Repost [FF PARTY 2011] Reversible Charm

Title(*): Reversible Charm

Author(*): qL^^  (wp : mystorymyfictionworld)

Main Cast(*) : Minho, Onew

Suport Cast(*) : Park Hyeki (OC), other SHINee member

Other Cast : SMTown

Genre(*) : Pure Fantasy, A Little bit Humor, So much friendship and phsycological battle.

Type/Length(*) : One shot

Rating (*): G

Summary : Pernahkah kau merasa hidup orang lain terasa jauh lebih indah? Pernahkah kau berangan-angan menjadi orang yang berbeda? Lalu saat kau terbangun di pagi hari kau menjadi orang lain? Apa yang akan kaulakukan?

Recommended Backsound : –

 

Reversible Charm

Minho POV

@ Ruang tunggu SMTown in SBS Building

Aku menghempaskan tubuhku ke sofa. Hari ini aku baru saja tiba dari perjalanan ke New York dan langsung meluncur ke SBS untuk menjadi MC SBS Inkigayo. Aku ‘dipaksa’ menggantikan Sulli yang katanya harus menjalani pemotretan.

Di sofa yang sama dimana aku duduk ada Park Hyeki, yeodongsaeng Jungsoo hyung, leader Super Junior yang sedang asyik membaca sesuatu dari iPadnya. Aku meliriknya yang sama sekali tidak menggubrisku. Gadis ini masih muda, usianya sama dengan Taemin, maknae kami. Hari ini dia akan melakukan debut stage sekaligus comeback bersama TRAX sunbae. TRAX akan comeback dengan mengusung image baru ditambah personil baru yaitu Hyeki. Gadis ini pintar bernyanyi dan memainkan alat musik, tapi dia tidak pintar menari. Hei, kenapa aku jadi memperhatikan gadis ini?

“Waeyo oppa?” tanya Hyeki yang sekarang sudah menatapku bingung. “Kau terlihat aneh.”

Aku mendengus. “Jinja? Aku lelah sekali,” keluhku.

Hyeki tertawa. “Haha, Minho sunbae, ingat saja masa-masa trainee yang jauh lebih berat maka kau tidak akan mengeluh,” ujarnya sambil kembali membaca.

“Cish,” aku berdumal. “Masa trainee itu tidak ada apa-apanya dengan sekarang. Menjadi artis itu jauh lebih melelahkan,” jawabku.

“Kalau begitu kau harus memperhatikan orang lain saja oppa. Pikirkan bagaimana rasanya menjadi leader sebuah boyband atau girlband seperti Jungsoo oppa, Jay oppa, Onew oppa dan Taeyeon unnie. Itu jauuuh lebih melelahkan,” ujar Hyeki tanpa mengalihkan pandangannya dari iPad.

Aku memutuskan tidak membahas masalah ini lagi. “Kau sedang baca apa sih?” tanyaku panasaran karena ia tidak menggubrisku.

“Reversible charm. Novel. Ceritanya tentang seeorang yang berangan-angan menjadi orang lain dan keinginannya terwujud,” jawab Hyeki.

Aku tidak bertanya apa-apa lagi, malah menebak-nebak bagaimana cerita yang dibaca Hyeki itu. Dan tiba-tiba semuanya terhubung dengan pernyataan Hyeki sebelumnya. Menjadi leader boyband. Aku tahu Onew hyung leader yang hebat, tapi dia juga terkenal dengan sangtaenya. Diam-diam aku sering berpikir bagaimana kalau aku adalah leader SHINee, bukan Minho dengan flaming charisma dan label noona killer. Sejujurnya aku tidak suka label itu. Mungkin SHINee akan lebih terkenal kalau aku jadi leadernya. Aku, Choi Minho, leader charisma SHINee. Aku tersenyum sendiri membayangkannya, senang karena Hyeki di sebelahku tidak bisa membaca pikiranku.

* * *

Aku terbangun keesokan harinya dengan perasaan aneh. Mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali dan tersentak. Kenapa aku bisa tidur di kamar Onew hyung? Aku memandang berkeliling kamar, memastikan bahwa aku tidak salah kamar. Benar, ini kamar Onew hyung. Seingatku semalam aku tidur di kamar yang sama dengan Jonghyun hyung.

