*JinHye Series* Wishing You a Happy Birthday

Wishing You a Happy Birthday

Japan, Dec 13th 2011 09.00 am

Onew menempelkan iPhone-nya ke telinganya, mendengarkan nada sambung telepon yang dijawab oleh operator selular menyebutkan nomer tujuannya sedang tidak aktif atau berada di luar servis area dan mempersilahkannya mencoba beberapa saat lagi. Masalahnya adalah Onew sudah mencoba hingga ketiga kalinya dalam interval satu jam, tapi hasilnya tetap sama. Nomer yang dituju tidak kunjung aktif.

Hyung! Sedang apa disitu?” panggil si magnae, Taemin. “Ayo, kita harus gladi bersih dulu,” ajaknya lagi.

Onew hanya mengangguk sebagai jawaban dan meletakkan iPhone-nya di atas meja. Sebelum mengikuti Taemin keluar, dia menyempatkan mengirim sebuah pesan singkat. Di backstage, member SHINee yang lain sudah siap untuk gladi bersih di panggung. Mereka berlima berdiri di atas panggung, siap di posisi masing-masing. Onew masih sempat mendengar celetukan Taemin.

“Besok kan ulang tahun Onew hyung, kita akan dapat banyak hadiah dari fans,” ujarnya senang.

Onew menghela nafas, besok memang hari ulang tahunnya. Berusaha menghapus aura buruk di hatinya, Onew menampilkan senyum terbaik untuk para Shawol yang menantikan performance mereka.

At the same time, in Seoul.

Hyeki berjalan terburu-buru sambil menggendong ranselnya. Hari ini fakultasnya diundang untuk melakukan bakti sosial membantu fakultas lain. Ya, Hyeki kuliah di bidang kesehatan dan sudah menjadi passion-nya untuk terlibat dalam kegiatan sosial seperti ini.

Annyeonghaseyo, joneun Jung Donghyun imnida,” sapa seorang namja yang kira-kira setahun lebih tua di atas Hyeki.

“Ah, annyeonghaseyo, joneun Park Hyeki imnida,” Hyeki balas mengenalkan diri.

“Oh, kau koordinator dari fakultas kesehatan ya?” tanya Donghyun.

Ne~” jawab Hyeki singkat.

Donghyun tersenyum lebar. “Aku sudah dengar tentangmu dari Hyosoo noona. Aku koordinator lapangan untuk acara ini,” ujarnya memberitahu Hyeki. “.Mari kutunjukkan lokasi acaranya,” ajak Donghyun ramah.

Hyeki mengangguk dan mengikuti langkah Donghyun. Sama sekali tidak tahu bahwa iPhone-nya mati karena kehabisan batere.

* * *

Eight hours later in Japan

“Wuaah, Shawol dae~baak!! Hadiahmu banyak sekali hyung,” komentar Taemin dalam perjalanan pulang ke dorm. Onew tidak menggubris komentar Taemin. Dia masih mencoba menghubungi nomer yang sama, namun lagi-lagi ponselnya tidak aktif.

“Taemin-ah, jangan ganggu Onew hyung,” tegur Key. Kelihatannya dia mengerti benar mood Onew yang tidak baik hari ini.

Waeyo hyung? Kenapa murung begitu?” tanya Minho penasaran. “Besok kan hari ulang tahunmu.”

“Minho benar,” sambung Jonghyun. “Kau ingin pesta merayakan ulang tahunmu dipercepat? Kita kan sudah delivery makanan, menyewa dvd dan bahkan menyiapkan karaoke. Apalagi yang kurang, hyung?”

Onew hanya mengangkat bahu, menyerah menelepon dan memasukkan iPhone-nya ke dalam tas. “Nan gwenchana. Biarkan aku tidur, setelah ini moodku pasti akan jadi lebih baik,” jawab Onew pelan, lalu menutup wajahnya menggunakan hoodie. Member lain hanya mengangkat bahu melihat kelakuan leader mereka.

At the same time in Seoul

Kamsahamnida Donghyun-ssi,” Hyeki membungkukkan badannya pada Donghyun kemudian menyerahkan helmnya pada Donghyun. Namja itu ternyata satu angkatan dengan Hyeki, namun secara usia memang lebih tua setahun karena Hyeki akselerasi. Setelah bakti sosial itu selesai, namja itu malah menawari mengantar Hyeki pulang dengan motornya.

“Ah, cheonmanhe~. Harusnya aku yang berterima kasih karena sudah membantu kami tadi. Hyosoo noona bilang dia benar-benar merasa tertolong,” jawab Donghyun.

“Syukurlah, aku senang bisa membantu,” ujar Hyeki.

