Childhood Friends Series : Chapter 4

All, Check it out!! 😀

* * *

Chapter 4 #DongHae’s missions

“Tsk, itu konyol,” SooYan berdecak-decak tidak karuan setelah mendengar cerita HyeKi mengenai persahabatan masa kecilnya dengan DongHae dan alasan kenapa dia membencinya. SooYan segera menjalankan misinya mencari tahu hubungan Donghae-HyeKi setelah sepakat membagi tugas dengan Yesung.

“Jinja? Menurutku itu logis,” ujar HyeKi tak peduli. “Bayangkan bagaimana rasanya ditinggalkan oleh temanmu yang paling baik dan paling kaupercaya. Bukankah wajar aku marah dan benci padanya?”

“Kau ini,” SooYan menoyor kepala HyeKi dengan telunjuknya, “selalu mengutamakan logis. Pikirkan juga perasaan DongHae. Dia pasti punya alasan.”

“Aku tidak peduli. Kalau dia punya alasan, harusnya dia menjelaskannya padaku,” ujar HyeKi keras kepala.

“Apa dia tidak pernah menghubungimu selama di Mokpo?” tanya SooYan.

“Pernah, sering bahkan. Mengirimkan surat, email, telepon, bahkan hadiah. Tapi aku tidak pernah membaca semua surat dan email darinya dan tidak mau bicara dengannya di telepon. Biasanya dia berbicara dengan In Young unnie atau JungSoo oppa,” jawab HyeKi.

SooYan menggelengkan kepalanya. “Lalu apa kau sudah membuka kotak biru yang diberikannya?” tanya SooYan lagi.

“Belum. Aku tidak mau menyentuh apa pun yang berkaitan dengan DongHae,” jawab HyeKi ketus.

“Arraseo. Kalau begitu, aku saja yang buka,” ujar SooYan sambil mendekati kotak biru yang teronggok di sudut kamar HyeKi. HyeKi baru saja hendak protes, ketika SooYan menyela, “kau kan tidak perlu menyentuhnya.”

“Ish, joroknya. Tsk, berabu sekali,” komentar SooYan sambil mengangkat tutup kotak itu hati-hati. Bagaimana tidak kotor, kotak itu tergeletak begitu saja sejak sepuluh tahun yang lalu. HyeKi ikut mengintip isi kotak itu. Hanya ada sebuah bola kaca berisi miniatur pemandangan dan salju, serta sebuah surat.

“Ini punyamu?” HyeKi kecil menunjuk bola kaca berisi miniatur pemandangan dan salju. Dia sedang berada di kamar DongHae hari itu.

“Ne, appa memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku,” jawab DongHae bangga.  “Kau suka?” tanya DongHae pada HyeKi.

HyeKi mengangguk.

“Tapi aku tidak akan memberikannya padamu,” kekeh DongHae,

“Ish, aku juga tidak minta,” balas HyeKi sambil mehrong. Dia tahu, apa pun benda yang diberikan oleh appa akan sangat berharga bagi DongHae. HyeKi paham itu.

SooYan menepuk bahu HyeKi keras, membuat HyeKi tergagap. “Kau melamun,” gumam SooYan sambil menyerahkan bola kaca dan surat itu ke tangan HyeKi.

“Bacalah, jangan keras kepala,” perintah SooYan, “aku pergi dulu. Seung Gi berniat menemaniku ke toko buku,” tambahnya.

“Seung Gi? Lee Seung Gi? Seberapa dekat kau dengannya?” tanya HyeKi.

“Tidak lebih dekat daripada hubunganku denganmu dan Ryeowook, apalagi  Yesung,” jawab SooYan pelan.

“Aish, jangan terlalu dipikirkan soal Yesung yang sering menghilang belakangan ini,” nasihat HyeKi sok bijak.

