.:SungYan Couple Series:. A New Comer

Annyeoong… Halo halo. Ini FF utk SungYan couple, tiba2 dpt ide.

Happy reading all!!

* * *

A New Comer

@Audisi Drama Musikal

Kepala SooYan berdenyut-denyut. Dia duduk di salah satu bangku yang ditujukan untuk juri yang akan mengaudisi pemain drama musikal sekolah mereka untuk musim semi. Mata SooYan mencari-cari HyeKi. Dilihatnya HyeKi sedang berteriak-teriak menggunakan toa, menyuruh teman-teman mereka yang mengikuti audisi untuk berbaris di pintu masuk aula.

Sebuah minuman kaleng berisi jus tiba-tiba diletakkan di meja SooYan. SooYan menatap si pemberi minuman dengan penuh rasa terima kasih, siapa lagi kalau bukan Yesung. Yesung balas menatap dengan tersenyum dan meminum minumannya sendiri. “Harusnya kau tidak usah memaksakan diri untuk menjadi juri. Kau kan sedang tidak enak badan,” ujarnya pelan sambil mengambil tempat di samping SooYan.

SooYan dan Yesung memang termasuk beberapa juri yang akan mengaudisi teman-teman untuk pertunjukkan sekolah. Drama musikal sekolah di tiap musim semi adalah salah satu dari rangkaian festival musim semi sekolah yang selalu ditunggu-tunggu semua orang. Karena itu persiapan untuk drama musikal selalu sangat matang, sehingga para pemeran harus diaudisi dulu. Bahkan para kru di belakang layar juga dipilih dengan sangat ketat oleh guru kesenian sekolah, Song Shinhye yang juga juri audisi.  Yesung, SooYan, HyeKi dan Ryeowook adalah beberapa orang yang tergabung dalam kru di belakang layar. HyeKi dan Ryeowook juga ikut mengaudisi, tapi kelihatannya mereka masih sibuk dengan para peserta di pintu masuk aula.

SooYan memijat kepalanya yang masih berdenyut. Yesung tidak berkata apa-apa lagi. Dia tahu SooYan tidak suka diperlakukan lemah saat dia merasa kurang enak badan. SooYan selalu bilang bahwa dia hanya perlu lebih kuat, maka dia akan segera sembuh. Jangan terlalu dipikirkan, itu kalimat favorit SooYan. Tapi tetap saja Yesung merasa khawatir.

“Kau yakin tak apa-apa?” tanya Yesung pelan.

SooYan mengangguk. “Gwenchana,” katanya singkat. Dia benar-benar berharap audisi cepat dimulai.

HyeKi dan Ryeowook bergegas memasuki aula dan duduk di sebelah Yesung sambil memberikan kode pada Song Songsaengnim bahwa audisi sudah bisa dimulai. Setiap peserta audisi diberikan kesempatan untuk menunjukkan akting mereka dengan waktu 10 menit. Lalu mereka disuruh bernyanyi dan menari dan para juri akan menilai mereka.

Satu persatu peserta audisi memasuki aula dan menunjukkan kebolehan mereka. SooYan memperhatikan dengan seksama. Sakit kepalanya sudah lebih baik setelah meminum jus yang diberikan Yesung padanya.

Saat ini giliran seorang namja dengan senyum lebarnya. Dia memasuki aula dengan santai, tidak tersirat rasa tegang dalam ekspresi wajahnya. Dengan sekali lihat, SooYan tahu namja ini sedikit nakal. SooYan bisa mendengar HyeKi berdesis tak sabar di sebelah Yesung.

“Kau bisa mulai sekarang,” perintah Song songsaengnim.

SooYan memperhatikan nama namja itu di form penilaian. Lee Seung Gi? Batin SooYan. Dia belum pernah melihat namja itu di sekolah. SooYan menatap namja itu lagi. Seung Gi mulai menunjukkan aktingnya. Dia mampu mengeluarkan air mata hanya dalam beberapa detik dan detik berikutnya ekspresi kembali nakal seperti sebelum dia berakting menangis. Suaranya bagus dan dia menari dengan lincah. Yaah, walaupun SooYan tahu, suara Yesung jauh lebih bagus daripada Seung Gi. Seung Gi meninggalkan aula setelah pertunjukkannya berakhir.  Dan peserta audisi berikutnya memasuki aula

* * *

SooYan melihat HyeKi dan Ryeowook yang sedang menempel pengumuman para pemeran drama musikal. Yesung berjalan di samping SooYan, ikut melihat ke arah HyeKi dan Ryeowook. Setelah menempel pengumuman HyeKi dan Ryeowook menuju tempat SooYan dan Yesung berdiri.