“Kalau begitu aku pamit dulu ya,” ujar Donghyun sambil menaiki motornya dan memakai helm. Hyeki mengangguk, lalu melambaikan tangan sampai motor Donghyun tidak terlihat. Dia melangkah masuk rumah.

“Aku pulang,” ucapnya sambil melepas sepatu dan memakai sandal rumah.

“Oh, Hyeki-ya, kau sudah pulang? Bagaimana acaranya?” tanya InYoung yang tiba-tiba muncul sambil mengenakan celemek.

“Melelahkan,” jawab Hyeki sambil menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. Dia meringkuk dan memejamkan mata, siap untuk tidur, kalau InYoung tidak mencubit pipinya untuk membuatnya bangun.

Ya! Jangan malas begitu dong Hyeki-ya. Mandilah lalu kita makan malam bersama,” ujar In-young menasehati.

Hyeki duduk dengan malas dan mengangguk.

“Berhentilah menjadi workaholic begini Hyeki-ya. Sekali-kali pulanglah ke rumah lebih awal,” nasehat InYoung lagi. “Tidak tahu ya eonni-mu ini kesepian?” gurau InYoung..

Arraseo,” jawab Hyeki ringan. Dia bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarnya. Langkahnya terhenti saat baru menaiki dua anak tangga. “Jjung oppa akan pulang?” tanyanya.

InYoung menggeleng. “Dengan jadwal SS4 yang begitu padat, belum lagi jadwal solonya, dia tidak mungkin pulang,” jawab InYoung.

“Ah, keurae,” Hyeki mengangguk paham dan meneruskan langkahnya ke kamar.

“Tapi SeungHo oppa bilang akan malam di sini,” sambung InYoung tiba-tiba. Hyeki mendadak berhenti lagi, lalu tertawa.

Aigo~ pantas saja eonni masak hari ini, rupanya ada niat terselubung ya,” goda Hyeki, lalu melanjutkan kembali langkahnya ke kamar.

InYoung hanya geleng-geleng kepala dengan kelakukan magnae keluarga Park itu. Pantas Jungsoo bilang Hyeki cocok bergaul bersama Kyuhyun dan Ryeowook, keusilan mereka sangat mirip.

Setelah mandi dan makan malam, Hyeki kembali ke kamarnya, memberikan kesempatan bagi InYoung untuk bersama SeungHo. Han SeungHo adalah tunangan kakak perempuannya itu. Hyeki merebahkan dirinya di tempat tidur, kemudian baru menyadari bahwa dia tidak menyentuh ponselnya sejak bakti sosial di mulai. Hyeki menyambar ranselnya dan merogoh mencari ponselnya. Dan dia hanya bisa berdecak kesal karena ternyata ponselnya mati.

Hyeki menyambungkan charger ponsel dan melihatnya banyaknya pesan masuk ke ponselnya. Ada dua dari SooYan, sahabatnya, ada tiga pesan dari Taemin dan satu pesan dari … omo, Onew oppa!!

Hyeki belum sempat membalas semua pesan itu saat tiba-tiba iPhonenya bergetar. Panggilan masuk dari Sooyan.

Yobseyo,” sapa Hyeki.

Ya! Park Hyeki! Neo! Kau letakkan dimana ponselmu, huh? Kenapa tidak aktif?” tanya Sooyan langsung menyemprot Hyeki.

Aigoo~ aku pusing! Banyak sekali pertanyaanmu, ponselku lowbat sampai sekarang. Memangnya kenapa sih?” tanya Hyeki kesal.

“Tsk, besok ulang tahun Onew oppa dan besoknya lagi ulang tahunku! Jangan bilang kau lupa,” ancam Sooyan galak. Hyeki tertawa, jujur dia ingat kok, hanya saja …

Arra, arra, sudah dulu ya, aku mau istirahat,” ujar Hyeki.

Ne~ jangan terlalu memforsir tenagamu,” saran Sooyan sebelum menutup telepon.

Hyeki menutup telepon dan mulai membaca pesan itu satu persatu.

From : Dubu Onew ‘O

Neo eoddiga? Kenapa ponselmu tidak aktif?

Hyeki menghela nafas. Ponselnya lowbat dan Hyeki tidak sadar kalau ponselnya mati.

From : Taemin chingu

Park Hyeki, Onew hyung sedang badmood. Kau tahu kenapa?

