.:SCS:. Sangiel Cukhae Hamnida, Yesung oppa! (1/2)

“Ulang tahun?” HyeKi mengernyit menatap SooYan sambil membawa buku-buku yang diambilnya dari rak perpustakaan.

SooYan mengangguk. “Ottokhae?” ucapnya lemah sambil meletakkan kepalanya di atas meja baca perpustakaan.

HyeKi mencibir. “Memangnya kau tidak punya ide sama sekali untuk merayakan ulang tahunnya?”

“Punya sih, tapi ini kan ulang tahun Yesung oppa. Aku ingin semuanya istimewa,” jawab SooYan pelan tanpa mengangkat kepalanya. Kata istimewa diucapkannya dengan penuh penekanan hiperbolik, membuat HyeKi sedikit bergidik.

“Hmm, arraseo,” ujar HyeKi sambil mulai membuka salah satu buku. Beberapa menit kemudian, keduanya tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Yang terdengar hanya desahan nafas SooYan, yang berulang kali membuang dan menarik nafas keras-keras.

“Aigoo, SooYan ah, kau membuatku pusing kalau terus begitu,” ucap HyeKi kesal dan menutup bukunya.

“Jangan salahkan aku,” SooYan mengacak-acak rambutnya frustasi.

HyeKi memandangnya takut-takut. Agak sedikit menyeramkan melihat SooYan frustasi begitu. Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. HyeKi merogoh handphone di dalam saku seragamnya dan menghubungi seseorang.

“Yobseyo?” sahut suara di seberang.

“Aaah, yobseyo. Oppa!!” teriak HyeKi senang. SooYan mengangkat kepalanya, menatap HyeKi dengan heran dan HyeKi memberikannya isyarat agar mendengarkan.

“Psst!!” seluruh penghuni perpustakaan menegur HyeKi karena kerasnya suaranya.

“Mianhe,” ucap HyeKi nyengir kepada mereka semua, lalu berpaling ke teleponnya lagi. “Oppa, kau masih di situ?” tanya HyeKi pelan. Volume suaranya ditekan di batas minimum.

“Ne, masih. Tapi berhenti memanggilku oppa, Park HyeKi. Itu lebih mengerikan daripada mendengar panggilan Mr. Devil,” omel Kyuhyun di seberang.

“Tsk. Ne, ne, arraseo. Mari tidak memperdebatkan hal itu sekarang,” bisik HyeKi.

“Kenapa kau bisik-bisik begitu?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku menelepon di perpus,” jawab HyeKi pelan, lalu terdengar suara tawa Kyuhyun yang menyebalkan dari telepon. Kalau saja HyeKi sekarang tidak di perpus, dia akan meneriaki sepupunya itu.

“Ya! Berhenti tertawa, Cho Kyuhyun,” HyeKi berusaha sekuat tenaga untuk tidak marah. SooYan yang sejak tadi hanya mendengarkan, membelalakkan matanya. Mulutnya berucap tanpa suara, Cho Kyuhyun?

“Ne, ne. Mianhe, hehe. Lalu kau mau bicara apa?” tanya Kyuhyun yang masih terkekeh.

“Bisakah kau ke rumah nanti sore?” tanya HyeKi pelan. “Kau boleh ajak teman-teman di klub dance mu itu, tapi jangan ajak Yesung oppa ya?”

“Mwo? Permintaanmu aneh sekali,” kata Kyuhyun sengit. “Baiklah, aku akan datang. Lagipula aku sudah lama tidak bertemu Park Ahjumma.”

“Asyiiik!! Gomawo oppa, muaah,” ucap HyeKi bersemangat, tapi suaranya kecil sekali.

“Menggelikan,” balas Kyuhyun. Lalu menutup telepon.

“Beres,” kata HyeKi sambil tersenyum lebar.

SooYan masih belum mengerti, hanya mengerjap-ngerjap keheranan. “Apanya yang beres?” sungutnya.

“Akan kujelaskan di luar,” sambar HyeKi cepat. Dia mengambil buku-buku dari atas meja dan menarik SooYan keluar dari perpustakaan, sambil pamit pada Oh saengnim, penjaga perpustakaan.

“Ya! Kenapa kita ke kantin?” tanya SooYan begitu HyeKi melangkah memasuki tempat yang ramai itu. HyeKi tidak menjawab, terus menarik SooYan menuju salah satu meja kosong, meletakkan buku-bukunya di atas meja dan memesan makanan di konter makanan.

HyeKi kembali dengan burger besar dan SooYan yang duduk di hadapannya berjengit menatapnya.

