HIDE!! – Chapter 4

Chapter 4 The old story

Amelia memijat keningnya perlahan. Merasa sedikit mual setelah mendengarkan cerita Dennis. Memori tentang pekerjaan pertamanya itu mulai kembali dalam otaknya. Ketika dia melakukan otopsi untuk pertama kalinya, bayangan tubuh gadis cantik yang sudah tidak bernyawa, yang tewas karena bunuh diri entah untuk alasan apa. Jadi begitu, Choi Hyosoo, nama gadis cantik yang bekerja sebagai aktris opera itu, ternyata bunuh diri. Dan lebih anehnya lagi, semua orang yang ada di ruangan ini mengenalnya. Harry, Sandra, Kyuhyun, Dennis, Sungmin dan bahkan Minrin pun mengenalnya.

“Aku tidak bisa memutuskan siapa yang dimaksud lima nyawa itu,” ujar Sungmin frustasi. “Kita semua mengenalnya atau minimal seperti Amelia, tahu siapa dia.”

Semuanya bernafas berat, sama-sama berpikir.

“Got it!” desis Kyuhyun. Semuanya terlonjak kaget dan menatap Kyuhyun.  “Aku melacak sinyal handphone yang berdekatan dengan handphone Minrin dan menemukannya.”

“Bukankah itu terlalu mudah?” tanya Harry. “Kita kehilangan jejaknya selama berjam-jam dan setelah mendapatkan sms itu jejaknya langsung ditemukan.”

“Mereka memancing kita,” Dennis tersenyum getir. “Tahu bahwa kita tidak bisa membiarkan Minrin sendirian. Mereka hanya mempercepat proses kita ke sana.”

“Siapa di balik ini semua?” tanya Sandra pelan. Dia masih memeluk lengan kiri Harry, seolah-olah itulah perisainya. Tidak ada yang menjawab pertanyaannya.

“Kita berangkat besok pagi, Sandra dan Amelia akan tinggal di markas,” putus Dennis.

“Aku ikut,” bantah Amelia. “aku tidak mau ditinggal sendiri,” ujarnya lagi.

“Tapi El…” bujuk Dennis tapi Amelia menatapnya dengan pandangan memohon.

“Aku juga ingin bersama Harry,” ujar Sandra membuat Dennis semakin pusing.

Dennis menghela nafas berat. Dia tidak ingin membahayakan dua gadis itu, tapi berdebat dengan mereka juga bukan jalan keluar yang baik. “Baiklah, semuanya akan ikut. Sekarang waktunya tidur, kita akan butuh tenaga ekstra,” Dennis mengakhiri perbincangan mereka.

* * *

Amelia bangun cukup pagi. Beranjak keluar kamarnya dan mendapati semua orang sudah berkumpul di ruang tengah. Ternyata bukan hanya dia yang bangun lebih pagi. Dennis memberikannya rompi anti peluru dan jaket tebal. Amelia menguncir rambutnya dan duduk di samping Kyuhyun yang sedang mengisi senjatanya.

“Gugup?” tanya Kyuhyun.

“Tidak, hanya cemas,” jawab Amelia tegang. “Kau senang karena akan menyelamatkan tunanganmu?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Dennis belum menceritakan semuanya padamu, kau akan tahu jawabannya kalau kau tahu cerita keseluruhannya.”

Amelia ingin bertanya apa maksud Kyuhyun, tapi namja itu sudah bangkit dan pergi ke kamar senjata.

“Kita akan pergi berpasang-pasangan, Sungmin dan Amelia, Harry dan Sandra, Kyuhyun dan aku,” Dennis memberitahukan rencana mereka dengan detil dan mereka langsung menaiki mobil masing-masing mengarah ke lokasi.

* * *

“Mereka bergerak?” tanya laki-laki itu.

“Ya, mata-mata kita melihat mobil mereka keluar pagi-pagi,” jawab bawahannya. Laki-laki itu tersenyum sadis.

“Perketat keamanan di lokasi dan sambut mereka dengan hangat. Jangan bunuh, karena aku akan membunuh mereka dengan tanganku sendiri,” ujar laki-laki itu.

