Childhood Friends Series : Chapter 5 (END)

Tanpa banyak bicara, silahkan dibaca!!

Enjoy it!!

* * *

Chapter 5 # Revealing The Truth

“Nappeun namja!” HyeKi memukul kepala Yesung setelah memergoki Yesung berkeliaran bersama Donghae untuk ketiga kalinya.

“Tak tahukah kalau SooYan mati-matian mengurus drama musikal sendiri? Tak sadarkah kalau Seung Gi lama-lama bisa mengambil SooYan darimu? Tak cukupkah kemarin dipukuli oleh Seung Gi? Huh?” HyeKi mengomel panjang lebar.

“Ssst. Diam dulu Park HyeKi. Aku punya alasan kenapa aku absen di drama musikal belakangan ini,” Yesung membekap mulut HyeKi.

“Kyaa! Lepas! Berkeliaran bersama Donghae disebut alasan? Huh?” teriak HyeKi garang.

“Aigoo~ baiklah. Donghae, jelaskan padanya,” Yesung menyerah berdebat dengan HyeKi.

“Kau masih seperti dulu ternyata, monster,” gerutu DongHae membuat HyeKi mendelik padanya.

“Dengar baik-baik Nona Park, aku sedang membantu Yesung menyiapkan kejutan di hari anniversary mereka beberapa hari lagi, tapi aku tidak menyuruh Yesung absen dari drama musikal,” ujar Donghae.

“Cish, alih-alih meminta bantuanku dan Ryeowook, kau malah meminta bantuan Donghae?” cecar HyeKi lagi.

“Aish, jinja, aku tidak bermaksud seperti itu. Kalau kau dan Ryeowook ikut, SooYan akan curiga,” Yesung membela diri.

“Baiklah, aku akan ikut membantumu, tapi kau tidak boleh menghilang lagi dari drama musikal, arraseo?” ujar HyeKi.

“Arraseo,” jawab Yesung pasrah.

“Ah, satu lagi, Kim Jongwoon, jangan-jangan kau yang memberikan kode keamanan lokerku pada Donghae, benar tidak?” tanya HyeKi.

Yesung hanya tersenyum garing.

“Ya!! Awas kau, Kim Jongwoon!!”

* * *

Beberapa hari kemudian, HyeKi terlibat dalam mempersiapkan kejutan untuk SooYan bersama Yesung dan Donghae. Sejenak dia bisa bersikap normal pada Donghae, walaupun dia masih belum memaafkan Donghae.

“Aish, aku hampir saja ketahuan oleh eomma,” rutuk HyeKi.

“Waeyo?” tanya Yesung.

“Aku menyebut-nyebut tanggal 3 februari, ckck,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala. “Dan eomma, kelihatan sedih.” Yesung terdiam.

“Lebih baik kau ajak saja Seung Gi, appa. Perjelas padanya bahwa eomma itu hanya milikmu,” saran HyeKi pada Yesung. HyeKi kadang-kadang memanggil Yesung appa, dan SooYan eomma.

“Ish, kau ini. Suka sekali memanas-manasi orang lain,” jitak DongHae di kepala HyeKi.

HyeKi mehrong, lalu menatap Yesung. Aish, bagaimana mungkin aku bersikap akrab pada Donghae? Andwae, andwae, Donghae itu jahat! Ingat itu, HyeKi! bisiknya dalam hati.

“Baiklah,” Yesung memutuskan.

“Aku juga akan mengajak Ryeowook,” ujar HyeKi girang, sementara Donghae menatapnya berang. Sebenarnya HyeKi sengaja, Donghae tidak akan menganggunya kalau ada Ryeowook.

Pembicaraan mengenai kejutan itu selesai, tepat saat bel masuk berbunyi.

* * *

“Mau apa kita kemari?” tanya HyeKi saat dia, DongHae dan Yesung pergi mengelilingi Folk Flea Market.

“Kita akan mencari hadiah untuk SooYan,” jawab Donghae. HyeKi hanya mangut-mangut.

Merek berkeliling dan belum ada benda spesial yang menarik perhatian mereka. Tiba-tiba Yesung melihat sebuah loket berbentuk hati. Indah sekali. HyeKi ikut memperhatikan loket itu, lalu mengangguk pada Yesung.

“Ambil saja appa, aku yakin eomma akan suka,” ujar HyeKi sambil tersenyum.

Donghae merebut loket itu lalu dia meminjam alat ukir dari penjual loket itu. HyeKi sudah bersiap menimpuknya, tetapi Donghae sudah mulai bekerja. Beberapa saat kemudian hasilnya mulai terlihat, ada bentuk hati-hati kecil di permukaan loket itu, lengkap dengan huruf Y dan S. Y untuk Yesung dan S untuk SooYan.

