.:SCS:. Sangiel Cukhae Hamnida, Yesung oppa! (2/2 -end)

Tanggal dua puluh empat agustus akhirnya datang juga. Negosiasi dengan Ibu Yesung berjalan lancar. Dengan senang hati, sang ibu yang ramah memberikan kunci rumah pada Ryeowook sambil berkata bahwa mereka boleh menggunakan rumahnya dengan sesuka hati. Apalagi ternyata sang ibu harus keluar kota.

“Untung eomma Yesung hyung keluar kota, kita jadi bebas menggunakan rumahnya,” ujar Eunhyuk sambil mengemudikan mobilnya menuju rumah Yesung.

“Memangnya kalian tidak kuliah?” tanya SooYan pada Eunhyuk. SooYan, Donghae dan Ryeowook ikut naik di Audy hitam Eunhyuk. Sedangkan HyeKi dan Sungmin ikut naik Hyundai hitam Kyuhyun. Di dalam mobil Kyuhyun juga dijejali dengan kado-kado mereka, bahan-bahan untuk memasak dan mendekorasi tempat.

“Ada, aku dan Donghae akan kembali ke kampus setelah mengantar kalian,” ujar Eunhyuk sambil terus mengemudi. “Kami akan membantu agar Yesung hyung tidak curiga,” tambahnya.

“Ya, sementara kita akan memasak di rumah,” ujar Ryeowook dengan gembira. SooYan hanya mengangguk. Sedangkan di mobil Hyundai Kyuhyun, HyeKi sedang berdebat seru dengannya sementara Sungmin mendengarkan dengan bosan.

Mereka tiba di rumah Yesung. Kyuhyun memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah, mereka semua turun dan Eunhyuk serta Donghae langsung kembali ke kampus. Ryeowook membuka pintu rumah, sementara Sungmin membantu HyeKi dan SooYan menurunkan barang-barang dari bagasi mobil Kyuhyun ke dapur.

“Berat sekali,” keluh HyeKi meletakkan kardus berisi kertas dan hiasan samping meja dapur, lalu memijat lengannya yg pegal.

“Jangan manja,” komentar Kyuhyun, menjitak kepala HyeKi pelan sambil melewatinya.

“Cish, kau tidak ikut mengangkut barang, makanya bicara begitu,” sembur HyeKi emosi. Kyuhyun hanya mengangkat bahu sambil memamerkan smirknya.

“Sudahlah,” lerai SooYan. “Sekarang kita bagi tugas saja, harus cepat karena tidak ada Donghae dan Eunhyuk oppa. HyeKi dan Kyuhyun oppa langsung menghias ruang tamu dan ruang makan. Sementara aku, Ryeowook oppa dan Sungmin oppa akan mulai memasak. Semuanya harus selesai sebelum jam makan siang tiba,” SooYan menunjuk mereka satu persatu dan semua bergegas menyebar.

HyeKi dan Kyuhyun sibuk bertengkar, mempersalahkan hiasan mana yang akan digantung di mana. Berisik sekali. Sementara SooYan dan oppadeul lainnya mulai memotong-motong sayuran, daging dan bahan masakan lain. Bunyi gemerisik minyak goreng dan wangi masakan mulai tercium dari dapur ke arah ruang tamu dan ruang makan. Perut HyeKi langsung keroncongan.

Kyuhyun tertawa. “Kau lapar?”

HyeKi mendelik ke arahnya, namun tetap mengangguk pelan.

“Sabarlah, makan siang tidak akan lama lagi,” ucap Kyuhyun pelan, lalu kembali memasang hiasan gantung sambil terkekeh.

Menjelang makan siang, semuanya sudah selesai. HyeKi dan Kyuhyun mengagumi hasil kerjasama mereka dengan puas, lalu saling tersenyum  dan berjabat tangan. SooYan mendatangi mereka di ruang tamu, mengecek hasi kerja keras duo magnae itu. SooYan masih mengenakan celemek dan bahkan membawa spatula. SooYan juga tersenyum puas, lalu kembali ke dapur. HyeKi dan Kyuhyun mengikutinya ke dapur. Lalu ikut membantu Ryeowook dan Sungmin menata meja ruang makan.