SooYan tersenyum nakal. “Bereskan saja urusanmu dengan DongHae, jangan mengkhawatirkan aku. Jaljayoo~ HyeKi ya,” ujarnya sambil menghilang dari balik pintu kamar HyeKi.

Sekarang tinggallah HyeKi yang mengamati bola kaca itu sambil sekali-kali mengguncangnya, sehingga saljunya beterbangan. Lalu matanya berpindah pada surat beramplop biru di tangannya. Haruskan dia membacanya? Apakah selama ini dia salah membenci DongHae? Tapi, HyeKi keras kepala. Dia meletakkan bola kaca dan surat itu di sebelah meja tempat tidunya, memutuskan dia akan membacanya lain kali.

* * *

HyeKi meletakkan tasnya di bangku saat melihat Yesung dan DongHae sedang mengobrol akrab.

“Sejak kapan Yesung akrab dengan DongHae?” tanya HyeKi pada Ryeowook.

“Molla. Aku juga baru tahu pagi ini. Nih, aku bawakan cornflakes untukmu,” jawab Ryeowook sambil menyodorkan kotak makanan berisi cornflakes pada HyeKi.

“Gomawo. Kau membuatnya sendiri ya?” tanya HyeKi.

“Tentu saja. Enak kan?” Ryeowook balas bertanya.

HyeKi mengangguk sambil mengacungkan kedua jempolnya. Beberapa saat kemudian SooYan muncul dan duduk di hadapan Ryeowook dan HyeKi. Ryeowook menawarinya cornflakes, tapi SooYan menolak.

“Kau tahu sejak kapan Yesung dan DongHae jadi akrab?” tanya HyeKi pada SooYan.

Tentu saja, batin SooYan dalam hati. Tapi tidak mungkin kan dia memberitahu soal ‘dektektif SungYan couple’ pada HyeKi.  Akhirnya SooYan hanya mengangkat bahu. “Kau sudah membaca suratnya?” tanya SooYan.

“Surat? Surat apa?” tanya Ryeowook pada SooYan.

HyeKi memberikan pandangan peringatan pada SooYan. “Eh, ani. Hanya surat dari sepupuku,” jawab HyeKi asal dan SooYan mengangguk-angguk kikuk.

“Kelihatannya serius sekali,” komentar Ryeowook.

“Ani, lupakan saja, Wookie. Apakah nanti sore akan ada latihan drama musikal?” tanya SooYan pada Ryeowook mengalihkan pembicaraan.

“Ada. Aku sudah menciptakan lagu baru, Yesung bahkan sudah hafal liriknya,” jawab Ryeowook bersemangat. Sementara HyeKi pikirannya melayang pada DongHae.

* * *

Yesung menghilang selama beberapa hari latihan musikal, HyeKi jadi kasihan pada SooYan. Belum lagi sekarang Seung Gi menempel terus dengan SooYan, membuat HyeKi bingung pada hubungan mereka. HyeKi melangkah keluar aula dan menuju lokernya di lorong. Begitu membuka loker, HyeKi menemukan sebatang coklat di dalamnya. Huh? Siapa yang meletakkannya? Tidak ada yang tahu kode keamanan loker HyeKi kecuali tiga sahabatnya tentu saja.

HyeKi mengambil coklat itu dan membaca kartunya.

Coklat dan es krim, makanan favoritmu kan? Sebenarnya aku ingin memberikan dua-duanya, tapi es krim akan cepat mencair di dalam loker. Lain kali, akan kutraktir makan es krim. Makan yang benar ya, HyeKi~ya.

-‘Calon temanmu’ Donghae-

Mwo? DongHae? Darimana dia tahu kode keamanan loker HyeKi? Aish, HyeKi benar-benar ingin coklat itu, tapi dia gengsi memakannya kalau yang memberikannya adalah DongHae. HyeKi memasukkan coklat itu ke dalam tasnya, mengunci loker, lalu bergegas menuju aula.

