Childhood Friend Series: Chapter 1

A.N: Haii. ini proyek FF yang udah lama aku rencanain bersama Kim SooYan, kk~ akhirnya libur datang juga dan bisa sempat bikin ‘a new world’. kalau ada yang ga ngerti ini hubungannya sama siapa dan apa, bisa baca di  About. 

Enjoy it !!


Chapter 1 #He’s Back!!

@Park Family’s House

JungSoo menatap adik semata wayangnya yang sedang mengikat tali sepatu di depan pintu rumah. Pagi-pagi sekali HyeKi sudah rapi dan bersiap-siap pergi, padahal JungSoo tahu persis adiknya itu libur sekolah hari ini.

“Oppa, aku berangkat yaa,” ujar HyeKi sambil melempar ciuman sayang dari jauh untuk JungSoo yang masih terpaku.

“Hee? Chankaman! Mau kemana kau?” tanya JungSoo penasaran.

“Ke rumah SooYan. Kami sedang menyiapkan proyek untuk drama musikal musim semi nanti. Waeyo?” HyeKi balik bertanya keheranan.

“Ani. Apa tidak bisa ditunda?” tanya JungSoo lagi.

“Tidak bisa. Waeyo Oppa?” tanya HyeKi lagi. Kali ini agak sedikit memaksa.

JungSoo tersenyum. “Aish, dongsaeng ah, masa kau lupa hari ini Lee ahjushii akan pindah ke sebelah rumah kita,” ujarnya.

HyeKi menepuk jidatnya. “Aigoo~ aku lupa. Tapi aku sudah izin pada Eomma kok dan Eomma tidak bilang apa-apa. Sudah ya Oppa, aku mau pergi dulu. Nanti SooYan mengomel kalau aku terlambat(*author ditabok SooYan),” ujar HyeKi sambil membuka pintu.

“Ya! Aku kan belum selesai bicara,” tahan JungSoo lagi.

“Apa lagi Oppaaa? Aku sudah telat nih,” rengek HyeKi.

“Lee ahjushi punya anak yang sebaya denganmu. Kau tidak ingin bertemu dengannya?” pancing JungSoo.

“Namja atau yeoja?” HyeKi balik bertanya.

“Namja. Tampan lagi. Ayolah, tidak usah pergi hari ini,” bujuk JungSoo.

Dalam hati, HyeKi merasa heran. JungSoo memang protektif padanya, tapi dia jarang melarang-larang HyeKi pergi ke rumah SooYan. JungSoo tahu seberapa dekatnya mereka. “Oppa tahu, oppa mencurigakan sekali hari ini. Lagipula anak Lee ahjussi kan namja, jadikan saja dia temanmu. Akan lain ceritanya kalau dia yeoja,” ujar HyeKi sedikit ketus. “Aku berangkat ya Oppa, aku sudah telat,” tambahnya sambil buru-buru menutup pintu agar tidak ditahan oleh JungSoo lagi.

Di luar rumah, HyeKi melihat beberapa ahjushii sedang mengangkat barang memasuki sebuah rumah kosong di sebelah kanan rumahnya. Dia hanya menyapa sekilas dan buru-buru berlari menuju halte bis di ujung jalan rumah.

Sementara itu, putra bungsu Tuan Lee yang sedang ikut mengangkat beberapa koper, Lee DongHae, menatap sosok HyeKi yang semakin jauh sedang berlari-lari kecil menuju halte bis dengan ransel kecil di punggungnya. Perhatiannya teralih saat kakak laki-lakinya Lee DongHwa menyapa kakak laki-laki HyeKi, siapa lagi kalau bukan Park JungSoo.

“Ya! JungSoo ah, kau semakin dewasa saja,” ujar DongHwa sambil memeluk JungSoo.

JungSoo tersenyum dan balas memeluk DongHwa. “Apa kabar DongHae ah?” sapanya pada DongHae.

DongHae meletakkan koper-koper dan memeluk JungSoo. “Waah, Hyung. Neomu bogoshipoyo,” jawab DongHae (*gak nyambung sama pertanyaan Leeteuk #plaak).

DongHae kembali memandang ke arah sosok HyeKi yang kini sudah tidak kelihatan lagi.

“Kau masih mengenalinya?” tanya JungSoo pada DongHae.

“Hee? Nugu?” DongHae balas bertanya, sambil mengalihkan padangannya kembali pada JungSoo.

“Aish. Jangan pura-pura DongHae ah. Kau baru saja memperhatikan HyeKi kan?” JungSoo menggoda DongHae.

