Special Gift from The Knight

Halohaaa!! Happy Reading Serial terbaru SungYan Couple (SCS).

* * *

Beberapa hari setelah insiden menghilangnya kardus properti dan pemukulan Seung Gi atas Yesung, hubungan Seung Gi dan SooYan memburuk. Oke, SooYan memang marah pada Yesung, tapi dia tidak suka Seung Gi memukulnya. SooYan benar-benar heran bagaimana mungkin Seung Gi bisa lepas kendali. Belum lagi, HyeKi kelihatannya ikut marah dengan Yesung.

“Aku melihat DongHae dan Yesung kemarin,” lapor HyeKi saat makan siang. Hanya ada Ryeowook, SooYan dan HyeKi siang itu.

“DongHae?” tanya Ryeowook heran.

“Ne, aku tidak tahu mereka merencanakan apa,” jawab HyeKi.

Donghae? SooYan jadi ingat ‘detektif SungYan couple’, apakah jangan-jangan alasan Yesung menghilang karena dia menyelidiki masalah HyeKi-Donghae? SooYan menepuk jidatnya. Bagaimana mungkin dia bisa lupa pada misi mereka itu. Wajar sih, misinya berjalan begitu mulus. HyeKi menceritakannya tanpa perlu dipaksa. Mungkin membutuhkan waktu lama untuk menyelidiki DongHae.

“Waeyo?” tanya Ryeowook pada SooYan.

“Ani, gwenchana,” jawab SooYan. Semoga dugaanku benar, batin SooYan.

HyeKi dan Ryeowook hanya berpandangan dan meneruskan makan siang mereka.

* * *

Tidak nyaman sekali rasanya seperti ini, persis ketika SooYan dan Yesung putus untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan mereka jadian. Mereka berdua duduk sebangku, tapi tidak saling mengucapkan sepatah kata pun. Dari samping, SooYan bisa melihat dengan jelas lebam di wajah Yesung yang diakibatkan oleh pukulan Seung Gi. SooYan juga belum bicara dengan Seung Gi dan Seung Gi sepertinya memahami perasaan SooYan. Setiap kali SooYan berpapasan dengan Seung Gi, dia hanya tersenyum, mengindari pembicaraan lebih jauh.

Latihan drama musikal yang awalnya menyenangkan mulai terasa bagai neraka bagi SooYan. Yesung memang sudah tidak menghilang lagi dan HyeKi mulai bersikap normal kembali pada Yesung. Tapi tetap saja keadaan belum kembali seperti semula. Setiap kali Yesung dan SooYan mengecek properti, Yesung pasti bersenandung pelan. Ingin sekali SooYan memintanya benar-benar bernyanyi untuknya. SooYan merindukannya, sangat merindukannya. Melihat wajahnya saja sudah cukup membuat SooYan langsung memaafkannya.

“Aiyaa, aku tidak akan lupa ulang tahunmu,” SooYan mendengar HyeKi bicara di telepon.

“…”

“Iya, aku tahu, Mr. Devil. Tanggal 3 februari kan?”

“…”

“Iya, iya, aku tahu. Sudahlah, jangan merecokiku dulu sekarang, nanti aku telepon lagi kalau sudah di rumah.”

“…”

“Ne, aku tahu Oppa.”

“…”

“Byee.”

HyeKi menutup telepon dan kaget melihat SooYan memandangnya.

“Siapa?” tanya SooYan. “Namjachingu mu ya?”

“Ish, yang benar saja. Siapa gadis di dunia ini yang mau menjadikan Cho Kyuhyun pacarnya?” desis HyeKi. SooYan tertawa. Cho Kyuhyun itu sepupu HyeKi, sifatnya sangat mirip dengan HyeKi, apalagi galak dan judesnya. SooYan merasa harusnya HyeKi jadi adiknya Kyuhyun saja, bukan JungSoo oppa yang berhati malaikat (author ditabok sparKYU.)

“Jawabannya banyak Park HyeKi. Sepupumu itu kan tampan,” ujar SooYan.

“Haha, tapi devil,” desis HyeKi lagi.