“Kau mau?” tawar HyeKi. SooYan menggeleng.

“Jelaskan padaku, kau bicara apa pada Kyuhyun oppa,” pinta SooYan cepat.

“Aish, sabarlah, aku masih makan,” jawab HyeKi yang mulutnya dipenuhi burger isi daging, keju dan sayuran itu.

SooYan menatapnya kesal. “Cepat jelaskan,” pintanya lagi.

“Baiklah, baiklah. Aku minta bantuan Kyuhyun dan teman-temannya untuk merencanakan perayaan ulang tahun Yesung oppa,” ujar HyeKi santai.

“Mwo? Kau gila ya?” teriak SooYan kaget.

“Aish, jinja. Kim SooYan, tenanglah, itu kan bukan sesuatu yang berbahaya,” ujar HyeKi membela diri. “Lagipula kau bilang tadi kau belum punya ide,” tambahnya lalu mengigit burger.

“Tsk. Aku bilang kan aku punya ide, tapi tidak yakin. Kenapa kau minta bantuan mereka?” tanya SooYan tak habis pikir. Dia ingin marah pada HyeKi, tapi dia tahu maksud HyeKi kan baik.

“Bukankah lebih banyak kepala yang berpikir akan lebih baik? Kau ingin sesuatu yang istimewa kan, ada Donghae oppa yang bisa membantumu,” ujar HyeKi menerangkan, lalu menelan potongan terakhir burgernya dan meneguk air mineral banyak-banyak. SooYan tidak tahu harus berkata apa, maka dia hanya diam, menunggu HyeKi menyelesaikan perkataannya.

“Mereka akan berkumpul di rumahku sore ini. Nah, yang harus kau lakukan sekarang adalah taktik pengalihan perhatian. Aku bilang pada Kyuhyun kalau dia boleh mengajak teman-temannya asalkan bukan Yesung oppa dan tidak ketahuan olehnya. Jadi, tugasmu adalah mengajak Yesung oppa jalan-jalan atau kemana saja lah. Pasti akan mencolok kan kalau Kyuhyun dan teman-temannya menghilang secara bersamaan. Nah, kau harus mengalihkan perhatian Yesung oppa,” ujar HyeKi panjang lebar.

SooYan menghembuskan nafas keras-keras. “Lalu?” tanyanya.

“Aku akan menanyakan ide pada mereka, nanti malam akan aku kabari lewat telepon. Bagaimana?” tanya HyeKi.

Lagi, SooYan menghembuskan nafas keras-keras. “Arraseo. Aku telepon Yesung oppa sekarang,” ujar SooYan disambut oleh anggukan HyeKi.

“Yobseyo?” sapa SooYan.

“SooYan ah, wae?” balas suara di seberang yang HyeKi yakin adalah Yesung. HyeKi mendekatkan telingannya ke speaker handphone SooYan.

“Oppa, eodigessoyo?” tanya SooYan.

“Naega? Di kampus. Wae?” tanya Yesung.

“Bisakah kau temani aku pergi nanti sore?” pinta SooYan. “Kau ada acara?”

“Aniya, tidak ada. Okeh, kalau begitu aku akan menjemputmu sepulang sekolah,” jawab Yesung bersemangat. Dia itu selalu bersemangat kalau mau pergi bersama SooYan, batin HyeKi. SooYan menatap HyeKi meminta pendapat dan HyeKi mengangguk-angguk bersemangat.

“O, gomawo oppa. Sampai ketemu nanti,” ujar SooYan manis.

“Ne, sampai ketemu.” Dan sambungan telepon diputus.

“Sisanya aku serahkan padamu ya Park HyeKi,” ujar SooYan sambil menatap HyeKi yang sedang nyengir dengan gemas.

* * *

Telepon di ruang keluarga berdering nyaring. HyeKi berlari dan menyambar gagang telepon.

“Yobseyo?”

“YA! PARK HYEKI! Katanya kau akan meneleponku!!” teriakan SooYan membuat HyeKi menjauhkan gagang telepon dari telinganya.

“Aish, jinja, aku bisa cepat tuli,” keluh HyeKi. “Kyuhyun baru saja pulang, makanya aku belum meneleponmu,” tambahnya.

“Aah, tetap saja. Selalu aku yang menelepon duluan,” balas SooYan.

“Aigoo~ jangan ngambek begitu Kim SooYan. Kau mau dengar ceritaku tidak?” pancing HyeKi.

“Haah, selalu begitu. Baiklah, cepat ceritakan.”