Hyeki mengernyit. Kenapa tanya padaku? Aku bukan yeojachingunya, rutuk Hyeki di dalam hati. Hyeki dan Onew memang tidak pacaran. Mereka dekat, layaknya Oppa dan dongsaeng karena Jungsoo juga dekat dengan Onew. Mereka baru bersahabat di awal tahun 2011 karena Hyeki dan Onew sering bertemu di SM dan dorm Suju sehingga berkenalan dan dekat. Apalagi Hyeki dan Taemin sempat satu sekolah, namun Taemin pindah dan Hyeki lulus setahun lebih cepat.

From : Taemin chingu

Ya! Balas pesanku yaaa? Jarang-jarang kan artis mengirim pesan padamu :p

“Kau narsis sekali Tuan Lee Taemin,” komentar Hyeki.

From : Taemin chingu

Hyeki-ya, kami butuh bantuanmu. Kalau kau tahu sesuatu, beritahu aku ya. –Key oppa-

Bahkan Key oppa sampai turun tangan. Apa sih yang terjadi pada si dubu leader itu? omel Hyeki dalam hati.

Sambil berbaring, Hyeki menempelkan iPhone-nya ke telinga, menghubungi nomer Onew. Dan hanya berdering satu kali telepon itu langsung diangkat.

* * *

Japan. Dec 13th 2011, 11.30 pm

Onew POV

iPhone-ku berdering, melantunkan love like oxygen dalam bahasa jepang, menganggu waktu tidurku. Kusambar ponsel itu, hampir kumatikan kalau tidak melihat nama yang berkelip kelip di layar.

Dubu Hyeki-ya calling …..

Yobseyo?” sapaku. Sial! Suaraku masih serak karena baru bangun tidur.

“Oh, Onew O? Kau baru bangun tidur ya? Apa aku menganggu?” tanyanya di seberang. Hebat, yeoja ini bisa mengenali suaraku.

Ne, aku baru bangun tapi tidak apa-apa,” jawabku.

Mianheyo, aku pikir aku bisa meneleponmu sekarang,” ujar Hyeki, kedengarannya dia tidak enak hati.

Gwenchana,” aku menyakinkannya. Setelah itu, kami terdiam. Kira-kira selama sepuluh menit. Selama itu aku bisa mendengarkan tarikan nafas yeoja ini.

Doing well in Japan?” akhirnya dia buka suara lagi.

Yaah, you can see it. How ‘bout your college stuff?” tanyaku padanya.

“Ehm, great!” jawabnya singkat, lalu kami terdiam lagi.

“Onew O,” panggilnya. Khas Hyeki, suka memanggilku Onew O, singkatan dari Oppa.

Waeyo?” tanyaku.

Dia terdiam dan menarik nafas. “Mianheyo, soal tadi pagi. Ponselku lowbat,” ujar Hyeki singkat. Kelihatannya dia yakin aku akan segera paham maksudnya apa.

Gwenchana,” jawabku. “Karena itu kau meneleponku sekarang?”

“Ngg,” yeoja itu ragu-ragu memilih jawaban. “Kira-kira begitulah.” Kami terdiam lagi.

“Kenapa oppa meneleponku tadi pagi?” tanyanya tiba-tiba membuatku sedikit tersentak.

“Ani, aku … Entahlah, aku butuh bicara denganmu,” jawabku sekenanya. Hyeki hanya mengucapkan oo, tanpa banyak bertanya lagi.

“Kau sibuk sekali belakangan ini ya? Kudengar dari Eeteuk hyung, kau jadi workaholic, menghabiskan banyak waktu untuk organisasi dan kegiatan lain,” tanyaku pada Hyeki.

O, aku memang sibuk, tapi tidak workaholic kok,” elaknya.

Ya! Awas kalau nanti aku pulang dan melihatmu menjadi sangat kurus,” ancamku dengan nada bercanda.

Hyeki tertawa. “Mehrong~” katanya usil. Kami terdiam lagi.

“Onew O,” panggilnya lagi.

“Hmm?”

Sangiel Cukhahamnida,” ucapnya lembut. Aku melirik jam dinding, tepat pukul 12 malam. Tanpa dikomando, sebuah senyum terukir di bibirku.

Mianheyo aku tidak memberikanmu kado, tapi aku mendoakan semoga kau tetap sehat dan semangat di Jepang. Aku juga berusaha keras di sini,” tambah Hyeki dengan nada riang.

Gomawo Hyeki-ya,” jawabku.

Tiba-tiba pintu kamarku dibuka. Terlihat Minho, Jonghyun, Key dan Taemin menyembul dari pintu.

Hyung, saatnya pesta,” panggil Taemin, kelewat bersemangat hingga mendapat jitakan dari Jonghyun.

Hyeki tertawa di telepon. “Waktunya aku pamit sepertinya,” ucapnya.