“Ada apa dengan Kyuhyun?”

“Dia bilang dia akan membunuhku kalau aku lupa tanggal ulang tahunnya. Ckck, dasar! Tentu saja aku akan ingat. 3 februari selalu jadi horor bagiku dan …. “ ucapan HyeKi terhenti melihat raut wajah SooYan. Aigoo, bagaimana mungkin dia lupa. Tanggal itu tepat sehari sesudah SungYan couple jadian.

“SooYan ah..” panggilnya pelan. SooYan menggeleng dan tersenyum pahit.

“Aah, keurae, aku mau menemui Ryeowook dulu,” HyeKi bergegas kabur, meninggalkan SooYan sendiri.

SooYan menghela nafas. 2 Februari tinggal beberapa hari lagi, haruskah mereka melewatinya dalam keadaan seperti ini. SooYan berjalan pelan menuju bangkunya. Yesung sedang berbicara bersama Donghae.

“Jangan begini lagi Kim SooYan. Aku bisa stress kalau kau sering-sering begini. Bila kau ingin marah padaku, maka marahlah. Jangan dipendam sendiri. Putus bukan jalan yang terbaik,” omel Yesung pada SooYan.

SooYan terkekeh. “Ini pertama kalinya kau mengomeli aku, biasanya aku yang selalu mengomel padamu,” ujarnya.

Baiklah, SooYan sudah memutuskan. Tanggal 2 Februari nanti, dia akan bicara pada Yesung dan mengembalikan hubungan mereka seperti semula.

* * *

Hari-hari berlalu tanpa insiden berarti, kecuali kalau HyeKi menangis ketika latihan drama musikal bisa dianggap insiden berarti. Hari ini tanggal 2 Februari. SooYan belum mendapatkan kesempatan apa pun untuk berbicara dengan Yesung, walaupun mereka mengerjakan tugas bersama, latihan drama musikal bersama, dan bahkan makan siang bersama.

Namun, ketika bel pulang berbunyi..

“Temui aku nanti malam di taman dekat rumahmu pukul 7 dan jangan telat. Jangan berpakaian terlalu terbuka dan pakai mantelmu. Udara malam tidak baik bagi kesehatan,” ujar Yesung cepat sambil berlalu keluar kelas.

SooYan hanya terpaku dan tidak bisa menjawab apa pun.

Sepanjang latihan drama musikal, hubungannya dengan Yesung tampak seperti biasanya. Sedikit kaku dan belum banyak bicara. Bahkan hubungannya dengan Seung Gi membaik dengan cepat dibandingkan hubungannya dengan Yesung.

“Aish, jinja. Jadi kalian akan kencan?” tanya HyeKi sambil mengelap bagian bawah hidungnya yang berair. Dia pilek dan sedikit demam. SooYan baru saja selesai bercerita mengenai undangan Yesung malam ini.

“Mollaseo,” jawab SooYan pendek dan HyeKi bersin.

“Aaah, jinja. Hidung ini menyusahkan. Sepertinya aku selalu sakit kalau hubungan kalian sedang tidak baik,” komentar HyeKi sambil menyeka ingusnya (IDIIIIH, JOROKNYA)

SooYan tertawa. Dia ingat dengan jelas, karena terpaksa menemani HyeKi yang sakit, dia berbaikan dengan Yesung ketika itu.

“Kalau begitu kau harus pergi,” saran HyeKi. SooYan menatapnya heran. “Kalau tidak, aku tidak akan sembuh-sembuh,” kekehnya lagi yang disambut dengan jeweran di telinga khas SooYan.

“Ah, aku salah pilih orang untuk bercerita,” gumam SooYan kesal dan mereka tertawa.

* * *

Pukul 7 malam, SooYan sudah berpakaian rapi lengkap dengan mantelnya. Dia bergegas menuju taman untuk menemui Yesung. Ternyata Yesung sudah ada di sana. Dia memakai kemeja putih dengan kaus hitam di atasnya (bayangin aja MV IT’s You).

“Annyeong~ apa aku terlambat?” sapa SooYan sambil tersenyum.