* * *

Sepulang latihan drama musikal sore itu, HyeKi sudah sangat lelah. Energinya sudah terkuras habis karena berteriak-teriak, marah-marah dan kesal pada para kru dan pemain. SooYan sudah pulang duluan bersama Seung Gi (Yesung masih menghilang), Ryeowook juga sudah pulang, sedangkan HyeKi menunggu dijemput oleh JungSoo. Tiba-tiba handphone-nya berbunyi, ada pesan masuk.

From : Mr. Angel

Miss Spring, kau pulang sendiri naik bis yaa? bisa kan? Ada jadwal operasi mendadak yang tidak bisa oppa tinggalkan. Mianhe 😦

Huft, lagi-lagi mendadak seperti ini. HyeKi menghela nafas lalu membalas pesan kakaknya.

To : Mr. Angel

Ne~ arraseo. Gwenchanayo oppa =D

HyeKi memasukkan handphonenya ke dalam saku jaket dan melangkah menuju halte bis. Dia duduk di bangku sambil menendang-nendang kerikil di kakinya. Ketika bis datang, dia naik dan memutuskan duduk di bagian belakang sambil mendengarkan musik dari IPodnya. Tiba-tiba seseorang menarik sebelah earphone-nya dan memasangkan ke telinga orang tersebut.

“Ya! Neo! Nuguseyo?” hardik HyeKi kesal.

DongHae hanya tersenyum geli sambil terus mendengarkan musik dengan earphone HyeKi. HyeKi tidak menggubrisnya, membiarkan saja dirinya berbagi earphone dengan DongHae. Beberapa saat kemudian bis berhenti di halte yang mereka tuju. HyeKi dan DongHae turun bersama-sama. HyeKi sudah merebut kembali sebelah earphonenya, lalu bergegas menuju jalan masuk kompleks.

Tiba-tiba DongHae sudah menyeretnya menjauhi jalan itu dan membawanya menuju ….. kedai es krim! HyeKi yang kaget tidak sempat mengatakan apa-apa, hanya menurut saja saat DongHae membawanya ke sana. HyeKi hanya memandangnya sengit.

Ahjumma yang menjual es krim menyapa mereka. “Annyeong~ HyeKi~ya, tumben hanya datang berdua saja? Mana 3 temanmu yang biasa?”

“Ah, ahjumma. Mereka sedang tidak main ke rumahku hari ini,” jawab HyeKi ramah. Kedai ini memang langganannnya makan es krim bersama Ryeowook, SooYan dan Yesung.

“Oh, padahal ahjumma senang sekali dengan Ryeowook,” seru ahjumma penuh semangat.

HyeKi melirik DongHae saat ahjumma mengatakan itu. Ekspresi DongHae antara campuran rasa marah dan kecewa.

“Ahjumma, seperti biasa saja hari ini. Dua porsi yaa,” pesan HyeKi pada ahjumma.

“Ne,” ahjumma itu lalu sibuk mempersiapkan es krim untuk HyeKi.

“Seberapa sering sih kau kemari bersama Ryeowook?” tanya DongHae cemberut.

“Cish, bukan urusanmu,” jawab HyeKi ketus.

“Lihat saja, akan kubuat ahjumma itu juga mengingatku,” ujar DongHae penuh tekad.

“Kekanak-kanakan,” dengus HyeKi.

Dua porsi es krim coklat dengan waffle, topping dan potongan brownies sudah tersaji di hadapan mereka.

“Kamsahamnida ahjumma,” ujar HyeKi dan DongHae.

“Apa dia namjachingumu, HyeKi~ya?” tanya ahjumma tiba-tiba saat dia memperhatikan Donghae.

Donghae tersenyum lebar, sementara HyeKi buru-buru menggeleng. “Aniya, bukan! Dia bukan namjachinguku,” ujarnya buru-buru.

“Oh, ahjumma pikir begitu. Mianhe, tapi kalian serasi kok,” ujar ahjumma itu sambil berlalu. DongHae tertawa keras sekali, sementara HyeKi sudah gatal ingin menimpuknya dengan sendok es krim di tangannya.