Bunyi deru mesin mobil terdengar memasuki halaman rumah Yesung. Semua yang ada di dalam tiba-tiba menjadi panik. Bagaimana kalau ternyata itu Yesung? Ryeowook akhirnya mengintip dari interphone dan melihat Eunhyuk dan Donghae turun dari mobil.

“Annyeong,” sapa Donghae ringan sambil melangkah masuk. Tangannya menenteng sebuah gitar yang akan digunakan untuk bernyanyi.

“Kenapa wajah kalian pucat begitu?” tanya Eunhyuk yang menyusul masuk di belakang Donghae.

“Haish, kalau mau datang, kabari dulu. Kami pikir Yesung oppa,” marah HyeKi galak, sementara Donghae dan Eunhyuk terdiam kaget, dimarahi begitu oleh HyeKi.

“Jantungku mau copot,” keluh Ryeowook sambil mengusap dahinya.

“Yesung hyung sedang dalam perjalanan kemari,” kata Donghae setelah pulih dari keterkejutannya karena dimarahi okeh HyeKi.

“Mwo?” semuanya serempak berteriak.

“Tadi Donghae menelponnya, mengatakan ada sesuatu yang terjadi di rumahnya. Katanya dia akan bergegas pulang,” jelas Eunhyuk.

Semuanya mengangguk pelan. Dan bergegas bersiap-siap menuju posisinya masing-masing. Menunggu menit-menit Yesung tiba. Setengah jam kemudian, bunyi deru mesin mobil kembali terdengar. Dilanjutkan oleh langkah tergesa-gesa dan memutar knop pintu.

TTAR!! DDORR!!

Petasan di depan pintu meledak begitu Yesung menyembulkan kepalanya di ruang tamu. Kepala-kepala yang lain mulai bermunculan, sementara Donghae mulai memetik gitarnya.

“ Saengil cukha hamnida! Saengil cukha hamnida!

Saranghaneun Uri Yesung, Saengil cukha hamnida!” suara HyeKi, Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, Eunhyuk dan  SooYan bercampur aduk menyanyi lagu itu. Sementara Yesung masih terpaku di depan pintu. SooYan memegang cake ulang tahun dengan lilin berangka 23 di atasnya.

“Oppa, masuklah,” panggil SooYan lembut.

Yesung tersadar, lalu melangkah masuk ke dalam. Menatap penuh tanda tanya pada wajah-wajah yang tersenyum di dalam ruangan. SooYan tersenyum manis, menyodorkan cake itu ke hadapan Yesung.

“Make a wish,” bisiknya pelan.

Yesung menatap mata SooYan sebentar, lalu memejamkan mata dan meniup lilin. Yang lain bertepuk tangan dan meledakkan petasan yang masih tersisa. Yesung tersenyum, sorot bingung masih terlihat di wajahnya bercampur dengan kebahagiaan. Waktunya potong kue. Eunhyuk sudah menyodorkan pisau padanya.

Potongan kue pertama diberikan untuk SooYan, tentu saja, sebagai hasil kerja kerasnya menyiapkan semua ini. Yesung dengan gentle menyuapkannya untuk SooYan.

“Mana bagian untuk kami?” tanya Eunhyuk menggoda.

“Ambil sendiri,” jawab Yesung tak peduli, maka mereka semua menyerbu kue ulang tahun Yesung tanpa ampun.

SooYan hanya tersenyum geli. “Waktunya makan siang,” teriaknya girang.

“Horeeee!!” teriak HyeKi girang. Kyuhyun terkekeh mendengar teriakan HyeKi, jelas dia ingin menggoda HyeKi yang sudah kelaparan sejak berjam-jam yang lalu. Maka mereka bergegas menuju ruang makan. HyeKi mengisi piringnya dengan berbagai macam lauk yang dimasak Ryeowook, Sungmin dan SooYan dan menyendok makanan.

