Childhood Friends Series : Chapter 2

Annyeoong~ Yuhhuuu, qL^^ is back!!

Enjoy it!!

* * *

Chapter 2 #We’re not Friends Anymore!

HyeKi duduk di ayunan di taman belakang rumahnya. Taman itu cukup luas, ditanami berbagai tumbuhan yang dirawat oleh eommanya dan kakak perempuannya, In-Young. Taman ini sejuk, jadi HyeKi senang menyepi di situ. Taman ini juga merupakan tempat bermainnya dengan DongHae ketika mereka masih kanak-kanak. Ya, HyeKi berteman sejak kecil dengan DongHae. Rumah yang ditempati DongHae sekarang adalah rumah yang sejak dulu sudah ditempati keluarga Lee, letaknya persis di sebelah rumah keluarga Park.

“Ya! Lee DongHae, aku mau membaca, sana pulang ke rumahmu,” tukas HyeKi kecil galak.

“Aish, aku mau menunjukkan tarianku. Kau duduk manis saja di ayunan dan perhatikan, ya ya?” mohon DongHae kecil dengan puppy eyes-nya.

DongHae pun menarikan  lagu kanak-kanak. Sejujurnya, HyeKi suka sekali melihatnya menari, tapi HyeKi berusaha memasang wajah tak peduli.

Sekelebat memori masa kecil mereka lewat di pikiran HyeKi. Aish, buat apa aku mengingat-ngingat dia, rutuk HyeKi dalam hati. HyeKi sekarang membenci DongHae dalam kadar yang tidak bisa dijelaskan. Kesalahpahaman masa kanak-kanak yang belum bisa dimaafkan HyeKi.

* * *

Kelas sebelum pelajaran dimulai benar-benar seperti pasar. Berisik sekali. HyeKi duduk di sebelah Ryeowook tanpa bicara apa pun, menarik sebelah earphone di telinga Ryeowook dan memakainya. Dia melirik sinis pada DongHae yang sedang berbicara dengan yeoja-yeoja di kelasnya sambil tersenyum. Playboy, batin HyeKi dalam hati, ternyata dia masih sama seperti dulu.

 “Apa kau tersenyum begitu pada semua yeoja?” tanya HyeKi kecil sambil membaca buku ceritanya sementara DongHae kecil sedang menggoda HyeKi sambil memamerkan senyum malaikatnya. Mereka sedang ada di taman rumah HyeKi, karena DongHae dititipkan di rumah HyeKi oleh orangtuanya yang sedang keluar kota. Sungguh, HyeKi suka sekali DongHae tersenyum seperti  itu, tapi….

“Keurom. Kata eomma, aku tampan kalau tersenyum seperti itu,” jawab DongHae antusias.

“Dasar genit!” kata HyeKi sambil menjitak kepala DongHae dan meninggalkannya sendiri di taman.

HyeKi samar-samar mendengar Ryeowook tertawa kecil, membuyarkan ingatannya mengenai masa kecilnya.

“Kenapa tertawa?” tanya HyeKi galak.

“Aniya. Kau cemburu?” Ryeowook balas bertanya sambil mengedikkan kepala ke arah DongHae.

“Ish, aku tidak mengenalnya, bagaimana mungkin aku cemburu,” tukas HyeKi sengit.

“Arraseo, arraseo,” Ryeowook mengalah, tapi masih tersenyum geli. “Nih, aku baru mendownload lagu baru. Ballad, kau pasti suka kan?” tambahnya mengalihkan pembicaraan.

HyeKi mendekat ke arah Ryeowook, ikut mengintip layar IPodnya, lalu terlonjak-lonjak kegirangan sampai nyaris memeluk Ryeowook karena itu lagu favoritnya.

Sementara itu DongHae yang sejak tadi memang berbicara dengan yeoja-yeoja, tapi pikirannya mengarah pada HyeKi yang duduk bersama Ryeowook tepat di depannya. Dia mendengar dengan jelas ketika HyeKi bilang mereka tidak saling mengenal. Dia melihat dengan perasaan sakit saat HyeKi begitu girang melihat lagu baru yang ditunjukkan Ryeowook. Betapa sakit hatinya melihat HyeKi berinteraksi secara akrab dengan Ryeowook, berbagi earphone dan tertawa-tawa, sementara HyeKi selalu mati-matian menghindari dirinya.

“DongHae~ya, kau menatap HyeKi lagi. Ada sesuatu yang ingin kau katakan padanya?” tanya seorang yeoja. DongHae memperhatikan yeoja itu. Dia cantik, tinggi dan terkesan dewasa. DongHae tahu yeoja itu sudah memperhatikannya sejak dia pertama kali masuk ke kelas ini. Namanya Lee Hyun Jin.