Aku bergegas bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar. Kulihat Key hyung dengan celemek di dapur sedang memaksa si Baby Taemin untuk memakan sarapannya.

“Ya! Hyung, bantu aku. Si Baby sedang manja hari ini,” omelnya.

Aku tertegun. Hyung? Kenapa Key hyung memanggilku ‘hyung’?

“Appaaa!! Umma galak sekali hari ini,” rengek Taemin manja.

MWO?! Taemin memanggilku appa? Jinja, aneh sekali. Aku hanya tersenyum mendengar rengekan Taemin.

“Mungkin Key hyung sedang PMS,” goda Jonghyun hyung jahil yang sudah ada di meja makan juga.

Key hyung mendengus sambil mengacungkan spatulanya. “Taemin itu sedang masa pertumbuhan, dia harus makan yang banyak,” ujar Key hyung.

Semuanya tertawa melihat tingkah Key hyung yang benar-benar seperti umma.

“Mana Minho?” tanya Jonghyun hyung tiba-tiba membuatku tersedak. Hey, aku di sini hyung.

“Onew hyung, tolong bangunkan Minho ya?” pinta Key hyung pada Onew hyung padahal Onew hyung tidak ada di meja makan. Matanya menatap ke arahku padahal jelas-jelas aku bukan Onew hyung. Sebelum aku sempat protes, seseorang sudah berbicara.

“Aku sudah bangun hyung.” Itu suaraku. Dan sosok yang baru muncul sambil menguap itu adalah aku. Lalu siapa aku sekarang?

“Onew hyung, kenapa kau kaget begitu melihat Minho hyung?” tanya Taemin polos. Semua member menatap ke arahku dengan heran. Jangan bilaang kalau aku …. aku adalah Onew hyung!!!!

Aku bangkit berdiri mencari cermin di dalam toilet, membuat para member semakin bingung dengan kelakuanku. Dengan takut-takut aku memandang wajahku dalam cermin. Dan lutuku langsung lemas. Wajah yang terpantul dalam cermin bukan wajahku, tapi wajah Onew hyung. Tuhaaan, apa yang terjadi padaku?

* * *

“Hyung, gwenchana?” tanya Key hyung padaku. Tadi di toilet, aku berteriak keras sekali hingga para member ketakutan. Wajar sih, Onew hyung terkenal kalem menghadapi masalah, jadi kalau tiba-tiba dia berteriak keras itu sungguh tidak wajar. Dan sejak keluar dari toilet, aku hanya duduk diam di sofa. Aku berusaha berpikir keras, bagaimana bisa tiba-tiba aku berubah menjadi Onew hyung? Apa aku salah makan kemarin? Berulang kali juga aku melirik wajahku dan tubuhku sendiri yang sedang menatapku heran.

“Hyung, kau berulang kali melirik Minho tajam. Waeyo? Apa ada yang salah?” tanya Key hyung lagi. Aish, jeongmal. Ini semua salah. Bagaimana aku menjelaskannya pada kalian? Aku duduk di sini sebagai Onew hyung, tapi tubuhku juga duduk di hadapanku tanpa perubahan sama sekali sebagai Minho. Dia seolah-olah benar-benar Minho. Aish, aku mengacak-acak rambutku frustasi membuat semua member ngeri.

Tidak ada jalan lain. Aku harus berpura-pura menjadi Onew hyung sampai situasi kembali normal. Kembali normal? Kapankah itu? Aku pun tidak tahu.

* * *

Aku berhasil melewati hari ini dengan susah payah. Setelah berhasil mengelabui para member dengan sangtae yang kubuat-buat akhirnya para member berhenti mencurigaiku. Hari ini kami melakukan latihan untuk comeback di Korea akhir desember ini. Anehnya aku seperti hanya menguasai hati dan pikiran Onew hyung. Selebihnya memori itu milik Onew hyung. Aku berhasil menarikan bagian Onew hyung dengan baik sehingga para member tidak curiga Juga berhasil menyanyikan lirik Onew hyung sama persis dengan yang biasa dinyanyikannya. Untung tidak ada jadwal reality show. Kalau tidak aku akan semakin sulit bertingkah laku.