“Ryeowook oppa bilang Yesung oppa tidak terlalu ingin merayakan ulang tahun. Katanya dia kan sudah besar, jadi dia tidak berharap untuk dirayakan,” ujar HyeKi sambil mendudukkan dirinya di sofa di samping meja telepon.

“Mwo? Andwae! Ulang tahun Yesung oppa harus dirayakan,” kata SooYan keras kepala.

“Ne, ne, arraseo. Maka dari itu aku mengumpulkan ide dari mereka semua. Ulang tahun Yesung oppa kan masih 2 minggu lagi, jadi kita masih sempat membuat rencana yang benar-benar matang,” jelas HyeKi lagi.

HyeKi merasa SooYan mengangguk-angguk walaupun dia tidak bisa melihatnya. “Lalu?” tanya SooYan.

“Tadi ada Donghae oppa, Ryeowook oppa, Sungmin oppa, Eunhyuk oppa, dan Kyuhyun,” HyeKi menyebut nama-nama itu sambil melipat jarinya.

“Aigoo~ Kau mengundang semua anggota klub?” sela SooYan. Nada bicaranya campuran geli dan tak percaya.

“Bukan aku yang mengundangnya, itu ulah si Kyuhyun babo,” dengus HyeKi kesal.

“Aiyaa, yasudah terserah kau saja. Jadi lanjutkan, apa yang oppadeul katakan?” tanya SooYan.

“Donghae oppa bilang berikan saja hadiah seperti barang atau puisi atau apa, mm apa lagi yaa yang mereka katakan? Ah, Ryeowook oppa bilang lebih baik kau memasak atau membuatkan lagu, Yesung oppa kan senang mendengarmu bernyanyi. Sungmin oppa bilang berikan dia kejutan, tapi dia tidak bilang kejutan seperti apa. Kyuhyun dan Eunhyuk oppa malah diam saja,” ujar HyeKi panjang lebar.

SooYan hanya diam di seberang telepon. Sepertinya dia sedang berpikir keras.

“SooYan ah, kau masih di situ kan? Bagaimana menurutmu?” tanya HyeKi.

“Entahlah. Akan kupikirkan nanti, kepalaku pusing,” akhirnya SooYan menjawab setelah beberapa lama.

“Arraseo. Nanti aku kabari lagi kalau ada ide yang lebih menarik. Telingaku sudah panas nih,” ujar HyeKi.

“Baiklah. Gomawo HyeKi~yaa. Annyeong,” putus SooYan.

“Ne, annyeong. Sampai ketemu besok,” HyeKi meletakkan gagang telepon di tempatnya, lalu mengusap-usap telinganya yang panas. Jungsoo mendekatinya, duduk di samping HyeKi sambil membawa potongan buah apel di atas piring. HyeKi mencomot sepotong, lalu menyambar remote.

“Kau sedang merencanakan apa sih?” tanya Jungsoo penuh selidik. HyeKi tidak menjawab, sibuk mengunyah apel.

“Tadi sore membawa teman-teman Kyuhyun, lalu malam ini berteleponan sampai setengah jam lebih. Kau mau melakukan apa saeng ah?” tanya Jungsoo lagi.

HyeKi mencomot satu potong apel lagi, lalu melempar remote dan bangkit berdiri. “Tenang, aku tidak berniat macam-macam kok oppa,” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata. Lalu meninggalkan Jungsoo yang sedang mengelus-ngelus dada.

“Dia terlalu banyak bergaul dengan Kyuhyun,” ucapnya pelan.

* * *

HyeKi mulai berpikir untuk tidak pernah jatuh cinta melihat keadaan SooYan sekarang. Yeoja itu benar-benar kehilangan minat belajar dalam usahanya untuk menciptakan kejutan terbaik untuk ulang tahun Yesung.

“HyeKi~ya, aku punya ide,” ucapnya bersemangat pada H-10 ulang tahun Yesung.

“Apa?” tanya HyeKi, menghentikan kegiatannya menyalin catatan dari papan tulis.

“Sepertinya aku tertarik untuk menggunakan ide oppadeul. Aku akan membuatkan puisi, memberikannya hadiah, memasak untuknya dan bernyanyi,” ujar SooYan sambil menerawang.

“Kau akan melakukan itu semua?” tanya HyeKi sangsi. SooYan mengangguk. “Sendirian?” tanya HyeKi lagi.

“Aiyaa, tentu saja tidak. Kita kan bisa menggunakan bantuan oppadeul, bagaimana?” usul SooYan sambil tersenyum.

“Arraseo. Kau saja yang menghubungi oppadeul ya?” ujar HyeKi dan melanjutkan menulis.