“Aah, hyung. Jangan membuatku malu,” ujar DongHae sambil mengangkat koper-koper yang tadi diletakkannya ke dalam rumah dan meninggalkan JungSoo. Samar-samar DongHae mendengar DongHwa memberitahu JungSoo, “ dia bahkan masih memajang foto kita bersama dulu.”

* * *

@Kim SooYan’s house

“Ya! Park HyeKi, kenapa lama sekali?” teriak SooYan ketika membuka pintu untuknya.

“Aish Eomma. Jangan galak begitu ah,” ujar HyeKi enteng sambil masuk begitu saja ke rumah SooYan. HyeKi mendadak kaget saat melihat ada ddangkoma di rumah SooYan.

“Kim JongWoon, kenapa harus bawa-bawa ddangkoma sih?” tanya HyeKi gusar.

“Dia sumber inspirasiku,” jawab JongWoon a.k.a Yesung santai. HyeKi geleng-geleng kepala. Lalu mengeluarkan notebooknya dari dalam ransel dan menunjukkan naskah drama yang sudah ditulisnya semalam. RyeoWook yang dari tadi sedang bermain game di notebooknya ikut bergabung untuk membaca naskah yang HyeKi tulis.

“Aaah, lagunya gampang diciptakan. Aku langsung dapat ide saat ini juga,” kata RyeoWook, lalu membuka aplikasi composing lagu di notebooknya. Dan segera tenggelam dalam antusiasme mengarang lagu, sambil sekali-kali dinyanyikan sendiri.

Sementara Yesung dan SooYan mengedit naskah yang HyeKi tulis sambil mereka-reka desain panggung yang akan mereka gunakan, HyeKi duduk teremenung di sebelah Ryeowook. Dia larut dalam lamunannya sendiri sampai tidak sadar RyeoWook memasangkan earphone ke telinga kanannya.

“Jangan melamun. Dengarkan lagu ciptaanku, bagus tidak?” ujar RyeoWook gembira.

Nada-nada piano mengawali lagu tersebut, indah sekali. Lagu itu belum ada liriknya dan sebelum mencapai 1 menit, lagu itu selesai.

“Yaa! Ini terlalu pendek, Wookie ah,” protes HyeKi.

RyeoWook terkekeh. “Tentu saja. Ini baru intro-nya saja,” ujarnya geli.

Pantas saja pendek, tapi kenapa melodinya bagus sekali, batin HyeKi.

“Kau tidak enak badan?” RyeoWook menatap HyeKi khawatir.

“Aniyo. Gwenchana,” jawab HyeKi sambil tersenyum. Dia memang tidak sakit, dia hanya sedang memikirkan seseorang dengan marga Lee. Seseorang yang paling dibencinya. Tetangga barunya memiliki marga Lee, membuatnya kembali mengingat orang itu.

“Kalau kau butuh cerita, telepon saja kami,” ucap RyeoWook.

HyeKi tertawa. “Ara. Kita kan sudah lama bersahabat. Aku tidak perlu diingatkan soal yang itu, hehe.”

RyeoWook hanya tertawa mendengar ocehan HyeKi.

* * *

HyeKi pulang ke rumah dengan semangat. Dia sudah cukup lelah, ingin segera mandi, makan malam dan tidur. Betapa herannya HyeKi melihat seseorang seakan ragu-ragu memencet bel rumahnya.

“Eh, annyeong. Kau tidak apa-apa?” sapa HyeKi pada orang itu. Saat orang itu membalikkan tubuhnya, HyeKi membeku. HyeKi merutuk dirinya sendiri kenapa tadi dia menyapa orang itu.

“Annyeong, HyeKi~ya. Lama tak jumpa,” ujarnya sambil tersenyum manis. Orang itu Lee DongHae.

JungSoo yang tiba-tiba membuka pintu menyelamatkan mereka berdua dari aura kekakuan yang tiba-tiba muncul. HyeKi masuk ke dalam rumah, menuju kamarnya dan meninggalkan DongHae bersama oppanya. Dia tidak ingin bertemu Lee DongHae.

* * *

Kenapa ada DongHae di sini? Kenapa dia kembali? Aish, jinja. Aku tidak ingin bertemu dengannya, batin HyeKi kesal sambil tidur-tiduran di tempat tidur kamarnya.

Pintu kamarnya diketuk. HyeKi tahu itu pasti oppanya. Sepanjang makan malam tadi HyeKi mengacuhkan JungSoo. HyeKi mengerti sekarang kenapa oppanya itu bertingkah aneh tadi pagi. Tanpa menunggu persetujuan HyeKi, tiba-tiba pintu kamar terbuka pelan-pelan. Kepala Jungsoo menyembul dari pintu.