Yesung menggeleng dan tersenyum juga. Dia menatap SooYan yang terlihat cantik, walaupun dengan pakaian yang sederhana. Yesung mengajaknya duduk di bangku taman, lalu memberikan sekaleng minuman hangat pada SooYan.

“Ah, aku ingin bicara sesuatu denganmu,” ucap Yesung pelan.

“Aku juga,” ujar SooYan.

“Kalau begitu, kau duluan,” kata Yesung.

“Emm, aku … sungguh minta maaf atas perlakuan Seung Gi padamu.”

“Gwenchana, aku tahu dia black night-mu.”

“Ta-tapi sungguh, aku hanya berteman dengannya, tidak lebih.”

“Gwenchana SooYan ah. Aku tahu.”

Mereka terdiam. “Ada lagi?” tanya Yesung.

SooYan hanya diam. Ada banyak hal yang ingin dia katakan pada Yesung, tapi dia tidak bisa mengatakannya. Otaknya sedang tidak berfungsi dengan benar untuk menyusun kata-kata.

“Aku juga minta maaf karena sudah menghilang belakangan ini,” ucap Yesung pelan. “Aku tahu kau marah padaku, mianhe.”

“Kau tidak mau memberitahu aku apa alasannya kau menghilang?” tanya SooYan sambil menatap Yesung. Bukannya menjawab, Yesung malah tiba-tiba bangkit sambil mengenggam tangan SooYan. Membawanya menuju ke tempat mobilnya diparkir.

 “Aku tidak tahu kau kemari dengan menyetir mobil,” ujar SooYan heran. Yesung tidak menjawab, hanya tersenyum, membuat SooYan semakin heran.

“Tunggu di sini,” Yesung meninggalkan SooYan di dekat bagasi mobil, lalu dia membuka kunci bagasi dari kursi supir mobil.

“SooYan ah, bukalah bagasinya,” teriak Yesung.

“Kau tidak mengerjaiku kan?” tanya SooYan.

“Ani, bukalah,” ujar Yesung lagi. SooYan mengangkat bagasi itu dan tercengang melihat ada banyak balon tiba-tiba menyembul dari bagian bagasi.

“Waaah,” dia terkesiap.

“Happy anniversary! Saranghae SooYan ah,” ucap Yesung yang tiba-tiba sudah muncul di depan SooYan lagi.

SooYan hanya mengangguk. Matanya mulai berkaca-kaca. Yesung mengambil sebuah kardus dari dalam bagasi. “Aku sudah menemukan properti yang hilang, mianhe SooYan ah. Jeongmal mianhe,” ucapnya.

SooYan mengangguk lagi, dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun melihat Yesung seperti ini. Air matanya mulai turun. Yesung meletakkan kardus itu kembali di dalam bagasi, lalu mendekati SooYan dan menghapus air matanya.

“Kau selalu membuatku menangis selain HyeKi,” SooYan akhirnya bersuara juga. Yesung terkekeh mendengarnya.

“HyeKi selalu ‘menyempil’ dalam kisah kita,” ucap Yesung geli.

Yesung merongoh saku celananya, mengeluarkan sebuah loket panjang, lalu berjalan memutari SooYan, lalu memasangkan loket hati di leher SooYan.

SooYan membuka loket itu dan melihat fotonya dengan Yesung.

“Tada! Mulai sekarang hatimu hanya milikku. Kau harus memakainya supaya orang lain tahu kau milikku,” ujar Yesung senang.

“Ah, tapi aku tidak menyiapkan apa pun untukmu,” SooYan berkata pelan. “Aku tidak mengira kita akan merayakan anniversary malam ini.”

“Gwenchana, kehadiranmu saja sudah cukup bagiku,” Yesung tersenyum lagi, lalu menarik SooYan dalam pelukannya. “Saranghae,” bisiknya di telinga SooYan.

“Nado saranghae,” balas SooYan pelan. (Mbak SooYan, gimna puas gak dipeluk2 sungpa, ckck. Pasti melayang deh, haha, author merusak suasana).