* * *

Mereka tiba dan menghentikan mobil seratus meter di depan sebuah gedung tua yang sepi dan temaram. Amelia bergidik, merutuki dirinya sendiri kenapa memaksakan diri untuk ikut. Dia menelan ludahnya takut dan melirik Sungmin. Sungmin yang kelihatannya paham, berbisik,” Jangan jauh-jauh, aku akan melindungimu.”

Dennis memberi isyarat dan mereka mulai masuk. Dua langkah berjalan, tembakan mulai mengarah pada mereka. Sungmin menarik Amelia ke belakang tembok, melindunginya dari tembakan. Tiba-tiba tembakan itu berhenti.

“Tahan pengikutku, tidak baik meyambut tamu dengan ketidakramahan seperti itu,” suara seorang lelaki membahana di gedung kosong itu. Suaranya dalam, dingin dan berkesan kejam. Amelia bisa melihat seorang lelaki dengan tubuh tegap tersenyum kejam ke arah mereka yang bersembunyi di balik tembok dan pilar. Kedua tangannya menggenggam pistol.

“Dennis Park, jangan bersembunyi seperti anak kecil,” ejeknya lagi dan Dennis beranjak dari balik pilar menatap sinis laki-laki itu.

“Lama tak jumpa, Siwon-ssi,” sapa Dennis dingin. Siwon? Siapa dia? Amelia menunjukkan wajah bertanya pada Sungmin yang hanya memberinya isyarat agar mendengarkan.

“Dua tahun Dennis, tidak cukup lama. Kupikir kau berusaha keras menghindariku dengan tidak pernah pulang ke Korea selama 2 tahun,” ujar Siwon dingin.

“Dan mana, Cho Kyuhyun, pria tampan yang tunangannya sangat cantik dan lemah,” Siwon tertawa. Amelia yakin dia gila. Kyuhyun muncul dari pilar yang lain, menatap Siwon penuh kebencian.

“Kau bahkan tidak bertanya dimana Minrin-ssi, huh?” Siwon mengejek ketika melihat Kyuhyun.

“Tidak banyak bedanya,” jawab Kyuhyun sengit.

“Wah, kau datang juga, Sandra Brown dan Harry Dilton, ckckck,” mata Siwon berkilat penuh kebencian. “Bahkan kau mengajak adikmu juga Dennis dan melibatkan inspektur kepolisian Seoul. Luar biasa.” Siwon bertepuk tangan merendahkan.

Tidak ada yang menjawab, semuanya waspada.

Seorang dengan wajah tertutup topeng membawa seorang gadis yang terlihat sangat lemah yang diyakini Amelia adalah Minrin dan menyerahkannya pada Siwon.

“Kukembalikan gadis ini, menyusahkan saja,” Siwon mendorong Minrin hingga tersungkur. Dennis berlari lebih dulu daripada Kyuhyun, menarik gadis itu dalam pelukannya dan menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Pemainan sebenarnya akan dimulai di sini, lima nyawa yang akan kuambil dan mungkin dua nyawa lagi akan kubebaskan jika aku berbaik hati,” Siwon tertawa.

“Jangan bermimpi,” umpat Kyuhyun dan menembak. Tembakannya tepat menggores bahu kanan Siwon, membuat laki-laki itu terpancing marah.

Suara tembakan mulai memenuhi ruangan lagi. Kali ini Dennis dan Kyuhyun berusaha melindungi Minrin yang keadannya semakin lemah, sementara peluru-peluru berseliweran di tengah mereka. Amelia berusaha menahan jeritannya, menutup telinganya rapat-rapat dengan telapak tangannya dan sesekali memejamkan mata. Sungmin melindunginya dengan baik. Kemampuannya sebagai inspektur kepolisian Seoul tidak diragukan lagi. Dia berhasil merobohkan beberapa pria bertopeng dengan akurat.

