HIDE!! – Chapter 5 (Epilog)

Chapter 5 The last hidden truth (Epilog)

Amelia memasuki salah satu kamar rawat di Seoul International Hospital. Dia dokter dan tidak akan ada yang bertanya-tanya kalau dia memasuki kamar pasien, namun yang aneh adalah Amelia membawa sekeranjang buah, bukan catatan rekam medik yang biasa digunakan saat memeriksa pasien.

“Annyeong, oppa,” sapa Amelia.

Namja yang duduk sambi membaca di ranjang rumah sakit itu menoleh dan tersenyum mendapati Amelia berdiri di depan pintu kamarnya sambil mengacung-acungkan keranjang buah.

“Eo, kau datang? Kupikir kau sedang sibuk,” tanya namja itu.

“Aku kan sekarang bukan dokter forensik lagi, jadi pekerjaanku tidak banyak,” jawab Amelia tersenyum. “Bagaimana kabarmu Siwon oppa?”

Siwon tersenyum lagi. “Tentu saja baik, apalagi kalau ada dongsaeng yang selalu menjengukku.”

Amelia nyengir. “Oh ya, aku membawa sesuatu untuk oppa,” Amelia mengeluarkan dua lembar amplop kecil dari saku jas dokternya dan menyerahkannya pada Siwon. Siwon membuka amplop pertama yang berwarna peach.

“Oh, Harry dan Sandra akan menikah?” tanya Siwon tak percaya.

Amelia tertawa. “Yep! Mereka akan menikah, Harry memutuskan pensiun,” jawab Amelia sambil mengangkat bahu.

Siwon tertawa mendengar komentar Amelia, kemudian membuka amplop kedua yang berwarna putih. Kali ini tidak ada rasa terkejut di wajahnya, hanya ada senyum penuh kelegaan. “Jadi, Dennis dan Minrin juga akan menikah?” tanyanya.

Amelia mengangguk. “Tepat dua minggu setelah Harry dan Sandra.” Dia benar, sejak dulu Amelia benar. Sejak awal, dia sudah curiga bahwa Dennis mencintai Minrin.

“Haah, akhirnya begini ya, semua orang bahagia bersama-sama,” Siwon tersenyum sambil memandang langit – langit kamar rawatnya.

“O,” Amelia mengangguk setuju. Mengingat percakapannya dengan Dennis tempo hari.

“Jadi, Hyosoo-ssi mencintai oppanya sendiri?” tanya Amelia kaget.

“Ne~, tapi dia tidak bisa memberitahu Siwon dan malah memberitahu Siwon kalau dia menyukai Kyuhyun, padahal mereka tidak sedekat itu,” jawab Dennis. Saat itu mereka sedang membereskan markas yang berantakan.

“Lalu?” tanya Amelia penasaran.

“Tentu saja mereka tidak mungkin bersama. Kyuhyun dan Hyosoo tidak dekat dan lagipula Kyuhyun sudah bertunangan dengan Minrin,” jelas Dennis. Ekspresi Dennis berubah saat mengucapkan kalimat terakhir itu dan Amelia bisa melihatnya dengan jelas.

“Bagaimana kalian bisa saling mengenal?” tanya Amelia lagi.

“Aku dan Kyuhyun cukup dekat dan sejak Kyuhyun dan Minrin bertunangan. Dia selalu bersama Kyuhyun, jadi aku mengenalnya. Minrin dan Hyosoo sama-sama aktris opera, jadi mereka saling kenal dan disitulah Hyosoo mengenal Kyuhyun. Sementara Harry dan Sandra adalah sahabat Hyosoo saat dia kuliah di luar negeri. Hanya Sungmin yang mengenalnya sebatas klien,” jelas Dennis. “Dunia benar-benar sempit ya?”

Amelia tersenyum mengejek. “Ya, benar- benar sempit. Kau tidak mengenal Minrin dari Kyuhyun kan, oppa?” tebak Amelia. “Kau sudah mengenalnya sebelum itu.”

Dennis tidak menyangkal. “Kau benar, aku menyelamatkannya beberapa kali saat Siwon ingin membunuhnya. Dia pikir Minrinlah penyebab Hyosoo dan Kyuhyun tidak bisa bersatu.”

“Dan kau menyukainya?” tanya Amelia.

“Kau berbakat jadi pembaca pikiran ya El? Baiklah, kau benar, aku memang menyukainya,” jawab Dennis putus asa. “Tapi dia tunangan Kyuhyun sekarang, apa bedanya?”

Amelia tidak sempat menjawab karena tiba-tiba Minrin muncul dan menghambur ke pelukan Dennis sambil menangis. Amelia memutuskan sudah waktunya dia membiarkan dua orang itu bicara secara pribadi  dan pergi dari sana. Entah apa yang mereka bicarakan tapi keputusannya adalah undangan pernikahan berwarna putih yang digenggam Siwon sekarang.

“Aku akan masuk tahanan minggu depan,” Siwon memberitahu Amelia.

Amelia mendongak, menatap ekspresi wajah Siwon yang tetap tenang. “Jinja? Kalau begitu, aku akan datang menjenguk oppa di sana,” ujar Amelia.

“Jangan! Tidak perlu, tunggu saja sampai aku keluar dari tahanan,” pinta Siwon.

Amelia merengut. “Kau bilang kau sudah menganggapku seperti adik sendiri,” protesnya.

“Memang El. Tapi aku juga pernah menyakitimu kemarin, biarkan aku menebusnya dulu, oke?” ujar Siwon sambil mengelus puncak kepala Amelia.