“HyeKi~ya, kau ngambek?” tanya JungSoo dari pintu.

HyeKi tidak menjawab, sehingga JungSoo memasuki kamar dan mendekati dongsaeng kesayangannya itu. HyeKi menutupi wajahnya dengan boneka dolphin biru kesayangannya, ciri khasnya setiap ngambek dengan JungSoo.

“Kau sudah besar. Jangan sering ngambek dong,” JungSoo membujuk HyeKi.

HyeKi menyingkirkan dolphin itu dari wajahnya, “kenapa oppa tak bilang padaku?” sungutnya kesal.

“Ah, soal DongHae? Kan kau tak tanya,” jawab JungSoo enteng. HyeKi memukulkan si dolphin ke wajah JungSoo.

“Cish, appo HyeKi~ya,” JungSoo meringis. HyeKi mengubah posisinya dari tiduran menjadi duduk bersandar di kepala tempat tidur. Wajahnya masih menunjukkan rasa kesal pada JungSoo.

“Kau masih marah pada DongHae?” tanya JungSoo pelan.

“Ani,” jawab HyeKi pendek. “Aku membencinya, bukan hanya marah padanya.”

JungSoo menghela nafas. “Seberapa parah kesalahan DongHae untukmu? Apa kau tidak bisa memaafkannya?”

HyeKi mendelik, menatap JungSoo dengan pandangan tajam. “Tidak bisa. Aku benci pembohong dan Lee DongHae itu seorang pembohong,” jawabnya tegas. Tanpa bertanya pun, sebenarnya JungSoo sudah tahu jawaban HyeKi. Adiknya ini terlalu keras kepala, sehingga sulit diubah keputusannya. Maka JungSoo menyerah, biarlah HyeKi dan DongHae menyelesaikan masalah mereka sendiri.

JungSoo mengelus kepala HyeKi. “Tidurlah, kau harus sekolah besok,” ujarnya lembut.

“Aku sudah ingin tidur sejak tadi. Oppa saja yang menggangguku,” jawab HyeKi ketus. JungSoo hanya tersenyum. Jiwa malaikatnya lah yang mampu membuatnya mengerti HyeKi yang kadang-kadang bisa lebih evil daripada Kyuhyun sekalipun.

* * *

HyeKi berjalan ke sekolah dengan langkah gontai. Kepindahan DongHae ke rumah yang terletak tepat di sebelah rumahnya membuat semua semangatnya hilang entah kemana. HyeKi bahkan melupakan kesenangan paginya, yaitu mengejek Yesung dan menggoda SooYan. Pikirannya dipenuhi oleh sosok Lee DongHae.

Kim songsaengnim memasuki kelas dan seorang namja mengikutinya dari belakang. Semua yeoja di kelas mulai berbisik-bisik riuh melihat namja tersebut, tapi HyeKi tidak peduli. Mood nya yang baik belum kembali.

“Annyeonghaseyo. Choneun Lee DongHae imnida. Bangeupseumnida,” ucapan namja tersebut merayap masuk ke telinga HyeKi, membuatnya tersentak dan menganga. Aish, Lee DongHae, kenapa kau harus masuk ke sekolah yang sama denganku. Cish, sekelas pula, rutuk HyeKi dalam hati.

“DongHae-ssi kau bisa duduk di samping Song JoongKi,” ujar Kim Songsaengnim. DongHae mengangguk dan bergegas menuju bangku yang ditunjuk Kim songsaengnim. Saat DongHae melewati mejanya, HyeKi pura-pura sedang sibuk membaca buku. Aku takkan dekat-dekat dengannya. Tidak akan, tekad HyeKi di dalam hati.

Pelajaran berlangsung sama normalnya dengan hari-hari biasa. Dengan moodnya yang jelek, HyeKi tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik, walaupun ekspresi wajahnya membuat semua orang ngeri melihatnya.

Bel istirahat pertama berbunyi. Yeoja-yeoja mulai mengerubungi DongHae. Ah, Kim songsaengnim sangat pintar menyusun urutan tempat duduk siswa. Lee DongHae dan Song JoongKi, jelas-jelas akan menjadi duo namja tampan di sekolah. HyeKi memanfaatkan keramaian yang ditimbulkan yeoja-yeoja itu untuk menyeret 3 sahabatnya menuju kantin, sebelum DongHae mulai mengajaknya bicara.