Aku duduk bersandar pada dinding sambil meminum air mineral saat kulihat Minho (tubuhku, sebab jiwaku yang asli ada di tubuh Onew hyung) sedang mengulang-ngulang rap untuk lagu baru kami. Aku baru sadar ternyata kemampuan rap-ku semakin berkembang. Aku tersenyum sendiri.

“Waeyo hyung? Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Taemin sambil mengikuti arah pandangku. “Oooh, Minho hyung ya? Kemampuan vokalnya semakin baik ya hyung?” ujar Taemin sambil tersenyum.

Aku membalas senyumnya. “Kau juga semakin baik Taemin ah. Image-mu sekarang bukan maknae lagi, tapi real namja,” ucapku.

“Aku tidak akan jadi begini kalau bukan karenamu, hyung,” ujarnya pelan sambil menunduk. Aku tercenung. Ah, aku tahu Onew hyung memang banyak membantu Taemin. Tapi beginikah rasanya menjadi leader? Kau harus mendengarkan semua curahan hati membermu? Aku segera menguasai diri dan menepuk bahu Taemin. “Tidak ada SHINee tanpa dirimu Taemin-ah,” ucapku memberikan semangat.

Taemin tersenyum lebar. “Gomawo hyung. Cha~ kalau begitu aku harus berlatih keras demi Onew hyung,” ujarnya penuh semangat. Lalu bangkit berdiri dan segera bergabung dengan Minho untuk kembali latihan.

* * *

Sebelum tidur, aku berdoa semoga setelah bangun aku akan kembali menjadi Minho. Bukan apa-apa, aku memang ingin menjadi leader tapi tidak dalam wujud Onew hyung. Tapi ternyata harapanku sia-sia. Aku tetap menjadi Onew hyung hari ini. Maka kuputuskan, lebih baik menikmati saja hidupku sebagai leader.

Bisa mengontrol Taemin adalah hal yang paling menyenangkan yang kurasakan. Taemin sangat penurut pada Onew hyung. Mungkin karena Onew hyung sangat dekat dengannya bahkan sejak awal kami debut. Padahal saat itu Taemin masih sangat muda.

Selalu mengawali setiap interview dan mengambil alih menjawab pertanyaan adalah hal lain yang secara natural dilakukan oleh Onew hyung sebagai leader. Kami biasanya berlindung di baliknya dan menambahkan saja. Tapi bukan berarti sebagai leader Onew hyung mendapat perhatian utama. Aku justru merasa mereka lebih memperhatikan seorang Minho.

Aku memperhatikan bagaimana noona-noona itu menjerit setiap kali Minho (tubuhku yang lain) melemparkan senyumnya. Itu sedikit menyebalkan, aku tidak bermaksud menggoda noona-noona itu.

“Hyung, waeyo?” tanya Jonghyun hyung. “Kau belakangan ini sangat memperhatikan Minho,” ujarnya lagi.

“Aniyo,” jawabku sambil tersenyum mengelabui. Jonghyun hyung hanya mengangkat bahu mendengar jawabanku.

Beberapa kali aku yang terjebak dalam tubuh Onew hyung ini menghadiri rapat khusus dengan manajemen.

“Kau adalah leader, tumpuan harapan para member. Kau harus ingat itu Onew-ssi,” tekan CEO SM.

Ditambah lagi dengan persiapan comeback yang menjadikan para member mencari tumpuan curhat yaitu leadernya.

Aku lelah. Lelah menjalani hidup sebagai Onew hyung. Ternyata aku tidak cukup kuat untuk menjadi tempat bersandar semua orang. Boleh jadi aku memang lebih kharismatik daripada Onew hyung, tapi Onew hyung jelas lebih bijak daripada diriku.

Menjadi leader ternyata tidak mudah. Sekarang aku paham apa yang dimaksud Hyeki. Gadis itu pasti sering melihat oppa-nya, Leeteuk hyung, menjadi leader. Berat sekali beban yang ditanggung leader.