“Pergilah, aku menyusul,” ujarku pada keempat dongsaeng yang masih setia menungguku di depan pintu. Mereka mengangguk dan menutup pintu kembali.

“Terima kasih ucapannya Hyeki-ya,” ujarku.

“Jangan sungkan oppa,” balas Hyeki dan dia menguap. “Baiklah, aku tidur dulu, Jangan terlalu lama bergadang juga oppa,” nasehat Hyeki.

“Ya, aku tahu. Jaga kesehatanmu juga,” pesanku dan telepon kami ditutup. Aku bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar.

“Ciee, yang langsung senyum setelah teleponan dengan Hyeki,” goda Jonghyun.

Aniyo,” ucapku membantah. Apa-apaan mereka ini?

“Kalian jadian, hyung?” tanya Key penasaran.

Ani,” jawabku singkat.

“Aaah kami tidak percaya,” sambut koor dari empat namdongsaengku itu.

“Sumpah, kami tidak jadian,” bantahku lagi.

“Belum,” ralat Jonghyun yang kulempari tatapan tajam.

“Kata-kata romantis?” pancing Minho lagi. Aku menggeleng.

“Panggilan sayang?” tanyanya lagi. Aku kembali menggeleng. Mau mereka apa sih?

“Kau sama sekali tidak punya perasaan padanya, hyung?” tanya Key serius. Kali ini aku bingung harus menjawab apa, jadi kudiamkan saja. Entahlah, ada banyak hal yang membuatku tergantung padanya, walaupun sampai sekarang aku masih tidak ingin memikirkannya.

“Yah, tidak seru,” komentar Taemin, aku melemparnya dengan bantal sofa.

“Ya! Dia itu temanmu, Taemin-ah. Bagaimana kau ini,” omelku pada Taemin yang mengusap-usap kepalanya.

“Iya, hyung. Aku tahu,” komentarnya sambil lalu.

“Sudah lah,” lerai Key. “Yang penting sekarang!! Pesta!!”

* * *

Seoul. Dec 14th 2011 12.10 am

Hyeki menatap layar iPhone-nya. Dia menghabiskan setengah jam untuk menelepon Onew, sekedar membicarakan hal yang tidak penting dan mengucapkan selamat ulang tahun. Jujur, Hyeki merasa sedikit aneh, entah kenapa dia harus peduli pada Onew padahal mereka hanya berteman. Dia masih ingat jelas setiap kali Sooyan menggodanya tentang perasaannya pada Onew. Entahlah, Hyeki malas memikirkan hal-hal itu untuk saat ini.

“Sangiel cukhahamnida, Onew O,” ucap Hyeki sambil menutup matanya dan bersiap untuk tidur.

-END-

 AN. :

Heihoooo. Gimane FFnya? Suka, suka. Pasti bingung kenapa Jinhye-nya jadi beda. di sini Onew bner2 jadi leadernya SHINee dan Hyeki just an ordinary girl. Pengen coba FF dgn suasana baru, hehehe. No conflict. Jadi kyk gaje tanpa tujuan, hehe. 

Comment yaa. NO SR. NO PLAGIATOR.

Advertisements

4 thoughts on “*JinHye Series* Wishing You a Happy Birthday

  1. Annyeooong, iseng iseng nih mampir. Boleh kan eonnie? *aku 94line :)*
    Baru baca yang ini, jadi baru ngasih komen yang ini juga deh hehehe

    Aaaah terancam bias aku ganti; yang tadinya Taemin jadi Onew gara-gara ff ini!
    Suka banget kaakter Onew disini. Sikap leadernya tuh kena, terus cool, terus baik, terus perhatian gitu hahahaha

    Keep writing eonn 🙂 Hwaiting!

    Like

    1. annyeoong mya 🙂
      wah, gomawo udh mau mampir, hehe

      trnyata FF ini brhasil yaa, aku pikir udh failed banget. soalnya nulisnya buru-buru abis ujian, trs blm lg prtama kali nulis karakter Onew yang bner2 leader.

      ne~ gomawo
      main2 ke sini lagi yaa 🙂

      Like

  2. Annyeong 😉 aku reader baru nihh trs aku jg udh sempet baca ama liat2 ffmu yg D.O lily series hehe mantap deh👍cuman lupa ninggalin comment 😐 maaf yaaa😵🙏
    tp ngomong2 enak bgt si hyeki udh jadi temen taemin trs ama onew juga haaa iri 😂…semangat ya nulisnya! ^^

    Like

    1. Hahaha ini ff lamaaa. The privilege of being Leeteuk’s baby sister ceritanyaa makanya gtuu :p /lol/
      Terimakasih haerin 🙂 ayo baca baca yg lain jugaa

      Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s