Dennis dan Kyuhyun berlari ke arah Sungmin dan Amelia sambil menyangga Minrin yang kesadarannya semakin berkurang. Amelia mendekati gadis itu, memeriksa keadaan vitalnya.

“Dia dalam keadaan shock, kita harus pergi secepatnya,” ujarnya pada Dennis. Dennis mengangguk, memberikan kode bagi Harry, Kyuhyun dan Sungmin yang mulai bergerak mundur menuju pintu keluar.

Salah satu peluru berdesing melewati telinga kanan Amelia, nyaris membuatnya jantungan. Dan detik berikutnya, sebelum Amelia sadar sepenuhnya, dia sudah berada dalam pegangan Siwon. Ujung pistol Siwon menempel sempurna di pelipisnya, membuat Kyuhyun, Dennis, Harry, Sandra, Sungmin dan Minrin terpaku.

Siwon terkekeh pelan. “Harusnya aku tidak meremehkan kekuatan FBI,” dia tersenyum miring. Memperhatikan sekeliling, dimana seluruh pengawalnya dibantai habis hanya dengan 3 orang anggota FBI dan inspektur kepolisian Seoul. Kini Siwon hanya sendiri, tanpa pengawalan. “Aku sedang menimbang-nimbang,” Siwon menyeringai jahat. “Tidak perlu menghabiskan 5 nyawa, cukup satu nyawa saja dan sepertinya itu setimpal.” Dia memain-mainkan ujung pistol di pelipis Amelia dengan ringan.

“Andwae!!” teriak Dennis. “Itu yeodongsaengku, jangan ganggu dia,” pinta Dennis.

“ITU YANG DULU KAU LAKUKAN PADAKU, DENNIS PARK!!!” sembur Siwon marah, tangannya mencengkram pistol itu semakin erat, membuat Sandra dan Minrin menahan nafas. “Kau membiarkan adikku bunuh diri demi gadis itu,” tunjuk Siwon pada Minrin.

Mata Amelia membulat. “Mwo? Apa maksudnya?” tanyanya pelan.

“Kau tidak tahu?” Siwon menyeringai. “Kau tidak tahu apa yang sudah dilakukan oppamu itu?”

“Lepaskan dia, dia tidak  terlibat,” Dennis mengucapkan kalimat itu dengan nada tajam.

Siwon kembali menyeringai. “Kau mau dengar ceritanya, cantik?” ujung pistol Siwon memainkan rambut panjang Amelia, membuat gadis itu bergidik ngeri.

“Dua tahun yang lalu, aku masih hidup bersama orang yang paling kusayangi seumur hidupku. Aku menjaganya seperti menjaga nyawaku sendiri. Dia cantik, suaranya bagus, seorang aktris opera. Di sana dia mengenal Park Minrin dan Cho Kyuhyun. Dongsaengku jatuh cinta pada Kyuhyun, namun Oppamu, Dennis Park yang baik hati itu, berusaha mencegahnya. Dia pura-pura tidak tahu bahwa adikku menyukai Kyuhyun dan malah membantu Minrin mendekati Kyuhyun. Adikku shock, patah hati dan dia bunuh diri,” Siwon mengakhiri ceritanya. “Bagaimana menurutmu, hm? Apakah oppamu itu masih baik hati?”

Impossible,” Amelia mendesis, kecewa.

“Dia bohong Amelia,” teriak Sandra. “Dennis tidak begitu.”

“Kau!!” tunjuk Siwon dengan pistolnya. “Kau tidak tahu apa-apa. Saat Hyosoo datang padamu dan meminta bantuanmu, kau dan Dilton hanya diam saja. Sebagai temannya, kau mengabaikannya,” teriak Siwon.

“Ini salah paham, Siwon-ssi. Kita akan bisa menjelaskannya,” Harry mencoba melegakan suasana.

“Tidak ada bedanya. Hyosoo sudah pergi dan aku di sini untuk membalas dendamnya,” Siwon mengarahkan pistolnya kembali ke pelipis Amelia. “Kalau gadis ini mati, aku yakin kalian akan merasa bersalah seumur hidup dan itu cukup membuatku puas.”