“Aniyo. Aku hanya penasaran melihatnya dekat dengan Ryeowook,” jawab DongHae sambil tersenyum.

“Oh, kau pasti berpikir mereka berdua punya hubungan khusus ya?” tanya Hyun Jin dan DongHae mengangguk.

“Aish, sebenarnya aku juga bingung dengan hubungan kedua orang itu. Sama-sama kekanak-kanakkan. Yang satu manja pada SooYan, yang satu manja pada Yesung. Sifat mereka berdua hampir mirip. Teman-teman sekelas menjuluki mereka Childish Couple, tapi mereka bukan benar-benar couple. Aish, apa yang kubicarakan aku jadi bingung sendiri….” DongHae tidak mendengarkan lagi ucapan Hyun Jin. Sedekat itukah mereka berdua?

Bel masuk akhirnya berdentang. Pelajaran dimulai dan DongHae tidak henti-hentinya mencuri pandang ke arah HyeKi dan Ryeowook duduk. JoongKi beberapa kali menyikutnya, mengingatkan bahwa ada songsaengnim yang sedang memperhatikan mereka.

Tingkah HyeKi dan Ryeowook berulang kali membuatnya kesal. HyeKi dan Ryeowook berbisik-bisik dan tertawa cekikikan sambil menyalin catatan dari papan tulis. Belum lagi saat HyeKi tiba-tiba meletakkan kepalanya di pundak Ryeowook, menandakan kalau dia bosan (idiiih, ini mah maunya author deket2 bang Wookie, kk~). Walaupun HyeKi melakukannya tanpa maksud apa pun, DongHae tetap saja kesal melihatnya.

Maka, saat bel istirahat berbunyi, secepat kilat DongHae mencegat HyeKi.

“HyeKi~ya, ayo kita ke kantin bersama,” ajaknya yang dibalas dengan tatapan apa-kita-saling-mengenal dari HyeKi.

“Mwoya? Pergi saja dengan orang lain, aku harus ke ruang musik dengan Ryeowook,” tukas HyeKi.

“Aish, jinja. Apa kau harus selalu bersama Ryeowook?” tanya DongHae.

“Keurom. Dia temanku,” jawab HyeKi judes.

“AKU JUGA TEMANMU, BAHKAN SEJAK KECIL,” teriak DongHae.

Anak-anak di kelas sekarang memperhatikan mereka dan mulai berbisik-bisik.

“HyeKi~ya, kita ke ruang musiknya sepulang sekolah saja. DongHae kan maksudnya baik,” ujar Ryeowook pelan, tapi HyeKi menggeleng.

“Ani. Aku tidak kenal dengannya sejak kecil. Aku baru mengenalnya sekarang. Ah, ani, bahkan belum mengenal. Hanya sekedar tahu saja. Kajja Ryeowookie, ada hal yang lebih penting yang harus kita urus,” ujar HyeKi tenang sambil menarik Ryeowook keluar ruang kelas.

Kelas mulai berbisik-bisik dan berdengung ramai. DongHae benar-benar tidak habis pikir dengan ucapan HyeKi barusan. Dia terduduk di bangkunya kembali dan Hyun Jin dan JoongKi menghiburnya. Sementara itu di sudut ruangan, SooYan dan Yesung memperhatikan kejadian itu.

“Ada sesuatu yang disembunyikan HyeKi,” ujar SooYan pelan.

“Ne, kita harus cari tahu. Apakah kita perlu menyelidikinya?” tanya Yesung serius.

“Aish, kau formal sekali Yesungie. Kita akan menyelidikinya. Kau dekati DongHae dan tanya-tanya, sedangkan aku akan berurusan dengan HyeKi, arraseo?” jawab SooYan.

“Ne, siap!” ujar Yesung sambil bergaya seperti tentara memberi hormat. “Detektif SungYan couple beraksi, haha.”

SooYan mencibir. “Dasar lebai!”

* * *

HyeKi pulang sendiri hari ini karena Jungsoo sedang ada jadwal operasi. Sepanjang perjalanan menggunakan bus, HyeKi hanya terpaku memikirkan kejadian tadi siang di sekolah. DongHae benar-benar nekat berteriak seperti itu di kelas. Sepanjang hari tadi, seluruh yeoja merecoki HyeKi dengan pertanyaan “Apa benar kalian kenal sejak kecil?” “Bagaimana bisa?” “Kalau tidak, kenapa DongHae bicara seperti itu?”. Tak ada satu pun pertanyaan yang dijawab HyeKi, dia hanya menggeleng dan menunjukkan wajah kalau dia tidak mau diganggu. Beruntung Ryeowook membantunya menghadapi mereka.