“Ya! Jinja! Kaupikir itu lucu?” HyeKi berteriak.

“Hahaha. Tentu saja, kau bahkan tidak menganggapku teman dan ahjumma malah menganggapku namjachingumu,” kekeh DongHae.

Setelah menghabiskan es krim, HyeKi dan DongHae berjalan menuju rumah mereka. HyeKi berjalan di depan dan DongHae berlari untuk menyamakan langkah.

“Kau senang? Kita mulai seperti teman kan?” tanya DongHae saat mereka tiba di depan rumah HyeKi.

“Jangan harap! Aku belum bisa memaafkanmu,” jawab HyeKi sambil membanting pintu pagar rumahnya dan menghilang ke dalam.

* * *

“Oppa, ppaliwa! Nanti aku terlambat,” teriak HyeKi dari ruang makan.

Eomma menjewer telinganya, “anak perempuan tidak boleh berteriak-teriak di dalam rumah,” omelnya.

HyeKi mengusap-ngusap telinganya sambil meminum susu coklatnya dan JungSoo muncul di ruang makan, masih memakai kaos dan celana piyama.

“Kau berangkat denganku?” tanyanya bingung.

“Tentu saja. Appa sudah berangkat dari tadi, lagipula setiap pagi kita selalu berangkat bersama kan?” jawab HyeKi.

“Jinja? Itu Donghae sudah menunggumu di depan pintu rumah. Dia bilang kalian akan berangkat bersama,” jawab Eomma heran.

“MWO? Donghae?”

“Ne. Lagipula aku berangkat agak siang hari ini,” tambah JungSoo.

HyeKi menyambar tas ranselnya dan bergegas menuju pintu depan. Dilihatnya DongHae berdiri menghadap ke arah jalan.

“Eomma, aku berangkat ya. Jaljayoo~” seru HyeKi sambil menutup pintu rumah dan membuat DongHae menoleh ke arahnya dan tersenyum.

“Jinja, aku tidak pernah bilang akan berangkat bersamamu pagi ini,” keluh HyeKi sambil melangkah keluar rumah.

“Kalau begitu, kenapa tidak menolak?” goda DongHae sambil mengikuti HyeKi. Tapi, HyeKi tidak menjawab. Dia mempercepat langkahnya meninggalkan DongHae jauh di belakang.

* * *

Beberapa hari kemudian DongHae terus menerus bertingkah seperti itu. Memberikan HyeKi coklat, berangkat dan pulang sekolah bersama, walaupun dia tidak terlibat dalam drama musikal, Donghae tetap menunggu HyeKi pulang.

Tapi HyeKi tidak mudah luluh. Surat yang diberikan DongHae belum dibacanya sampai saat ini, walaupun SooYan selalu mendesaknya.

Sore itu, saat latihan drama musikal, HyeKi melihat DongHae berjalan bersama Yesung. Yesung? Bukankah dia harusnya membantu SooYan? Kenapa dia malah berkeliaran bersama DongHae? Tak tahukah Yesung bahwa semua anak sekarang menganggap SooYan berhubungan dekat dengan Seung Gi karena ketidakpeduliannya.

Kalau saja handphone HyeKi tidak berdering karena panggilan masuk dari Ryeowook, HyeKi sudah mengikuti dua orang itu.

-TBC-

Ada apa antara DongHae dan Yesung? Pasti udah pada bisa nebak deh, betul, betul? Setting FF ini masih berhubungan dengan FF sungyan couple yang dua sebelumnya. ayo, ayo, makanya dibaca dlu #promosi

Chapter berikutnya akan menjadi side story sekaligus behind the Scene-nya FF SungYan Couple Series yang terbaru. Penasaran? Wait for it, haha #ketawa setan

Jangan lupa komen #hug yang komen 🙂

*This post is protected by ©qL_fiction*

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s