Eh, ngomong-ngomong soal Hyeki. Apa yang kualami ini sama persis dengan novel yang dibacanya saat comeback TRAX di Inkigayo. Seperti mendapat pencerahan, aku tahu bahwa aku harus bertemu Hyeki. Aku tidak ingin selamanya menjadi Onew hyung. Aku cukup menjadi Choi Minho, Flaming Charisma Minho SHINee. Dan Hyeki adalah jawabannya.

* * *

Aku bertemu Hyeki di gedung SM. Segera kuseret dia menuju ruangan yang lebih privat.

“Eh, eh oppa. Kau mau apa?” tanyanya kebingungan.

Aku bersyukur setidaknya tindakanku ini tidak memancing kecurigaan. Member SHINee dengan Hyeki memang cukup dekat, karena gadis ini satu angkatan dengan Taemin ketika trainee dan hoobaeku di sekolah menengah. Gadis ini juga dekat dengan Onew hyung karena dia dongsaeng Leeteuk hyung (Onew dan Leeteuk cukup dekat karena sesama leader).

“Shsh, diamlah. Aku hanya ingin bicara,” jawabku menenangkannya. Hyeki memandangku dengan teliti.

“Kau bukan Onew oppa,” katanya tenang membuatku bagai disambar petir.

“Bagaimana kau tahu?” tanyaku sambil menariknya ke ruang latihan yang kosong.

“Sederhana saja. Onew oppa tidak akan mungkin menarikku ke tempat sepi begini dan bicara banmal denganku,” jawab Hyeki sambil mengangkat bahu.

“Dan kau tidak kaget?” tanyaku heran. Gadis ini aneh.

Hyeki tertawa geli. “Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika di dunia ini oppa,” ujarnya sambil mengedip. Gadis ini terlalu banyak membaca novel fantasi sepertinya.

Aku menelan ludahku. “Kau tahu aku siapa?” tanyaku.

Hyeki lagi-lagi memandangku, menilai. “Minho oppa,” jawabnya pasti.

Oke. Gadis ini semakin membuatku merasa semakin aneh. “Jadi kenapa kau bisa menjadi Onew oppa?” tanya Hyeki.

“Aku tidak mengerti bagaimana caranya aku bisa berubah menjadi Onew hyung. Tiba-tiba saja saat aku bangun, aku sudah menjadi Onew hyung,” jelasku padanya.

Hyeki mengernyit. “Lalu siapa yang ada di dalam tubuh Minho oppa?” tanyanya.

“Mollaseo. Yang jelas dia benar-benar seperti diriku dan bukan Onew hyung yang ada di dalam sana,” ujarku putus asa.

“Jeongmal? Ini aneh sekali,” komentar Hyeki.

“Apa yang harus kulakukan?” tanyaku memelas.

“Ya! Kenapa bertanya padaku?” balas Hyeki sewot. Aku menjitak kepalanya.

“Sopan sekali berteriak pada sunbaemu,” gerutuku.

“Satu lagi, Onew oppa tidak akan pernah menjitakku,” cibir Hyeki membuatku semakin kesal.

“Kau tidak ingat novel yang kauceritakan padaku pada saat comeback TRAX?” tanyaku padanya.

Wajah Hyeki langsung blank. “Aku membaca banyak novel, jadi aku tidak ingat novel mana yang kaumaksud,” ujarnya sambil menggeleng.

“Itu tentang seseorang yang menjadi orang lain,” ujarku berusaha bersabar. Wajah Hyeki langsung terpilin.

Dia menjentikkan jarinya. “Aaaah, arra. Reversible Charm,” dia menyebutkan judul buku itu sambil tersenyum berbinar-binar.

“Nah, itu dia. Bagaimana akhir ceritanya? Bagaimana caranya agar aku bisa kembali seperti semula?” tanyaku penuh semangat.

Wajah Hyeki yang berubah menjadi muram mengisyaratkan sesuatu yang buruk. “Akhirnya tidak baik. Dia terjebak selamanya dalam tubuh orang yang diinginkannya dan itu tidak menyenangkan,” ujar Hyeki. Untuk hal yang terakhir disebutkannya, aku sangat paham. Bukan berarti hidup Onew hyung atau menjadi leader itu tidak menyenangkan. Hanya saja rasanya hal itu tidak cocok untukku. Seorang Choi Minho tidak akan bisa menjadi sebijaksana Lee Jinki.