Amelia berpikir keras, cengkraman Siwon di sekeliling lehernya terlalu kuat. Dia tidak akan bisa berontak. Tenaga mereka tidak sebanding. Dia sudah pasrah, sadar bahwa kematiannya sudah tiba. Dia menutup mata.

Bunyi tembakan itu terdengar jelas di gedung yang sepi itu. Hanya saja, dia tidak merasa tubuhnya roboh. Cengkraman tangan Siwonlah yang semakin mengendur dari lehernya. Amelia merosot ke lantai, bersimpuh di depan tubuh Siwon yang dadanya berlumuran darah. Siwon mencengkram dadanya kesakitan. Amelia justru merasa ingin menangis melihat Siwon. Dia menatapnya dalam-dalam.

“Adikmu akan sedih melihatmu begini,” ucap Amelia, suaranya bergetar.

“Aku melakukan ini demi dirinya,” ujar Siwon lemah.

Seseorang berjongkok di sebelah Amelia. Dennis. Dia menendang pistol Siwon menjauh.

“Adikmu memang bunuh diri Choi Siwon, tapi bukan karena Kyuhyun. Dia hanya menjadikan Kyuhyun sebagai alasan. Dia terlalu takut padamu, takut mengakui kalau dia mencintaimu. Dia depresi dan akhirnya malah memutuskan bunuh diri,” ujar Dennis.

“D-di-dia… mencintaiku?” tanya Siwon.

Dennis mengangguk sebagai jawaban. Mata Siwon mulai tertutup dan tarikan nafasnya mulai melambat.

* * *

Mobil-mobil polisi dan ambulans memenuhi perkarangan di sekitar gedung tua dan kosong ini. Jalan sekeliling gedung sudah diberi police line. Sungmin sedang memimpin pemeriksaan TKP. Beberapa petugas ambulans sedang mengangkut mayat-mayat para penjahat untuk diautopsi.

 Amelia duduk di belakang van mereka yang pintunya dibuka, membuatnya bisa melihat dengan leluasa apa yang sedang terjadi sambil meminum cokelat hangat yang dibuatkan salah seorang petugas ambulans. Minrin dan Kyuhyun sedang berbicara di dekat salah satu ambulans. Minrin sedang diinfus dan Kyuhyun berdiri protektif di sampingnya. Amelia menoleh ke arah lain dan melihat Sandra dan Harry.

“Ini sama sekali tidak bisa disebut liburan,” protes Sandra yang terdengar oleh Amelia.

Why? Bukankah ini yang selalu kau inginkan? Bertualang dengan pacarmu yang FBI?” tanya Harry menggoda.

“Pacar? Kau memutuskanku tahun lalu, remember?” tanya Sandra ketus.

“Kalau begitu, aku memintamu kembali jadi pacarku,” ujar Harry ringan.

“What? Semudah itu?” pekik Sandra, sementara Harry mengangguk.

“Baiklah, sebagai gantinya kau harus menemani menjalani liburan yang sebenarnya. Masih ada setahun yang panjang,” ujar Sandra sambil mengedip. Dia mengalungkan lengannya di leher Harry dan Amelia menoleh ke arah lain sebelum melihat keduanya melakukan hal itu.

Dennis tiba-tiba sudah duduk di samping Amelia. Merangkul adik kesayangannya.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Dennis.

“Well, seminggu ini aku sering sekali shock. Jadi kurasa, semuanya mulai terasa biasa saja,” jawab Amelia santai. Dennis mengacak rambutnya.

“Kita akan pulang setelah ini, El. Tidak ada yang perlu dicemaskan,” ujar Dennis.

Amelia mengangguk. Walaupun dalam hatinya, dia masih menyimpan banyak rasa penasaran.

TBC-

A.N :

Annyeeong~ semuaaaa.

Yuhuuu, gak ada ide buat TFU, akhirnya malah bikin HIDE!!

Chapter depan tamat loooh, hehe

comment and likes are loved :*

Advertisements

2 thoughts on “HIDE!! – Chapter 4

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s