanya.

“Dari taman kota,” jawab Sooyan singkat.

“Kami menjadwalkanmu untuk pemeriksaan besok,” ujar Kyuhyun memberitahunya. “Hanya pengecekan biasa.”

“Aku tahu, gomawo,” ujar Sooyan lalu menuju kamarnya – kamar Hyeki – dengan langkah gontai. Dia berhenti mendadak saat melewati pigura foto itu lagi.

“Aku penasaran. Apakah di antara Ryeowook oppa, Eunhyuk oppa, Donghae oppa, Sungmin oppa, kalian berdua dan aku, masih ada orang lain?” tanya Sooyan pada Hyeki dan Kyuhyun.

Dia bisa melihat pupil mata Hyeki melebar kaget dan begitu juga Kyuhyun. Namun sedetik kemudian mereka berhasil mengendalikan ekspresi mereka.

Opseo (tidak ada),” jawab Kyuhyun tenang.

Sooyan yakin dia berbohong, namun toh Sooyan tetap berjalan ke kamar tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.

* * *

Dec 10th 2011

“Bagaimana? Apa yang dikatakan dokter?” tanya Hyeki setelah Sooyan selesai menjalani serangkaian pemeriksaan lengkap.

“Aku baik-baik saja. Tidak ada luka serius dan memoriku akan segera kembali,” jelas Sooyan disambut helaan nafas penuh kelegaan dari Hyeki.

Mereka berjalan melewati kamar rawat yang pintunya sedikit terbuka. Memperlihatkan seorang gadis bernyanyi ditemani mungkin namjachingunya yang memainkan gitar. Sebuah memori kembali menghantam Sooyan.  Dia bernyanyi untuk seseorang yang wajahnya tidak dia ingat.

“Sooyan-ah,” panggil Hyeki khawatir karena Sooyan terpaku di depan kamar rawat itu. “Gwenchana?” tanyanya.

Sooyan mengangguk. “Ada yang harus aku ceritakan padamu,” kata Sooyan.

Mereka duduk di kantin rumah sakit sambil meminum cokelat hangat.

“Jadi kau ingin bicara apa?” tanya Hyeki.

Sooyan meletakkan cangkirnya dan menatap Hyeki dalam. “Belakangan ini, pelan-pelan aku selalu mendapatkan memoriku kembali. Tapi semuanya kabur,” ujar Sooyan.

“Maksudmu?”

“Ya, memori tentang namja yang entah siapa, aku tidak ingat wajahnya,” jelas Sooyan lagi. Kalau mata Sooyan jeli, dia akan bisa melihat wajah Hyeki sedikit memucat setelah mendengar pengakuan Sooyan.

“Tenanglah, itu hanya memori,” ujar Hyeki pelan.

“Tapi sangat familiar dan …” kata-kata Sooyan terputus. “Menyakitkan.”

Dan Hyeki meneguk cokelatnya dengan gugup.

* * ‘*

Dec 15th 2011

Lantunan lagu selamat ulang tahun memenuhi ruangan apartemen Hyeki yang sudah disulap sedemikian rupa. Makanan, kue ulang tahun dan musik sudah disiapkan dengan sempurna. Sooyan tersenyum. Ada yang kurang, entah apa itu dan itu sedikit menganggu pikirannya. Hyeki dan oppadeul memberikan sekotak besar kado berwarna merah. Merah? Seingat Sooyan, dia menyukai hitam bukan merah.

Gomawo,” ujar Sooyan, lalu membuka kado. Ada boneka, ada iPod, ada high heels dan ada clutch dan semuanya berwarna merah.

Dia menatap mereka semua dengan bingung. “Aku kan menyukai warna hitam, kenapa kalian memberiku semua barang dengan warna merah?” tanya Sooyan heran.

Hyeki baru akan membuka mulut untuk menjawab, saat suara bel apartemen terdengar. Dia beranjak membukakan pintu dan tersenyum lebar melihat siapa yang datang. Kim Jongwoon hadir di apartemennya sekarang.

“Yesung hyung!” pekik Ryeowook melihat siapa yang datang.

Sooyan hanya menatap namja yang berjalan masuk apartemen dengan mengikuti Hyeki itu dengan aneh. Kenapa semua orang terlihat riang gembira dengan kehadirannya? Sooyan memperhatikan namja itu lekat dan mendadak berbagai memori memenuhi kepalanya. Gelang. Mawar. Drama musikal. Liontin. Minuman dingin. Pelukan. Genggaman tangan. Kura-kura. Teriakan marah. Boncengan motor. Suara. Merah. Lagu. Aneh. Kado. Mata. Wajah. Dia.

Sooyan memegang kepalanya yang pusing. Hyeki mendekatinya dengan panik, walaupun Sooyan berkata dia baik-baik saja. Hyeki mendudukkan Sooyan di sofa dan beralih menatap Yesung yang masih berdiri.

“Dia Kim Jongwoon atau Yesung oppa,” ujar Hyeki memperkenalkan namja itu.

Sooyan mengangguk. Dia baru ingat nama namja itu.

“Hmm, kami akan membiarkan kalian berdua bicara,” ujar Sungmin memecah keheningan.

“Kalian akan kemana?” tanya Sooyan.

“Tidak jauh, kami hanya jalan-jalan sekitar apartemen saja,” jawab Donghae menenangkan Sooyan.