“Benda ini akan lebih spesial sekarang, karena hanya satu-satunya di dunia,” ujar Donghae bangga. HyeKi hanya terdiam menatap Donghae. Bukan, dia tidak iri sama sekali pada loket yang diukir Donghae. Dia hanya tertegun melihat semangat Donghae. Ketulusannya, hal yang paling dirindukan HyeKi dari Donghae.

“Gomawo,” Yesung memeluk Donghae.

“Kau harus membuat SooYan bahagia,” tambah Donghae sambil nyengir.

Tidak, Donghae belum berubah. Dia masih Donghae yang sama seperti Donghae yang belum HyeKi benci. Apakah dia salah membenci DongHae selama ini?

* * *

Menjelang tanggal 2 Februari, HyeKi diserang flu berat, diakibatkan oleh penurunan kesehatannya dan stres karena terlalu banyak air mata yang dikurasnya selama latihan drama musikal. Sore itu di tanggal 2 februari, dia mendengarkan SooYan bercerita mengenai undangan Yesung malam itu. HyeKi memasang wajah innocent dan tak tahu apa-apa di hadapan SooYan, meyakinkan bahwa SooYan harus memenuhi undangan Yesung itu.

Dan ketika malam tiba, sebelum Yesung menjemputnya menuju lokasi itu, HyeKi mengambil sepack tissue di meja samping tempat tidurnya (dia masih flu), dan terlihatlah surat dari Donghae. HyeKi belum membaca surat dari Donghae hingga sekarang. Dia belum sanggup menyentuh surat itu. Yang dilakukannya selama ini, hanya menggoyang-goyang bola kaca dan menatap salju yang berterbangan di dalamnya. Tapi malam ini HyeKi mengambil surat itu, menimang-nimangnya sebentar, lalu membuka dan membacanya.

* * *

Tiin! Tiiin! Klakson mobil Yesung terdengar, menyadarkan HyeKi dari lamunannya, setelah membaca surat Donghae. Dia bergegas menuju lantai bawah dan membuka pintu depan,dilihatnya Donghae dan Yesung sudah menunggu di dalam mobil.

“Kita akan menjemput Seung Gi dulu, baru ke taman,” jelas Yesung, begitu HyeKi duduk di jok belakang dan memakai seatbelt. HyeKi mengangguk.

DongHae menoleh ke arahnya. “Gwencahana?” tanyanya.

HyeKi mengangguk lagi, menghindari bertatapan dengan Donghae dan mobil Yesung melaju menjemput Seung Gi dan menuju taman dekat rumah SooYan.

* * *

Pukul setengah 9 malam, mobil Yesung mengantarkan HyeKi dan Donghae kembali ke rumah. Mereka berhenti di depan jalan kompleks, karena Yesung harus segera pulang sebelum kemalaman. HyeKi dan Donghae berjalan pelan menuju rumah mereka.

“Mianhe,” HyeKi membuka percakapan.

Donghae menoleh ke arahnya. “Buat apa kau minta maaf?”

“Karena aku marah padamu selama ini,” HyeKi menjawab dan bersin.

Donghae menepuk-nepuk kepala HyeKi. “Jadi, kau baru membaca surat yang ditulis Donghae-kecil-berumur-7-tahun sekarang?”

HyeKi menepis tangan Donghae. “Ya! Salahmu sendiri, tidak bicara langsung.”

“Mwo? Kau menyalahkan aku? Siapa yang keras kepala tidak mau bertemu?”

“Aish, kau itu selalu meninggalkanku kalau kita bermain.”

“Aku kan lupa kalau ternyata aku juga ada janji.”

“Playboy!”

“Monster!”

“Mwo?”

“Kau yang mulai duluan.”

“Jinja, aku benci Lee Donghae!!!” teriak HyeKi sambil meninggalkan Donghae.

“Ya! Park HyeKi tunggu!!”

* * *

Baiklah, mungkin setelah ini kisah ini akan menjadi sedikit membosankan. Kita semua tahu, SooYan dan Yesung kembali bersama. Seung Gi mengaku kalau dia memang menyukai SooYan, tapi dengan besar hati dia menerima SooYan bersama Yesung. Seung Gi akhirnya bergabung dengan gerombolan HyeKi, SooYan, Yesung dan Ryeowook.

HyeKi akhirnya berbaikan dengan Donghae. Dia menghargai usaha Donghae menjadikan dirinya kembali sebagai teman HyeKi. Dan surat itu tentu saja mengambil peran begitu besar mengapa HyeKi memaafkan DongHae saat itu juga.