“Hatchi!” suara bersin membuat Yesung melepaskan pelukannya dari SooYan (tuuh kan, merusak suasana lagi). Tiba-tiba suatu kericuhan muncul dari balik tanaman pagar dan satu per satu kepala menyembul dari sana. Ada Ryeowook dengan kamera digitalnya, HyeKi dengan sepack tissue di tangannya, Seung Gi dengan senyum penuh rasa bersalahnya, bahkan ada Donghae juga.

“IGE MWOYA? Kalian semua sedang apa di situ?” tanya SooYan shock.

“Kau sih pakai acara bersin segala,” Donghae menyikut HyeKi.

“Mwo? Kau tahu bersin itu tidak boleh ditahan Tuan Lee,” desis HyeKi kesal.

“Apa mereka berdua selalu berisik begitu?” tanya Seung Gi pada Ryeowook.

“Ani. Aku saja baru pertama kali melihatnya,” jawab Ryeowook.

“Sekarang kau tahu kan kenapa aku harus bawa mobil. Karena aku harus menjemput empat orang bocah di rumah mereka dan membawa mereka kemari,” sungut Yesung.

“Ya! Kim JongWoon, aku kan sudah membantumu, kau tidak mungkin bisa romantis tanpaku,” teriak DongHae lalu dijitak HyeKi.

Tiba-tiba Seung Gi menyulut kembang api. Ttar!! Kembang api berbentuk hati itu meledak di langit malam yang gelap. Indah sekali.

“HAPPY ANNIVERSARY SUNGYAN COUPLE!!” teriak empat bocah itu.

“Eomma, Appa, saranghae, long last ya,” teriak HyeKi, lalu menyedot ingus.

“SooYan ah, Yesungie, selamat. Nanti aku buatkan kue untuk kalian,” teriak Ryeowook.

“SooYan ah, selamat. Berbahagialah,” teriak Seung Gi.

“Yesungie, jangan lupakan bantuanku ya,” teriak DongHae.

Sementara Yesung dan SooYan tertawa dan saling mengenggam tangan.

You’re the one i will keep

you’re the one i will love

yes because i’m happy enough if i could be with you

(Yesung – It has to be You, OST. CINDERELLA SISTER)

* * *

SungYan couple, lengkap dengan Ryeowook, DongHae dan Seung Gi sudah berkumpul di restoran kecil dekat sekolah. SungYan couple merencana mentraktir mereka makan-makan. Tapi HyeKi belum muncul juga. Padahal dia biasanya paling tepat waktu, akhirnya SooYan menelepon HyeKi.

“Yobseyo? HyeKi~ya, kau dimana?” tanya SooYan.

“Mwo? Aku di mobil, mianhe SooYan ah, aku dipaksa menemani Kyuhyun jalan-jalan. Ya! Cho Kyuhyun, appo!”

“Siapa yang memaksa hah?” sayup-sayup SooYan mendengar suara Kyuhyun.

“Ah, gwenchana. Aku lupa hari ini tanggal 3 februari, ucapkan selamat ulang tahun dariku untuk Kyuhyun ya,” ujar SooYan.

“Ne~,” HyeKi menutup telepon.

“Kyuhyun?” tanya Seung Gi.

 “Sepupu HyeKi. HyeKi bilang dia tidak bisa datang,” ujar SooYan dan raut wajah Ryeowook dan DongHae langsung kecewa.

“Abaikan saja mereka,” kata Yesung, lalu memesan makanan, sementara Seung Gi dan SooYan tertawa.

FIN-

hOIII!!! yang baru lagi untuk SungYan couple. hehe

FF ini khusus sebagai kado untuk merayakan keberhasilan SooYan di snmptn, hehe. Cukhae~

terus kalau mau lebih jelas dan nyambung, jangan lupa baca FF childhood friends chapter 5 yang end, karena distu akan menjelaskan semuanya.. darimana bg yesung bisa ngengombal? drmna loket itu? baca FF childhood friends makanya, hehe

Sampai jumpa di FF berikutnyaa 😀 Komennya ditunggu

*This post is protected by ©qL_fiction*

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s