“Jal meokgessseumnida (selamat makan)” ucapnya riang.

“Makannya pelan-pelan,” tegur Sungmin mengingatkan. HyeKi nyegir.

Tak butuh waktu lama, mereka sudah selesai makan siang. Saatnya menyantap hidangan penutup berupa puding coklat dengan saus tiramisu. Tentu saja, lagi-lagi HyeKi menjadi bocah menyebalkan yang kegirangan menyantap coklat. Saat itulah, SooYan dan Donghae tiba-tiba berpindah tempat duduk di spot yang telah disediakan HyeKi dan Kyuhyun.

shawty’s love is like a pyramid

we stand together till the very end

there’ll never be another love for sure

donghae and sooyan here we go

HyeKi belum pernah melihat SooYan dan Donghae latihan, jadi dia menikmati saja apa yang mereka nyanyikan. HyeKi memerhatikan Yesung terlihat kaget dengan show mendadak ini.

stones heavy like the love you’ve shown

solid as the ground we’ve known

and i just wanna carry on

we took it from the bottom up

and even in a desert storm

sturdy as a rock we hold

wishing every moment froze

now i just wanna let you know

Semua yang mendengar terhanyut dalam petikan gitar Donghae dan nada SooYan.

earthquakes can’t shake us

cyclones can’t break us

hurricanes can’t take away our love

pyramid, we’ve built this on a solid rock

it feels just like it’s heaven’s touch

together at the top (at the top baby) like a pyramid

and even when the wind is blowin

we’ll never fall just keep on goin

forever we will stay like a pyramid

like a pyramid, like a pyramid hey

like a pyramid, like a pyramid hey

like a pyramid, like a pyramid hey

cold never ever when you’re close

we will never let it fall

a story that was never told

something like a mystery

and every step we’ve took we grown

look how fast the time has flown

a journey to the place unknown

we’re going down in history

earthquakes can’t shake us

cyclones can’t break us

hurricanes can’t take away our love

pyramid, we’ve built this on a solid rock

it feels just like it’s heaven’s touch

together at the top (at the top baby) like a pyramid

and even when the wind is blowin

we’ll never fall just keep it going

forever we will stay like a pyramid

like a pyramid girl i’ma show you

that i love you so much that we’re gonna get through

even when it storms i will never go

i’ma be the one to keep you safe

before was a love i care more than enough

holding on to one another be the cover when it’s rough

mother nature, or disaster won’t stop our happy ever after

Tiba-tiba Yesung menyanyikan bagian rap Donghae sambil melirik nakal. Membuat Donghae dongkol dan sesaat melupakan kunci gitar yang dipetiknya.

pyramid… keep it going…

like a pyramid, like a pyramid hey

pyramid, we’ve built this on a solid rock

it feels just like it’s heaven’s touch

together at the top (at the top baby) like a pyramid

and even when the wind is blowin

we’ll never fall just keep on goin

forever we will stay like a pyramid

pyramid..

pyramid, we’ve built this on a solid rock

it feels just like it’s heaven’s touch

together at the top (at the top baby) like a pyramid

and even when the wind is blowin

we’ll never fall just keep it goin

forever we will stay like a pyramid

like a pyramid, like a pyramid hey

like a pyramid, like a pyramid hey

like a pyramid, like a pyramid hey

“Yey!! Daebak,” HyeKi berteriak dan berdiri dari tempat duduknya sambil bertepuk tangan bising. Yang lain mulai  mengikutinya dan bertepuk tangan riuh juga.

“Gomawoyo,” ucap SooYan senang.

“Ya hyung! Kenapa kau mengambil bagian rap ku?” omel Donghae pada Yesung.

“Ahaha, mana mungkin aku membiarkanmu bilang cinta pada SooYan. Andwae,” jawab Yesung sambil menunjuk-nunjuk hidung Donghae galak.

“Baru pertama kali aku mendengar Yesung hyung nge-rap,” komentar Eunhyuk.