“Kita akan mulai latihan nanti sore. Para pemain dan kru harus saling mengenal dulu. Belum lagi membangun chemistry antara para pemain,” jelas HyeKi pada mereka.

SooYan mengangguk paham dan kembali menatap pengumuman yang mulai dikerubungi teman-teman mereka. Yesung mengenggam tangannya, mengajak SooYan menuju ruang teater bersama HyeKi dan Ryeowook untuk mempersiapkan latihan nanti sore.

Ketika sore tiba, para pemeran dan kru sudah berkumpul, tetapi Song songsaengnim belum datang. HyeKi masih mencoba menghubungi guru kesenian mereka itu. Lalu Yesung memberikan perintah supaya para pemeran saling mengenal dulu untuk membangun chemistry.

SooYan dan Yesung duduk berdampingan dan mulai mengobrol seperti biasa. Yesung bernyanyi untuk SooYan, lagu baru yang diciptakan Ryeowook. Beberapa menit kemudian Song songsaengnim datang dan latihan pertama dimulai.

SooYan baru saja menyadari bahwa namja yang bernama Lee Seung Gi mendapatkan peran sebagai pangeran bernama Cha Dae Woong. Drama musikal mereka ditulis oleh HyeKi bercerita tentang seorang pangeran sombong dan nakal yang suka berfoya-foya yang bertemu seorang gadis jelmaan  musim semi ketika dia diasingkan dari istana karena sifat buruknya. Sang gadis membuat sang pangeran berubah menjadi lembut dan baik dan tanpa sadar mereka saling mencintai. Gadis itu menghilang saat musim semi berakhir dan sang pangeran ditinggalkan bersama-sama bunga yang mereka tanam di musim semi yang mulai layu. Tragis, tentu saja.. Ciri khas setiap naskah yan ditulis HyeKi. Tapi SooYan menyukainya. Apalagi karakter Cha Dae Woong yang nakal, tetapi baik hati. Sifat sang pangeran yang kadang-kadang kekanak-kanakkan.

“Bola matamu bisa meloncat keluar kalau kau memperhatikannya seperti itu,” ujar HyeKi geli sambil meminum air mineralnya.

Hari ini sudah seminggu mereka latihan di sore hari selama 2 jam. SooYan selalu memperhatikan Seung Gi berakting. Entah mengapa hal itu sama menariknya dengan mendengar Yesung bernyanyi.

“Mana Yesung?” HyeKi bertanya lagi.

“Mollaseo. Dia menghilang setelah mengantarku kemari,” jawab SooYan pelan.

“Aneh, biasanya kau akan khawatir,” ujar HyeKi sambil ikut memperhatikan akting Seung Gi dan Minna. Saat ini mereka duduk di barisan tengah bangku penontonn aula, sementara Seung Gi dan Minna ada di panggung.

“Aku memang merasa aneh belakangan ini,” SooYan berkata sayup-sayup.

“Eh? Maksudmu?”

“Bagaimana kalau aku bilang aku menyukai Seung Gi?” tanya SooYan pelan.

“MWO?!” bola mata HyeKi membesar, lalu dia tertawa. “Aaah, pasti itu hal yang sama seperti yang kurasakan kalau aku melihat Seung Jun,” tambah HyeKi. Seung Jun itu kapten baseball sekolah, namja yang diidolakan HyeKi.

“Aniyo. Bukan seperti itu. Rasanya nyaris seperti perasaanku pada Yesung….” SooYan berkata pelan.

“Kau gila. Bagaimana mungkin?”

“Entahlah. Aku menyukai karakter Cha Dae Woong dalam drama ini dan dia yang memerankannya. Aku jadi suka melihatnya karena itu,” jawab SooYan.