“Ah, arraseo. Tapi aku akan menjengukmu terus sampai oppa masuk tahanan, setuju?” tawar Amelia sambil menyerahkan telapak tangannya.

Siwon menjabat tangannya. “Setuju.”

Amelia tersenyum, lalu bangkit berdiri. “Cha, aku ada janji dengan pasien sebentar lagi. Aku pamit dulu, oppa,” ujarnya.

Siwon mengangguk. “Jaga dirimu,” pesannya.

“Ne~” Amelia berjalan menuju pintu dan melambai. Siwon balas melambai. Amelia menutup pintu ruang rawat dan bersandar sebentar di baliknya. Dari balik pintu, Siwon menatap bayangan Amelia melalui kaca es di pintu. Gadis itu membuatnya merasakan kembali mempunyai seorang adik, benar-benar adik. Jungsoo sangat beruntung memiliki adik sepertinya. Siwon menghela nafas, mengingat Hyosoo. Dongsaeng satu-satunya dan sekaligus satu-satunya gadis yang dicintainya. Hingga sekarang.

Amelia berjalan pelan menuju ruangannya. Dalam hati, dia takjub sendiri melihat begitu pesatnya perkembangan semua hal yang terjadi di sekitarnya. Bagaimana ketika Siwon koma, Amelia tergerak menjenguknya setiap hari. Ketika Siwon sadar dan Siwon memintanya menjadi seorang adik. Bagaimana hubungan Harry dan Sandra, serta kakaknya sendiri dan Minrin. Masih tersisa satu pertanyaan di kepala Amelia, dimanakah Kyuhyun sekarang? Kyuhyun menghilang ketika Dennis dan Minrin mengumumkan kebersamaan mereka. Tak ada yang tahu dia dimana, well mungkin Dennis tahu. Tapi dia tidak akan memberitahukannya pada Amelia dan Amelia sudah memutuskan tidak akan bertanya. Dia tidak ingin terlihat peduli, walaupun –er- dia memikirkan Kyuhyun lebih daripada seharusnya.

Babo, umpat Amelia pada dirinya sendiri. Dia melamunkan Kyuhyun lagi dan sekarang hampir terlambat menemui pasiennya. Amelia mempercepat langkahnya menuju ruangan dan berdoa dalam hati agar dia tidak terlambat menemui pasiennya. Suster yang menjaga registrasi mempersilahkan pasien itu masuk dan Amelia tertegun.

“Kyuhyun?” pekiknya tak percaya.

“Hai,” sapa Kyuhyun kikuk.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Amelia. Berdiri dari dari kursinya dan menghampiri Kyuhyun di depan pintu.

“Er, menemuimu?” jawab Kyuhyun ragu-ragu. Wajahnya memerah, berusaha menatap gadis itu, tapi Amelia hanya menatapnya datar dan menaikkan alisnya.

“Oh, Tuhan. Berhenti menatapku begitu Amelia Park, ckck,” omelnya.

Amelia mendengus. Sungguh, dia senang melihat Kyuhyun, tapi dia tidak suka dipermainkan begini. “Kalau kau tidak punya urusan kesehatan yang penting, silahkan keluar. Pasienku mengantri,” tegas Amelia sambil berbalik menuju mejanya.

“Sombong,” desis Kyuhyun. Dia menarik lengan Amelia, membawa gadis itu dalam pelukannya. “Bogoshipo, arra?”

Amelia hanya melongo. Bogoshipo?

“Kau sungguh sakit?” tanya Amelia heran.

“Cish, bagaimana mungkin kau tidak peka pada perasaanku?” omel Kyuhyun lagi. “Atau baiklah, mengaku saja kalau kau menyukai Cho Kyuhyun ini,” ujar Kyuhyun.

“Gila, kenapa tiba-tiba bicara begitu?” komentar Amelia. Dia melepaskan pelukan Kyuhyun, menatap wajah lelah Kyuhyun.

“Sudahlah, mengaku saja.”

“Shireo, aku tidak suka padamu,” elak Amelia sambil meleletkan lidahnya. Kyuhyun menatapnya tajam dan Amelia balas menatap dengan berani. Lalu tiba-tiba mereka berdua tertawa.

“Kau akan berhenti jadi secret agent?” tanya Amelia menatap Kyuhyun dalam.

“Sesegera mungkin,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

Amelia ikut tersenyum. Semua pertanyaannya terjawab sudah. Dia bersama Kyuhyun, itu yang penting. Dia mendapatkan kebahagiannya sama seperti orang lain. Ketika Kyuhyun tersenyum lebar kepadanya, diam-diam Amelia berdoa semoga dia akan terus melihat senyum Kyuhyun. Bahagia selamanya.

END-

AN :

Capek yaa nulis banyak part, dan FF ini salah satu korban yang kehilangan ide cerita di tengah-tengah selain TFU. haha, saya yakin banyak yang kecewa sama endingnya. ini udah aku edit dua kali, mian kalau masih banyak typo dan endingnya kesannya terlalu dipaksakan. awalnya udah dapet banget feel-nya kyu-el, eh taunya tiba-tiba di tengah ngilang, huhu. yaudalah yaa, maafkan sayaaa #kabuuur

walau begitu, comments are loved 🙂 sampai jumpa di FF lainnya

Advertisements

2 thoughts on “HIDE!! – Chapter 5 (Epilog)

  1. kok uda tamat??
    huwa…
    keren bgt…
    daebak!!
    tapi kenapa pendek bgt…
    sayang bgt…
    pdahal klo di panjangin pasti tambah keren lgi…
    ditunggu FF lainnya…
    Hwaiting!

    Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s