“Waktu khusus SungYan couple,” kata Sungmin tiba-tiba. Segera saja, HyeKi mengandeng SooYan dan Ryeowook menarik Yesung menuju halaman belakang rumah Yesung, meninggalkan mereka berdua di sana dan mengunci pintu.

“Ya! Apa-apaan ini?” omel Yesung.

“Aish, ini hadiah khusus dari kami. Sudah, terima sajalah. Kami akan bereskan sisa pesta, kalian ngobrol saja yaa,” teriak Kyuhyun dari balik pintu.

“Ya! Buka pintunya,” Yesung masih tidak mau kalah. Sementara HyeKi dan oppadeul hanya tertawa dan meninggalkan mereka berdua.

Yesung dan SooYan lalu duduk di ayunan di halaman itu, dikelilingi banyak bunga yang di rawat Ibu Yesung.

“Igoe,” kata SooYan pelan, menyerahkan sekotak besar kado.

“Ige mwoya?” tanya Yesung kaget, mengambil kado itu.

“Buka saja, oppa,” jawab SooYan pelan, sambil tersenyum simpul. Yesung mengangkat alis lalu membuka kotak itu. Isinya kotak kecil berisi gelang, jas yang terlipat rapi, rangkaian mawar dan amplop surat.

“Kau menyiapkan ini semua?” tanya Yesung menatap SooYan kaget. SooYan mengangguk. “HyeKi dan oppadeul banyak membantu kok,” tambah SooYan.

“Jinja?” seru Yesung tak percaya. Dia mengambil jas itu dan mencobanya. Lalu mengambil rangkaian mawar.

“Pas tidak oppa? Aku sudah menyiapkan mawarnya berjumlah 23,” ujar SooYan gembira.

“Ne, gomawo,” ucap Yesung senang. Yesung memegang amplop merah itu.

“Oppa, bacalah,” pinta SooYan. Yesung tersenyum dan membuka amplop itu.

Saranghaneun Yesung oppa,

Aku memang tidak memberimu sesuatu yang spesial

Namun sungguh aku berharap kau mendapatkan sesuatu yang spesial di hari ulang tahunmu

Oppa, bagaimana kau mengerti aku?

Aku egois dan selalu memonopoli dirimu

Kau selalu bernyanyi untukku

Maka kali ini aku bernyanyi untukmu

Sangiel Cukha hamnida

Semoga kau mendapatkan kebahagiaan di tahun ini

Terima kasih atas segala yang telah kita lalui selama ini

Semoga kita akan terus bersama di tahun-tahun mendatang

Oppa, ingatlah

Aku selalu sayang padamu

Apa pun yang terjadi

Semoga aku akan bisa terus menemanimu di ulang tahun yang berikutnya

Salam sayang,

Kim SooYan♥♥

Yesung menatap SooYan yang wajahnya sudah memerah, lalu terkekeh. “Kau benar-benar suka padaku ya?” tanyanya iseng.

“Oppa,” SooYan memukul lengan Yesung.

“Ara, ara. Appo, Kim SooYan,” Yesung mengelus-elus tangannya yang dipukul. Dia lalu mengambil gelang yang berwarna merah dan mengikatnya di pergelangan tangan SooYan.

“Kau tahu kan aku suka sekali warna merah? Aku berikan ini untukmu, supaya warna ini membuatmu selalu mengingatku,” kata Yesung pelan.

“Gomawo,” kata SooYan pelan.

Yesung menarik SooYan dalam pelukannya. “Kau sudah bilang gomawo dua kali hari ini. Harii ini kan ulang tahunku. Harusnya aku yang bilang gomawo. Gomawo, chagi,” kata Yesung pelan. Dan yang paling mengejutka, Yesung mengecup puncak kepala SooYan pelan. Sesaat kemudian terdengar suara berisik dari dalam rumah.

“Kelihatannya mereka mengintipp lagi,” ujar SooYan geli.

“Biarkan saja. It’s time for us,” kata Yesung tidak peduli, tanpa melepaskan pelukannya dari SooYan. SooYan tersenyum di dalam pelukan Yesung. Semoga kau bahagia, oppa, batinnya dalam hati.

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s