Tubuhku langsung lemas mendengar pernyataannya. “Tapi, aku belajar banyak dari novel itu oppa, bahwa mensyukuri seperti diri kita apa adanya adalah yang terbaik. Tuhan tidak memberikan semua yang kita inginkan, tapi dia memberikan yang kita butuhkan,” ujar Hyeki lagi. “Mianhe, aku tidak bisa membantumu oppa,” ujarnya sambil menunduk.

Aku mengelus kepalanya. “Gwenchana saeng-ah. Gomawo,” ujarku sambil meninggalkannya. Aku ingin segera kembali ke dorm dan menenangkan pikiranku.

* * *

“Ooh, hyung. Kau sudah pulang,” sapa Jonghyun hyung padaku. Aku mengangguk, terlalu penat untuk menjawab pertanyaannya.

“Taemin-ah, Onew hyung sudah pulang. Ayo kita berkumpul dulu,” panggil Key hyung. Taemin keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tengah dorm.

“Mana Minho?” tanyaku pada Jonghyun hyung.

“Aish, kau ini bagaimana hyung. Kalau ada Minho bagaimana kita mau membicarakan surprise party untuk ulang tahunnya?” jawab Jonghyun hyung.

Hah? Surprise party? Memangnya ini sudah tanggal berapa?

“Besok Minho hyung ulang tahun, biasanya kau tidak pernah lupa hyung,” ujar Taemin heran. Aku tersenyum garing.

Maka rapat kecil ini dimulai. Dengan penuh semangat, Key hyung, Jonghyun hyung dan Taemin menyusun rencana untuk pesta ulang tahunku. Semua rencana itu harus spesial bahkan sampai melibatkan seluruh keluarga SM.

Aku sungguh terharu. Ini memang bukan pertama kalinya aku merayakan ulang tahun bersama para member. Tapi ini pertama kalinya aku melihat langsung bagaimana tulusnya para member menyusun pesta terbaik untuk ulang tahunku.

Malam ini tepat seminggu aku menjadi Onew hyung. Sambil berbaring di tempat tidur Onew hyung, aku berpikir. Mungkin besok akan terasa aneh karena aku harus merayakan ulang tahun untuk diriku yang lain. Tapi itu bukan masalah untukku. Aku kembali mengingat percakapanku dengan Hyeki sore tadi.

“Tapi, aku belajar banyak dari novel itu oppa, bahwa mensyukuri seperti diri kita apa adanya adalah yang terbaik. Tuhan tidak memberikan semua yang kita inginkan, tapi dia memberikan yang kita butuhkan.”

Hyeki benar. Harusnya aku bersyukur menjadi seorang Choi Minho, Noona Killer, Flaming Charisma, dicintai para Shawol dan Flame dan yang paling penting member SHINee. Dimana lagi aku akan menemukan saudara yang tulus menyayangiku. Hanya SHINee. Cukup menjadi member SHINee, tidak perlu menjadi leadernya. Itu anugerah yang luar biasa.

Seolah ada beban berat yang terangkat dari tubuhku. Pikiranku menjadi seringan kapas. Dan aku tertidur dengan mudah.

* * *

Aku terbangun dengan kaget dan mendapati dorm sudah sepi. Aku melirik note di atas meja makan.

“Aku tidak masak hari ini. Kau cari sarapan sendiri yaa Minho~ya. Member lain juga ada jadwal pagi. Key” Begitu bunyi note  yang ditinggalkan di meja makan. Aku mendengus. Dasar Key hyung suka seenaknya saja. Eh, tunggu dulu. Tadi dia memanggilku apa? Minho? Apa aku sudah kembali?

Aku berlari mencari cermin dan menatap pantulan wajahku di cermin. Seketika itu juga aku langsung berteriak-teriak riang. AKU KEMBALI SEPERTI SEMULA!! AKU ADALAH CHOI MINHO!! Aku masih melompat-lompat kegirangan saat sebuah pesan singkat dari manajer masuk ke handphoneku.