SooYan menatap HyeKi dengan ekspresi curiga di wajahnya. Matanya mengawasi HyeKi, sampai membuat HyeKi merasa jengah.

“Ya! Kim SooYan! Jangan menatapku seperti itu,” ujar HyeKi malas sambil menyeruput susu kotak rasa coklatnya.

“Kau aneh,” jawab SooYan pendek sambil tetap menatap HyeKi.

“HyeKi~ya, SooYan benar. Kau kenapa?” tanya RyeoWook agak cemas.

“Tidak apa-apa,” jawab HyeKi pendek sambil menghindari tatapan tajam SooYan.

Tidak ada yang percaya dengan ucapan HyeKi. Baik SooYan, Yesung, maupun RyeoWook semuanya memaksanya untuk bercerita. Tapi HyeKi tetap bersikeras tidak mau bercerita, maka sahabat-sahabatnya menyerah memaksanya.

Melihat DongHae yang sudah berada di kantin, HyeKi cepat-cepat memaksa ketiga sahabatnya kembali ke kelas. Dia benar-benar akan menjaga jarak dengan DongHae.

* TBC*

A.N : Gimana? Konfliknya belum terasa yaa? SooYan ah, mianhe Part-mu belum banyak disini, hehe. kalau ada salah tulis/typo, kasih tau yaa. akan berusaha lebih baik di chapter selanjutnyaa

babaiii

*This post is protected by ©qL_fiction*

Advertisements

8 thoughts on “Childhood Friend Series: Chapter 1

  1. hoi.hoi –”
    (meniru adegan woong-ah daan mi ho-ah)
    #hahaha. abaikan 😀

    hmm, sejujur’a bgung mu komen ap ni -,-
    jadi, lgsg ke inti’a saja lhaa..
    ff ini bgus 🙂
    daebak!
    *lanjutan chapter 2 d tunggu..
    tapi, tak usah d buru bgtz yaa.. it’s ok :’)

    Like

  2. aish, sprti’a HyeKi demen amat poppo koq uda?
    kata’a mau brsikap keq biasa.
    kq mlah ud jd orglain sii?

    hmm, saran????
    utk next chapter mksd’a?
    aiyaaa, ntrlh d pkrkn dl ide’a gmn.
    smga saja nemu, :p

    Like

  3. Annyeong,, aq reader baru yg terdampar d blog ni #heheh
    aq ga pintar ngasih komen tp yg psti ni ff bgus,, #acungin smua jempol
    aq suka gaya penceritaanny,, ga ribet but masuk ke otak # elah bhsaku
    ok aq pnasaran ma next chap,,
    hwaiting!!
    Slam knal bwt smuany..
    Bangaptaaa…
    #bow

    Like

  4. halooo finally bisa mampir lagi ke blog kamu
    ehm
    maaf ya sebelumnya kalo ke depannya nnti bakal ada kritik atau komen aku yang menurut kamu annoying,
    kekeke… aku kalo ngomen itu objektif, semua orang yang ff nya aku komentari kayaknya udah tahu seberapa annoyingnya aku kalo ngomen xD in positive way lohhh hihihi
    jadi… aku harap kamu memakluminya sebelum aku melontarkan komentar *bow

    and lets start the review
    just like you say, ini konfliknya mmg belum kerasa karena ini baru bab satu
    dan sayangnya… yang sedikit membahayakannya, ini terlalu datar
    aku benar2 berharap di next part bisa diperkenalkan konfliknya
    tata bahasanya udah bagus
    aku berasumsi ini adalah cerita yang sederhana dan aku sepertinya aku bisa menebak alurnya

    tapi semoga pikiranku salah
    tingkatkan terus ya~

    Like

    1. hi soph 🙂 well, aku seneng ngelihat kamu mampir lagi.
      haha, ga masalah kok soal kritik atau komen, itu yang aku harapkan sebenarnya, supaya masih bisa belajar terus dan terus.

      anyway, i know this fict really has many mistakes, typos and etc. tapi aku ga bakal nulis ulang atau gmna, soalnya…..males haha #lol #:p

      semoga fict fict yang lebih baru sudah lebih baik hehehe
      thanks a lot udah komen dan bacaa 🙂 #hug

      Like

      1. waaah youre awesome girls
        cheerrrsssss
        no no no buat aku typo nya malah ga keliatan…
        yup jangan ditulis ulang laaahh
        ini kan bukan soal ujian
        ini kan buat for fun ajaa
        fanfiction is funfiction
        sekalian main sekalian senang2 sekalian belajarrr

        Like

Your Review, Please....?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s