Sementara DongHae? Dia sudah izin pulang karena tidak enak badan begitu istirahat berakhir. Entah apa yang ada di kepala DongHae saat mengucapkan kata-kata itu. HyeKi yakin kalau DongHae tahu hubungan mereka memburuk, tetapi kenapa dia malah bicara seolah-olah mereka baik-baik saja. HyeKi mengernyit.  Ah, kepalanya pusing memikirkan Lee Donghae.

Beberapa saat setelah turun dari bis, seseorang menyambar pergelangan tangannya dan menariknya menjauhi halte. HyeKi bahkan belum menyadari siapa orang itu sampai orang tersebut berhenti di dekat jalan masuk ke kompleks rumahnya yang sedikit sepi. Orang itu Lee DongHae. HyeKi sudah bersiap kabur ketika DongHae kembali mencengkram pergelangan tangannya.

“Kumohon HyeKi~ya, berikan aku kesempatan bicara. Aku tidak akan memaksamu begini kalau kau mau bicara baik-baik denganku,” pinta DongHae sambil menatap mata HyeKi lekat-lekat.

HyeKi membuang muka sambil memberontak dari cengkraman DongHae. “Lepas! Kita tidak saling mengenal,” serunya kesal.

“Tidak saling mengenal? HyeKi, aku sudah mau gila karenamu. Yeoja yang kulihat setiap hari selain ibuku sejak aku kecil itu kau, Park HyeKi. Bagaimana mungkin kita tidak saling mengenal,” suara DongHae meninggi.

Jujur, sebenarnya HyeKi takut. Dia ingat, sejak kecil DongHae memang jarang marah, tapi bila dia marah akan sangat mengerikan. HyeKi menatap wajah DongHae takut-takut. Dilihatnya wajah DongHae yang merah karena menahan emosi.

“Aku bukan temanmu! Kita bukan teman lagi! Aku tidak punya teman pembohong,” tukas HyeKi sengit.

“Oh Tuhan, kau masih mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu? HyeKi~ya, itu hanya salah paham,” suara DongHae melemah. Cengkramannya di tangan HyeKi ikut melemah dan akhirnya terlepas.

“Baiklah, kita mungkin bukan teman lagi. Tapi akan aku pastikan kita akan jadi teman lagi,” suara DongHae kembali normal dan dia menyunggingkan senyum malaikatnya, senyum yang tidak pernah dia perlihatkan pada yeoja mana pun kecuali HyeKi,  senyum favorit HyeKi dulu.

“Kita akan berteman selamanya,” kata DongHae kecil bersemangat.

HyeKi kecil mencibir. “Aku tidak yakin.”

“Tenang, aku berjanji akan selalu bersamamu,” janji DongHae kecil sambil mengacungkan kelingkingnya.

HyeKi kecil mengaitkan kelingking mereka. “Jangan bohong ya?” ujarnya sambil tersenyum manis.

Kenangan itu muncul dengan jelas di kepala HyeKi, membuatnya tersentak dan berlari secepatnya menuju rumahnya. Lagi, dia meninggalkan DongHae sendiri di jalan masuk kompleks.

TBC-

Huft #buang nafas dan keringat. akhirnya dengan penuh perjuangan setelah kehilangan ide, hiks hiks, FF chapter 2 selesai.

Pendek? Memang. maafkan saaya #nangis

Chapter berikutnya akan lebih panjang kok. Oy, chapter yang ini dan seterusnya akan berhubungan sama FF SungYan Couple Series (SCS) , clue kenapa Yesung menghilang di FF SCS ada di sini. setting waktunya kira-kira sepanjang FF SCS terjadi, bakal ada penanda waktunya kok. kalau jeli bacanya, pasti nyambung.

Haah, sekian saja lah.  Jangan lupa komen yaaa 🙂

*This post is protected by ©qL_fiction*

Advertisements

4 thoughts on “Childhood Friends Series : Chapter 2

  1. serius
    apa aku di part sebelumnya udah bilang kalau penguasaan kosa katamu itu bagus? rapi banget tulisannya
    nyaman dibacanya
    tapi kenapa ya hyeki jadi begitu sama donghae? dugaanku karena donghae ninggalin hyeki tanpa pamit? hmmm kita liat next part karena sepertinya kamu sengaja nggak masukin masalah2 yang lebih terfokus di dalam sini

    lanjut yaa

    Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s