Ada rapat dengan manajemen jam 10 pagi. Jangan terlambat!

Aku melirik jam, pukul setengah 10. Sial! Mendadak sekali. Ini sangat sesuai dengan rencana yang disusun Key hyung semalam untuk ulang tahunku. Hey, tunggu, berarti hari ini tanggal 9 Desember. Ulang tahunku. Aku tersenyum lebar.

Berbeda dengan biasanya, kali ini aku mandi secepat kilat dan segera melaju menuju kantor SM. Aku tahu kejutan yang sudah dipersiapkan para member, hanya saja rasanya tidak adil bila aku tidak terkejut. Kali ini aku harus kembali pura-pura tidak tahu.

Setibanya di sana, aku segera menuju ruang rapat. Anehnya ruangan itu gelap, tapi aku tahu keluarga SM sedang berkumpul di sana. TTAR!! TTAR!! DOR!! DOR!! Bunyi petasan memekakkan telinga bersamaan dengan menyalanya lampu ruangan. Benar saja ada keluarga SM disana lengkap mulai dari The Grace, Suju, Trax, f(x), SNSD dan TVXQ. Entah bagaimana caranya para member melobi mereka semua.

Mereka mulai menyanyikan selamat ulang tahun lalu menyodorkan kue untukku. Walaupun aku sudah tahu, tetap saja aku terharu dengan usaha mereka. Gomawo memberdeul SHINee. Satu persatu mulai memelukku dan mengucapkan selamat untukku. Anehnya, Onew hyung berlaku biasa saja. Seolah-olah selama seminggu yang lalu aku tidak menempati tubuhnya. Dia makan-makan, bernyanyi sebagus biasanya dan melucu dengan konyol seperti biasanya.

“Gomawo hyung, aku belajar banyak selama menjadi dirimu,” ucapku saat Onew hyung memelukku.

“Nde? Kau ngelindur ya Minho?” tanyanya tak paham.

Aku hanya tertawa penuh arti. Seluruh keluarga SM melanjutkan pesta ulang tahunku dengan penuh semangat dan keceriaan. Di suatu sudut kulihat Hyeki sedang memainkan gitarnya sambil diiringan nyanyian dari keluarga SM yang lain. Aku menghampirinya saat keluarga SM yang lain tidak di dekatnya lagi.

“Dari senyummu, aku langsung tahu kau sudah kembali seperti semula oppa,” ujar Hyeki sambil tersenyum simpul. “Sangiel cukha hamnida.”

Aku tersenyum sambil menepuk kepalanya pelan. “Gomawo,” ujarku. Bagaimana pun aku berterima kasih padanya.

“Hyeki~ya?” panggilku.

“Ne?” dia mendongak menatapku.

“Sekarang aku mengerti kenapa kau bisa tahu kalau aku bukan Onew hyung,” ujarku dengan nada menggoda.

“Hah? Maksudmu oppa?” tanyanya bingung.

“Kau suka pada Onew hyung kan? Kau selalu memperhatikannya jadi kau langsung tahu itu bukan sikapnya yang biasa,” godaku lagi.

Hyeki mendadak tergagap. “A-a-ani. Aku tidak begitu.”

Aku tertawa keras sekali. Keusilanku sudah kembali rupanya. “Ayolah mengaku saja,” godaku.

Hyeki cemberut. “haish, jeongmal. Lebih baik aku jauh-jauh saja darimu oppa,” ujarnya galak lalu pergi bergabung dengan yang lain.

Aku tertawa. Memandangi seluruh keluarga besarku dari jauh. Aku bersyukur menjadi diriku apa adanya, karena semua orang menyayangiku apa adanya. “Sangiel Cukhae Choi Minho,” bisikku pada diri sendiri. “And Thanks God!”

-END-

AN:

ini adalah FF yag aku kirim ke SF3SI shiningstory.wordpress.com dalam rangka FF Party 2011 Special December. Aku repost lagi karena ada request dr temenku yang minta di post di blog aku juga. akhirnya aku post deh.

gomawo buat yg udh rcl 🙂

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s