“Aniya. Kau yang harus menghubunginya, ya ya?” bujuk SooYan pada HyeKi. HyeKi menatapnya setengah kesal dan setengah tak tega.

“Baiklah,” ucap HyeKi akhirnya. “Tapi, apa kau sudah mempertimbangkannya? Tanggal 24 kan hari rabu, sedangkan kita masih sekolah. Apa kau akan sempat melakukan itu semua?”

“Aah, benar juga. Pabo! Bagaimana ini?” rutuk SooYan kesal. Dan bagai menjawab pertanyaan SooYan, terdengar pengumuman dari radio sekolah.

“Kepada seluruh siswa diberitahukan bahwa rapat dewan sekolah akan diadakan pada hari Rabu, tanggal 24 Agustus, maka seluruh kegiatan sekolah akan diliburkan selama satu hari.”

“Aaah, aku sedang beruntung HyeKi~yaa,” teriaknya girang sambil memeluk HyeKi erat-erat.

“Ya! Kim SooYan, lepaskan, aku mau menyalin catatan!!”

* * *

Akhirnya SooYan, HyeKi dan oppadeul menyusun rencana untuk ulang tahun Yesung. Mereka berkumpul di rumah SooYan kali ini. Mereka sudah menghasilkan setumpuk kertas yang sudah dicoret-coret dan diremas oleh SooYan. Belum ada rencana yang fix. Setelah sejam berdebat akhirnya terciptalah sebuah ide yang cukup lumayan untuk kejutan Yesung.

“Aku ulangi ya. Jadi pada hari itu kita tetap akan mengucapkan ulang tahun seolah tidak terjadi apa-apa. Lalu kita mulai menyiapkan segalanya. Aku, Ryeowook oppa dan Sungmin oppa akan menyiapkan makanan untuk kita semua. Aku dan Donghae oppa akan berlatih menyanyi menggunakan gitar. HyeKi, Kyuhyun oppa dan Eunhyuk oppa akan mendekorasi tempat. Nah, urutan acaranya kita menyanyikan happy birthday menyambut Yesung oppa, lalu makan-makan, kemudian bernyanyi dan menyerahkan hadiah. Begitu kan?” ujar SooYan panjang lebar.

HyeKi dan oppadeul mengangguk-angguk.

“Lalu kau mau menyanyikan lagu apa?” tanya Ryeowook pada SooYan.

“Entahlah, aku belum tahu,” jawab SooYan pelan.

Hening. Semuanya sibuk berpikir sampai akhirnya…

“Aku tahu!!” Kyuhyun dan HyeKi berteriak berbarengan. Dua sepupu itu membuat seisi ruangan yang sedari diam terlonjak kaget.

“Aish, kalian mengagetkan saja,” keluh Donghae sambil mengelus-elus dadanya.

“Aku mau menyarankan SooYan menyanyikan lagu Pyramid saja. Itu lho yang dinyanyikan Iyaz dan Charice,” ucap HyeKi penuh semangat.

“Aish, jinja. Aku baru saja mau menyarankan lagu itu juga,” ujar Kyuhyun sambil mendelik ke arah HyeKi, membuat yeoja itu mendelik ke arahnya.

“Sudah, sudah,” lerai Sungmin, “yang perlu kita pikirkan sekarang adalah tempatnya. Dimana kita akan melaksanakan semua rencana itu?”

Hening lagi. Semuanya kembali larut dalam pikiran masing-masing.

“Aaah, begini saja. Kita minta bantuan eomma Yesung hyung. Beliau pasti mau membantu, apalagi ada SooYan bersama kita,jadi kita bisa menggunakan rumah Yesung hyung,” ujar Ryeowook memecahkan keheningan.

“Mmm, aku setuju,” sambut Eunhyuk cepat, yang lain mengangguk-angguk. Yang masih kebingungan hanya SooYan.

“Apa? Bertemu eomma Yesung oppa?” pekiknya pelan.

“Wae? Seharusnya kau kan senang,” goda Donghae sambil terkikik. Eunhyuk juga ikut terkikik.

“Aish, tapi ini kan pertama kalinya,” ucap SooYan pelan.

“Tenang saja, eomma Yesung hyung ramah kok. Kita tidak akan kesulitan berkenalan dengannya,” Ryeowook menenangkan SooYan.

“Kalau begitu rencananya fix kan?” HyeKi bertanya sambil memandang berkeliling dan disambut anggukan.

“Oke, kalau begitu, FIGHTINGEYO!!” teriak HyeKi sambil mengepalkan tinjunya ke udara.

“Ne, FIGHTING!!”

-TBC-

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s