Maka Hyeki dan oppadeul meninggalkan apartemen. Meninggalkan Sooyan yang masih duduk di sofa dengan Yesung yang masih berdiri mematung.

“Sooyan-ah,” panggil Yesung dan detik selanjutnya Yesung sudah memeluknya. Sooyan mengenal pelukan ini. Sangat familiar.

“Kupikir kita tidak akan bertemu lagi,” ujar Yesung penuh haru dan melepaskan pelukannya.

Sooyan masih terdiam.

“Aku pikir kau hanya sebatas memori. Datang dan pergi di dalam pikiranku. Membuatku nyaris gila. Kupikir kau tidak nyata dan hanya khayalanku saja. Aku tidak percaya kau ada. Hingga akhirnya Kyuhyun dan Hyeki datang dan menyadarkanku. Aku ingat hari ini. Lima belas desember terasa penting bagiku, karena itu aku datang,” jelas Yesung. Sooyan hanya memandangnya bingung.

“Dan karena ini,” lanjut Yesung sambil mengeluarkan kotak cincin yang elegan.

“Aku sudah menyiapkan ini jauh sebelum musim dingin tiba. Untuk pertama kalinya, tanpa merah dan hitam. Tapi emas dan perak,” ujar Yesung mengeluarkan couple ring untuk Sooyan.

Sooyan membekap mulutnya, kaget dan terharu.

Sangiel cukhahamnida, Kim Sooyan,” ujar Yesung sambil memasangkan cincin itu ke jari Sooyan.

Enam orang yang menguping di balik pintu apartemen saling menatap, semuanya sama-sama tersenyum lega dan bahagia. Ini akan menjadi memori paling indah di bulan desember tahun ini. Saat dua orang kembali berkumpul bersama.

-END-

A.N :

Well, happy birthday yaa Kim Sooyan. #kecup #peluk. Nih FF dibikin setelah beberapa kali rombak ulang dan jadinya begini. Mian kalau kurang memuaskan atau feelnya gak dapat.  I really work hard on this. Maafkan saya juga malah menyiksa mbak sooyan dan mas yesung di hari ultahnya, keke~ #bow. 

Nah, utk TFU, sementara belum dipublish. Harap ditunggu yaaa 🙂

Terima kasih.

Di bawah ada bonus side story. Selamat membaca 🙂

* * *

Side Story – Kyuhyun & Hyeki Found Yesung-

“Kita masuk sekarang?” tanya Hyeki gugup pada Kyuhyun yang berdiri di sebelahnya. Mereka berdiri di depan kamar rawat inap seorang pasien bernama Kim Jongwoon.

Kajja,” ajak Kyuhyun, menarik Hyeki agar mengikutinya masuk ke ruang rawat itu. Seorang namja menoleh melihat mereka masuk.

Nuguseyo?” tanya Jongwoon aka Yesung.

Oppa, kau lupa pada kami,” pekik Hyeki histeris. Tidak menyangka akibat kecelakaan itu lebih parah dialami Yesung daripada Sooyan. Memorinya lebih banyak yang hilang. Dia bahkan melupakan Hyeki dan Kyuhyun.

Hyung, ini kami. Cho Kyuhyun dan Park Hyeki,” ujar Kyuhyun.

Yesung hanya mengangguk. “Kalian temanku?”

“Tentu,” jawab Kyuhyun langsung. Tanpa basi-basi Kyuhyun menyerahkan selembar foto pada Yesung. Foto Yesung dan Sooyan..

“Bagaimana kau bisa memiliki foto ini?” tanya Yesung tak percaya. “Dan gadis ini,” tunjuknya pada Sooyan. “Dia terus menerus muncul dalam kepalaku. Siapa dia?” pekik Yesung.

“Dia Kim Sooyan. Yeojachingumu hyung,” jawab Kyuhyun, sementara Hyeki hanya diam dengan mata yang berkaca-kaca.

“Kalian berdua kecelakaan dan sama-sama kehilangan ingatan. Kami tidak tahu kenapa, tapi Sooyan juga kehilangan memori tentangmu, hanya tentangmu. Kami bahkan harus menyingkirkan foto kalian bersama untuk sementara,” tambah Hyeki dengan suara serak.

“Bukan. Dia pasti tidak nyata, dia hanya khayalanku!!!” teriak Yesung.

“Lalu ini apa?” tanya Hyeki sambil mengacungkan kotak cincin yang sebelumnya tergeletak di atas tempat tidur Yesung.

Yesung terdiam. Perlahan mencapai pemahamannya. “Ini … untuknya?” tanya Yesung pelan.

Kyuhyun dan Hyeki serempak mengangguk.

“Kutunggu kau di apartemen Hyeki pada tanggal 15 Desember jam 7 malam, hyung. Kau pasti ingat hari penting itu kan? Hari ulang tahunnya,” ujar Kyuhyun sambil meninggalkan secarik kertas berisi alamat apartemen Hyeki di atas meja Yesung.

“Dia juga mulai mengingatmu oppa,” ujar Hyeki. “Kau tahu oppa, hatimu akan menuntunmu,” tambahnya sebelum mengikuti Kyuhyun keluar ruang rawat itu.

Dan Yesung terduduk di lantai. Kacau dan bingung. Sekaligus lega karena tahu siapa gadis yang selalu mengisi pikirannya. Yesung meremas kertas kecil yang ditinggalkan Kyuhyun tadi. Tiba-tiba hatinya menjadi mantap. Dia harus datang kesana.

End of side story. 

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s