HyeKi~ya, mianhe. Aku selalu meninggalkanmu saat bermain, aku selalu lupa waktu kalau bermain denganmu, sampai-sampai melupakan janjiku dengan teman yang lain. Kau tahu kan, aku cepat panik dan terburu-buru, jadi aku juga lupa memberitahumu kalau aku punya janji dengan teman yang lain.

Aku juga salah tidak memberitahumu soal kepindahanku. Aku tidak suka melihatmu menangis. Kata appa, membuat anak perempuan menangis itu tindakan yang jahat. Dan aku tidak mau jahat padamu. Aku merasa sedih harus pindah, aku juga melanggar janjiku padamu. Jinja, aku tidak pernah bermaksud ingkar janji. Kalau aku tidak menoleh saat aku pergi, maafkan aku. Melihatmu akan membuat aku semakin sulit pindah dari kota ini.

Aku berikan untukmu bola kaca yang dulu kaulihat di kamarku. Semoga kau mau memaafkanku. Aku akan meneleponmu begitu tiba di Mokpo. Aku menyayangimu. Sampai jumpai HyeKi~ya

Temanmu, Donghae

Baiklah mungkin surat itu tidak istimewa, tapi surat itu sudah cukup menjelaskan semuanya. Semua keegoisan HyeKi di masa kanak-kanak. HyeKi benci pembohong, tapi dia sadar bukan keinginan DongHae bahwa dia tiba-tiba harus pindah ke Mokpo. HyeKi memaafkannya sekarang dan membenarkan SooYan bahwa kemarahannya itu konyol.

* * *

“Cukhae~ drama kalian sukses,” ucap Shim songsaengnim pada seluruh kru dan pemain drama musikal musim semi.

Semua pemain dan kru tersenyum senang, apalagi HyeKi, Ryeowook, Yesung, SooYan dan Seung Gi. Mereka mengobrol dan tertawa-tawa menikmati festival musim semi setelah pertunjukkan drama mereka berakhir.

“Wooy!” teriak Donghae pada mereka, sambil melambai.

Semua anak balas melambai pada DongHae. Betapa kagetnya mereka saat Donghae mendekat sambil menggenggam tangan Hyun Jin.

“Kau jadian dengannya?” tanya Seung Gi tak percaya. Donghae mengangguk malu-malu.

“Ah, cinta bersemi di musim semi,” seru Yesung dan SooYan tertawa.

“Aigoo~ Hyun Jin ah, kau harus hati-hati, dia itu cengeng dan pelupa,” ujar HyeKi usil.

“Ya!” Donghae menjitak HyeKi.

HyeKi mengusap-ngusap kepalanya. “Baiklah, berarti mulai sekarang, akan ada queen SooYan beserta knight Yesung dan Seung Gi black knight-nya, prince Donghae yang cengeng dan princess Hyun Jin yang cerewet, lalu HyeKi si penulis naskah dan Ryeowook si penggubah lagu, begitu?” celoteh HyeKi.

“Kalian itu childish couple,” sahut Hyun Jin.

Ryeowook tertawa, “tapi kami bukan couple.”

“Anggap saja begitu,” HyeKi pura-pura berbisik pada Ryeowook, sehingga semua temannya tertawa.

“Childish,” ulang Seung Gi sambil mencibir.

“Aniya. Dia manja,” SooYan berkomentar dan Yesung mengangguk-angguk.

“Aniya. Dia itu monster,” tambah DongHae.

“Ya! Kalian semua, awas yaa!!”

If you’re lonely

And need a friend

And troubles seem like

They never end

Just remember to keep the faith

And love will be there to light the way

(Mariah Carey- Anytime You Need a Friend Lyric)

* * *

Entahlah, rasanya dunia ini akan menyenangkan bila hanya diisi dengan cinta, persahabatan dan tawa yang tulus. Terdengar seperti mendongeng, memang benar. Tapi aku yakin kita semua mengharapkan yang sama (qL^^).

FIN-

Kalau ditanya bagaimana perasaaanku abis nulis 3 huruf itu ‘FIN’, legaaaaa!! FF ini sempat buntu di tengah jalan dan selesai sambil nyelip2 di FF sungyan couple. haha.

Mungkin byk yg gak puas sama akhirnya. sempat terpikir bikin yg benar2 tragis, tapi lg gk dpt feelnya, jadi aku juga bisa bikin kayak gini. haha. semua misteri ni SCS terjawab dsni kaan?

Okeh, thanks buat yg baca.

Utk sementara mau istirahat dlu, bai bai.. 😀 cups buat readers!!

*This post is protected by ©qL_fiction*

Advertisements

2 thoughts on “Childhood Friends Series : Chapter 5 (END)

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s