“Sudahlah, lupakan saja. Lama-lama kau aka bosan,” ujar HyeKi santai.

SooYan terdiam. Apakah benar aku akan bosan? Sepertinya tidak, batin SooYan perih.

* * *

“Boleh aku minta nomer handphonemu?” Seung Gi menatap SooYan penuh harap. Hampir saja SooYan menjatuhkan kotak berisi properti drama, tapi Seung Gi membantu menahan kotak itu.

“Tapi…. aku… Yesung…” jawab SooYan pelan.

“Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu dengan Yesung,” jawab Seung Gi sambil tersenyum ramah.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya SooYan kaget.

Seung Gi tertawa. “Siapa yang tidak tahu SungYan couple, apalagi ditambah duo imut HyeKi dan Ryeowook. Kalian persis seperti Bella dan keluarga Cullen,” jawabnya ringan.  “Apalagi kau, kau mirip seperti Bella,” pipi SooYan memerah mendengar ini,”dan aku akan menjadi Jacobnya,” tambah Seung Gi.

SooYan masih kaget dengan apa yang dikatakan Seung Gi. Dia memberikan nomer handphonenya dan bergegas meninggalkan Seung Gi sebelum namja itu mengatakan sesuatu lagi.

* * *

From : 082xxxxxxx

Hai, Bella.

SooYan mengernyit membaca sms itu, tapi detik itu juga dia sadar siapa pengirimnya.

To : Seung Gi

Namaku SooYan, bukan Bella.

SENT!

SooYan bergegas mengirimkan sms kepada HyeKi.

To : qL chan

Seung Gi mengirimkanku sms. Bagaimana ini??

Dalam hitungan menit, balasan dari HyeKi muncul di handphonenya.

From : qL chan

MWO? Bagaimana dia tahu nomor handphonemu?

SooYan memutuskan bahwa kalau HyeKi tahu dia yang memberikan nomor handphonenya sendiri pada Seung Gi, HyeKi pasti akan marah.

To : qL chan

Mollaseo. Ottokhae?

From : ql chan

Bersikaplah seperti biasa. Besok ceritakan padaku yaa :p

To :  qL chan

Ne, arraseo.

Beberapa menit kemudian, sms balasan dari Seung Gi muncul.

From : Seung Gi

Haha, maafkan aku. Aku senang memanggilmu begitu.

Kuperhatikan kau selalu memandangku saat latihan drama #wink

Wajah SooYan memerah sekarang. Bahkan Seung Gi pun menyadarinya, apakah sejelas itu perasaanku padanya?

To : Seung Gi

Mwo? Kepedean. Huh, aku tidak pernah memandangmu. Aku hanya suka melihat Cha Dae woong.

From : Seung Gi

Cha Dae Woong itu aku. Kau suka padaku? #wink

Jantung SooYan berdegup lebih cepat membaca kalimat itu.

To : Seung Gi

Cish, payah. Aku sudah punya Yesung :p

From : Seung Gi

Baiklah. Kalau begitu jadi temanku, maka kau pasti akan suka padaku.

To : Seung Gi

Jangan harap aku suka padamu. Baiklah kita teman, bolehkah aku memanggilmu Dae Woong?

From : Seung Gi

Terserah SooYan ah. Sampai jumpa di latihan drama besok sore.

To : Seung Gi

Ne~ Jaljayo~ Woong ah.

SooYan menutup aplikasi smsnya dan menyimpan handphonenya. Dia masih tersenyum mengingat pesan yang dikirimkan Woong untuknya. Tidak ada telepon dari Yesung malam ini, tapi SooYan tidak mempermasalahkannya. Hatinya masih senang karena Dae Woong. Dia tak sabar menunggu hari esok datang, bertemu HyeKi menceritakan segalanya dan ikut latihan drama di sore harinya. SooYan sadar ada yang aneh pada dirinya, namun ia tak tahu apa itu.

FIN-

Ceritanya gantung? Memang. apakah SooYan selingkuh? kkk~ liat aja nanti yaa. msh mw dilanjut atau biarkan mereka HTSan? haha, semua tergantung mood saya, hehe

Advertisements

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s